ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
36. TERLUKA


__ADS_3

" Ah...." Nova buru buru menutup mulutnya saat tanpa sadar , bibirnya melepaskan desah manjanya menikmati bibir dan lidah Krisna yang bermain main di inti tubuhnya.



Ia sungguh tak ingin menunjukkan ekspresi anehnya itu di depan Krisna namun itu keluar begitu saja. Terlebih saat tangan Krisna pun mulai meremas bukit kembar kecilnya dan memainkannya.



" .. ah... " Suara suara itu keluar secara otomatis seperti tanpa komando langsung keluar begitu saja. Dan saat Krisna kian ganas memainkan lidahnya , Nova benar benar tak berdaya .Ia seperti kehilangan tenaganya.Tubuhnya terasa lemas bersamaan dengan desah nafas memburu dan debaran tak karuan . Ia tak bisa berbohong , ia menikmati sentuhan dari Krisna itu


.


.


Nyaris tertutup sempurna...Dia benar benar belum pernah terjamah Pria... Dia sungguh menjaga janjinya pada ku ...Nova .. bagaimana ini ..aku kian tergila gila padamu ...Rasanya aku ingin menggila sekarang ....Ingin ku robek celah ini dan menembus tubuhmu .. Ingin merasakan kegilaan demi kegilaan yang lebih gila lagi saat kita bersatu ...Nova....kau benar benar membuatku gila....Aku sangat ingin memilikimu .....


.


.


" Om mas....Apa .. ini ..." Ucap Nova saat merasakan keanehan di dirinya . Perasaan menegang dan seolah menariknya ke alam indah yang begitu membuatnya melayang...Nova setengah memejamkan matanya saat denyutan itu mulai terasa sembari ada satu rasa aneh yang mengalir keluar ...



" Aa\_aah...." Dan setelahnya semua nikmat yang membuatnya seperti di alam mimpi itu terasa begitu nyata tiba tiba tubuhnya terkulai lemas seolah tanpa daya .



Krisna menyesap sesuatu itu sambil merapatkan bibirnya pada inti tubuh Nova. Dan itu membuat Nova kian melayang.


.


.


.


Krisna naik ke atas dan mulai memberikan ciuman manisnya di bibir Nova. Nova membalas sambil memeluk tubuh Krisna erat.



" Lanjut?" tanya Krisna .Nova merasakan sesuatu dibawah sana yang mengeras menempel di tubuhnya.


.


Om mas ini....kenapa pakai bertanya sih...Kalau sudah seperti ini seharusnya tinggal lanjut saja...Tidak perlu tanya tanya lagi...Aku kan malu menjawabnya....


.


.


Kediaman Nova membuat Krisna mengurungkan niatnya. Ia pun kemudian berbaring di sisi Nova.


.


.


Loh...kenapa tidak jadi ? batin Nova. Namun itu semua tersimpan rapat di dalam batinnya


.


.


" Kalau seperti ini rasanya aku tidak ingin berangkat kerja... Rasanya ingin terus bersamamu seharian C i l...." ucap Krisna.



Nova cuma diam sambil mendekatkan tubuhnya di dekat Krisna. Krisna pun lalu memeluknya. Ia mendaratkan sebuah ciuman di kening Nova dan kemudian mendekapnya erat.



" Om mas nanti juga tidur di sini kan ?" tanya Nova.



" Tidak boleh terus terusan egois C i l... Kemarin aku sudah di sini karena terlalu mencemaskan mu padahal aku seharusnya di tempat Donna..."


.


.


Kejam....setelah membuatku seperti ini...kau tetap saja mau kembali ke tempat wanita mu yang lain?


Tak bisakah kau cuma di sini bersamaku Om mas...


.


.


" C i l... kenapa seperti mau menangis?" tanya Krisna. Nova tak menjawab. Ia cuma menitikkan air matanya .



" Jangan menangis C i l..." Krisna memeluknya kian erat.



" Kau menyesal? " Nova tetap membisu. Ia cuma memeluk Krisna dengan erat pula. Ia benar benar tidak rela jika harus melepas pria itu ke pelukan wanita lainnya.


