
Mereka turun dan melangkah menaiki lift menuju ke restoran dalam mall itu. Dan tentu saja mereka berjalan dengan berjauhan. Evan melangkah lebih dulu Nova di belakang. Nova melihat sosok Evan yang bertubuh tinggi jangkung namun sedikit kurus itu membuat ia teringat pada Krisna.
Rasanya seperti D e j a v u.. Dulu aku berjalan sambil menatap punggung Om mas ... Sekarang melihat punggung Kak Evan...
Mirip tapi beda....
Om mas juga tinggi tapi tubuhnya kekar ..sedang Kak EVANO sama tinggi tapi badannya tidak besar...
Ya Tuhan...Kenapa akhir akhir ini aku selalu teringat Om mas ya...Kenapa aku tidak bisa melupakannya...
Nova menabrak tubuh Evan yang tiba tiba berhenti mendadak seperti melihat sesuatu.
" Aduh..." Nova memegangi kepalanya yang berbenturan dengan punggung Evan. Sedang Evan nampak tak bergeming.
Nova melangkah ke sebelah Evan dan melihat sesuatu yang menyebabkan Kakaknya itu mematung di tengah keramaian mall. Evan nampak melihat ke seorang wanita cantik berkulit putih yang menggandeng seorang pria tampan dengan kulit sawo matang. Dan mereka nampak begitu mesra . Senyuman manis tergilas di wajah wanita itu sambil menatap pria yang di gandeng nya. Pasangan itu berlalu tanpa menyadari Evan yang menatap mereka.
" Kak ??"
Saat sosok pasangan itu tak nampak lagi EVANO baru mengalihkan pandangannya ke Nova yang bengong .
" Maaf ya .. yuk...ke tempat Mama ..
aku r a d a k lupa...kau duluan saja Nova " ucap Evan yang kini sudah bisa bersikap biasa kembali .
" Iya kak..." Nova kemudian berjalan lebih dulu. Evan mengikuti nya. Kini ganti ia yang memperhatikan sosok Nova yang memakai celana jeans dan sweater dan berhijab itu melangkah di depannya.
" Nova .. "
" Ya? " Nova menoleh ke belakang.
" Kalau di lihat lihat kamu kecil sekali tenyata ...Seperti anak SMP..." ucap Evan sambil tertawa.
" Hah... aku sudah lulus SMA Kak ..tinggi ku 157.. banyak yang lebih pendek dari aku... kalau rata sih...aku sudah sedikit tumbuh..."
" Apa yang rata ?" tanya Evan geli.
Astaga ..ngomong apa aku ...gara gara kebiasaan dulu...kalau ngomong fisik...aku selalu di ejek bertubuh rata seperti papan cuci...
Aduh...mulut ku ini... ngomong apa sama Kak Evan
" A...itu... " Nova bingung harus menjawab apa. Evan menahan tawa nya.
" Tinggi Kakak berapa? " Nova mengalihkan pembicaraan .
" 180 "
" Kakak keturunan jerapah ??.." ucap Nova yang kalah jauh tingginya dari Evan.
" Hahaha..." Evan tertawa geli ." Kamu lucu sekali .."
Nova menghela nafas panjang dan kemudian melangkah lebih dulu menuju ke restoran . Evan mengikutinya sambil tertawa.
" Anak Mama ceria sekali.. " ucap Heppy saat melihat kedua putra putri nya tiba di restoran. Terlebih Evan nampak tersenyum .
" Nggak kok Ma... " kata Evan.
__ADS_1
" Hem...ya sudah kamu cepat makan dulu sana sama Nova , Mama ganti yang mau pulang ..mandi...Selak gerah...Kamu bantu jaga resto dulu sampai Mama kembali .."
" Siap Bu Bos.."'
Kemudian Heppy segera pergi . Sementara Evan dan Nova menjaga Restoran itu dengan beberapa karyawan.
" Kakak mau makan apa ..biar ku ambilkan.."
" Daging jerapah ada " sahut Evan sambil tertawa cekikikan .
" ~~Hem .." Nova melirik Evan.
" Apa aja N o v... " ucap Evan tertawa sambil duduk di dekat meja belakang kasir.
Nova segera mengambilkan makanan untuk Evan . Ia mengambilkan nasi dan daging bebek 🦆 bakar lengkap dengan sambal dan lalapan . Juga jus buah.
" Bebek N o v ?" tanya Evan. " kolesterol tinggi..."
" Iya biar kak Evan sedikit berisi gak cuma tinggi saja ..tumbuh tu gak ke atas saja ... juga perlu ke samping " jawab Nova balas mengerjai Evan .
" Ooo...begitu... Ya sudah..." Evan pun tak protes lagi . Ia segera memakannya. Tak lupa ia mencuci tangan dan berdoa dulu.
Nova juga turut mengambil makanan dan makan bersama Evan. Ia makan dengan nasi dan daging ayam kampung. Namun bukan di bakar tapi di goreng.
Evan sesaat menatap Nova yang makan dengan lahap dan cepat. Sudah menjadi kebiasaan Nova sejak dulu , ia makan cepat dan banyak. Ia sampai bengong di buatnya.
" Jangan buru buru...tidak ada yang mau minta makanan mu .." kata Evan yang makan dengan pelan dan menikmati . Tidak seperti Nova yang seperti terburu buru.
Nova cuma sesaat melihat Evan dan kemudian meneruskan makannya. Ia mengabaikan Evan. Dan begitu selesai makan ia langsung membereskannya. Kemudian memakai celemek dan mulai membantu di restoran tersebut .
