Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Viyone Merasakan


__ADS_3

"Jangan dekat! jangan dekat! ular pitonmu kepanjangan,"teriak Viyone yang mengeser tubuhnya ke belakang.


"Jangan melawan!" ujar Richard yang menarik kedua kaki istrinya dan kemudian membuka lebar pangkalan pahanya.


"Aku takut nanti sakit lagi," ujar Viyone sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Richard menindih istrinya dan bersiap ingin menyerang masuk ke dalam goa yang ada di depan matanya.


"Viyone, dengarkan aku!" ucap Richard yang membuka kedua tangan istrinya itu.


"Aku ingin kamu memahami apa yang kita lakukan sekarang, usiamu bukan bawah umur lagi. jadi, kau harus bisa menerima di saat aku ingin menginginkanmu."


"Aku takut sakit, kemarin sakit sekali," jawab Viyone yang tangannya ditahan oleh Richard.


"Awalnya saja kau merasa sakit, setelah itu tidak lagi," ujar Richard.


"Apa kau yakin?"


"Iya, aku yakin, percaya padaku," jawab Richard yang memasukan pusakanya dengan dalam.


"Aarrghhh...." pekik Viyone yang merasa perih.


Richard melakukan gesekan dengan lembut dan sambil mencium bibir Viyone.


"Perih," rintihan Viyone yang sedang menarik sprei.


"Aku akan melakukan dengan lembut, kau akan segera merasa nikmat," ujar Richard yang mencium leher istrinya sambil mengoyang pinggulnya tanpa berhenti. ia merasakan sempitnya goa istrinya yang sedang menjepit adiknya itu. sehingga ia tidak sabar ingin mencapai puncak. semakin lama semakin cepat gesekkannya.


"Aneh, kenapa rasanya beda? seperti sesuatu?"batin Viyone yang merasakan gesekan dibagian intinya.


Setelah sesaat kemudian Richard mencapai puncak kenikmatannya.


"Kenapa ekpresi wajahmu beda seperti biasanya?"


"Gadis bodoh, apa kau tahu aku sangat menikmatinya, apa kau tidak merasakanmya?" tanya Richard yang masih sedang melakukan gesekan ke goa sempit favoritnya.

__ADS_1


Viyone yang merasakan hentakan dari suaminya itu akhirnya ikut mengerang nikmat.


"Aarrgggghh...ke-kenapa bisa begini?"tanya Viyone dengan begini.


"Apa kamu sudah merasakannnya?"tanya Richard dengan senyum dan melanjutkan gesekan tanpa berhenti.


"Aahhhkk...., apakah papa dan mama bermain ini setiap malam?makanya sampai suara mereka terdengar," tanya Viyone.


"Benar, dan kita akan bermain setiap malam juga," jawab Richard yang sambil mengoyang pinggulnya.


"Lanjutkan lagi! lebih cepat! permainanya enak," pinta Viyone yang menarik tubuh suaminya dan sambil memeluknya.


Richard dipeluk erat oleh istrinya sambil melakukan gesekan dibawahnya dan mencapai puncak kenikmatan berulang kali.


Mereka bermain selama dua jam lamanya, dan sama merasakan nikmatnya atas hubungan ini.


"Apa kau merasa puas?"tanya Richard yang masih belum menghentikan gerakannya.


"Aahhkk.....belum, lanjutkan!"jawab Viyone yang merasakan gesekan di.bawah sana.


"Sekali lagi!" pinta Viyone yang menarik tubuh suaminya


"Viyone, apa kamu kecanduan? kita sudah melakukan selama dua jam apa kamu tidak merasa kewalahan?" tanya Richard yang masih menindih istrinya itu.


"Lakukan lagi!" pinta Viyone.


Richard tersenyum atas permintaan istrinya dan kemudian ia mulai lagi melakukan pemanasan dan mencium bibir istrinya sambil meremas dua gundukan milik istrinya itu. setelah milik suaminya menegang kembali Richard menusuk sedalam-dalamnya pusakanya itu.


Ia melakukan gesekan dengan cepat sambil mencium bibir istrinya.


"Aakkhhh..." de.sahan Viyone yang menjambak rambut suaminya dengan erat.


"Aarrgghh...Viyone, jangan menjambak rambutku," ujar Richard yang sedang kesakitan dibagian kepalanya akibat dijambak kuat oleh istrinya.


"Diam! lakukan saja!"

__ADS_1


"Kau ini...." jawab Richard melakukan gesekan semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan kesekian kalinya.


"Sudah bisa berhenti? aku sudah kewalahan," pinta Viyone yang ingin mendorong tubuh suamimya.


"Dasar gadis nakal, kau yang memintanya dan sekarang kau menyuruhku berhenti. jangan berharap," ucap Richard yang melanjutkan gesekannya dengan cepat.


"Lanjut lagi," pinta Viyone yang merasa nikmat sambil menjambak rambut suaminya dengan kuat.


"Viyone, sakit kepalaku. jangan tarik begitu kuat!" kata Richard yang sedang menikmati kenikmatan di bawah sana dan sambil merasa sakit dikepalanya akibat ulah istrinya itu.


Richard lalu menahan kedua tangan istrinya ke kasur.


"Aahhkkk....." de.sahan Viyone.


Richard lalu mencium bibir istrinya dan melakukan pergerakan maju mundur dibawah sana.


Sore itu mereka melakukannya selama tiga jam lamanya. setelah selesai mereka sama-sama kewalahan, Richard langsung berbaring disamping Viyone. sedangkan istrinya itu sudah ketiduran.


"Viyone Alexander, akhirnya kau mengerti soal ini, kan," ucap Richard yang mencium wajah istrinya yang sedang tidur pulas.


Malam hari.


Viyone terbangun karena merasa lapar, sedangkan suaminya itu sudah ketiduran setelah bertempur selama tiga jam.


"Lapar sekali perutku, tadi aku belum makan. lebih baik aku cari makanan dulu," batin Viyone.


Viyone lalu turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah pintu. setelah keluar dari kamar ia menuju ke dapur. ia kebingungan mencari posisi dapur yang di rumah besar itu. selain luas ruangan itu juga gelap gulita.


"Gelap sekali, di mana kontaknya untuk menghidupkan lampu? kenapa ingin mencari dapur saja susah sekali," gerutu Viyone yang sambil berjalan dengan pelan.


"Rumah sebesar ini bagaimana caranya mencari dapur," ucap Viyone sambil berjalan dengan perlahan.


Bruk...


"Aauukkk..." jerit Viyone yang menendang sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2