
Nova berusaha ceria kembali untuk menutupi kesedihannya. Ia tetap menjalani hari harinya dengan sekolah dan part time. Di toko kue, resto dan tempat foto kopi. Dan di hari Minggu ia membantu Mama mertuanya merawat kebun mini rumah kaca nya.
Minggu akhir bulan, semua istri Krisna berkumpul di rumah mertuanya pada siang hari. Sedang Nova sudah berada di sana sejak pagi merawat kebun bunga dan buah bersama Rani.
Dewi datang lebih awal. Ia bermaksud menyapa Mama mertuanya yang ia yakin pasti ada di taman rumah kacanya.
" Mama..." Dewi tak jadi menyapa ibu mertuanya saat ia mendapati Nova ada di sana . Sedang ngobrol asik dan bercanda tawa dengannya.
" C i l... ayo cepat ganti baju...sebentar lagi semua kumpul di halaman depan " Krisna mengingatkan Nova yang kala itu masih memakai baju berkebun.
Krisna dan Nova sudah sepakat meski mereka pisah ranjang tapi di depan kedua orang tuanya mereka harus tetap nampak baik.
" Sebentar , Om mas..." jawab Nova tetap penuh senyum ceria. " Aku mau memetik strawberry dulu ...ya Ma .." Nova minta persetujuan Mama mertuanya.
" Krisna , temani Nova memetik strawberry sana..." kata Mamanya.
" Iya...Ayo C i l...agak cepat ya..." Kata Krisna. Nova mengangguk. Kemudian keduanya melangkah pergi ke kebun buah.
.
.
C i l ?... C i l...jadi C i l itu bukan panggilan untukku...tapi panggilan kesayangan istri mudanya itu. C i l... Bocil ?
.
.
Dewi shock karena ia ingat dengan betul saat saat mereka berdua bermesraan , bahkan saat bercinta Suaminya itu kerap sekali menyebut kata C i l... ia kira itu panggilan mesra untuknya.
.
.
Astaga...jadi saat bercinta denganku yang dia bayangkan adalah gadis kecil itu ..
.
.
Dewi yang selama ini tidak menaruh rasa cemburu sedikitpun pada Nova kini mulai kesal . Kesal pada Nova dan juga Krisna. Ia cemburu pada Nova, jika yang di ingat dalam kepala suaminya adalah wanita lain..itu berarti suaminya mulai mencintai wanita itu. Cintanya lebih besar pada gadis Bocil itu karena pikirannya di penuhi oleh bayangan Nova.
" Menyebalkan " ucapnya kesal seraya berbalik. Ia menuju ke halaman tempat mereka biasanya berkumpul.
Di sana ia melihat Shinta telah datang bersama Chintya dan Devon.
" Kenapa wajahmu muram begitu Dewi ?" tanya Shinta
" Kesel saja mbak..." jawab Dewi singkat. Ia lalu duduk tak jauh dari Shinta dan Anaknya. Dewi heran melihat Devon yang tiba tiba hadir .
__ADS_1
" Tumben Devon mau ikut kemari " kata Dewi .
" Di ajak Mama Tante " jawab Devon .
" Halo semua...Gimana kabar kalian ?" Donna yang baru tiba langsung menyapa Shinta dan Dewi.
Shinta dan Dewi tersenyum . Meski dalam hati mereka bertiga saling membandingkan penampilan mereka. Ketiganya memakai baju brand mahal mulai dari kepala sampai ujung kaki, seperti saling bersaing untuk menjadi yang terbaik.
Tak lama kemudian, Robbi dan Rani datang. Semua menyapa kedua mertua mereka itu.
" Acara kali ini akan sedikit singkat... Kami akan langsung saja ke intinya..." kara Rani
" Mas Krisna dan Nova belum hadir ma..." kata Donna menyela.
" Nova ?" gumam Devon heran saat mendengar nama mantan kekasihnya di sebut.
" Justru karena itu...Kami mau memperjelas nya. Aku dan suamiku Robbi sudah memikirkan ini berulang kali dan akhirnya kami memutuskan bahwa kalian bertiga akan kami ceraikan dari Krisna. Kami tak perlu banyak menantu lagi...Jadi mulai hari ini kalian tidak perlu kemari lagi. Semua proses perceraian kalian akan di urus oleh pengacara kami " kata Rani.
Shinta, Dewi dan Donna ternganga. Mereka akan di ceraikan dari Krisna oleh kedua mertuanya?..
" Salah kalian adalah kalian terlalu boros..kalian menghabiskan terlalu banyak uang setiap bulannya. Kau terlalu banyak berobat tapi tidak sembuh sembuh" kata Robbi pada Shinta. " Dan Kau juga, menghabiskan banyak biaya berobat tapi kau tetap saja mandul..Kau tidak bisa punya anak...Dan kau , beraninya kau selingkuh lagi dengan pria itu lagi..Pokoknya kalian bertiga mulai hari ini bukan istri Krisna lagi. Aku yang menikahkan kalian, aku juga yang menceraikan kalian..." tegas Robby.