.


Hari itu Nova dan Krisna sama sama tidak berangkat sekolah dan kerja. Mereka tiduran . Dan setelah itu mereka beraktifitas membuat masakan berdua. Dan kemudian sarapan berdua.



" Habis ini kita jalan jalan yuk C i l...Mumpung aku pas bolos kerja kita dolan saja." kata Krisna



Nova mengangguk. " Om mas aku ingin ke pantai..." ucap Nova manja.



" Oke C i l ...."jawab Krisna.

__ADS_1


.


.


.


Nova dan Krisna kemudian segera menaiki mobilnya, mereka berdua menuju ke sebuah pantai di dekat kota itu. Sebuah pantai indah dengan pasir putih yang terhampar nyata.



" Kita ke batu karang dekat pantai itu yuk Om mas... " ucap Nova.



Krisna dan Nova kemudian melangkah bersama menuju ke bebatuan karang pantai yang berada di antara pulau kecil yang menjorok di laut. Pemandangan alami dan indah di tambah dengan angin yang berhembus menambah suasana romantis.



" Om mas...kita ke puncak pulau kecil itu " ucap Nova yang nampak ceria sambil meraih tangan Krisna dan menariknya menuju spot indah dan eksotis yang merupakan puncak tertinggi untuk melihat sekitar pantai dengan jelas dari atas.



" C i l....kau ini ngetes kekuatan Om om .."



" Hahaha...Om mas om mas...masak segini aja capek..." ucap Nova sambil tertawa.



" Dasar bocah gak punya rasa capek.."


Meski begitu Krisna mengikuti kemauan Nova. Keduanya menaiki puncak dari pulau tesebut.


"Kalau dari sini benar benar kelihatan semua...Indah sekali .." ucap Nova mengagumi keindahan pantai yang terpampang di depan matanya itu.



" Yup...Best view " Krisna membenarkan.



" Kita bisa bergaya seperti di film Titanic juga Lo Om mas..."



Krisna tertawa sambil menepuk jidatnya.Namun ia kemudian merengkuh pinggang Nova dan Nova merentangkan tangannya



" Waa\_ah...ternyata benar...rasanya seperti terbang persis di film itu..." ucap Nova lugu. Krisna menahan geli.



" C i l..."




" Bagaimana ini..."



" Apa?" tanya Nova sambil berbalik menatap Krisna.



" Aku ingin mencium mu..." Mendengar itu wajah Nova langsung tersipu. Namun saat Tangan Krisna menyentuh pipinya ia tak menolak. Kemudian Krisna mendekatkan wajah nya..Dan mendaratkan bibirnya di bibir Nova sembari mengecupnya . Nova membalasnya .Mereka seperti pasangan yang sedang kasmaran yang sedang di mabuk cinta sampai seolah dunia milik berdua. Beberapa orang yang melihat mereka malu sendiri dan mengalihkan pandangan. Nova dan Krisna begitu menikmati saat saat bibir mereka saling bersentuhan. Mengabaikan semuanya, seolah yang lain cuma ngontrak. Dunia itu milik mereka.



Sepasang mata menatap mereka dengan wajah kesal.



" Jadi begini ya... Waktunya ke tempatku tidak mau datang... alasan kerjaan... taunya malah sama istri muda...Di jam kerja lagi..Mereka ini benar benar ya...." gerutu Donna yang ternyata juga pas berada di pantai itu dengan Aaron.



" Makanya ku bilang kan...kembali padaku...Suamimu itu Cuma menjadikanmu selingan nya...Kau cuma salah satu variasi pasangan bercinta nya...Pria itu cuma ingin berpetualang dengan banyak wanita dengan uangnya ..Buat apa sih ngotot mempertahankan dia.." ucap Aaron.



" Aku akan membuatnya menyesal..." ucap Donna marah sambil melangkah menuju Nova dan Krisna yang sedang berciuman itu..



" Jangan di sini lah Don...kita juga akan ketahuan..." kata Aaron.



Namun Donna yang cemburu dan juga emosi melihat itu mengabaikan semuanya.



