Istri Ke Lima Untuk Pemuas

Istri Ke Lima Untuk Pemuas
Mencari Pekerjaan


__ADS_3

Saat Mulfis sedang kesakitan pria yang jual kambing itu keluar dari rumahnya dan langsung menghampiri Mulfis.


"Mulfis, ada apa denganmu?" tanyanya yang merasa cemas.


"Cepat bawa aku ke rumah!" pinta Mulfis yang wajahnya semakin memucat.


"Wajahmu begitu pucat, lebih baik aku mengantarmu langsung ke rumah sakit, setelah itu aku akan menghubungi keluargamu," kata tetangganya yang mengendong Mulfis ke belakang.


Pria paruh baya itu berlari sambil mengendong Mulfis menuju ke rumah sakit terdekat.


Setelah satu jam kemudian.


"Mama, kenapa papa belum pulang?" tanya Viyone yang berjalan ke sana sini di halaman itu.


"Mungkin papamu sedang berbincang-bincang dengan paman jual kambing itu."


"Rumahnya juga tidak begitu jauh dari sini, apa mungkin ada yang menyerang papa lagi ya?"


"Seharusnya tidak ada," jawab Nerlin yang sedang menyapu halaman.


"Kak Nerlin, Viyone....." teriakan suara seorang wanita dari luar rumahnya.


"Kak Nerlin, Viyone....," teriaknya lagi yang berlari masuk ke dalam halaman rumah yang pintunya terbuka.


"Shandy, ada apa denganmu?" tanya Nerlin yang menghentikan kerjanya.


"Bibi, ada apa, kenapa cemas sekali?"


"Kak Nerlin, Viyone, Kak Mulfis dia tiba-tiba tidak sehat dan suami ku mengantarnya ke rumah sakit," jawab wanita itu yang adalah istri dari si penjual kambing itu.


Nerlin terlepas pegangan sapu lidinya saat mendengar suaminya yang masuk ke rumah sakit.


"Masuk rumah sakit? Mama, mari kita pergi!" ajak Viyone yang menarik tangan ibunya dan pergi menuju ke rumah sakit.


Setelah beberapa menit kemudian Nerlin dan Viyone tiba ke rumah sakit sambil berlari. wajah mereka pucat karena cemas. setelah masuk ke dalam rumah sakit mereka langsung berlari mencari kamar tempat Mulfis dirawat.


Sesaat kemudian mereka mendapatkan kamar yang mereka cari dan bertemu dengan dokter yang sedang memeriksa kondisi Mulfis.


"Dokter, Dokter, bagaimana dengan keadaan suami saya?" tanya Nerlin yang melangkah masuk ke dalam kamar rawat bersama putrinya.

__ADS_1


"Apakah Anda adalah ahli keluarganya?" tanya Dokter.


"Iya, saya istrinya," jawab Nerlin yang matanya berkaca-kaca.


"Pasien mengalami gagal jantung, dan harus segera melakukan transplantasi jantung dalam waktu yang dekat," jawab Dokter itu.


"A-apa? gagal jantung? kenapa bisa begini?" tanya Nerlin yang merasa tertekan karena masalah biaya dan kondisi suaminya yang kritis.


"Dokter, berapa biaya yang di butuhkan? dan untuk jantungnya bagaimana caranya untuk menemukannya?" tanya Viyone.


"Untuk biaya operasi transplantasi jantung 1,380.000 dollar, sediakan dananya dan kami akan segera melakukan pembedahan transplantasi jantung!" jawab Dokter itu.


"Apakah jantungnya sudah ada?" tanya Viyone.


"Ada pasien yang akan berdonor kepada orang yang membutuhkan jantungnya, pasien tersebut hanya tinggal menunggu waktu. jika dana sudah tersedia maka kita segera melakukan pembedahan, waktu kalian hanyalah dua hari," jawab Dokter yang kemudian melangkah pergi.


"Dokter, sebentar!" panggil Viyone yang mengejar langkah dokter itu.


"Apa bisa melakukan transplantasi jantung dulu? soal biaya aku pasti akan membayarnya, biar aku mengumpulnya dulu," pinta Viyone dengan sambil memohon.


"Maaf, pihak rumah sakit akan menerima pembayaran dulu, setelah itu kami baru akan melakukan pembedahan transplantasi jantung! dan ingat waktu kalian hanyalah dua hari,"jawab Dokter itu yang melangkah pergi.


"Kita tidak bisa melakukan itu," ucap Nerlin yang melangkah keluar dari kamar suaminya.


"Kenapa, Ma?"


