ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
47. PERTEMUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Nova tiduran di kamarnya. Ia memeluk boneka panda raksasa itu. Sejak Krisna menceraikannya , hidupnya terasa hampa. Apalagi Krisna sudah tidak pernah datang ke tempatnya lagi. Juga tidak pernah mengirim pesan sama sekali. Ia begitu kesepian dan merasa sendiri. Jauh dari orang tua dan kini juga hidup sendiri.


.


Apa aku kembali ke rumah orang tua ku saja...Di sini aku cuma seorang diri. Ada Bibi, sopir dan satpam tapi aku tak punya teman bicara dan berbagi cerita...rasa nya benar benar sepi...


Mbak Shinta bohong...mbak Shinta bilang Om mas mencintai aku...tapi nyatanya ...Dia juga menceraikan aku....


.


.


" Apa itu..." Nova melihat sebuah kotak kecil saat ia membuka meja n a k a s di samping ranjangnya. Sebuah kotak perhiasan dengan pita di atas nya. Ia kemudian membuka kotak tersebut, sebuah kalung emas putih dengan model hati lengkap dengan surat nya. Dan sebuah kartu ucapan.


' Selamat ulang tahun C i l...Sweet seven teen...Semoga kau bahagia selalu...' ❤Krisna


Nova menitikkan air matanya. Ia baru tahu jika Krisna memberikan hadiah itu untuk nya. Mungkin kala itu Krisna bermaksud memberikan hadiah itu untuknya namun ia terbawa amarah saat melihat Devon ada di rumahnya hingga terjadi lah peristiwa itu.


Ia tak bisa memungkiri Krisna selama ini sudah begitu baik padanya. Memberinya hidup nyaman dan berkecukupan, menyekolahkannya, dan selalu membantu semua masalahnya. Bahkan juga memakmurkan keluarganya. Kehidupannya dan keluarganya berubah 360 derajat semua juga berkat Krisna.


" Om mas...." Nova pun tak kuasa menahan tangisnya lagi. Ia menggenggam kalung pemberian Krisna itu sembari memeluk bonekanya lagi.


.


.


Beberapa hari kemudian....


" Non Nova menangis terus Tuan Kiky... Tiap malam saya dengar tangis nya . Dia juga mengurung diri di kamarnya..." Bibi melapor pada Kiky melalui telponnya. " tidak makan teratur dan dia juga sudah tidak masuk sekolah beberapa hari ini. .."


" Bagaimana Tuan Krisna..." tanya Kiky.


Krisna menghela nafas panjang. " Dia harus membiasakan diri..."


" Sepertinya Tuan Krisna harus ke sana. Saya rasa lebih baik anda berdua saling bicara.. Dia masih terlalu muda...Mendadak di paksa menikah kemudian mendadak bercerai....Itu terlalu berat untuk gadis seusia dia..."


" Dia itu trauma dengan ku..Dia takut denganku...Dia melihatku saja seperti orang jijik . Dia pasti benci padaku..." sangkal Krisna .Kiky terdiam.


" Sudah biarkan saja dia...Ia memang harus belajar berpikir dewasa "


.


.


.


Devon dan Ayu mendatangi Nova di rumahnya. Nova tampak sayu dan lebih kurus dari sebelumnya.


" Kau kenapa Nova ..cerita pada ku kalau ada masalah .." kata Ayu.


" Maaf Mbak ..Saat ini aku tidak bisa cerita ..." Ayu hanya bisa mengangguk ." Devon Maaf tempo hari aku juga tidak bisa ikut r e w a n g di rumahmu "


" Tidak apa apa Nova .." ucap Devon. Devon mengerti , Nova butuh waktu untuk sendiri karena ia tahu , Papanya memutuskan untuk menceraikan semua istrinya termasuk Nova sepeninggal ibunya.

__ADS_1


.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


Nova mendapat tamu tak terduga yakni keluarganya dari Desa .Ibu , Ayah dan Kakaknya. Namun kunjungan mereka itu justru membuatnya kian pusing.


" Rumahmu bagus juga Nova...besar , luas megah ..Hidupmu benar benar beruntung di nikahi pria tua itu .." kata Nira kakaknya yang berparas cantik dan berotak cerdas itu .


Nova cuma menghela nafas panjang.


.


.


Seharusnya kau saja yang menikah dengannya Kak...... Kalau kau yang menikahinya, aku tak kan pernah merasa menderita dan terpuruk seperti ini...


.


.


" Sudah beberapa bulan ini kami tidak di beri jatah lagi... kata asistennya kau yang melarang dia .Terus sekarang bagaimana dengan kami...Kami butuh banyak uang....untuk makan dan kebutuhan hidup sehari hari...Belum lagi untuk biaya kuliah kakak mu.." kata Ibunya lagi.


