ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
48. MENGIHLASKAN


__ADS_3

" C i l... kau tidak makan berapa hari badan mu jadi kurus begitu.." tanya Krisna mencoba bersikap biasa.



Nova sesaat terdiam, namun karena tak ingin ketahuan bersedih oleh Krisna ia pun juga bersikap biasa saja.



" Aku diet Om mas..."



" Diet apa patah hati ?" sindir Krisna.



" C i h....ke\_geeran... gak lah ya...aku diet.."



" Badan sudah rata begitu , apa lagi yang mau dikecilin.."ucap Krisna sambil tertawa .



" C i h ....meledek...Biar kecil begini makan ku banyak..."



" Kalau begitu ayo buktikan...Sebanyak apa yang bisa kau makan..." ucap Krisna seraya melangkah menuruni bukit itu dan menuju ke sebuah warung seafood terdekat. Nova mengikuti nya .


.


.


Kenapa aku merasa terjebak ya...dia seperti ingin membuat ku makan ..


Memang sih...beberapa hari ini aku tidak selera makan..


.


.


Krisna memesankan banyak makanan untuk Nova, mulai dari udang, ikan bakar , kerang sampai lobster.



" Mampu gak habisin?" tanya Krisna .



" Huh ..ini mah sepele..." jawab Nova. Ia kemudian berdoa dulu dan kemudian segera memakannya dengan lahap.



Krisna nampak tersenyum melihat Nafsu makan Nova yang masih seperti dulu. Meski tubuhnya kurus tapi ia memang bisa makan banyak .



" Pelan pelan C i l ..nanti kau bisa tersedak " Krisna mengingatkan.



" Om mas gak makan ?" tanya Nova yang mukanya sedikit belepotan karena makan dengan jemarinya tanpa garpu dan sendok. apa lagi saat makan lobster saus sambalnya sampai ke pipi Nova.



Krisna kemudian mengambilkan tisu dan mengusapnya, ia membersihkan pipi dan area sekitar mulut Nova hingga menyentuh bibirnya. Sesaat Nova terdiam dan menatap Krisna yang begitu perhatian padanya itu.



" Kenapa?... jatuh cinta lagi ?" canda Krisna melihat perubahan sikap Nova itu.



" C i h....jatuh Cinta?...Om mas ke P D a n...Nih makan makan...." Nova langsung menjejali mulut Krisna dengan daging lobster yang ada di tangannya yang penuh saus.



" Janganlah C i l...nanti aku bisa belepotan kayak kamu..." Krisna menerima suapan dari Nova sebagian dan kemudian sedikit mundur karena tidak mau terkena saus .



" Makan....makan saja Om mas.." Nova pun mengambilkan lagi daging ikan bakar dan menyuapi Krisna lagi.



" Sudah C i l..." Krisna menahan tangan Nova agar tak menjejakinya lagi dengan makanan lagi.



Nova justru malah sengaja menyentuhkan jemari nya yang terkena saus ke mulut Krisna dan saat jemari lentik itu menyentuh bibir Krisna keduanya terdiam dan saling bertatapan. Otak mereka traveling ke saat mereka pernah saling bersentuhan dengan kedua bibir mereka . Saling menautkan bibir dan berbagi Saliva pula.



Nova langsung mundur dan menjauh dari Krisna.



Krisna menyadari itu, ia pun kemudian sedikit menjauh pula sambil mengambil tisu dan mengusap bibirnya.


.


.

__ADS_1


Masih trauma ya...Kau pasti sangat ketakutan saat aku memaksamu waktu itu ya C i l....


.


.


Krisna terdiam dengan beribu penyesalan di hati nya.


Nova pun akhirnya diam dan tertunduk pula. Ingatan waktu itu melintas kembali saat Krisna memaksanya. Dengan kasar ia merobek bajunya, kemudian berada di atas tubuhnya, membuka kakinya, dan memaksakan miliknya masuk mengoyak satu satu nya hal paling berharga yang di jaga nya. Krisna kala itu bagaikan dirasuki setan, ia tak mempedulikan teriakan kesakitan nya, ia hanya memaksakan semua . Tanpa mempedulikan apapun. Padahal seandainya Krisna mau menyatakan cinta pada dirinya dengan jelas dan menjadikannya satu satunya, ia juga tidak akan menolak Krisna. Ia akan menerima semuanya . Nova sedikit yakin Krisna memiliki perasaan padanya dari semua sikap dan perhatian yang di tunjukkan nya...Jika saja waktu itu ,Donna tidak tiba, ia bahkan sudah siap menerima Krisna


.


