Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Debat


__ADS_3

Richard menyentuh wajah dan dahi istrinya yang basah karena keringat.


"Demam, kenapa bisa demam? bukankah tadi siang masih baik-baik saja?" ucap Richard yang merasa cemas.


Richard turun dari kasur dan menuju ke kamar mandi, ia mengambil handuk dan juga sebaskom air hangat untuk mengompres istri kelimanya itu.


"Gadis nakal, tadi masih baik-baik saja dan sekarang demam. kalau demamnya tidak turun besok harus memanggil dokter," gumam Richard.


"Papa, ajarkan aku jurus tendangan maut!" kata Viyone yang sedang mengigau.


"Papa, ajarkan jurus mencakar!" ucapnya lagi yang dalam keadaan sadarkan diri.


"Saat tidur saja kau juga tidak bisa diam," gumam Richard.


"Jurus tendangan maut...hiaaak...."teriak Viyone yang sedang mengigau dan menendang ke arah Richard.


Bruk


"Aahh....," rintihan Richard yang terjatuh ke lantai akibat tendangan keras dari istri ke limanya.


"Dasar gadis nakal, saat tidur saja kau tidak bisa diam," ketus Richard yang berdiri kembali.


Keesokan harinya.


"Richard, bagaimana dengan kondisi Viyone?" tanya Loza yang sedang duduk di sofa bersama dengan putranya dan juga empat istrinya.


"Demamnya masih belum turun," jawab Richard.

__ADS_1


"Mungkin saja adik kelima agak sedikit manja, oleh karena itu hanya demam saja sudah tidak bisa bangun," kata Selry yang adalah istri ke dua.


"Kakak kedua, jangan berkata seperti itu! adik kelima masih muda, dan juga putri tunggal bagi orang tuanya, jadi kalau bersikap manja itu sudah biasa," ujar Yury yang adalah istri ke tiga.


"Siapa yang mengatakan aku adalah anak manja? aku bekerja membantu orang tuaku, tidak seperti kalian yang mau minuman saja sudah berteriak pelayan menyiapkan untuk kalian," ketus Viyone yang baru tiba ke ruang tamu dengan berpakaian baju tidur.


"Kamu masih demam kenapa kamu keluar?" tanya Richard yang menarik Viyone duduk di sampingnya.


"Mama, selamat pagi," ucap Viyone pada sang mertuanya.


"Selamat pagi, menantuku. bagaimana denganmu? apa ada yang merasa tidak nyaman di tubuhmu?"


"Tidak ada, Ma. aku tahu ini penyakit apa."


"Kamu tahu apa penyakitmu? apakah parah?" tanya Loza.


"Demam terkejut?" tanya Loza dengan heran.


"Iya."


"Apa itu demam terkejut?"tanya Loza yang merasa penasaran.


"Saat aku tidur tiba-tiba saja aku di serang ular piton sehingga aku terkejut dan pada akhirnya kena demam terkejut," jawab Viyone.


Jawaban Viyone lagi-lagi membuat suasana menjadi hening. mereka semua mengerti apa yang dikatakan oleh gadis itu. sementara Richard hanya bisa terdiam dan bersikap sabar.


"Nanti dokter akan memeriksamu, dan minum obat dengan rutin untuk menurunkan panas," kata Loza.

__ADS_1


"Sebenarnya tidak perlu dokter. sekarang aku juga sudah tidak apa-apa."


"Lebih baik diperiksa saja, minum obat dokternya biar lebih cepat reda panasmu," ujar Richard yang menyentuh dahi istri kelimanya.


"Adik kelima, kelihatannya kamu harus mempelajari aturan sini, bukankah kemarin sudah ku ingatkan jangan pakai baju tidur saat ingin keluar dari kamar," kata Kimmy dengan sengaja.


"Kakak pertama sangat aneh, di depan pintu saja tidak tercantum bahwa di dalam rumah tidak di izinkan memakai baju tidur," kata Viyone.


"Kamu adalah menantu keluarga ini, seharusnya kau tahu aturannya dan jangan bersikap semena-mena!" ujar Yury pada Viyone.


"Kakak ke tiga, mama saja tidak mengatakan apa-apa, kenapa kalian yang tidak senang," jawab Viyone.


"Menjadi seorang istri harus bisa melayani suaminya, kamu bangun begitu siang. bukankah ini sangat tidak wajar sebagai menantu dan istri," kata Laneza yang merasa cemburu.


"Melayani suami? bukankah aku sudah dipaksakan untuk melakukan hubungan suami istri? apakah ini tidak termasuk melayani suami?"jawab Viyone.


"Melayani suami bukan hanya itu saja, kamu juga harus menyiapkan makanan dan minuman untuk suami kita," kata Selry.


"Kalian saja tidak melakukannya, kenapa kalian menyuruhku. kalau kalian ingin menyuruhku melayani suami, aku sudah melakukan sehingga aku demam," ketus Viyone.


"Lagi pula kalian juga gagal melayani suami," kata Viyone yang tidak mau kalah.


"Apa maksudmu?" tanya mereka berempat dengan serentak.


"Bukankah kalian tidak penah melihat ular piton suami sendiri? ini berarti kalian adalah istri yang gagal, sedangkan aku sudah melihat saat dia bangun dan tidur" ketus Viyone yang terus terang.


Mereka yang berniat ingin menyerang istri ke lima suaminya, akan tetapi malah diserang kembali sehingga mereka hanya bisa terdiam.

__ADS_1


__ADS_2