Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Viyone vs San


__ADS_3

"Kamu sudah banyak berkorban, kami masih belum apa-apa jika dibandingkan dengan pengorbananmu," ujar Mulfis.


"Mulai saat ini kalian tinggal di sini demi keselamatan, dan aku akan aturkan dokter untuk mengobati lukamu."


"Jenderal, kami senang bisa bertemu kembali denganmu setelah sekian lama," ucap Mulfis.


"Pihak musuh hingga kini masih sedang mencarinya, kami sangat mencemaskan keselamatannya," ucap Nerlin.


"Bagaimana dengan dia? apakah dia baik-baik saja?"


"Jenderal, dia sangat baik, hanya saja agak polos dan lugu. tapi dia anak yang rajin dan sering membantu kami," jawab Mulfis dengan senyum.


"Dia sudah menikah dengan seorang pengusaha kaya raya," ujar Nerlin.


"Menikah? hahahaha...usianya masih muda tidak ku sangka dia cepat menikah."


"Saat itu Mulfis sedang kritis, pria itu datang memberi bantuan semua biaya dan di saat itu juga mereka menikah, demi keselamatannya aku setuju pernikahan mereka," jelas Nerlin.


"Jenderal, maaf. di usianya yang masih muda kami harus menikahkan dia kepada pria itu," ucap Mulfis.


"Tidak perlu minta maaf! aku tidak menyalahkan kalian, kalau pria itu bisa melindunginya, ini adalah suatu hal yang baik. dan satu lagi, jangan memanggilku jenderal lagi. lihatlah diriku sekarang sudah cacat. dan tidak bisa lagi berperang. masa kita sudah berlalu."


"Kamu menjadi cacat semua karena negara, melindungi anak itu sehingga kamu rela bertarung mati-matian dengan mereka," ucap Mulfis.


"Kita bertiga sama-sama mencintai negara, kalian sangat setia hingga kini. aku kagum pada kalian," ucap mantan jenderal itu.


"Apakah kami boleh memanggil mu kakak?".tanya Nerlin.


"Kakak?"


"Iya, dari segi usia kamu juga lebih tua dari kami, kami ingin lebih menghormatimu. jadi, biarkan kami menjadi adik angkat mu!" jawab Nerlin.


"Ini usul yang baik, dengan begitu maka kita memanggil kakak saja," ujar Mulfis pada Nerlin.

__ADS_1


"Kakak...," panggil Mulfis dan Nerlin.


"Hahahaha...baiklah, aku memiliki dua orang adik. perasaan ini sama seperti dulu. sangat nyaman dan bahagia."


Mansion keluarga Valentino.


"Richard, sudah pukul 11 aku kewalahan," ujar Viyone yang disetubuhi oleh suaminya itu.


"Kamu tidur saja! biar aku yang melakukannya," ucap Richard yang sedang melakukan gesekan dengan cepat.


Gesekan demi gesekan dilakukan oleh Richard semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan berulang kali.


Setelah merasa puas Richard menghentikan aksinya dan membaringkan dirinya disamping Viyone.


"Aku ingin pergi melihat papa besok."


"Kita akan pergi bersama! sejak papamu sudah sadar kita belum pernah ke sana," jawab Richard.


"Iya, aku sangat merindukan papaku," jawab Viyone.


"Aku kurang berbakti padanya, selama ini saat papa belum sadar, aku tidak membantu mama merawat papa," ucap Viyone yang merasa sedih.


"Jangan salahkan dirimu! ini bukan salahmu, kita akan pergi besok, dan kapan pun kamu ingin pergi aku akan menemanmu," ucap Richard yang mengecup dahi istrinya.


"Aku ingin pergi dan setiap hari aku juga ingin melihatnya," jawab Viyone.


"Tentu saja bisa," ujar Richard.


Keesokan harinya.


Pelayan rumah tangga mendapatkan sepucuk surat dari seseorang yang di dalam kota surat.


"Nyonya kelima, ada surat untuk Anda," ujar pelayan sambil memberikan sepucuk surat itu.

__ADS_1


"Surat untukku, siapa ini?" tanya Viyone yang sedang berada didapur dan membaca nama pengirim yang tidak tercantum.


Viyone lalu membuka amplop surat itu dan membaca isi surat tersebut.


"Mulfis dan Nerlin berada ditangan kami, datang dan bawa dia pergi kalau kamu masih ingin nyawa mereka!"


"Kurang ajar, berani sekali menangkap orang tuaku," ketus Viyone.


Kerena ingin menyelamatkan orang tuanya, Viyone lalu pergi meninggalkan kediaman suaminya.


Setelah beberapa menit kemudian Viyone tiba ke tempat sang mantan jenderal yang di jaga ketat oleh anggotanya.


"Kenapa bisa ada di sini? apa yang sudah terjadi dengan papa dan mamaku? di sini begitu ramai sekali," gumam Viyone yang berdiri di luar pagar.


"Hiaaakkk...," serangan tiba-tiba dari tuan San yang adalah pengawal mantan jendral.


Viyone yang menyadari ada yang menyerangnya ia langsung mengelak dan melawan.


Serangan cepat dari San yang ke arah kanan dan kiri membuat Viyone langsung menghindar ke belakang dan menendang ke arah lawannya itu.


Bruk..


Tendangan dari Viyone mengenai tangan lawannya itu.


"Siapa kamu? kenapa menyerangku? "tanya Viyone dengan kesal.


"Kalau ingin tahu, maka kalahkan aku dulu," jawab San.


"Di nama papa dan mamaku?"


"Kalahkan aku dulu, kau baru bisa bertemu dengan mereka," jawab San.


"Kalian adalah pejahat yang selama ini mencari masalah dengan papaku?" tanya Viyone dengan kesal.

__ADS_1


"Anggap saja aku musuhmu, dan berusaha mengalahkanku!"


"Tentu saja aku menganggapmu sebagai musuhku, tidak mungkin aku menganggapmu sebagai kakekku," ketus Viyone.


__ADS_2