ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
62. CINTA BARU


__ADS_3

" Mau nyalain juga? " tanya Evan seraya memberikan kembang api lain yang belum


nyala pada Nova dan menghidupkannya. Kemudian Nova memegangnya dan menarikan tangannya sambil tersenyum . Evan pun tersenyum pula.


" Hati hati..." tak lupa ia mengingatkan Nova karena benda panas berpijar itu juga berbahaya jika sampai tersentuh.



Nova kemudian duduk di sisi Evan yang masih ingin menyalakan kembang api itu sampai sekotak habis.



" Indah..." ucap Nova saat melihat warna warni kembang api yang tepancar di depannya itu.


Evan cuma tersenyum. Terlebih saat tangan Nova melingkar di lengan kirinya dan menggenggam nya erat. Sesaat ia menoleh pada Nova dan mengecup lembut keningnya. Nova tersenyum .


" Kak Evan..."



" Hem.."



" Terlalu indah..."



" Apa?"



" Seperti mimpi..."



Evan tersenyum. " Mau mimpi yang lebih indah lagi? " tanya Evan kemudian. Nova langsung tersipu mendengarnya. Ia bukan gadis kecil lagi yang tak mengerti apa yang di maksud oleh Evan.



" Boleh ? " tanya Evan seraya mematikan kembang api tersebut dengan menancapkannya ke tanah. Nova tak menjawab , namun ia memberikan anggukan kepalanya.



Evan kemudian menghadap Nova yang menatapnya dengan malu malu. Dan kemudian ia perlahan mendekat dan mengecup lembut bibir Nova. Nova memberikan balasan padanya. Dan kemudian Evan mengecupnya kembali dengan sangat pelan seolah sedang menikmatinya. Bibir mereka menyatu , saling bertautan , memagut ringan dan saling berbalas. Nova dan Evan memejamkan matanya menikmati saat bibir mereka saking bersatu dan saling menuntut.



Ciuman mereka awalnya pelan namun lama kelamaan kian memanas. Semakin lama semakin menurun. Evan menyusuri leher Nova dan memberikan tanda kepemilikan di sana. Nafas mereka mulai menderu dengan aliran darah yang semakin naik. tangan Evan pun mulai aktif . Ia turut membuka baju Nova dan menyentuh bukit kembar kecil Nova. Bersamaan dengan lidahnya yang menyeruak masuk ke dalam mulut Nova dan bermain main di sana, tangannyapun mulai memainkan buah dada Nova. Meremas dan memilin ujung nya.



" Ah..." Nova mengeluarkan suaranya saat sentuhan demi sentuhan dari Evan datang bertubi tubi .Ia tak kuasa menahan hasratnya yang kian menggelora . Tubuhnya pun mulai menuntut untuk di puaskan.



Nova tampak lemas dan dengan Nafas memburu . Sama halnya dengan Evan , ia yang memberikan sentuhan ke tubuh Nova pun juga mulai menegang. Kejantanannya pun yang sudah bangkit sedari tadi ingin segera masuk ke sarangnya.



Evan mengangkat tubuh Nova yang sudah polos ke atas tempat tidur dan membaringkanya perlahan. Ia kemudian juga melepaskan semua kain yang menutupi tubuhnya hingga ia tidak mengenakan apapun lagi.



Evan menyalakan lampu nakas sehingga kamar tersebut mulai terang meskipun tak begitu terang.



" Kak..." Nova menutupi wajahnya karena malu tubuh polosnya terlihat oleh Evan .



" Aku ingin melihat mu Nova..."



Nova perlahan membuka jemari lentik yang menutupi wajahnya..Wajahnya nampak tersipu malu dengan pipi yang merona. Wajah cantik Nova itu yang begitu menggoda itu kian menggairahkan Evan.



" Indah...Cantik..." ucap Evan.



Nova kian merona. Dan itu membuat Evan semakin ingin cepat bersatu dengan Nova.


__ADS_1


" Boleh ?" tanya Evan lagi. Nova mengangguk. Dengan debaran kencang yang begitu bergemuruh di dadanya , Nova membiarkan Evan mulai membuka kakinya dan memposisikan miliknya bersiap menembus Nova.



Sebelum itu Evan mengucapkan doa telebih dahulu. Nova menatap Evan dengan tegang. Ia mulai merasakan saat benda keras itu perlahan memasukinya.



" Ah..." Nova menggigit bibirnya yang bergetar saat merasakan sedikit sakit . Evan memperhatikan ekspresi Nova yang nampak kesakitan kala celah sempit itu perlahan di masuki nya.


.


.


Sakit kah ?...


Sepertinya sakit...Nova kan baru sekali melakukannya dan itu sudah beberapa tahun lalu. Tentu saja merapat kembali. .Ini rasanya seperti mencari jalan baru ..


.


.


.


Evan merasakan sedikit kesulitan untuk memasukinya. Entah karena jalannya terlalu sempit atau karena miliknya yang ukurannya juga diatas rata rata.


" Maaf Nov... Tahan sedikit ya.." ucap Evan seraya menggerakkan perlahan miliknya dengan gerakan maju mundur. Awalnya pelan namun kemudian mulai cepat dan memaksa. Dengan penekanan dan lebih bertenaga.



