Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Kesengajaan Viyone


__ADS_3

"Sebenarnya aku sadar kehadiranku di sini membuat kalian merasa tidak senang. aku sudah melakukan perintah kalian tapi kalian masih saja sengaja mencari masalah denganku. andaikan papaku ada di sini maka kalian pasti tidak bisa menindasku. aku ingin pulang aku merindukan papaku," ucap Viyone sambil menangis dengan terisak.


"Walau tempat ini sangat luas, tapi tidak ada yang menyambutku. aku hanya anak orang miskin, sedang kalian adalah anak orang kaya dan suka menindas orang. hari ini kalian menindasku habis-habusan. aku ingin pulang," tangisan Viyone yang berpura-pura.


"Apa kamu tidak salah? kami menindasmu? siapa yang menindas siapa sebenarnya?" tanya Laneza.


"Kalian berempat cepat minta maaf kepada Viyone!" titah Loza pada empat menantunya.


"Mama, kami...."


"Viyone paling muda di antara kalian, tidak seharusnya kalian menyulitkan dia. cepat minta maaf padanya!"


"Mama, mereka tidak perlu minta maaf padaku, lagi pula besok mereka pasti akan menindasku lagi," ucap Viyone yang mengusap air matanya.


"Dikeluarga ini masih ada aku sebagai suamimu, bagi siapa yang berani menindasmu, maka dia akan berhadapan denganku," ucap Richard dengan tegas


"Mari duduk di sini!" titah Richard sambil menepuk tempat duduk di sampingnya.


Viyone langsung berlari dan duduk di samping dengan tertawa.


"Setidaknya kamu masih ada perasaan, tidak seperti mereka," kata Viyone sambil memeluk suaminya itu tanpa merasa canggung pada mertuanya yang duduk disamping suaminya itu.


Richard hanya diam dan membiarkan Viyone memeluknya. sementara empat istrinya memasang wajah tidak senang.


"Untuk apa kalian masih berada di sini?" tanya Loza dengan nada kesal pada empat menantunya itu.


"Kami..."


"Kembali ke kamar kalian dan bersihkan badan kalian itu"


"Baik, Ma," jawab mereka dengan serentak.


"Ma, bagaimana denganku? aku sangat malu sekali. aku juga istri Richard, aku perlu keadilan," tanya Selry


"Keadilan apa yang kau mau?" tanya Loza

__ADS_1


"Dia yang menyebabkan semua ini, oleh karena itu dia juga harus sama sepertiku, " jawab Selry yang menunjukkan ke arah Viyone.


"Aku mengerti maksudmu, kau ingin aku membuka pakaianku dan membiarkan mereka melihatnya, kan? kalau begitu aku akan melepaskan pakaianku," ujar Viyone yang bangkit dari tempat duduknya dan sambil membuka kancing kemejanya.


"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Richard yang bangkit dan menarik tangan Viyone yang sedang membuka kancingnya.


"Kenapa?" tanya Viyone yang menatap suaminya itu.


"Apa yang kau lakukan?"


"Kakak kedua ingin aku membuka baju dan memperlihatkan pada anggota pria di luar, makanya aku buka saja," jawab Viyone yang sengaja.


"Dia orang yang tidak waras, apa kau ingin ikut dia tidak waras?"ujar Richard yang membuat Selry semakin kesal.


"Kau adalah istriku, tidak boleh ada yang melihat tubuhmu. ingat itu!" kata Richard sambil mengancing baju istrinya.


"Kenapa?" tanya Viyone dengan sengaja.


"Kau masih bertanya kenapa, apa kau juga tidak waras?" ketus Richard.


"Semua istri mu memang tidak ada yang waras, karena memiliki suami patung sepertimu. seharian tidak pernah senyum, wajahmu seperti semen yang baru kering," kata Viyone.


"Iya, kau adalah patung," jawab Viyone yang tidak mau mengalah.


Richard yang merasa kesal mengangkat tubuh istri ke limanya naik ke pundak dan melangkah masuk ke kamar.


"Turunkan aku!" teriak Viyone


"Diam! bersihkan badanmu yang sudah dipenuhi dengan debu dan tanah," ujar Richard.


"Mama, tolong aku!" teriak Viyone yang di bawa ke kamar.


"Selry, mama bukannya ingin menegurmu, untuk apa kau menantangnya? mama tahu kamu merasa tidak adil. tapi semua ini adalah pilihan Richard. walau kamu melawan gadis itu tidak ada gunanya juga. kau bukan lawannya. dia juga bukan anak gadis yang hidup manja dan tidak bisa membela diri. kejadian hari ini adalah kesalahan kalian semuanya. dia hanya membela diri saja. jangan menyinggungnya lagi. Richard sangat mengutamakan dia," ujar Loza.


"Ma, kekuranganku di mana sehingga dia bisa menarik perhatian

__ADS_1


Richard? kami juga cantik dan lembut. tapi, apa alasannya Richard lebih memilih menyentuhnya?" tanya Selry dengan merasa kecewa.


"Soal perasaan tidak ada yang tahu, Selry, kau dan mama tidak akan tahu apa yang ada dipikiran Richard," ucap Loza.


Plung..


"Aarrghh..."


"Hei, kenapa kau melempar ku ke dalam air?" tanya Viyone yang terendam air di dalam bathub.


"Aku ingin memandikanmu," jawab Richard yang melepaskan baju istrinya.


"Jangan sentuh aku! lepaskan tanganmu!" teriak Viyone yang sedang melawan suaminya.


"Jangan bergerak! cepat mandi!"


"Aku bisa mandi sendiri."


"Biarkan aku melepaskan bajumu, kita akan mandi bersama."


"Tidak mauuuuu...." teriak Viyone yang mengema satu ruangan kamar.


Setelah satu jam kemudian dia dipaksa mandi bersama dengan suaminya akhirnya hanya bisa pasrah.


"Turunkan aku!" teriak Viyone yang digendong oleh suaminya dalam keadaan dibalut handuk.


Richard kemudian menghempaskan istrinya ke atas kasur.


Bruk...


"Aarrghh..."


"Apa kamu mengira aku balon ya? kenapa melemparku?" tanya Viyone dengan kesal.


"Hei, hei, apa yang kau lakukan?" tanya Viyone yang melihat suaminya sedang melepaskan handuknya.

__ADS_1


"Seharian kau bermain dengan mereka, dan sudah saatnya kau bermain denganku," ujar Richard yang menghampiri kasur, ia menarik handuk yang membalut tubuh istrinya sehingga tanggal dan tanpa sehelai benang.


"Woi....kenapa kau mulai lagi? itu...tu...kenapa memanjang?" tanya Viyone yang menunjuk ke arah senjata suaminya.


__ADS_2