.


Jujur....hal itu sangat menyakiti ku Om mas... Dan aku juga masih takut saat terlalu dekat denganmu ...


Tapi saat kau menjauh dari ku dan memilih berpisah ..


Sebulan lebih setelah Mbak Shinta meninggal , kau tak pernah datang dan bahkan mengirim pesan..


Tau tau kau memilih bercerai ...


Itu lebih menyakitkan....


.


.


" Maaf... " Ucap Krisna yang melihat Ekspresi wajah Nova yang seperti hampir menangis itu.



Nova menitikkan air mata nya . Dan keduanya pun saling tertunduk. terlarut dalam kesedihan dan penyesalannya.


.


.


Krisna dan Nova melangkah menyusuri jalan berpasir putih itu dengan menjaga jarak mereka. Sambil menenteng sepatu mereka , mereka berjalan tanpa alas kaki. Tanpa kata , hanya melangkah setapak demi setapak sambil menikmati terbenamnya matahari di pantai itu.



Saat hari mulai gelap Krisna dan Nova menuju ke mobil Krisna. Krisna bermaksud mengantarkan Nova kembali ke rumahnya.



" Tidak usah Om mas..." Tolak Nova yang memutuskan untuk naik taksi.



" Sudah malam , Nova.."




" Tapi tetap saja aku cemas N o v...Kau perempuan.." kata Krisna.



" Om mas...aku ini perempuan kuat...Aku bisa sendiri .. Aku tidak ingin bergantung pada pria lagi...Oh ya Om mas ..kalau keluargaku minta uang pada Om mas, jangan pernah memberi mereka apapun...aku tidak ingin merasa terbebani karena mereka...Om mas juga tidak perlu membiayai aku lagi... Aku bukan apa apa Om mas... setelah ini aku akan kembali ke desa ku..Aku akan tinggal dengan orang tuaku kembali..."



" Sekolah mu? Rumah mu?" tanya Krisna.



" Itu rumah Om mas....Bukan rumahku. Aku datang tanpa membawa apa pun...Jadi saat keluar pun juga sama. Aku akan melanjutkan sekolah di desa...Itu kalau bisa kalau tidak aku akan bekerja saja..."



" C i l...."



" Mulai sekarang kita hidup di jalan kita masing masing.. Om mas tidak usah khawatir, aku tidak akan cengeng dan terpuruk seperti ini lagi..Maafkan aku dan Selamat tinggal Om mas ..." Nova akhirnya bisa mengucapkan perpisahannya secara langsung pada Krisna dengan penuh ketegaran. Meski sulit , ia juga tidak ingin membebani Krisna lagi. Ia harus belajar mandiri dan MENGIHLASKAN perpisahan mereka. Toh ia juga sudah diceraikan.



" C i l...." Krisna sebenarnya ingin memeluk Nova , Namun ia takut Nova masih trauma dengannya. Sehingga ia hanya bisa terdiam sambil menatap Nova yang kemudian masuk ke taksi dan pergi meninggalkannya.


.


.


Selamat tinggal Om mas ..Selamat Tinggal Krisna, cinta pertama ku ..


.


.


...----------------...


.


.


" Non benar benar mau pergi ?" tanya Bibi yang mengurus rumah tangganya saat melihat Nova menyiapkan kopernya dan mulai membereskan baju baju nya. Ia nampak begitu bersedih dengan keputusan Nona nya itu.



Nova tersenyum. berusaha tegar .

__ADS_1


.


.


Maaf B i....kalau aku terus berada di rumah ini..aku akan terus terpuruk dan tak bisa melupakan Om mas... jadi lebih baik aku pergi agar aku cepat melupakan semuanya ...Hidup nyaman dan serba enak seperti seorang putri ini adalah kehidupan dunia mimpi...saatnya aku kembali ke kenyataan , aku ini siapa ..cuma seorang gadis anak orang miskin ...Tak selayaknya aku tinggal di sini dan hidup dari orang yang sudah menceraikan ku .. Dia bukan apa apa ku lagi...kami sudah menjadi orang lain ..


.


.


