
"Apa kamu tahu sudah berapa banyak kamu habiskan nasi itu? kau begitu kuat makan," ujar Richard dengan merasa heran.
"Aku memang sangat kuat makan, kata papa mungkin karena tenaga ku kuat oleh sebab itu aku kuat makan," jawab Viyone sambil makan dengan lahap.
"Itu hanya nasi putih, kenapa kau makan tanpa lauk?"
"Selama ini aku memang lebih sering makan nasi putih tanpa lauk."
"Nasi putih tanpa lauk? kenapa bisa begini? apa rumah mu tidak pernah menyediakan lauk?"
"Pernah, hanya saja mama mengatakan ingin hemat-hemat. oleh karena itu mama masak sayur juga tidak banyak. karena uang belanja itu mau ditabung untuk kebutuhan lain. mama khawatir kalau suatu saat penyakit papa kambuh tidak ada uang untuk mengobatinya. oleh karena itu mama hanya masak satu jenis sayur dalam sehari."
"Apa selama ini kau hanya makan nasi putih?"
"Setiap aku makan pasti makan duluan dan menolak makan bersama dengan papa dan mamaku."
"Kenapa? bukankah makan bersama lebih baik?"
"Aku tahu, sebenarnya tujuanku adalah tidak ingin mereka tahu jika aku makan nasi putih saja, lauknya untuk papa dan mama saja," jawab Viyone yang sambil menyantap makanan.
"Kamu jangan khawatir! kamu cukup berikan aku 3 mangkok nasih putih saja, tidak perlu lauk lagi. itu sudah membuatku puas," ujar Viyone sambil minum air putih.
"Ternyata kehidupan gadis ini sangat menyedihkan, bahkan makan saja hanya nasi putih," batin Richard.
"Walau kami menabung selama ini, kami juga tidak sanggup untuk membiayai operasi papa. kehidupan kami sangat sulit, walau aku dan papa bekerja dan menabung juga tetap masih tidak sanggup," ucap Viyone sambil menyantap makanan.
"Biaya rumah sakit memang sangat tinggi, jadi sudah wajar," ucap Richard.
"Jangan makan lagi!" kata Richard yang mengeser mangkok nasi putih itu.
"Kenapa kamu mengambilnya dariku?"
"Setelah kita selesai urus surat pernikahan dan setelah itu kita baru makan di restoran lagi!"
"Baiklah, di sana banyak lauk yang enak-enak, tapi sayang tidak bisa di bawa pulang lagi."
"Untuk bawa pulang?"
"Aku mau bawakan lagi untuk mama."
"Kita bisa memesan untuk mamamu!"
"Baiklah, kalau begitu apakah akan memotong dari uang bulanan untuk rumahku?"
"Tidak, itu tidak ada hubungannya," jawab Richard.
Setelah beberapa saat kemudian mereka tiba ke kantor untuk tanda tangan surat pernikahan. setelah selesai mereka masing-masing memegang buku bukti pernikahan mereka.
"Ternyata tidak sulit untuk menikah," kata Viyone yang melihat buku itu.
"Apa kamu menginginkan pesta?"
__ADS_1
"Pesta untuk apa?"
"Pesta pernikahan."
"Memangnya untuk apa? lagi pula bukankah kita hanya menikah setahun, berarti setelah itu kita akan bercerai. tidak perlu pesta. aku pernah melihat anak tetangga yang melakukan acara pesta pernikahan dan mereka sibuk berhari-hari. sangat merepotkan."
"Siapa yang mengatakan setahun?"
"Bukankah kemarin kamu mengatakan setahun?"
"Kemarin aku memang mengatakannya, dan setelah buku pernikahan ini keluar maka kita akan menjadi suami istri selamanya."
"Bukankah kamu sudah menikah empat kali, kenapa masih mau menikahi aku lagi? aku juga tidak bisa apa-apa."
"Aku tahu apa yang harus ku lakukan, dan sekarang aku ingin memberitahumu apa yang harus kau lakukan setelah menjadi istriku."
"Katakan saja!"
"Kau harus menurut padaku, apa pun yang ku katakan kau tidak boleh melawan dan membantah. jika aku keluar negeri untuk berbisnis maka kau harus ikut denganku!"
"Apakah biasanya istrimu akan ikut kamu keluar negeri?"
"Tidak pernah."
"Kenapa aku harus ikut?"
"Karena kamu harus patuh padaku."
"Tidak perlu khawatir soal itu! aku bisa mengaturnya!"
"Mari kita pergi makan! setelah itu kita pulang!" ajak Richard.
