
Krisna yang selesai bercinta dengan Donna mandi dan membersihkan dirinya.Ia berencana hendak tidur setelah capek dengan pergumulan dengan ketiga istrinya. Ia begitu terkejut saat hendak berganti baju dan membuka lemari , ia mendapati Nova yang meringkuk sambil menutup kedua telinganya.
" No... Nova??!!" Krisna nampak terkejut dengan mata yang terbuka lebar. "Sedang apa kau ?..... Sejak kapan kau di sini?....."
Nova tak menjawab , ia hanya menangis saja .Bahkan sampai sesenggukan.
" Jangan jangan ... Kau ...Kau melihat aku dengan mereka bertiga?"tanya Krisna.
Nova tak menjawab. Tangisnya makin menjadi. " Astaga...." Krisna menepuk dahinya. Ia benar benar pusing. Ia saja masih enggan menyentuh Nova karena dia masih bocah , tapi bocah itu malah melihat semua yang di lakukan nya dengan para istrinya itu.
Pemandangan panas yang tidak sepantasnya di lihat oleh bocah yang belum dewasa seperti Nova . Apalagi ia melakukan 3x dengan 3 wanita yang berbeda. Krisna melihat Nova tampak shock dengan tubuh sedikit gemetar.
" Aduh...pusing aku...." Krisna benar benar pusing. Ia tak tahu harus menjelaskan bagaimana pada Nova. Meski Nova juga istrinya, ia benar benar dibikin pusing 7 keliling
" Kenapa kau di sini sih...Ayo bangun.." Krisna membantu Nova bangun dan keluar dari lemari pakaiannya.
Krisna mendudukkan bocah itu di tepi ranjangnya. Dan kemudian mengambilkan air putih untuk Nova. Ia duduk menunggui Nova di sisinya sampai Nova tenang kembali. Krisna menyentuh dan mengusap kepalanya.
.
Dan setelah cukup lama Nova kini sudah tenang dan tidak menangis lagi. Krisna mulai mengajaknya bicara.
" Kenapa kau bisa ada di kamarku?" tanya Krisna kemudian.
" Aku cuma ngantuk mau tidur. Aku bilang pada pelayan Om mas..dan dia menunjukkan kamar ini. Waktu dengar Om mas dan Mbak Shinta masuk aku sembunyi di lemari...
Terus...kulihat Om mas begituan sama Mbak Shinta. Pas sudah keluar malah ganti Mbak Dewi dan Mbak Donna..." tutur Nova apa adanya.
Krisna cuma mendesah dan menghembuskan nafas panjang. Ia tahu Nova jujur. Karena Nova memang bocah lugu dan masih sangat polos. Ia pasti mengatakan semua sesuai dengan yang di lihatnya.
" Kau juga mau?" tanya Krisna kemudian. Ia tahu orang yang menonton video parno saja bisa panas dingin melihatnya dan tentu saja membuat mereka juga ingin melakukannya. Apalagi untuk Nova yang sama sekali belum pernah tahu dan melakukannya. Melihat 3 siaran langsung pasti bisa menimbulkan gairahnya. Dan untuk anak muda yang punya keingintahuan dan nafsu tinggi pasti akan tergiur mencobanya.
" Apa?!!" tanya Nova kaget.
" Sebenarnya aku sudah capek..tapi aku juga harus adil padamu...Kalau kau menginginkannya aku juga harus melakukannya..."
" Nggak..nggak ..nggak...aku nggak mau.." jawab Nova gelagapan. " Bukannya Om mas bilang menunggu aku lulus SMA?"
" Iya sih...tapi kau kan terlanjur melihatnya..Aku harus memenuhi hasrat mu karena kau juga istriku..." Jawab Krisna.
__ADS_1
" Aku tidak mau di sentuh bekas wanita lain!...Aku jijik!!" ucap Nova spontan dan keras.
Krisna membeku sesaat mendengar jawaban Nova. Namun ia tidak marah. Bocah itu cuma menyuarakan kejujurannya. Dan itu membuatnya ingin iseng padanya.
" Kenapa jijik..Aku kan suami mu..."
" Nggak nggak..nggak mau..."
" Ayolah NOV..coba dulu..kau nanti pasti jadi suka...ayo.." Krisna perlahan mendekat dengan senyum nakalnya.
" Tidak ..tidak..menjauh sana.." kata Nova panik dan mulai menjauh dari Krisna.
" Nova sayang... Ku jamin kau ketagihan.." Krisna pun perlahan mendekat. Nova mundur sampai ia menempel ke sandaran dipan.
" Aku tidak mau !! Punyamu besar banget..pasti sakit!!" ucap Nova sambil meringkuk di ranjang itu.
Krisna terdiam sesaat. Ia melihat Nova yang nampak panik dan ketakutan padanya.Namun mendengar yang di ucapkan nya itu membuat nya geli. Hingga akhirnya ia pun tak urung tertawa.