" Oo...dia makan buru buru karena mau cepat membantu ya..." gumam Evan. Makanannya masih terbilang utuh karena ia makan dengan pelan dan santai.
Evan melihat Nova yang yang cekatan melayani pembeli. Ia juga ramah pada para pengunjung dan juga supel dengan karyawannya. mereka nampak akrab dengan Nova.
" Ikut ke mana Kak ? " tanya Nova saat Evan mengajak nya pergi. Mamanya tidak bisa menemani karena harus menjaga Restoran.
" Ikut saja " ajak Evan. Mereka kemudian naik taksi dan pergi ke sebuah dealer mobil.
Oo...Kak Evan mau beli mobil...
Nova baru mengerti saat mereka sudah berada di sana dan Evan langsung berbicara dengan pegawai tersebut yang menyambutnya dengan ramah. Seperti sudah membuat janji.
" Evan " panggil seseorang wanita asing memanggil Evan.
Evan menoleh dan tersenyum . " Tante Lina ..apa kabar..." sapa Evan ramah.
" Baik ..Tante dengar kamu sudah lulus ..Kerja di mana sekarang ? " tanya wanita bernama Lina itu. Wanita yang nampak kaya dengan dandanan menor dan glamor dengan semua yang di kenakan nya serba brand. Belum lagi perhiasannya yang berukuran besar .....
Seperti toko berjalan...batin Nova geli...
" Masih mau magang di rumah sakit X Tante...Besok mulai kerja..." jawab Evan.
" Dokter magang ya .. Gajinya berapa itu ..huh... Kamu sudah pilih mobil nya?.. Tante kasih diskon banyak..Kan kamu belum bayaran..." ucap Lina seperti meremehkan Evan. Evan cuma tersenyum .
" Masih milih dan mau lihat lihat dulu Tante .." kata Evan biasa saja meski di pandang remeh oleh wanita itu.
__ADS_1
" Ya sudah...kau pilih saja .. Nanti kalau sudah bilang saja pada ku .. " Evan cuma mengangguk . Wanita bernama Lina itu pun segera pergi.
Evan melihat katalog dan kemudian menunjuk ke sebuah gambar di mana karyawan itu segera menunjukkan mobil itu untuk melihat nya langsung.
Wah....Selera kak Evan tinggi banget...Mobil P*Jero.. Gila...ini mobil mahal ..
Nova ternganga saat melihat mobil mewah berwarna hitam itu. Memang sesuai dengan harganya . Mobil itu desainnya sangat bagus dan berkelas. Sangat cocok untuk calon Dokter seperti Evan..
" Aku ambil yang ini .." kata Evan.
" Tunai atau kredit ? " tanya pegawainya.
" Cash tapi lewat mobile ya .." jawab Evan.
" Diskon nya ..Nyonya Lina tadi bilang .."
" Tidak usah..." jawab Evan seraya mentransferkan uang sejumlah harga mobil itu ke rekening yang di berikan Pegawai tersebut.
Sesudah mengurus berkas surat suratnya , dan check kendaraan , Pegawai itu menyerahkan kuncinya pada Evan.
" Sudah pilih Evan? " tanya Lina lagi sambil mendatangi Evan bersama seorang wanita muda.
Evan sesaat terdiam melihat wanita muda yang berjalan di belakang Lina. Nova mengenali itu sosok wanita cantik yang kapan hari di lihatnya bersama Evan di mall. Bahkan Evan sempat mematung saat melihat wanita itu dengan seorang pria yang begitu mesra .
" Halo Evan...apa kabar ? " ucap wanita muda itu sambil mengulurkan tangan pada Evan. Evan membisu sambil menatap sosok cantik itu. Ia tak bergeming , seolah waktu berhenti di sana.
Nova merasa kan keanehan. Kenapa Evan bisa seperti itu . Evan seperti patung yang membeku.
" Baik ... Kami juga sudah memilih Mobilnya " Nova menerima uluran tangan dari wanita itu menggantikan Kakak nya.
" Hah ? Kamu siapa ? " tanya nya heran.
" Aku Nova .. "
" Kamu kesini dengan EVANO...kamu siapa ..apanya Evan? " tanya wanita muda itu lagi.
" Aku a..." Nova baru saja ingin memberitahu jika ia adalah adik Evan . Namun Evan dengan cepat menyahut.
" Tunangan ku ... Dia calon istriku " sahut Evan cepat. Sembari itu ia meletakkan tangannya di bahu Nova dan membawanya kian dekat dengan Evan.
" Apa ?! " Nova, wanita itu dan Ibunya nampak terkejut sekali.
Terlebih Nova. Ia pun juga kaget sekali saat mendengar ucapan Evan dan juga sikapnya.
" Calon istri ?" ucap Wanita itu tak percaya.
" Benar Dinda...Nova calon istriku.." Evan menjawabnya cepat untuk lebih meyakinkan Keduanya. Dan itu membuat wajah wanita muda bernama Dinda itu langsung pucat.
Oh...aku mengerti sekarang... Wanita ini sepertinya punya perasaan pada Kak Evan. Dan kak Evan pun juga sama.... Sepertinya sih mereka mantan pacar ya...
Kalau begitu aku bantu Kak Evan saja...
" Ih...Mas Evan ini.." ucap Nova malu malu sambil balas merangkul tubuh Evan.
Evan Membelalakkan matanya dan kemudian tersenyum getir. Namun mereka berusaha senatural mungkin berpura pura di depan kedua wanita kaya yang sombong itu. Nova dan EVANO tersenyum meski di buat buat. Mereka hanya berusaha agar wanita di depannya itu percaya pada ucapan mereka .
__ADS_1