
"Untuk istri yang nakal seperti ini aku harus mengunakan caraku menghukummu,"jawab Richard yang sambil melepaskan pakaiannya satu persatu.
"Hah...kau baru melakukannya tadi," kata Viyone yang melihat suaminya itu sedang membuka baju.
"Aku bisa melakukan kapan pun karena aku adalah suamimu," jawab Richard.
"Apa bisa ganti hukuman lain saja?"tanya Viyone yang bangkit dari tempat tidurnya.
"Tidak bisa, karena hanya ini yang ku mau," jawab Richard yang sedang melepaskan celananya.
"Buka bajumu!"
"Tidak mau! kau baru melakukannya tadi dan aku masih kewalahan, sekarang kau mau lagi aku bisa mati besok," jawab Viyone yang menjauh dari suaminya itu.
Richard telah melepaskan pakaiannya sehingga tanpa sehelai benang, dan menampakan senjatanya yang sedang mengeras.
"Kenapa ular piton mu memanjang lagi?" ucap Viyone yang menutup matanya.
Richard menghampiri Viyone dan membuka bajunya sehingga tanpa sehelai benang.
"Jangan lama-lama!" pinta Viyone yang sudah tanpa balutan apa pun.
Richard pun memainkan permainannya dari mencium bibir istrinya dan juga meremas dua gundukan kenyal. pria itu telah ketagihan dengan istri ke limanya itu.
Setelah puas bermain tubuh istrinya, Richard bangkit dan melihat ke arah kewani.taan milik Viyone dan memasukkan pusakanya sedalam-dalamnya. dan melakukan gesekan dengan perlahan. ia memejamkan matanya karena merasakan sensasi yang nikmati, goa sempit milik istrinya menjepit erat pusaka milik pria itu, sehingga Richard sangat ketagihan melakukannya dengan penuh na*su.
"Aarhhh...." desa.han Viyone yang merasakan gesekan suaminya.
"Bagaimana rasanya? apakah nikmat?" tanya Richard yang sedang bergerak maju mundur dengan cepat.
"Aarhhhh....ular piton mu luar biasa," jawab Viyone yang mencium bibir suaminya.
Tidak lama kemudian Richard mencapai puncak kenikmatan dan melanjutkan aksinya dengan cepat. ia tersenyum karena berhasil menjinakkan istrinya yang nakal itu diatas ranjang, sehingga membuat wanita itu mengerang nikmat selama Richard sedang beraksi.
Satu jam kemudian.
__ADS_1
Richard lagi-lagi mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya.
"Sudah cukup, aku sudah kewalahan," ucap Viyone yang mendorong suaminya dan bangkit ingin merangkak turun dari kasur sehingga pusaka suaminya itu keluar dari goa sempit miliknya.
"Aku belum puas," ujar Richard yang membalikan badan istrinya yang sedang terlungkup dan membuka kedua kakinya lagi. Richard langsung memasukkan pusakanya yang masih menegang ke goa miliknya istrinya itu.
"Dasar...." ketus Viyone yang bisa pasrah.
"Kau sangat memuaskanku, setiap malam kau harus memuaskanku!" ujar Richard yang sedang melakukan gesekan dengan cepat.
"Aku tidak mau, kau sangat keterlaluan," jawab Viyone yang merasakan gesekan dibawah sana.
"Bukankah kau juga merasa nikmat, dan nikmati saja!"
"Nikmati kepalamu, aku merasa perih," ujar Viyone.
Richard melakukan gesekan dengan tanpa berhenti dan mencapai puncak kesekian kalinya.
Setelah beberapa hari kemudian.
"Apa kau sudah cukup? aku sangat kewalahan harus setiap malam melayani mu!" bentak Viyone dengan kesal.
"Belum, bukankah aku sudah mengatakan bahwa kau akan menjadi pemuasku," jawab Richard yang sedang bergerak maju mundur di atas tubuh istrinya itu.
"Sudah seminggu setiap siang dan malam kau pasti menari macam orang tidak waras diatas tubuhku," ketus Viyone yang merasa kesal.
Richard merasa puas dengan istrinya. selama ini dirinya memang tidak pernah menyentuh wanita lain. dan hanya viyone yang membuatnya ketagihan dan menghajar istrinya itu siang dan malam.
Keesokan harinya.
Viyone berusaha bangkit dari kasur setelah digempur suaminya selama beberapa jam sehingga membuatnya kesulitan untuk berjalan karena rasa sakit dipinggangnya itu.
"Pria tidak berguna, selalu saja membuatku tidak bisa tidur dengan nyaman," ketus Viyone yang melangkah dengan perlahan dan sambil menahan sakit, ia menuruni anak tangga sambil memegang besi tangga.
Diruang tamu Loza sedang duduk bersama dengan tiga menantunya sambil menikmati kopi.
__ADS_1
"Adik kelima, ini sudah pukul berapa, kenapa sekarang kau baru bangun?" tanya Kimmy yang sedang membaca majalah diruang tamu
"Tingkahmu selalu saja seperti nona besar, jangan lupa kamu sudah menjadi menantu keluarga ini!" ujar Laneza dengan menyindir.
"Menjadi seorang istri harus sadar diri, suami kita pergi kerja kau malah belum bangun. sangat memalukan," ketus Yury dengan mengejek.
"Bagaimana aku bisa bangun pagi-pagi kalau ular piton milik suami kalian itu menghajar ku setiap malam. bahkan di saat aku tidur saja dia masih tidak melepaskanku. setiap kali dia melakukan hingga larut malam," jawab Viyone dengan terus terang.
Mendengar ucapan Viyone, tiga wanita itu menjadi terdiam.
"Aneh sekali, kan masih ada kalian bertiga kenapa dia melakukan denganku terus? apakah rumput hitam kalian belum dibersihkan ya sehingga dia tidak mencoba punya kalian," ujar Viyone.
"Jangan bicara sembarangan!" bentak Kimmy yang merasa kesal.
"Mama, apa bisa tolong nasehatkan Richard?"
"Hahahaha...Viyone, mengenai hal ini mama tidak bisa ikut campur," jawab Loza dengan senyum.
"Aku sudah melakukan setiap malam dengannya, setiap malam kalian tidur dengan pulas sementara aku harus bekerja keras di atas kasur," ucap Viyone yang berjalan melangkah ke dapur.
Tiga wanita itu yang tadinya berniat ingin menyindir istri kelima suaminya, akan tetapi mereka hanya bisa terdiam dan dengki saat mendengar bahwa suami mereka setiap malam melakukan hubungan suami istri dengan gadis itu.
Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara aneh dari dapur. mendengar suara itu Loza bersama tiga menantunya berjalan menuju ke dapur sambil memegang cangkir minuman mereka.
"Viyone, apa yang kamu lakukan?" tanya Loza yang melihat Viyone yang sedang mengasah pisau sayur
"Aku sedang asah pisau, Ma. pisau ini kurang tajam," jawab Viyone yang sambil sibuk dengan tangannya.
"Untuk apa kau mengasahnya?" tanya Laneza dengan heran.
"Untuk memotong ular piton," jawab Viyone.
"U-ular piton yang mana?" tanya Yury dengan heran.
"Yang di dalam celana suamimu itu," jawab Viyone yang sambil sibuk.
__ADS_1
"Apaaaaa?" tanya Loza dan tiga menantunya