
Nova merasa sendirian di kelas yang begitu ramai itu. Karena semua teman menjauhinya. Setiap memandangnya mereka seperti melihat kotoran saja. Memandang sebelah mata seperti orang jijik. Banyak anak berkumpul membuat kelompok dengan orang orang yang disukainya. Dan mereka semua rata rata memihak Helsi. Bahkan tak ada satupun yang mau duduk sebangku dengannya.
Mereka menggunjingkan Nova yang merebut pacar Helsi. Betapa kesal batin Nova. Ingin sekali rasanya merobek mulut Helsi si provokator tukang adu adu itu. Ia benar benar heran kenapa sih ia dengan mudahnya membuat cerita yang tidak benar.
Saat pelajaran ia bisa cuek.Namun saat istirahat, ia benar benar tidak tahan berada di kelas itu.
" Nova..." Semua orang di kelas itu ternganga saat melihat Devon mendatangi Nova di kelasnya. Saat semua mata memandang mereka , Devon dengan cueknya duduk di bangku di depannya.
" Ngapain kamu ke sini? " tanya Nova karena saat melihat ke teman temannya mereka ber\_kasak kusuk membicarakan hal buruk, ia yakin mereka menjelek\_jelekkannya. Terlebih Devon malah ke sana seolah membenarkan ucapan Helsi yang menggunjingkannya.
" Mau di sini atau keluar?" Nova akhirnya ikut Devon keluar dari kelasnya.
" Dasar p e l a k o r tidak tahu malu..." umpat Missi dan Kana kesal karena Helsi langsung menangis.
" Apa sih Devon...kamu malah membuat aku makin di buli...Jangan nge\_prank orang yang lagi bermasalah..." kata Nova saat mereka sudah jauh dari kelas.
" Siapa yang nge\_prank kamu..Aku beneran nunggu jawaban kamu.." Kata Devon nampak serius.
Nova terdiam..Andai saja tidak gosip ia merebut Devon dari Helsi , tentu ia akan sangat senang menerima cinta idola nomor satu para gadis gadis di sekolahnya itu.
Tapi jika ia menolak Devon ,itu sangat bertentangan dengan hatinya. Karena jauh di dalam hati kecilnya ia juga menyukai Devon. Ia juga salah satu penggemar Devon.
" Bukankah lebih baik gosip itu di jadikan kenyataan..Biar yang mem\_buli panas sekalian... Kamu hidup happy aja ..jangan di pakai susah..mikir omongan orang yang gak jelas begitu..Yakin saja Nova.. Orang yang berbuat jahat suatu saat akan menerima balasannya...kamu tidak perlu berpikir untuk membalasnya..Hidup aja dengan bahagia, biar mereka ke\_celek sendiri..." kata Devon.
" Kalau orang tidak suka..mau diam , bicara atau apa saja..bahkan bernafas pun , kau tetap tak akan tampak baik di mata mereka...semua tetap nilai buruk...Hiduplah dengan cuek..Seperti aku..." kata Devon sambil tersenyum.
.
Benar juga kata Devon...untuk apa aku selalu memikirkan omongan orang...Tiada gunanya aku terfokus pada orang orang yang tidak penting itu..
Toh, aku makan tidak minta mereka...
" Hehehe....kau benar Devon..." Nova tersenyum ceria." Makasih ya.." Ucap Nova buru buru pergi meninggalkan Devon dengan lari secepat.
kilatnya.
" Haduh..Nova...Jawabannya.. 😓😓😓" Devon mendesah panjang .Padahal ia sudah menunggu nunggu jawaban dari Nova. Namun sampai hari ini masih juga di kacang i.
.
.
Nova menghibur dirinya dengan nonton Bioskop bersama Ayu. Mereka juga jalan jalan di mall sesudah nonton .
" Boneka itu bagus ya..." kata Ayu saat melihat boneka kelinci kecil berwarna pink di etalase boneka.
" Kalau boneka itu kayaknya mahal deh..Tapi kalau mau boneka lain aku bisa.."
" Boneka apa?" tanya Ayu
Nova tersenyum lebar. " ikut aku.."
Tak lama kemudian mereka sudah berdiri di box boneka capit.
" Bisa?" tanya Ayu tak yakin..
__ADS_1
" Tenang saja. Anda bertemu ahlinya...haha.." kata Nova sambil memasukkan koin dan mulai berusaha men\_capit nya.
" Ayo Nova...kamu bisa..."
.
.
Setengah jam kemudian...
" Kamu pro sekali Nova...Pro menghabiskan koin tapi tak dapat apa apa..😂😂😂😂" ucap Ayu sambil tertawa terbahak bahak.
