
Saat tiga wanita itu melihat isi berkas yang diberikan oleh pengacara mereka membulatkan mata besarnya. tanda tangan suami mereka telah tercantum di sana.
"Ri-richard, i-ini...?" tanya Kimmy yang merasa berat di lidahnya.
"Kenapa melakukan ini padaku?" tanya Laneza yang merasa kecewa.
"Apa aku melakukan kesalahan sehingga kau tega melakukan ini padaku?" tanya Yury yang menetes air matanya.
"Cek ini milik kalian, terimalah!" ucap pengacara yang memberikan selembar cek untuk mereka masing-masing.
Mata mereka terbelalak
Saat melihat nominal yang tercantum di lembaran cek. tentu bukan nominal kecil yang diberikan oleh pria kaya itu.
"Ini adalah bayaran untuk kalian, walau pernikahan hanya di atas kertas aku tetap akan membayar kalian. tanda tangan dan pergilah!" ucap Richard dengan cuek.
"Richard, apa kamu tega menyuruh kami keluar dari sini? kami adalah istrimu juga dan mengharapkan bisa mendapat cintamu," ujar Laneza.
__ADS_1
"Kalian tidak akan memiliki status apapun di sini, oleh sebab itu kalian harus pergi!" ujar Richard dengan tegas.
"Richard, bagaimana dengan Viyone apakah dia juga akan kamu ceraikan?" tanya Kimmy yang merasa iri pada istri kelima suaminya.
"Dia akan menjadi istriku satu-satunya, dan oleh karena itu, aku tidak ingin dia merasa tidak nyaman jika kalian masih di sini," jawab Richard.
"Tapi kami duluan tinggal di sini," kata Yury.
"Walau pun begitu, kalian tetap tidak bisa tinggal di sini lagi. karena dalam rumah ini hanyalah mama, aku, Viyone dan anak-anakku yang bisa tempati tempat ini," jawab Richard.
"Tanda tangan dan pergilah! jangan membuang waktu lagi!" ujar Richard dengan tegas.
"Pergi dan jangan datang lagi! kalian tahu sifatku, kan? aku akan melakukan apa saja kalau kalian berani datang menganggu keluargaku!" kecam Richard.
Mereka bertiga hanya bisa pasrah dan tanda tangan surat perceraian. karena mereka menyadari pria itu tidak akan mengubah keputusan saat ia sudah memutuskan sesuatu. mereka kemudian pergi berkemas barang dengan raut wajah kecewa. walau mendapat sejumlah uang akan tetapi bagi mereka yang adalah berasal dari keluarga kaya uang bukanlah hal utamanya. justru cinta dari suami lah yang mereka harapkan selama ini. akan tetapi kini harapan mereka telah pupus dan akhirnya hanya bisa angkat kaki dari keluarga Valentino.
"Richard, apa bisakan katakan pada mama, kenapa tiba-tiba saja kau melakukan ini?"
__ADS_1
"Ma, ada kabar baik, Viyone sudah hamil seminggu," ucapnya dengan senyum.
"Hamil...?" tanya Loza seraya tak percaya.
"Iya, Viyone sudah hamil, dan sudah waktunya aku ceraikan mereka. karena aku tidak ingin kehadiran mereka di sini menganggu Viyone. aku hanya mengiginkan dia menjadi istriku satu-satunya."
"Ha-ha-ha-ha, berita baik, berita baik. mama sudah lama menunggu kabar baik ini. dan akhirnya terwujud," kata Loza dengan tertawa gembira.
"Bagaimana dengan dia dan di mana Viyone sekarang?"
"Dia ada di rumah sakit."
"Apa dia baik-baik saja?"
"Ada yang ingin ku katakan tentang identitas aslinya, dan aku juga baru tahu," ujar Richard yang mulai menceritakan semua mengenai istrinya kepada Loza.
"Dia adalah putri Victor Kinez? jenderal yang terkorban saat itu?" tanya Loza yang sudah tidak asing dengan nama tersebut.
__ADS_1
"Benar, dia tidak meninggal, dan demi negara wajahnya cacat, dan kehilangan sebelah kakinya. karena peperangan itu ia harus kehilangan istri dan terpisah dengan putrinya. sungguh tragis hidup seorang militer," jawab Richard.
"Siapa yang tidak kenal dengan nama ini, dia melawan ratusan musuh saat itu. kepergiannya adalah kesedihan yang mendalam bagi semua orang. dan untung saja dia masih hidup," ujar Loza.