"Biayanya yang begitu tinggi tidak mungkin kita sanggup membayarnya," jawab Nerlin yang menangis sedih.


"Aku ada simpanan di dalam kamar, Ma. walau masih banyak kurang,aku bisa bekerja beberapa pekerjaan untuk mengumpulkan uangnya ."


"Gadis bodoh, dalam dua hari kita tidak akan bisa mengumpulkan sebanyak uang itu."


"Mama, papa pernah mengajarkan ku, selagi masih ada kesempatan kita harus berusaha mengejar tujuan kita. dan kita pasti akan berhasil. Mama, aku pergi dulu!" ujar Viyone yang berusaha tegar.


"Viyone, kau ingin ke mana?"


"Mencari kerja, Ma," jawab Viyone yang melangkah pergi dengan cepat.


"Mulfis, apa yang harus kami lakukan? lihatlah putri kita yang berusaha mengumpulkan biaya untuk operasi ini. Mulfis, kau harus bertahan," ucap Nerlin pada suaminya yang sedang tergeletak di atas ranjang.

__ADS_1


Viyone mempercepatkan langkahnya untuk mencari pekerjaan, ia merasa cemas, takut, sedih dan hancur perasaannya jika ia gagal mengumpulkan uang.


"Aku harus berusaha dan jangan putus asa, walau hanya dua hari saja tapi setidaknya masih ada waktu. selagi masih ada waktu sama saja masih memiliki kesempatan. tapi aku harus bekerja di mana agar bisa mendapatkan uang dengan cepat?" ucap Viyone yang sambil berjalan.


Siang itu Viyone berusaha mencari pekerjaan yang cepat mendapatkan upahnya, lalu ia pun pergi ke tempat para pekerja yang sedang membangun gedung bertingkat. iya, menurutnya hanya bekerja berat inilah yang bisa mendapat upah harian.


"Paman," sapa Viyone yang matanya masih memerah karena menangis.


"Ada apa, Adik kecil?" jawab pria itu yang sebagai pengawas pekerja di sana.


"Paman, apakah di sini butuh tenaga lagi?"


"Adik kecil, kami memang sedang mencari pekerja lagi."


"Kalau begitu biar aku yang melakukannya!"


"Apa? kamu yang melakukannya? Adik kecil, ini adalah pekerjaan pria, pekerjaan ini sangat berat. kamu tidak akan bisa melakukannya," jawab pengawas.


"Paman, aku akan membuktikan padamu kalau aku sanggup melakukannya," jawab Viyone yang pergi mengangkat semen yang seberat 50 kg, bukan hanya satu karung, tapi yang ia angkat adalah tiga karung sekaligus demi ingin menyakinkan pengawas itu.


Semua pekerja di sana tercengang saat melihat gadis muda itu.


"Paman, lihatlah aku sangat kuat, aku bisa mengangkat lebih dari seratus kilo," kata Viyone yang sedang mengangkat semen itu dan berusaha bisa mendapatkan pekerjaan itu.


"Adik kecil, untuk apa kamu melakukan pekerjaan ini? ini bukan pekerjaan wanita?"


"Paman, aku butuh biaya untuk papaku, jadi dalam dua hari ini aku harus bisa mengumpulkan biayanya, jika tidak maka dokter menolak melakukan transplantasi jantung!" jawab Viyone dengan menetes air mata karena mengingat ayahnya.


"Kami di sini harus bekerja hingga malam. karena pemilik gedung ini mendesak kami harus siapkan semuanya dalam waktu yang dekat."


"Kalau begitu biarkan aku bekerja di sini, paman. aku mohon padamu. aku ingin menyelamatkan papaku! walau harus kerja siang dan malam aku tetap akan melakukannya!" pinta Viyone yang menarohkan semen itu ke atas tanah dan sambil berlutut di hadapan pengawas itu.


"Adik kecil, jangan berlutut! berdirilah!"


"Patto, biarkan gadis ini kerja di sini. dia butuh uang dan kita butuh tenaga juga. lagi pula pemilik King Star Group akan datang besok untuk memantau. jadi, biarlah adik kecil ini bekerja di sini!" ujar salah satu pekerja di sana.


"Baiklah, kamu boleh bekerja di sini, dan jangan memaksa diri! siapa namamu?"


"Namaku adalah Viyone,"jawabnya dengan merasa gembira karena mendapatkan pekerjaan walau harus mengangkat berat.

__ADS_1


"Pemilik gedung ini adalah bos pendiri King Star Group, kita harus bergerak cepat. dan mulailah bekerja!"perintah pengawas pada semua pekerja di sana.


__ADS_2