"..." Nova cuma mendesah dengan rasa kecewa . Kartunya 100k dan 10 koin amblas tak bersisa dan tak mendapat apapun.
" Semangat Nova...Lain kali pasti bisa..." kata Ayu menghiburnya.
" Main game shooting aja yuk..kita lomba siapa yang paling banyak masukin bola..Kalau kamu bisa ngalahin aku..Aku traktir bakso.."
" Oke..." ucap Nova penuh semangat lagi.
Mereka berdua lalu bersiap siap. Dan begitu di mulai keduanya langsung menembakkan bola kedalam ring basket tersebut. Satu persatu bolanya masuk tanpa ada satupun yang miss. Maklum karena mereka berdua sama sama pemain basket yang handal. Hingga waktu habis, mereka bisa memasukkan bola dengan jumlah yang sama.
Plok plok plok...
Nova dan Ayu ternganga, ternyata mereka menjadi perhatian banyak orang di stand game itu. Mereka sama sama hebat. Dan itu membuat banyak orang berdecak kagum.
" Yah...tidak ada yang menang.jadi gak dapat traktiran..."kata Nova.
" Selamat kalian mendapat voucher gratis dari kami...Kalian mendapat hadiah masing masing sebuah boneka besar. Silahkan pilih sesuka kalian.." kata pegawai game center tersebut.
" Ha?" Keduanya sama sama senang.
" Bebas pilih boneka?" tanya Nova tak percaya. Itu benar benar momen langka.
Aneh sekali...Mendapat boneka gratis...
Nova melihat ke sekelilingnya sementara Ayu sibuk memilih boneka. Dan Nova menemukan jawabannya.
Ia melihat Krisna ada di sana. Sedang berbelanja. Tepat di stand depan mereka. Terlebih saat melihat Krisna sedang belanja dengan Shinta , istri yang paling di cintai Suaminya itu.
.
*Jadi kamu yang membayar ya...Ok...aku kerjain kamu Om mas*...
.
Nova kesal saat melihat mereka berdua belanja dengan begitu mesra.
" Aku minta boneka itu..." kata Nova sambil menunjuk boneka setinggi 2 meter namun berbentuk panda yang gemuk dan besar.
" Ha?" pegawai game center itu kaget saat melihat Nova menunjuk sebuah boneka raksasa di stand samping mereka. Sesaat ia melirik ke arah Krisna yang kemudian mengangguk.
" Boleh...tentu saja boleh....tapi , apa adik bisa membawanya? "
__ADS_1
" Tentu."
.
.
Tak lama Kemudian pegawai game center itu memberikan boneka tersebut pada Nova.
" Yakin bisa membawanya? " tanya Ayu pada Nova. Kelihatan begitu konyol sekali karena boneka raksasa itu lebih besar dan lebih tinggi dari Nova. Ia seperti menggendong panda hidup saja.
" Wha_hahaha..." Krisna tertawa terpingkal_pingkal melihat. Nova berjalan sambil menggendong boneka tersebut. " Ngajak anjir..." kata Krisna sambil tertawa tawa.
" Istri muda mu itu memang masih bocah Mas.." Kata Shinta setelah membayar tagihan boneka untuk Nova dan Ayu.
.
.
' Apa aku boleh pacaran Om mas? ' tanya Nova mengirim pesan pada Krisna.
Krisna sesaat kemudian menjawab. ' Iya '
Nova melempar hpnya ke samping tempat tidurnya.
.
Kau benar benar tidak peduli padaku ya Om mas.. Oke ...aku akan melakukannya.
.
Nova sama sekali tidak tahu kalau saat itu Krisna sedang tidur di samping istri pertamanya. Dan juga yang membalas pesan itu adalah Shinta.
.
Nikmati masa muda mu , Nova...kau boleh bersenang senang seperti teman seusia mu.. Batin Shinta.
.
Nova memeluk boneka pandanya.Dan saat tiba tiba hp nya berbunyi, ia dengan cepat menjawabnya.
" Halo..."
" Halo Nova, ini aku Devon..." Nova sedikit kecewa karena ia kira itu adalah Krisna.
.
Ternyata...Om mas benar benar lebih peduli pada istri istrinya yang lain ...
.
" A...begini N o v..."
" Iya Devon...Aku mau jadi pacarmu.."
" Sungguh?" tanya Devon sulit percaya mendengar jawaban atas pernyataan cintanya lalu.
" Berarti mulai hari ini kita pacaran? "
" Iya.."
" Yes...aku punya pacar..." ucap Devon senang bukan kepalang.
*LUPAKAN OM MAS... SAATNYA MENCINTAI PRIA LAIN*...
__ADS_1
OM MAS...AKU TIDAK AKAN PEDULI PADAMU LAGI..
.