
"Ke-kepalaku?" tanya Viyone serasa tidak percaya.
"Iya, kepalamu," jawab Keniz, Nerlin dan Mulfis dengan serentak.
"Kenapa ada dikepalaku? kenapa bukan ditubuhku, ditanganku, dan dileherku?"tanya Viyone dengan cemas.
"Karena di saat itu hanya kepalamu yang akan dioperasi," ujar Nerlin.
"Memangnya apa yang tersimpan dalam kepalaku?"
"Chip," jawab Keniz, Nerlin dan Mulfis dengan serentak.
"Memang isi apa chip itu, sehingga harus simpan dalam kepalaku?"
"Rahasia besar yang tidak bisa di katakan," jawab Keniz, Nerlin dan Mulfis dengan serentak.
"Apakah aku juga tidak boleh tahu?"
"Benar," jawab Keniz, Nerlin dan Mulfis dengan serentak.
__ADS_1
"Ke-kenapa? selama ini chip itu disimpan dalam kepalaku, dan kenapa aku tidak boleh tahu?" tanya Viyone yang mulai merasa kesal.
"Karena rahasia itu sangat penting, yang boleh mengetahuinya hanya presiden," jawab Kinez.
"Kalian hebat sekali, menyimpan benda itu dalam kepalaku dan kini aku tidak boleh tahu rahasianya. jadi kalian anggap kepala aku ini apa?" tanya Viyone dengan kesal.
"Hahahaha...Viyone, anggap saja kau sudah melakukan misi untuk negara kita, ini tidak salah," ujar Mulfis dengan tertawa.
"Tidak lucu," ucap Viyone yang melirik tajam ke arah Mulfis.
"Viyone, chip itu sangat penting, musuh negara kita di saat itu ingin menghancurkan negara kita. tahun itu beberapa negara ingin menyerang kita dan merebut chip itu, dan kami hanya bisa simpan dalam kepalamu, karena tidak ada yang akan tahu bahwa benda kecil itu bersamamu," jelas Kinez.
"Sebelum kamu dilahirkan peperangan sudah terjadi, terus terang saja mama kandungmu sempat terbentur saat mengandungmu dibulan kesembilan, dan saat kamu dilahirkan kamu tidak sadarkan diri. saat itu dokter militer mengatakan ada luka dikepalamu yang harus segera ditangani. dan untung saja hanya ada sedikit pembekuan darah, sebenarnya kami tidak ada jalan lain. dokter militer mengatakan resiko sangat tinggi karena melakukan operasi terhadap bayi yang baru dilahirkan," lanjut Mulfis.
"Viyone, jangan salahkan papamu! ini adalah satu-satunya cara untuk melindungi negara, dan untung saja Tuhan merasakan kebaikan papamu sehingga kamu terselamat," ucap Nerlin.
"Viyone, mamamu menjadi korban peperangan, dan ini sangat menyakitkan hatiku. dan saat kami diserang akibat ada pengkhianat di dalam pasukan, kami hampir kalah karena penyerangan dari dalam. dan aku hanya bisa segera menyerahkanmu kepada Mulfis dan Nerlin. kami boleh berkorban akan tetapi chip tidak boleh jatuh ke tangan musuh. kalau saja sampai jatuh ke tangan mereka, maka sia-sia pengorbanan para militer," lanjut Kinez yang merasa sedih.
"Mulia sekali perngorbanan kalian sebagai militer, aku juga mau menjadi militer dan tumpaskan mereka...," teriak Viyone dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Iya...ya...tumpaskan mereka, mungkin saja disaat itu semua kem militer akan kau robohkan," ujar Mulfis dengan mengejek.
"Papa, jangan tertawakan aku!" kata Viyone dengan kesal.
"Dirimu itu sudah menikah jangan bertarung atau ikut berperang, lagi pula negara sudah aman dan sudah banyak anggota militer yang tangguh. sedangkan kita cukup menjadi orang biasa saja," ujar Mulfis.
"Iya, masa-masa kita sudah berakhir. dan biarlah yang muda melindungi negara kita," ucap Kinez.
"Lalu, bagaimana caranya mengeluarkan Chip ini?" tanya Viyone.
"Belah kepalamu," jawab Keniz, Nerlin dan Mulfis dengan serentak.
"Belah kepalaku bukankah sama saja membunuhku?"
"Kau tidak akan mati, paling hanya gegar otak saja,"jawab Mulfis dengan bercanda.
"Lagi pula selama ini otakmu juga sudah bermasalah, jadi tidak apa-apa kalau otakmu dibelah," ujar Nerlin dengan mengejek.
"Hahahaha...kalian sangat kejam ingin membelah kepala dan otakku," ucap Viyone yang tertawa dan kemudian tumbang tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Bruk.
"Viyone," teriak jawab Keniz, Nerlin dan Mulfis dengan serentak.