" Dia bukan sumber uang kalian ...kalau kalian butuh uang bekerjalah...Kau juga kak..Sampai kapan kau mau bergantung terus pada Ibu dan Ayah ..kau sudah mau lulus..kau harus mencari kerja...Jangan minta minta lagi padanya ..karena dia bukan lagi suami ku ..Aku sudah di ceraikan nya " kata Nova kesal karena seluruh keluarganya menyalahkannya


" Apa?... Cerai ?...Kau ini bodoh sekali..." kata Nira.


" Pantas saja dia sudah tidak mau memberi uang lagi ..kau memang bodoh...tak berguna...Sudah di beri hidup enak malah melepasnya begitu saja.." kata Ayahnya


" Padahal kerjaan mu mudah ...Tinggal pasang badan jika dia minta jatah..Terus minta uang ...kenapa malah bodoh bercerai dengannya .."kata Ibunya pula


" Kalian ini kenapa seenaknya semua...Aku ini anak kalian ..aku bukan mesin pencari uang...sudah memaksa aku menikah dengan seenaknya...padahal seharusnya kak Nira yang menikah dengannya .. Semua gara gara kalian...aku seperti ini ..aku benci kalian!! " teriak Nova kesal dengan sikap keluarganya itu. Bukan menyemangati , atau menanyakan keadaannya tapi malah menekan dan menyalahkannya. Keluarga macam apa yang tega menjual putri mereka demi uang.


Nova berlari keluar rumah. Ia menyuruh sopirnya membawanya pergi dari rumah itu .Entah kemana, yang penting tidak melihat keluarganya lagi.


Bahkan mereka masih sempat sempatnya mengirim pesan pada Nova .


' Cepat minta rujuk dengannya...jangan bodoh mau bercerai dengan sumber uang itu .." kata kakaknya


' Kalau perlu minta maaf dan bersujud di kakinya agar dia mau menerima mu kembali ... ' kata Ibunya pula


' Bulan ini Ayah butuh banyak uang .. Minta dari Suami mu itu .. ayah tidak ingin berhutang pada rentenir lagi ' Ayahnya juga sama sama menekannya.

__ADS_1


.


.


Bodoh ..masa bodoh dengan mereka semua ...aku tidak mau tahu lagi ..Terserah mau berhutang ke rentenir atau siapapun...Biar kak Nira ganti yang di jual...Biar dia tahu rasa...


.


.


" Mau kemana Non ?" tanya sopirnya


" Ini dimana ?" tanya Nova balik..


" Ini dekat pantai waktu itu..." jawab Sopirnya.


" Turunkan di sini saja ..Aku mau ke pantai itu . Kau boleh pulang .." kata Nova


" Tapi Non...Ini jauh dari rumah ..Dan juga sudah sore ..."


" Tidak apa apa ..aku bawa dompet dan hp ..aku bisa naik taksi nanti ." kata Nova. Kemudian ia segera turun dari mobil tersebut dan berjalan menuju ke pantai.


Ia ingin melepaskan semua beban hidup yang di rasakan nya dengan menikmati pemandangan indah pantai melihat waktu sunset .Mungkin dengan begitu ia bisa sedikit terhibur.


Nova terduduk di pasir putih sambil melihat pemandangan yang terhampar di depannya. Nova kemudian melangkahkan kakinya menuju ke bukit yang dulu pernah ia daki bersama Krisna kala itu. Melihat pemandangan pantai yang lebih indah dari puncak pulau kecil itu.


Nova tak bisa berkata sepatah katapun saat ia melihat sesosok pria yang juga berada di sana. Dari sosoknya, tinggi badan dan perawakannya ia benar benar mirip dengan Krisna. Dan saat pria itu menoleh ia pun juga sama sama terkejutnya saat melihat Nova.


" Om mas ?"


" Nova? "


Keduanya saling terpaku di tempatnya dan saling berpandangan satu sama lain.


.


.


Bagaimana Om mas bisa ada di sini... Sepertinya ia tiba lebih dulu dari ku .. jadi tidak mungkin dia mengikuti aku...Ini benar benar sebuah kebetulan...


.


.


Krisna yang juga saat itu pergi ke pantai untuk mendinginkan pikirannya , juga tidak menyangka jika akan bertemu Nova di sana.


.


.


C i l...mengapa kau kelihatan seperti baru menangis ?...Dan juga juga kenapa jadi lebih kurus sekarang....Apa berpisah denganku begitu menyakitimu... Apakah kau sebenarnya tak ingin berpisah denganku ?


.

__ADS_1


.


__ADS_2