Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Pertemuan Richard Dan Kinez


__ADS_3

"Viyone, cepat bangun!" teriak Nerlin yang merasa cemas.


Sesaat kemudian Viyone membuka matanya dan menatap kedua orang tuanya itu.


"Viyone, kau sudah sadar," ujar Mulfis.


"Aku belum pingsan," jawab Viyone.


"Lalu, kenapa kau tumbang?" tanya Nerlin.


"Aku mengalami demam terkejut, karena mendengar kepalaku harus dibelah," jawab Viyone.


"Kau...ini ada-ada saja...," ucap Mulfis yang mengeleng-geleng kepalanya.


"Pa, Ma, apakah harus dioperasi kepalaku dan dibelah menjadi dua?"


"Iya, untuk mengeluarkan benda itu," jawab Mulfis.


"Apa aku boleh bertemu dengan Richard sebelum aku operasi?"


"Boleh, dia adalah suamimu. dan kami pasti harus bicarakan dengan dia dulu," jawab Mulfis.


"Lagi pula kenapa kau tiba-tiba saja ingin menemuinya?" tanya Nerlin


"Aku hanya ingin sampaikan padanya, setelah aku mati jangan lupa berikan sebagian hartanya padaku dan masukkan ke dalam peti mati," jawab Viyone.


Nerlin yang mendengar jawaban putrinya langsung menyentil dahi gadis itu.


"Aauhkkk....."


"Kau ini aneh-aneh saja, yang diambil hanya chip bukan nyawamu. untuk apa kau merasa cemas," ujar Nerlin.

__ADS_1


"Kelihatannya yang harus kita ambil adalah otaknya," ucap Mulfis yang merasa kesal.


"Kalian kejam sekali," ujar Viyone yang tidak lama kemudian tidak sadarkan diri


"Hei...dia pingsan lagi," kata Mulfis.


"Dia bukan pingsan tapi tidur," jawab Nerlin.


"Anak ini benar-benar...," ucap Mulfis yang mengeleng-geleng kepalanya.


"Kenapa dia bisa tidur dalam kondisi seperti ini?" tanya Kinez dengan merasa heran.


"Kakak, anak ini memang begitu, di saat dia mengantuk, dia bisa tidur di mana pun," jawab Mulfis.


"Hahahahahaha....sifatnya sangat tidak mirip denganku, akan tetapi keberaniannya sangat mirip denganku. hehehehehe....," ucap Keniz dengan tertawa senang.


Setelah beberapa menit kemudian Richard mendatangi ke kediaman Keniz, ia datang bersama dengan San. saat mendengar istrinya berada ditempat ini ia langsung bergegas datang untuk menemui istrinya.


Richard ikuti langkah pria itu dan sambil melihat sekitar lokasi tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian ia bertemu dengan Kinez yang adalah ayah kandung istrinya. saat itu Mulfis dan Nerlin sedang duduk bersama.


Richard yang melangkah masuk ke dalam ruangan itu dan melihat sang mertuanya ia pun langsung menyapa," Pa, Ma, apakah kalian baik-baik saja?"


"Richard, kami baik-baik saja," jawab Nerlin dengan senyum dan menghampiri menantunya itu.


"Ma, di mana Viyone?" tanya Richard.


"Anak itu sedang tidur," jawab Mulfis yang bangkit dari tempat duduknya.


"Pa, bagaimana dengan lukamu? apa masih sakit?"

__ADS_1


"Sudah baikkan. Richard, terima kasih karena sudah banyak membantu, biaya yang ditanggung olehmu jumlahnya tidak sedikit," ucap Mulfis.


"Pa, kita adalah satu keluarga, jangan berkata seperti itu!"


"Richard, keberuntungan kami karena mengenalmu, dan menikahi putriku yang lugu itu," ucap Mulfis lagi.


"Jangan berkata seperti itu! seharusnya adalah keberuntunganku karena menikahi dia," jawab Richard.


"Richard, ini kami perkenalkan, ini adalah mantan jenderal, Viktor Kinez. dan beliau adalah ayah kandung Viyone yang sudah lama terpisah," kata Nerlin.


"Jenderal Viktor Kinez adalah seorang militer yang rela berkorban demi negara, dan mendengar kabar beliau sudah meninggal dalam ledakan saat berperang dengan ratusan musuh," ucap Richard yang pernah mendengar tentang mantan jenderal itu.


"Hahahaah...tidak ku sangka sekarang masih ada yang mengingat namaku, kamu adalah orang yang bijaksana. keberuntungan putriku adalah seumur hidupnya telah bertemu dengan orang baik. walau hidupku sebagai ayahnya sangat keras dan ibunya juga harus berkorban di saat itu. akan tetapi setelah melihat putriku membesar dalam keadaan sehat aku sudah merasa puas," kata Kinez dengan senyum.


"Dan Mereka adalah pasukanku dulu, Mulfis adalah kolonel, sementara Nerlin adalah Letnan kolonel Nexa, kami bisa hidup hingga kini ini bisa dikatakan sebuah keberuntungan. karena semua militer di saat itu banyak terkorban," kata Kinez yang merasa sedih.


"Niat Anda semua adalah baik, dan rela berkorban demi negara sehingga kami yang sebagai rakyat negara ini bisa hidup dengan damai. semua ini adalah jasa baik Anda semua," ucap Richard dengan sopan.


"Richard, ada yang ingin kami katakan!"


"Ada apa, Ma?"


"Begini, kami akan melakukan operasi terhadap Viyone, ada sebuah chip yang tersimpan dalam kepalanya di saat dia masih kecil. chip itu sangat penting sehingga harus menyimpan disuatu tempat yang aman," jelas Nerlin.


"Kepalanya? bukankah itu sangat bahaya kalau menyimpan sesuatu di dalam kepala?"


"Dokter mengatakan tidak akan mempengaruhi kehidupan Viyone," jawab Kinez.


"Kapan akan dilakukan operasinya?" tanya Richard.


"Mungkin dalam dua hari ini, setelah chip itu dikeluarkan maka akan langsung serahkan kepada negara, dan biarkan mereka yang menangkap musuh yang selama ini mengincar keluarga Mulfis," jawab Kinez.

__ADS_1


"Iya, dengan begitu maka Viyone akan aman dan tidak akan dikejar lagi,"ujar Nerlin.


__ADS_2