
Heppy tersenyum bahagia melihat Evan dan Nova turun dengan bergandengan tangan mesra . Nova tampak malu malu pula. Sedang Evan tersenyum cerah.
" Ayo sarapan dulu...Kalian isi tenaga dulu ... Nanti lembur lagi.." kata Heppy.
" Mama ini apa sih..." ucap Evan sambil duduk. Nova melepaskan tangan Evan dan memegang kedua pipi nya dengan wajah kian memerah. Semua itu tak luput dari pandangan Heppy , Nova yang tersipu dan memakai baju Evan pula. Juga sepintas ia melihat tanda merah di leher Nova yang berusaha di sembunyikan oleh Nova di balik rambut panjang indahnya .
" Nova ...kamu yang melayani Evan ya mulai hari ini ya... "
" Iya Ma... " Nova pun segera bangkit dan mengambilkan piring dan makanan untuk Evan . Evan pun segera memakan makanan yang di ambilkan Nova tanpa protes sedikit pun. Ia menikmati saja yang di ambilkan Nova dari hidangan yang di siapkan di meja.
Nova pun juga kemudian makan perlahan . Ia makan dengan tenang tidak seperti dulu yang makan cepat dan lahap.
" Evan , Nova kalian mau bulan madu kemana ? "
" Uhuk uhuk..." Nova langsung tersedak mendengar ucapan Ibu mertuanya itu.
" Minum dulu.." Heppy memberikan segelas air putih pada Nova. Sementara Evan mengusap leher dan punggung Nova untuk meredakan batuk Nova.
" Di rumah saja Ma..." ucap Evan kemudian.
" Tidak bisa begitu dong...Kalian kan pengantin baru..harus bulan madu..wajib itu.. "
" Kan sama saja Ma.. Lagian aku juga tidak bisa cuti lama.."
" Mama carikan tempat bulan madu dekat sini saja..."
.
.
Nova dan Evan akhirnya menurut saja pada keputusan Heppy. Dan sesaat kemudian mereka sudah menuju ke bandara dengan di antar Heppy dan sopirnya dengan membawa sebuah koper besar.
" Nginapnya cuma 3 hari barang bawaannya kayak orang mau mudik Ma.." kata Evan .
Heppy cuma tersenyum mendengarnya. " Selamat jalan... Semoga selamat dan lancar di perjalanan... hati hati di jalan...Dan pulang nanti cepat bawa kabar gembira ..Mama tunggu cucu Mama..." kata Heppy penuh senyum bahagia tersungging di wajahnya.
" Mana bisa seperti itu Ma..."
" Berusahalah Evan...Mama pingin cepat menimang cucu.."
.
.
Ya Ampun...Mamah Heppy ini ... Terlalu tinggi berharap...
Rasanya tidak enak mengecewakannya jika dia tahu pernikahan kami cuma di atas kertas..
.
.
Nova pusing mendengar harapan Ibu asuhnya yang kini sudah menjadi ibu mertuanya itu. Sedang Evan cuma tersenyum..
.
.
Maaf ma...Aku terpaksa berbohong.. Nova dan aku sama sama belum bisa melupakan orang yang kami cintai...
Semoga Mama tidak kecewa jika suatu saat jika mengetahuinya...
__ADS_1
.
.
......................
.
.
.
.
.
Evan dan Nova kemudian naik pesawat bersama. Mereka sempat melambaikan tangan pada Heppy sebelum masuk ke dalam kabin pesawat.
Evan dan Nova masuk ke kabin khusus yang di pesankan oleh Heppy. Sebuah ruang yang cukup luas dengan tempat duduk dan juga tempat tidur di tengahnya.
Nova kemudian duduk di ranjang tersebut . Sedang Evan memilih duduk di kursi.
" Kak...Aku merasa tidak enak berbohong pada Mama...Kita berpura pura seperti pasangan bahagia dan membohongi Mama..." kata Nova.
" Habis gimana lagi Nova...Apa kita jadi suami istri sungguhan saja ? Mau kamu ?" tanya Evan.
Nova langsung menggeleng. " Mana bisa ...Kak Evan saja masih mencintai Mbak Dinda..."
" Kita mulai dengan berdamai pada keadaan dulu Nova..... Mungkin nanti perlahan kita bisa saling mencintai.. " kata Evan mencoba bijak.
" Caranya ? "
Nova menatap Evan yang tampak menyikapi semuanya dengan bijaksana. Ia sama sekali tidak ingin memaksa Nova untuk harus langsung menerimanya saat itu juga. Juga tidak memaksa untuk melakukan kewajiban nya sebagai istri. Ia mengagumi kebesaran hati Evan itu. Sudah berusaha menyenangkan orang tuanya, juga tidak memaksakan kehendak padanya.