" Jadi begini ya kelakuan kalian...Dasar PELAKOR !!!" ucap Donna keras .



Nova dan Krisna langsung menoleh dan mereka begitu terkejut melihat Donna di sana. mereka seperti pasangan selingkuh yang ketahuan istri sahnya.



" Bocah PELAKOR sialan !!" ucap Donna seraya menampar Nova.



" Donna!" Krisna begitu marah dengan sikap Donna itu. Apalagi kini mereka jadi pusat perhatian orang orang di sekitar mereka.



" Ada apa ribut ribut itu..."

__ADS_1



"'Sepertinya selingkuh ketahuan istrinya. " ucap orang orang berkasak kusuk .



Sadar menjadi perhatian Krisna menarik Donna dan membawanya pergi menuju ke mobilnya. Nova yang di tampar di depan umum itu merasa begitu malu.



" C i l...ikut aku " kata Krisna . Krisna menyeret pergi Donna yang sebenarnya tidak mau di ajak pergi . Dan Nova menunduk sambil mengikuti keduanya



" C i h ...memalukan...kecil kecil PELAKOR ."



" Masih muda Lo...sepertinya masih sekolah .wajahnya seperti bocah .."



" Najis bocah murahan.. mau jadi perusak rumah tangga orang..."



Nova yang mendengar maki makian orang orang itu nampak berkaca kaca.


.


.


Apa aku serendah itu dalam pandangan orang yang tak tahu itu...Lalu apa aku harus menjelaskan ...kalau aku ini istri ke 4 nya ..


Tapi apa bedanya...istri ke empat...itu kan sama saja ..aku PELAKOR ..aku merebut suami orang..


.


.


Nova menahan tangisnya. Ia pun kemudian turut masuk ke mobil.



" Mas Krisna kemarin bilang tidak bisa ke tempatku tapi ternyata malah ke tempat bocah ini...Mas benar benar tidak adil...waktu giliran ku Mas Krisna malah mengunjungi gadis ini..."



" Maaf...maaf Don...Iya aku salah..aku mengaku salah ..tapi ini bukan salah Nova...ini salahku..."



" Pasti dia yang menggoda mu kan...pasti dia yang memintamu ke tempatnya kan.."



" Enggak Don...ini aku sendiri...bukan Nova..."



"Aku tidak terima .."



" Lalu kamu mau apa...?"



" Usir bocah ini..." kata Donna.



Nova diam dengan air mata. Ia tak membantah karena ia tau dirinya salah. Ini memang belum waktunya bersama Krisna.



" Nova, aku akan ke tempat Donna...Maaf ya


C i l.... Tolong kamu pulang naik taksi ya... "


Ucapan Krisna itu benar benar menyakitkan di telinganya. Krisna menunjukkan pilihannya. Ia lebih memilih Donna ketimbang dirinya setelah semua yang terjadi di antara mereka tadi. Ia tetap memilih istrinya.



Nova menghapus air matanya. Tanpa berkata apapun kemudian ia keluar dari mobil Krisna dan mencari taksi.



" Sudah puas?" tanya Krisna.



" Pokoknya Minggu ini mas tidak boleh ke tempat Nova..."



Krisna menghidupkan mesin mobilnya. Dan kemudian ia dan Donna segera berlalu. Sepintas ia melihat Nova yang naik taksi.


Sepertinya Nova menurut, ia pulang sendiri naik taksi..... Semoga kau t baik baik saja C i l...Nanti aku akan menyuruh Kiky memastikannya...


Maaf ya Nova... hari ini memang milik Donna...jadi meski ingin bersamamu..aku tetap harus menemani Donna


.


.


Om mas jahat......meninggalkanku sendiri...dia benar benar menunjukkan jika dia lebih mencintai istrinya daripada aku....Aku ternyata tak berharga di matamu Om mas...Kau kejam....


.


.


Nova menangis tersedu sedu dalam taksi itu. Ia benar benar kecewa dengan Krisna. Ia merasa sangat tak berharga di mata Krisna. Dan itu sangat menyakiti hatinya.Sikap Krisna menandaskan cintanya...

__ADS_1


__ADS_2