
Dua hari kemudian.
Dokter yang dipanggil oleh Kinez sedang melakukan operasi kepala Viyone, Richard dan lainnya sedang menunggu di luar ruangan operasi.
Setelah satu jam kemudian dokter keluar dari ruangan operasi. ia menyerahkan sebuah benda kecil yang adalah chip kepada Kinez.
"Bagaimana dengan istri saya, Dokter?"
"Istri Anda tidak ada apa-apa, besok dia akan sadar," jawab Dokter senyum.
"Terima kasih, Dokter," ucap Richard.
"Dan selamat untuk Anda, istri Anda sudah hamil," ucap Dokter.
"Hamil?" tanya Richard, Mulfis, Nerlin dan Kinez yang hampir tidak percaya.
"Iya, masa kehamilan baru seminggu," jawab Dokter itu dengan senyum.
"Ha-ha-ha-ha, akhirnya yang bagus," ucap Kinez yang tertawa senang.
__ADS_1
"Richard, selamat. kamu dan bocah itu akhirnya menjadi seorang ayah dan ibu," ucap Mulfis.
"Iya benar, Richard selamat untukmu, dan juga selamat untuk kakak, dalam waktu dekat langsung mendapatkan anak, menantu dan cucu," lanjut Nerlin.
"Berita baik...berita baik...setelah sekian lama kita menderita, akhirnya sekarang waktunya kita berbahagia," kata Kinez.
"Akhirnya, benda ini sudah waktunya untuk diserahkan kepada negara," ucap Kinez yang melihat benda kecil itu yang tersimpan dan plastik kecil.
"Demi benda ini sudah berapa banyak yang terkorban saat itu," kata Mulfis yang merasa sedih mengingat masa lalu.
"Iya, peperangan terjadi hanya karena ini, dan setelah hampir dua puluh tahun akhirnya bisa sampai ke tangan yang berhak memilikinya. selama ini Viyone juga sudah paling berjasa, karena dialah yang melindungi rahasia negara selama ini," kata Nerlin.
Setelah beberapa saat kemudian Viyone dipindahkan ke ruang VIP. ia masih dalam keadaan tidak sadar, karena baru selesai menjalani operasi. sementara Richard duduk di samping menemani istrinya.
"Ternyata kamu adalah putri jenderal Viktor Kinez, pantasan saja sifatmu sangat berani, selama ini aku menyelidiki latar belakang Mulfis dan Nerlin, karena identitas mereka tersimpan dengan begitu baik. sehingga tidak bisa mendapatkan hasil apa pun," batin Richard.
Richard menyentuh perut istrinya yang masih kempes dan merasa bahagia karena dia akan segera menjadi seorang ayah.
"Viyone, apa kamu tahu saat pertama kali kita bertemu, di saat itu aku sudah membuat keputusan ingin menikahi mu. aku mencintaimu oleh sebab itu aku ingin menikah denganmu. dan akhirnya aku berhasil menaklukkan mu. dan kini pernikahan kita telah membuahkan hasil. kau sudah hamil anakku dan selamanya kau hanya bisa berada di sampingku," ucap Richard yang mengecup dahi istrinya.
__ADS_1
Klek.
"Richard, sudah sore. bagaimana kalau kamu pulang dulu?" tanya Nerlin yang baru melangkah masuk bersama Mulfis dan Kinez.
"Ma, ada yang ingin ku selesaikan, nanti malam aku akan datang lagi," ujar Richard yang bangkit dari kursi.
"Pergilah urus masalahmu dulu! di sini aman-aman saja. dan kami akan menjaganya," ujar Mulfis.
"Kalau begitu sampai jumpa nanti," ucap Richard yang melangkah pergi.
"Akhirnya putri kita ini akan segera menjadi seorang ibu, bagus sekali," ucap Nerlin yang merasa terharu.
"Iya, asal suaminya baik padanya dan dia hidup bahagia, bagi kita ini sudah lebih dari cukup," kata Mulfis.
"Aku akan menyerahkan rahasia negara ini kepada negara, dan setelah itu hidup sebagai rakyat biasa. di masa tua setidaknya aku bisa melihat putriku yang sudah berkeluarga," ucap Kinez dengan tersenyum.
"Benar,.bayi dua bulan yang kita bawa lagi saat itu," jawab Mulfis.
"Dan kini bayi itu sudah dewasa dan memiliki seorang suami yang tampan dan baik," ucap Nerlin yang sambil melihat Viyone dengan merasa terharu.
__ADS_1
Di sisi lain Richard memanggil sahabatnya yang adalah seorang pengacara datang ke rumahnya, di sore itu Loza dan tiga menantunya ikut berkumpul di ruang tamu, pengacara mengeluarkan berkas-berkas dari tas kerjanya dan menyerahkan kepada Loneza, Kimmy, dan Yury.