Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Hukuman


__ADS_3

"Ada yang bisa jelaskan apa yang terjadi ditengah malam begini?" tanya Loza yang menatap Viyone, Selry dan pria itu.


"Frandy, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Richard pada selingkuhan istri keduanya.


"Tuan muda aku...." jawab Frandy yang terhenti.


"Kenapa tidak ada penjelasan satu pun dari kalian?"tanya Richard yang merasa kesal.


Frandy dan Selry merasa cemas dan tidak berani mengangkat kepala mereka sama sekali.


"Bicara! kenapa menjadi bisu?" tanya Richard dengan nada tinggi.


"Tadi aku lapar dan ingin mencari makanan kemudian aku ke dapur, dan terdengar suara aaarrghhh dan uurrghhh..aku mengira ada hantu. karena merasa penasaran aku mencari suara itu, dan kemudian aku baru tahu kakak kedua dan paman ular kecil ini sedang berada di kamar," jelas Viyone dengan panjang lebar.


"Malam-malam begini kenapa adik kedua bisa berada di dalam satu kamar dengan pria rendahan ini?"tanya Kimmy dengan mengejek.


"Mereka sedang bermain uurrgghh....aarrghh.....uurrgghh....aarrghh.....," jawab Viyone dengan ceplas ceplos.


"Ma, Richard, dia menuduhku. apa yang dia katakan semuanya tidak benar," bantah Selry yang merasa cemas.


"Anak ular paman saja sudah masuk ke sarangmu, kau masih saja tidak mau mengaku," balas Viyone dengan terus terang.


"Sembarangan! kau hanya menuduhku saja, memang kau memiliki buktinya?" bentak Selry.


"Buktinya adalah ada lendir yang menempel di ular kecil paman itu, kalau bukan masuk ke sarangmu lalu masuk ke sarang siapa lagi?" jawab Viyone yang tidak mau kalah.


"Kau...." ketus Selry yang semakin merasa cemas.


"Aku merasa aneh denganmu, kenapa dengan anak ular saja kau juga mau," ujar Viyone dengan mengejek.

__ADS_1


"Selry, kenapa kau melakukan itu? kau masih berstatus sebagai istri Richard, apa kau adalah wanita murahan sehingga melakukan hal kotor ini di dalam rumah," bentak Loza dengan nada tinggi.


"Dan kau Frandy, kau sangat berani sekali melakukan hal ini di sini," bentak Loza dengan menatap kesal.


"Adik kelima, kenapa kau bisa menarik senjata Frandy? kau adalah wanita seharusnya kau bisa menjaga sikapmu," kata Laneza dengan sengaja.


"Ini bukan salahku, dia ingin menamparku. tentu saja aku menarik ular kecilnya yang lembek macam belut itu," jawab Viyone yang asal-asalan.


"Richard, seharusnya Selry harus di hukum, dia telah melakukan kesalahan besar dan tidak layak lagi menjadi nyonya Valentino," ucap Kimmy dengan sengaja.


"Buat keputusan!" titah Loza pada putranya.


"Besok aku akan memanggil pengacara mengurus surat penceraian, aku akan menceraikan dia saja," ujar Richard dengan tegas.


"Mengenai Frandy silakan angkat kaki dari sini!" kata Richard dengan cuek.


"Keluarga Valentino tidak akan menyambut seorang jal*ng dirumah," ketus Richard yang menatap kesal pada istri keduanya itu.


"Bagaimana dengan Viyone? dia sudah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya?" tanya Yury yang berharap istri kelima suaminya mendapat hukuman.


"Benar, sebagai menantu keluarga besar dia harus menjaga sikapnya, akan tetapi dia malah begitu bebas menyentuh pria lain, sangat memalukan sekali," lanjut Laneza.


"Kalian ingin menindasku ya? mencari kesempatan ini untuk mencelakaiku, kalau bukan karena aku, kita mana mungkin bisa tahu apa yang dilakukan mereka berdua. dan sekarang kalian juga ingin mencari kesempatan untuk mengusirku," ketus Viyone pada dua wanita itu.


"Viyone hanya membela diri, tidak bisa menyalahkan dia juga. jadi, jangan dibahas lagi!" ucap Loza yang bangkit dari tempat duduknya.


"Masalah ini sampai di sini saja, kalian berdua segera tinggalkan tempat ini! besok aku tidak ingin melihat kalian lagi," kata Loza dengan tegas dan pergi menuju ke kamarnya.


"Viyone, ikut aku!" perintah Richard dengan tatapan kesal.

__ADS_1


"Iya," jawab Viyone yang ikuti langkah suaminya itu.


"Dari tadi wajahnya sangat galak. jangan-jangan ingin menelanku hidup-hidup," batin Viyone.


Frandy dan Selry hanya bisa pasrah sambil menyesali perbuatan mereka yang telah membuat mereka harus angkat kaki dari kediaman itu.


Richard dan Viyone telah masuk ke kamar mereka, pria itu menatap kesal terhadap istrinya yang sedang berdiri dihadapannya itu.


"Ke-kenapa kau melihatku dengan tatapan begini?"


"Apa kau tahu kau telah melakukan kesalahan besar."


"Di mana letaknya kesalahanku?"


"Benda yang tidak seharusnya kau sentuh, tapi malah kau sentuh."


"Aku tidak sengaja juga, lagi pula saat itu dia menyerangku, dan aku hanya melawan saja. awalnya aku malah berencana memotong ular kecil itu, tapi belum ku lakukan kalian sudah keluar," jawab Viyone dengan santai dan berjalan ke kasur dan duduk di sana.


"Viyone Alexander, sebagai wanita apa kau bisa menjaga sikapmu?" tanya Richard dengan menahan emosi.


"Aku juga bukan sengaja tadi,"gerutu Viyone.


Richard mencubit dagu istrinya dan berkata," Viyone Alexander, lain kali jaga sikapmu dan jangan dekat dengan pria lain!"


"Aku tidak dekat dengan pria lain sama sekali," jawab Viyone yang menepis tangan suaminya itu.


"Aku harus memberimu hukuman agar kau sadar dan tidak mengulanginya lagi."


"Hukuman apa lagi?" tanya Viyone dengan kesal.

__ADS_1


__ADS_2