Malam hari.
Richard dan Viyone akhirnya pulang ke rumah mewah keluarga Valentino. Loza sangat bahagia melihat gadis itu telah menjadi menantu ke limanya.
"Selamat untuk kalian berdua, Richard dan Viyone. kalian harus bahagia selalu,"ucap Loza dengan senyum.
"Selamat Richard dan Viyone," ucap empat orang istri Richard dengan serentak.
"Terima kasih, Ma," jawab Richard.
"Nikmatilah malam pertama kalian," kata Loza.
"Malam pertama itu apa?" tanya Viyone yang tidak mengerti.
"Aku pasti akan menikmatinya," jawab Richard sambil mengendong Viyone.
"Hei...apa yang kau lakukan? turunkan aku!"
"Viyone, kau sudah menjadi istriku dan harus patuh padaku. aku akan melahap mu habis-habisan," ucap Richard dengan sengaja membuat empat wanita itu kesal.
__ADS_1
"Aku bukan makanan, cepat turunkan aku!"
"Ma, selamat malam!" ucap Richard yang kemudian melangkah pergi menuju ke kamarnya.
"Selamat malam," balas ucapan Loza dengan senyum bahagia.
Saat masuk ke dalam kamar Richard menidurkan istri barunya ke atas kasur dan membuka baju sendiri.
"Kenapa kau membuka bajumu?" tanya Viyone yang berubah posisi duduk.
"Kita akan melakukan hubungan suami istri," jawab Richard yang melepaskan kemejanya dan menampakan tubuhnya yang kekar. setelah itu ia melepaskan tali pinggang.
"Melakukan hubungan suami istri? bagaimana caranya? itu permainan apa?" tanya Viyone sambil berpikir.
Richard yang sudah tahu bahwa istri tidak mengerti ia hanya diam dan langsung melepaskan celana panjangnya.
"Apa kamu tidak malu ya, buka baju dan celana di hadapan orang," ujar Viyone yang menutup matanya.
Tanpa berkata-kata Richard langsung menindih istri ke lima nya.
"Hei...jangan menindihku!"
"Viyone Alexander, mulai saat ini kau harus menjadi dewasa, aku akan mengajarimu cara melayani suamimu," ucap Richard yang mencium bibir istrinya.
"Jangan menciumku!"
"Patuh dan jangan menolak! apa kamu sudah lupa perjanjian kita? jika kau menolak aku bisa membatalkan biaya rumah sakit papamu."
"Aku masih ingat, tapi apa yang kau lakukan sekarang, jangan menyentuh dadaku!" kata Viyone yang merasakan sentuhan suaminya.
"Aku ingin kau memuaskanku!" jawab Richard yang membuka kancing baju istrinya.
"Jangan membuka bajuku! aku sudah dewasa sangat memalukan."
"Viyone, malam ini aku menginginkan tubuhmu untuk memuaskan ku, dan bukan hanya malam ini saja. tapi untuk setiap malam," kata Richard yang melepaskan baju dan bra yang menutup tubuh indah gadis itu.
"Malu sekali, kenapa harus sampai melakukan ini," ujar Viyone yang merasakan sentuhan suaminya.
Tanpa menunggu lama Richard juga melepaskan celana istrinya dan kini hanya tersisa celana da.lam yang menutupi bagian terpenting istrinya.
"Jangan buka lagi!" pinta Viyone yang merasa sangat malu sambil menutupi wajahnya.
Richard ingin melahap gadis itu sehingga ia merasa puas, tanpa menunggu lagi ia pun langsung melepaskan kain tipis pelindung bagian inti istrinya. dan kini ia melihat seluruh tubuh seksi istrinya semakin membuatnya tidak bisa menahan lagi. kemudian ia pun menanggalkan celana da.lamnya sendiri sehingga menampakan senjatanya yang keras dan tegang.
"Kenapa kau membuka semua pakaianku?" tanya Viyone yang sama sekali tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu.
Richard membuka lebar-lebar kaki istrinya dan mulai melakukan ciuman ke tubuh gadis itu. Viyone yang melihat senjata suaminya itu ia langsung ketakutan walau ia tidak tahu untuk apa suaminya mengeluarkan pusakannya itu.
"Ke-kenapa bisa ada ular piton yang di gantung di sana?" tanya Viyone yang melihat ke arah pusaka suaminya itu.
"Aarrghh....ada ular pitoooooon....." teriakan Viyone yang menembus ke lantai bawah sehingga didengar oleh sang mertuanya dan empat istri Richard.
__ADS_1