" Sini Nov.. " ucap Evan sambil menepuk ranjang itu untuk memberi isyarat agar Nova mendekat.
Nova nampak ragu untuk mendekat , namun karena ia yakin Evan tidak akan memaksanya seperti yang di lakukan Krisna dulu, ia kemudian menurut padanya. Ia mendekat pada Evan yang kini tiduran di ranjang itu. Ia pun tiduran juga di sisi Evan .
" Kak Evan..." ucap Nova kala Evan memeluk Nova dan membawanya tidur dalam pelukannya. Nova dag dig dug tidak karuan saat berada di pelukan Evan yang mulai memejamkan matanya.
" Aku tidur dulu ya Nov... Rasanya capek...semalam tidak bisa tidur..." ucap Evan
.
.
Apa kak Evan tadi malam juga susah tidur?.... Apa dia tidak nyaman karena ada aku di sisinya?.... Tapi kalau itu benar ....kenapa sekarang dia memelukku...?
.
.
Evan memejamkan matanya. Hembusan nafasnya terdengar pelan mengenai telinga Nova.
.
.
Bagaimana aku bisa tidur...Kemarin sangat tidak nyaman sekali..Melihat Nova melepas hijabnya dan memakai dress itu ...otakku traveling...Rasanya begitu tergoda untuk menyentuhnya...Ingin memilikinya. ..
Andai saja hatinya milikku , aku sungguh akan menggenggamnya erat dan tidak akan melepasnya lagi..
__ADS_1
Nova terlalu cantik...terlalu menarik...Aku tak bisa mengalihkan pandanganku darinya.
.
.
Evan memeluk tubuh Nova erat. Nova yang mulai merasakan kehangatan tubuh Evan yang membuatnya nyaman karena itu mengingatkannya pada pelukan hangat Krisna , mulai mengantuk. Sudah begitu lama ia tidak tidur dalam pelukan nyaman seorang pria. Dan ia sangat merindukannya.
Nova menyentuh tangan Evan yang memeluknya dan menggenggamnya erat pula. Dalam pikirannya , ia membayangkan jika yang memeluknya itu adalah Krisna..
" Om mas.... " ucapnya pelan . Sayup sayup Evan mendengar nya.
.
.
Dalam tidur pun yang dia ingat juga pria itu... Pria itu meninggalkan kesan yang mendalam di hati Nova.. Apa aku sanggup menggesernya...
.
.
Evan mendaratkan sebuah ciuman manis di kepala Nova sebelum akhirnya ia pun juga tak kuasa menahan rasa kantuknya.
.
.
Dinda...apa aku juga sanggup melupakanmu dan menggantikanmu dengan Nova?...
Kau dan aku kini sudah sama sama menikah...Sudah ada orang lain di sisi kita yang lebih berhak atas diri kita...Kau milik suami mu Dylan...Dan aku milik istriku Nova..
Ya Allah...jika memang Nova adalah jodoh sejati ku...kuatkan hati kami... Satukan hati kami dalam cinta....hilangkanlah rasa cinta yang tak seharusnya ada di hati kami...Teguhkan hati kami dalam mengarungi rumah tangga...Jadikan rumah tangga kami rumah tangga yang Engkau berkahi dan Engkau ridhoi..
Amin...
.
.
Evan hanya bisa berdoa demi kebaikan rumah tangganya . Ia hanya bisa menyerahkan semuanya pada Tuhan. Ia ingin kelak rumah tangganya menjadi rumah tangga indah yang penuh berkah.
.
.
......................
Sementara itu Krisna yang kini sedang terpuruk dan patah hati berat melarikan diri dengan mabuk mabukan dengan di temani Kiky. Ia hanya ingin mabuk dan melupakan semuanya. Ia ingin melupakan Nova yang kini telah menjadi milik orang lain.
" Nova.... Nova... Aku rindu... " ucapnya dalam ocehan mabuknya.
Semua sungguh berat di rasakan oleh Krisna yang begitu mencintai Nova. Demi anak, ia rela menceraikan Nova padahal di hatinya , Hanya nama Nova saja di antara semua istri nya yang tersimpan di lubuk hati terdalamnya. Selain itu ia juga merasa sangat bersalah telah memaksa Nova untuk menjadi miliknya. Setelah menuduhnya selingkuh dengan Devon.
.
.
" Ini karma ku...Karma untuk seorang Krisna yang serakah...suka poligami dan tidak adil.....aku mempermainkan perasaan wanita.... Sekarang bahkan tak ada satu pun dari mereka yang bersama ku...." ocehnya.
" Tuan Krisna..." Kiky memandang iba pada majikannya yang tampak menyedihkan itu.
__ADS_1