
Viyone menyelesaikan pekerjaannya dalam setengah jam. kini halaman Laneza telah dibersihkan tanpa ada bunga atau pun rumput.
"Sudah selesai, perut ku lapar sekali," ucap Viyone yang lap keringatnya dengan lengan panjangnya.
"Lebih baik aku pindahkan dulu rumput ini," ucap Viyone yang sedang mengangkat semua rumput yang dia cabut tadi.
Tidak lama kemudian Laneza berjalan menuju ke halaman bunganya.
"Aaaarrrgghh..." teriakan Laneza yang mengema satu halaman.
Karena dikejutkan oleh teriakan Laneza yang tiba-tiba muncul dari belakangnya, Viyone langsung melempar tumpukan rumput ke belakangnya sehingga mengenai tubuh Laneza.
"Hampir kena serangan jantung, kenapa kakak keempat berteriak?" tanya Viyone yang membalikkan badannya ke belakang dan menghadap ke wanita itu yang kepalanya dan tubuhnya berserakan dengan tumpukan rumput.
"Viyone Alxendandeeerrrr...."
"Apa kau tahu apa yang kau lakukan ini? kenapa kau begitu bodoh sekali," bentak Laneza sangking kesalnya dan menyingkirkan rumput-rumput yang menempel di kepala dan wajah serta tubuhnya.
"Kakak keempat, aku sudah menuruti semua katamu, kenapa kakak masih saja menyalahkan aku?"tanya Viyone dengan nada kesal.
"Menuruti kataku? kau lihat apa yang sudah kau lakukan pada halamanku ini, kenapa kau mencabut semua tanamanku....?" bentak Laneza dengan nada tinggi.
"Kakak keempat, kan kamu yang menyuruhku membersihkan halamanmu. kenapa sekarang seperti orang tua saja yang sengaja mencari alasan menyalahkanku?" jawab Viyone dengan kesal.p
"Viyone Alxendandeeerrrr....aku tidak akan melepaskanmu, kau sangat keterlaluan," bentak Laneza yang ingin melayangkan tangannya ke wajah Viyone.
Viyone menahan tangan wanita itu dan kemudian mendorongnya sehingga wanita itu tersungkur.
__ADS_1
Bruk..
"Aarrghh..."pekik Laneza yang merasa kesakitan.
"Kalian semua sangat aneh, semua perintah kalian aku sudah mengerjakannya, tapi kalian masih saja sengaja menyalahkanku," ujar Viyone yang melangkah pergi.
Setelah beberapa menit kemudian mereka semua berkumpul diruang keluarga, kelima istri Richard berdiri dihadapan sang mertuanya. sementara Richard duduk di sofa bersama dengan ibunya.
Penampilan berantakan dari tiga istrinya sementara Selry sudah berpakaian setelah mendapat malu karena seluruh tubuhnya telah terlihat oleh empat anggota pria.
Loza melihat kelima menantunya itu, sementara Richard hanya bersikap cuek.
"Ma, aku butuh keadilan," ucap Kimmy yang masih menempel tanah diwajahnya.
"Aku juga, dia telah memalukanku hari ini," kata Selry yang sambil menangis dan menunjukkan ke arah
Viyone.
"Bukan hanya itu, bunga yang dihalaman belakang juga dicabut oleh dia semua. Ma, baru hari pertama dia sudah menimbulkan banyak masalah di sini," kata Laneza.
"Ehem...Viyone, bisa kamu jelaskan apa yang sudah terjadi?" tanya Loza dengan suara lembut.
"Mama, ini bukan salahku. aku sudah patuh pada kakak semua, tapi mereka terlalu cerewet dan menindasku, makanya aku balas," jawab Viyone dengan terus terang.
"Mama, ini tidak benar, dia hanya ingin menutupi kesalahannya saja, kami hanya beri dia tugas tapi dia malah mengunakan cara ini untuk membalas kami," kata Kimmy dengan membantah.
"Kakak pertama, apa kamu sudah pikun ya? halaman rumah ini begitu luas tapi kau malah menyuruhku mengambil air dengan ember dan siram semua tanaman itu. pada hal halaman ada selang air kau sengaja ingin menyulitkan ku," ketus Viyone.
__ADS_1
"Itu tidak benar," bantah Kimmy yang tidak mengakui.
"Rekaman cctv telah membuktikan semuanya," ujar Richard sambil memegang cangkir yang berisi kopi.
"Viyone, bagaimana dengan penjelasan kejadian yang ada di kolam berenang?" tanya Loza.
"Mama, aku sudah bersihkan kolamnya dan isi air baru, kakak ke dua mengatakan tidak bersih dan menyuruhku cuci ulang, makanya aku mendorong dia dan membantunya mandi sekalian," jawab Viyone.
"Mama, dia sangat jahat. semua tubuhku sudah di lihat oleh anggota kita, wajah ku mau diletakan di mana lagi?" tangisan Selry yang merasa terhina.
"Mama, jangan salahkan aku! aku sudah baik dengan kakak kedua, aku juga membantunya membersihkan rumput hitamnya," ujar Viyone dengan terus terang.
"Rumput hitam apa maksudnya?" tanya Loza yang penasaran sambil meneguk minumannya bersama dengan Richard
"Rumput hitam yang ada dibagian bawahnya, sudah ku bersihkan agar ular piton bisa coba masuk ke sarangnya," jawab Viyone yang ceplas ceplos.
"Uhuk...uhuk...uhuk...uhuk...," suara batuk serentak Loza dan Richard yang keselek minuman.
"Apa kau bisa diam!" bentak Selry yang harus menanggung malu.
"Kenapa kau marah padaku? rumputmu itu begitu kasar dan menutup sarangmu, pantas saja ular piton peliharaan Richard tidak mau masuk ke dalam sana, lihat saja sekarang sudah bersih. kalau tidak percaya coba tanya saja pada empat anggota pria itu. mereka sudah melihat semuanya saat kaki mu terbuka lebar," kata Viyone yang tidak mau kalah.
Loza yang mendengar setiap ucapan menantu kelimanya hanya diam tanpa bisa berkata-kata, sementara Richard mengepal kepalan tangannya karena istrinya itu lagi-lagi melibatkan ular pitonnya.
"Diam! kau...." bentak Selry dengan kesal dan malu.
"Jangan marah padaku! semua ini kau yang mau sendiri. aku sudah mencabut semua tanaman rumput bagian bawah mu itu, seharusnya kau berterima kasih padaku, sebelumnya seperti rumput liar dan sekarang sudah bersih," ketus Viyone yang tidak mau kalah.
__ADS_1
Selry semakin kesal dan benci karena Viyone yang memalukan dia di hadapan semua orang.
"Kau sangat keterlaluan," bentak Selry yang sambil menahan emosi.