" hahahaha...." Krisna tertawa ngakak .Bahkan sampai menepuk ranjangnya berulang kali saking geli nya .
" Nova..nova...Kau ini lucu sekali. "ucapnya dalam gelak tawanya.
" Sini.."
Krisna menarik Nova untuk ikut tiduran di sisinya. Nova sebenarnya tidak mau. Tapi karena Krisna menariknya kuat , ia pun akhirnya terbawa .Ia berbaring di samping Krisna
" Nova..."
" Apa?" tanya Nova cepat
" Maaf ya...Kau jadi melihat yang tak seharusnya kau lihat.." ucap Krisna sambil memeluk Nova . Ia berucap dengan lembut sehingga Nova pun tidak ingin berontak dari pelukannya.
" Untuk Gadis seumuran kamu..itu masih hal yang tabu...Tapi percayalah..Aku tidak akan pernah memaksamu...Aku tidak mau kau merasa terpaksa menjadi istriku .. Meski pernikahan kita ini adalah paksaan orang tua kita.... Aku juga tidak akan memaksamu menerimaku...Kau sendiri yang menentukan pilihanmu..." Nova terdiam mendengarnya.
" Tapi sementara ini, Kita pura pura hidup sebagai suami istri yang rukun. Belajarlah rukun dengan istri istriku yang lain. Nanti kalau kau sudah lulus kau buat keputusan sendiri, tetap bersamaku atau berpisah..."
" Apa aku boleh menganggap Om mas teman?" tanya Nova.
" Kau boleh menganggap ku apa saja
__ADS_1
C i l .. Teman , Kakak , Om, atau apapun..Cuma di depan orang tuaku kau harus bersikap sebagai istriku.. Dan kewajiban utamamu adalah menghormati aku.. Suamimu ini..Mengerti kan..?"
Nova mengangguk. " Aku boleh bertanya apa saja.."
" Jangankan cuma tanya...minta apapun juga boleh...asal aku mampu..Dan tetap patuhi jadwal berkunjung ku ya..Kau harus bersikap baik saat aku mengunjungimu.." Nova mengangguk.
" Berdoa saja semoga ketiga istriku itu bisa memberiku anak laki laki..Kalau berhasil , aku bisa melepaskan mu..Kau tak harus bersamaku.Kau bebas memiliki pria lain kelak..." Kata Krisna lagi.
" Memangnya itu sangat penting ?" tanya Nova.
" Orang tuaku menyuruhku menikah lagi karena ingin mempunyai penerus. Aku sudah mempunyai 1 anak perempuan dari Shinta. Tapi dia tidak bisa lagi punya anak karena sakit. Kalau Dewi dokter memvonis dia mandul. Dia tidak bisa punya anak. Kalau Donna , karena dia sedang di kontrak menjadi brand ambasador produk iklan sponsornya , ia tidak boleh punya anak dulu. Ia rutin minum pil sehingga tidak hamil. Orang tuaku sudah berencana menceraikan mereka. Mereka berharap mendapat cucu darimu..."
" Aku akan menjadi istri tunggal Om mas?"
" Mungkin saja... Tapi jika kau pun juga gagal..Mereka pasti menyuruhku menikah lagi ..Meski aku sudah bilang kau yang terakhir. Tidak ada pernikahan lagi nantinya...Tapi aku tidak tahu bagaimana orang tuaku jika belum mendapat cucu laki laki "
.
Jadi aku harus bisa memberikan anak laki laki untuk Om mas jika ingin menjadi istri satu satunya Om mas?
Tapi kasihan juga kalau ketiga istrinya harus di ceraikan...
Tetapi berbagi suami dengan mereka aku juga tidak mau...
.
" Aku tidur dulu ya C i l...Ngantuk.." ucap Krisna sambil memeluk erat Nova. Ia benar benar mengantuk sehabis berhubungan intim dengan 3 wanitanya.
" Om mas..."
" Hem..."
" Apa... Itu sakit saat ..melakukannya ?" tanya Nova ingin tahu.
" Kalau masih perawan Iya..pada awalnya saja... Nanti lama lama juga tidak..." jawab Krisna sambil memejamkan matanya.
Krisna tersenyum simpul. Ia tahu Nova mulai penasaran. Apalagi dengan ceritanya yang seolah memberi harapan pada dirinya untuk menjadi satu satunya istrinya. Wanita mana yang tidak mau menjadi istri satu satunya pengusaha kaya dan tampan itu meski usianya sudah terhitung banyak..
Krisna tak menjawab lagi karena ia sudah terlelap dalam tidurnya. Ia memeluk Nova erat. Nova pun akhirnya juga tertidur sambil menggenggam tangan Krisna.
__ADS_1
.