Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Menguji


__ADS_3

Viyone bertarung dengan San di siang itu. San adalah mantan militer yang di bimbing oleh mantan jenderal yang cacat itu. selama ini San ditugaskan melindungi mantan jenderal tersebut demi sebuah misi.


Viyone menyerang atas bawah dan melompat sambil menendang ke arah pria itu. setiap serangan Viyone, San mampu menghindar dan membalas serangan gadis itu.


"Di mana orang tuaku?" bentak Viyone yang serang lawannya itu.


"Kalahkan aku! baru aku lepaskan mereka," jawab San yang sambil mengelak setiap serangan Viyone.


San kemudian mengangkat tubuh Viyone ke pundaknya dan ingin membanting tubuh gadis itu, saat ia ingin membantingnya ke jalan, Viyone menarik baju dibagian belakang pria itu sehingga mengagalkan niat lawannya. dan setelah itu San melepaskan Viyone dan menendang dengan kaki panjangnya.


Bruk..


"Aauhkk...," jeritan Viyone yang memundurkan kakinya.


"Apa hanya ini saja kehebatanmu? mari kalahkan aku kalau kau masih ingin bertemu dengan orang tuamu," tantang San dengan sengaja.


Saat mereka sedang bertarung Mulfis dan Nerlin serta mantan jenderal itu sedang mengamati dari dalam rumah.


"Dia sangat kuat, setiap tendangannya memiliki tenaga yang kuat," ucap mantan Jenderal itu.

__ADS_1


"Kakak, anak ini dari sejak kecil sudah kuat," kata Mulfis yang berdiri dijendela bersama dengan istrinya.


"Kakak, Viyone dari sejak usia lima tahun saja dia sudah bisa mengangkat meja. tenaga dia kuat sejak masih bayi, saat berusia satu tahun saja saat dia menangis dan tanpa sengaja dia meninju wajah Mulfis yang saat itu sedang tidur disampingnya. sehingga gigi Muflis akhirnya tanggal satu," ujar Nerlin yang tertawa karena merasa lucu.


"Jangan diungkit lagi! sangat memalukan saat mengingat kejadian itu, aku harus dibawa ke rumah sakit mencari dokter gigi untuk mengobati lukaku," ucap Mulfis yang mengeleng-geleng kepalanya.


"Hahahahah....luar biasa," jawab mantan jenderal dengan tertawa.


"Hiak...," teriak Viyone yang melompat sambil menendang lawannya itu.


San yang melihat serangan gadis itu ia langsung mengelak ke samping sehingga Viyone harus terhempas ke jalan aspal.


"Aauhkk...," rintihan Viyone yang dalam kondisi terlungkup.


"Dasar pria pengecut, kenapa kau mengelak...," bentak Viyone yang sedang kesakitan.


"Kalahkan aku kalau kau sanggup," tantang San dengan sengaja.


"Aku tidak akan kalah melawanmu, dan aku juga tidak akan mengalah," ketus Viyone yang bangkit dan berdiri berhadapan dengan lawannya.

__ADS_1


"Percaya atau tidak aku akan mencabut semua pohon di sini," bentak Viyone yang menunjuk ke arah pohon-pohon.


"Untuk apa dia ingin mencabut pohon? sedangkan lawannya adalah San," ujar Nerlin.


"Kakak, kalau dibiarkan semua pohon depan itu pasti akan dicabut semua, seperti di rumah kami ada lima pohon di tebang sampai habis," kata Muflis.


"Tidak apa-apa, aku juga ingin menguji kesetiaannya, sebagai putri ku dia harus berani dan setia. kalau saja dia tidak memiliki ke duanya maka dia tidak layak menjadi putriku. kita hidup didunia yang sangat keras. hanya berani yang bisa membuat kita hidup lama. setia, harus setia pada orang tua dan juga negara. darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah seorang jenderal yang tidak takut mati. jadi, aku berharap dia sama sepertiku," ucapnya dengan tegas.


"Kakak, soal berbakti anak ini tidak bisa diragukan lagi, dia rela bekerja sebagi kuli bangunan demi biaya opersi Mulfis, pada hal upah yang dia dapatkan tidak seberapa," kata Nerlin.


"Kakak, soal kesetiaan anak ini sudah terbukti, hanya saja mengenai kepolosannya aku hanya berharap kakak jangan darah tinggi saja,"ujar Mulfis dengan tertawa.


Viyone mengeluarkan tenagannya untuk mencabut salah satu pohon hias yang ada di depan rumah, niatnya ingin menjadikan senjatanya mengalahkan San.


"Hiaaak...," teriak Viyone yang sedang mencabut pohon itu sehingga akar-akar pohon itu keluar dari tanah, dan kemudian dia menyerang ke arah lawannya itu.


San mengelak dan melompat menghindar dari pohon tersebut.


"Dasar pengecut kenapa kau menghindar," bentak Viyone yang sambil mengangkat pohon itu sambil menyerang ke arah lawannya.

__ADS_1


"Percaya atau tidak aku akan merobohkan rumah mu," bentak Viyone yang sedang kesal.


__ADS_2