" Terserah kalian mau di sini atau tetap pulang, tapi kehadiran kalian tidak berguna lagi sekarang...Kalian bukan menantu ku lagi..." kata Rani.
Robbi dan Rani meninggalkan orang orang yang masih shock dengan keputusan mertuanya itu. Mereka masuk ke dalam rumah kembali dan menutup pintunya.
" Apa ku bilang Ma...percuma Mama mengajak aku kemari..Kita seperti orang yang tidak berharga di sini...Kita pulang " ucap Devon dengan marah.
Ia lalu menggandeng tangan adiknya dan membawa Shinta pergi dari rumah megah itu. Shinta yang masih shock hanya bisa menangis saat Devon melajukan mobilnya meninggalkan rumah mertuanya tersebut
" Jadi istri orang kaya seperti mereka kita seperti pengemis Ma... Padahal kita bukan orang miskin...Hidup kita sudah berkecukupan dari harta almarhum Papa ku...Mama sih tak mendengarkan ku... Tidak usah menikah dengan pria itu... Dia bahkan tak berani bicara langsung dan memakai tameng orang tuanya.. Menceraikan istri pakai mulut orang tuanya. ..pengecut sekali ayah Chintya itu " ucap Devon murka.
Shinta cuma menangis mendengar Omelan anaknya itu.
.
.
Dewi langsung pulang dengan Donna. Mereka menuju ke mobil masing masing.
__ADS_1
" Mas Krisna begini pasti gara gara istri mudanya itu.." ucap Donna kesal .Ia kesal karena kini akan kehilangan sumber uangnya .
" Sudahlah Donna...Kita memang bukan istri yang baik. Kita ada karena harus memberikan keturunan untuk mas Krisna..Dan karena diantara kita tidak ada yang bisa punya anak sudah sepantasnya kita di depak.." hibur Dewi.
" Aku beda ya dengan kamu...aku bisa punya anak tapi aku blm boleh punya anak karena terikat kontrak kerja. Tidak mandul sepertimu..." Donna malah n y o l o t padahal Dewi ingin menghiburnya.
" Jaga bicaramu...Setidaknya aku bukan wanita tukang selingkuh sepertimu " ucap Dewi seraya masuk ke mobilnya.
"'Sialan..." ucap Donna kesal seraya masuk mobilnya pula. Kemudian mereka segera meninggalkan rumah mertuanya itu.
.
.
.
.
Krisna dan Nova yang mendatangi halaman depan yang tampak lengang itu heran. Kenapa tidak ada seorangpun yang ada di sana. Padahal mereka tadi cuma memetik strawberry dan kemudian mandi dan berganti baju. Namun ketika selesai tak ada seorangpun di sana.
" Mereka sudah ku usir semua.." kata Rani menjelaskan kepada keduanya.
" Istrimu cukup Nova saja...Ketiga istri mu yang lain itu sedang dalam proses perceraian yang di tangani pengacara kita" tambah Robbi pula.
Nova dan Krisna ternganga. Ternyata ucapan kedua mertuanya dulu itu bukan main main. Mereka benar benar akan memisahkan Krisna dari ketiga istrinya. Tapi jika seperti ini , adil kah itu bagi mereka? Nova tiba tiba di r u n d u n g rasa bersalah.
" Papa Mama...Kenapa selalu membuat keputusan sendiri ? Kenapa tidak merundingkannya dulu dengan ku...Aku ini seperti pria yang tidak punya martabat di mata para istriku .. Semua harus serba keputusan kalian...Menikah karena keinginan kalian...bercerai pun juga karena kalian....Aku seperti bidak yang kalian mainkan ke sana kemari sesuka hati kalian !! " ucap Krisna kesal .
" Ini demi kebaikan kalian berdua . Ini yang terbaik untukmu dan Nova " jawab Robbi.
" Kalian sungguh keterlaluan !! " ucap Krisna keras seraya pergi dari rumah itu dengan marah.
" Nova.. kamu tenang saja sayang...kami yang akan membereskannya..." kata Rani.
" A...aku mau pulang dulu Ma.." Nova pun segera pamit dan pergi. ia masuk ke mobil dan sopir pribadinya segera mengantarkannya kembali ke rumahnya.
.
.
Memang aku ingin menjadi istri satu satunya ...tapi tidak seperti ini ..aku ingin Om mas memilihku karena mencintai ku ..Bukan karena keputusan sepihak dari mertua ku seperti ini...
Kalau seperti ini aku yang tersudut bakal di benci Mbak Shinta, mbak Dewi dan Mbak Donna....
Terlebih aku juga sudah minta cerai pada Om mas...
Apa yang harus ku lakukan...
.
.
.
__ADS_1
Nova benar benar bingung. Ia tak tahu lagi apa yang harus di lakukan nya. ..