" Non Nova..." Bibi menitikkan air matanya saat Nova melangkah pergi meninggalkan rumah itu dan naik ke sebuah taksi.



Nova menghapus air matanya dan segera masuk ke taksi yang membawanya pergi jauh.



Tak jauh dari situ Krisna menatap kepergian Nova dengan mata sembab. Ia sebenarnya juga tak ingin berpisah dengan Nova . Ia ingat betul sebab ia memutuskan hal itu.



" Cerai kan Nova .. Papa sudah membuat Mama ku meninggal .. Papa sudah semena\_mena di atas penderitaan Mama dengan menikahi banyak wanita...Apa Papa juga mau membuat aku menderita?..Papa tidak boleh serakah... lepaskan kekasihku...Papa boleh menikah dengan siapapun lagi ..tapi jangan Nova ..Aku mencintai dia " ucap Devon dengan air mata .



Kala itu Devon baru saja kehilangan Mamanya , dan Nova juga menolak untuk bersama nya. Karena itu ia juga tidak ingin Papa nya itu berbahagia.



Krisna yang dirundung penyesalan karena melakukan pemaksaan pada Nova, di tambah kehilangan istrinya , juga tekanan dari Devon akhirnya memutuskan untuk melepaskan Nova. Meski sebenarnya ia juga tidak ingin berpisah dengan Nova.


.


.


.


.


Namun nasib malang ternyata masih belum berakhir, Saat Nova tiba di rumahnya, Kedua orang tuanya dan Kakaknya malah marah marah kepadanya .



" Buat apa kau pulang bodoh...Apa kau tak dengar aku bilang apa kemarin...Kau ku suruh minta maaf pada suami mu itu dan kalau perlu juga ..bersujud padanya agar dia menerima mu kembali .." teriak Ibunya.



" Cepat kembali ke sana dan minta maaf padanya...Jangan jadi beban keluarga lagi.." kata Ayahnya pula.



" C i h...benar benar tak berguna ..Sudah terlanjur basah itu ya sekalian saja...Sudah jadi bekas pria tua itu ya lanjutkan saja .. memang siapa yang mau sama bekas kakek tua seperti kau ini lagi... Balik sana ..kembali sama dia ! " kata Kakaknya pula.



Nova hanya bisa menangis saat keluarganya juga menolak kehadirannya. Padahal ia ingin kembali agar dapat melupakan masa lalu nya dan agar supaya ia bisa kuat kembali dengan dukungan keluarganya namun ternyata semuanya sama. Ia malah mendapat perlakuan buruk dan harus merasakan sakit hati lagi oleh sikap keluarganya .



Nova pun akhirnya kembali pergi. Namun kali ini ia tak punya tujuan. Ia tak tahu lagi harus kemana. Keluarganya cuma itu. Keluarga jauh mereka juga tak ia ketahui. Nova benar benar bingung harus kemana .



' Ting..' sebuah pesan masuk ke hp nya. Ia pun kemudian segera membacanya



'Anda mendapat transfer dari rekening X sebesar.....' Nova ternganga saat melihat angka yang tertera di pesan tersebut itu. karena jumlahnya sangat fantastis.


.


.


Ini dari Om mas ?...1..2..3...4..5 ..6..7..8..9...


Nol nya 9 ???....Gila...Apa Om mas tidak salah kirim?


.


.


'Apa sudah masuk Non Nova ?...Itu uang perpisahan dari Tuan Krisna...Semua mantan istri Tuan Krisna juga menerimanya.... Semoga Non Nova bisa hidup lebih baik ' Kiky mengirim pesan pada Nova .


.


.


Uang perpisahan?... Para orang kaya itu ternyata juga melakukan hal seperti ini ya...


Rasanya mereka seperti membayar aku untuk semua yang aku lakukan pada mereka ..


Huh ..Jasa menjadi istri sewaan mereka ..


Tapi baiklah ...aku akan menggunakan ini sebaik baiknya...


Hidup sendiri ..mencari pekerjaan dan hidup lebih baik ...


Tak usah pakai cinta_cintaan segala...aku akan hidup lebih baik tanpa kalian semua...tanpa suami dan keluarga ku. semua untuk diri ku sendiri...


.


.

__ADS_1


Nova pun menguatkan tekadnya, ia akan menjalani kehidupan barunya...Sendiri...


__ADS_2