
"Benar, Ma. saat aku melihat kondisinya aku merasa sangat menyayat hati. tidak tahu betapa sakitnya dia di saat itu, demi negara keluarganya terpecah. istrinya meninggal dan terpisah dengan putrinya. cinta dia terhadap negara sangat luar biasa. tidak ada yang bisa dibandingkan dengan dia."
"Kita akan makan bersama mereka, undang semua keluarga Viyone! rayakan pertemuan mereka setelah berpisah begitu lama. dan...rayakan juga kehamilan Viyone!" ucap Loza dengan tersenyum.
"Aku akan atur restoran mewah untuk makan bersama mereka," jawab Richard dengan senyum.
Setelah beberapa hari.
Viyone telah sadar dan hampir pulih bagian jahitannya. ia duduk dengan bersandar dan ditemani oleh suaminya.
"Bagaimana dengan kepalamu? apakah merasa sakit atau bagian mana yang tidak nyaman?" tanya Richard.
"Aku merasa baik-baik saja, di mana papa dan mamaku?"
"Mereka dalam perjalanan kemari."
"Bagaimana dengan chip?"
"Sudah diantar oleh mantan jenderal Kinez, papa dan mamamu menemaninya pergi."
"Apakah musuh sudah ditangkap?"
"Negara yang akan mengurusnya, dan kita semua sudah lepas tanggung jawab. selain itu mereka juga diberikan penghargaan sebagai pahlawan negara. dan dirimu juga sama pahlawan wanita negara," jawab Richard dengan senyum.
"Aku tidak melakukan apa pun, kenapa aku bisa dapat juga?"
__ADS_1
"Selama ini rahasia penting itu tersimpan dalam kepalamu. tentu saja kamu juga menjadi pahlawan negara."
"Aku lebih senang menjadi seorang ibu dan aku tidak sabar ingin melahirkan anak ini," kata Viyone yang melihat perutnya.
"Masih lama, usianya baru dua minggu."
"Aku harus belajar dengan mamaku, cara merawat bayi!"
"Ha-ha-ha-ha...Viyone, kenapa aku merasa ada sedikit perbedaan darimu?"
"Perbedaan apa?"
"Lebih dewasa! beda dengan sebelumnya."
"Apakah benar aku berbeda? apakah menjadi seperti dulu lebih baik?"
"Sebentar!"
"Kenapa?"
"Aku tidak mau tinggal di rumah itu! aku sudah hamil dan tidak mau anakku diganggu oleh tiga istrimu itu!"
"Tenang saja! mereka sudah ku ceraikan."
"Ceraikan?" tanya Viyone dengan heran.
__ADS_1
"Benar! aku ceraikan mereka."
"Kenapa ceraikan mereka? kalian sudah menjadi suami istri selama setahun."
"Aku menikahi mereka hanya di atas kertas, saat itu aku hanya menuruti keinginan mama saja. dan bukan keinginanku sendiri. mama juga setuju aku melakukan itu. dan aku hanya ingin kamu hidup tenang dan bahagia bersama anak kita," jawab Richard dengan jelas.
"Apa kamu tidak menyesal?"
"Kenapa aku harus menyesal? aku sama sekali tidak mencintai mereka. dan aku lebih gembira tanpa mereka," jawab Richard.
"Apakah aku adalah wanita yang paling beruntung?" tanya Viyone dengan senyum.
"Iya, karena aku akan membuatmu menjadi wanita yang paling beruntung dan bahagia," jawab Richard dengan senyum dan melanjutkan ciumannya.
Dua minggu kemudian.
Viyone yang sudah sembuh sepenuhnya ia bersama keluarga berkumpul di sebuah restoran mewah. siang itu mereka saling berkenalan dan sangat berbahagia. untuk pertama kali pertemuan diantara dua keluarga setelah Richard dan Viyone menjadi suami istri.
"Mari bersulang!" ajak Viyone yang memegang gelas yang berisi jus. sementara suami dan keluarganya menikmati minuman anggur.
"Suatu kebanggaan karena bisa menjadi besan dengan para pahlawan negara," ucap Loza dengan senyum.
"He-he-he-he, Nyonya Loza, seharusnya kami yang merasa bangga karena putri kami menikah dengan Richard yang adalah pria hebat," kata Mulfis.
"Benar sekali! kami sangat gembira dengan hubungan mereka. dan kini kita akan segera menjadi nenek," ujar Nerlin sambil tertawa.
__ADS_1
"Sedangkan aku dan Mulfis menjadi kakek, ha-ha-ha-ha-ha," ucap Kinez.