" Ah..." Nova menutup mulutnya dengan kedua tangannya menahan sakitnya. Air mata nya muncul di sudut matanya . Evan akhirnya menghentaknya cukup keras untuk mendorong miliknya hingga akhirnya berhasil tenggelam sempurna.



Evan menyisihkan tangan Nova dan kemudian mencium bibir Nova sembari menggerakkan tubuhnya. Nova memeluk tubuh Evan erat saat Evan mempercepat gerakannya. Dan perlahan rasa sakit itu menghilang berganti dengan rasa nikmat. Suara \*\*\*\*\*\*\* mereka mulai terdengar bersahutan memenuhi seluruh ruang . Mereka merasakan sebuah sensasi kenikmatan yang sangat indah laksana berada di alam surgawi. Mereka seolah melayang terbang ke alam kenikmatan yang tiada bandingnya lagi.



Setelah cukup lama Evan memacu tubuh Nova , ia mulai merasakan tubuhnya menegang. Ia akan segera mencapai puncaknya. Ia semakin menguatkan serangannya. Nova pun menegang pula



" Kak..."




Evan mengecup lembut bibir Nova dan Nova pun membalasnya.


.


.


Selamat tinggal Om mas...Cinta pertama ku...Mulai hari ini aku akan hidup bersama pria ini...Aku akan mencintai pria ini satu satu nya di hidup ku dengan seluruh hati ku...


Kisah ku denganmu ...menjadi istri ke 4 mu berakhir sudah... Jodoh kita cuma singkat namun memberikan pengalaman berharga untukku...


Aku akan menjadi istri satu satunya...dari pria ini...Kak Evano.... Dia cinta terakhir ku...


Aku akan menjalani semua dengannya, suka duka...dan semoga kali ini rumah tanggaku akan berakhir bahagia...


.


.


" Apa yang kau pikirkan ? " tanya Evan sambil mengusap peluh di dahi Nova sambil membelai rambut Nova.



" Aku...bahagia... " jawab Nova sambil tersenyum . Evan pun tersenyum pula. " Aku akan belajar mencintai kakak..."



" Terima kasih Nova...Aku tersanjung..."



" Kakak tidak belajar mencintai aku? " tanya Nova . Evan tersenyum tapi menggeleng.



" Kakak jahat... Ini tidak adil...Aku belajar mencintai Kakak..tapi Kakak tidak mau membalas perasaanku.." ucap Nova manyun. Evano tersenyum.



" Jadi Aku harus belajar mencintai mu pula? " tanya Evan.

__ADS_1



" Nggak usah..." jawab Nova kesal. Evan geli melihat Nova yang ngambek itu.



" Ya sudah aku akan belajar mencintai kamu juga..." Evan pun akhirnya mengalah.



" Nggak usah memaksakan diri.." sahut Nova kesal.



" Hihihi...ya ampun ...istri ku ini tenyata gampang ngambek.." Evan malah meledeknya. Nova manyun.



" Bagaimana nih.. Aku sepertinya semakin jatuh cinta padamu..."



" Hah ? " ucap Nova tak percaya.



Evan tersenyum dengan begitu manisnya.


" Aku sudah jatuh cinta padamu...dan setelah memiliki mu aku semakin jatuh cinta padamu... Jadi tak perlu belajar lagi...kau sudah memiliki hatiku.."


" Hah ??" Nova bengong



" Aku jatuh hati padamu saat pertama kali melihat mu di bandara itu Nova...lebih suka lagi saat kita liburan di Bali waktu itu...aku suka menghabiskan waktu bersama denganmu...Snorkel, diving...sangat menyenangkan bersama denganmu..."



" Tapi di rumah sakit itu , aku melihat Kakak berciuman sama mbak Dinda.."



" Namanya juga mantan pacar 6 tahun ...tentu saja aku punya rasa tersisa padanya.. Kau saja masih sering menyebut nama mantanmu saat tidur.."



" Apa iya?"



" Itu tidak penting lagi .....Karena mulai hari ini aku akan membuatmu tergila gila padaku...Bersiap siaplah Nova..."



" Hem....PD sekali..."



Evan tersenyum. " Bersiap siaplah Nova...siapkan hatimu...Kau akan terus jatuh ke dalam pelukanku...seperti ini..." ucap Evan sambil memeluk Nova erat. Sembari itu ia menggerakkan tubuh bawahnya yang sedari tadi masih saling terhubung dengan Nova.



" Ah...kakak curang..." ucap Nova saat merasakan gencatan senjata Evan mulai menerjang tubuhnya lagi. Evan tersenyum penuh kemenangan sembari mendorong miliknya masuk kian dalam menerjang tubuh Nova.


.


.


Aku mencintai mu Nova ...saat pertama bertemu kau sudah mencuri hatiku...


Di tambah lagi saat kita liburan ke Bali dulu...aku semakin menyukaimu...


Makanya saat di paksa menikah oleh Mama, aku tidak menolak..


Seperti mimpi aku bisa bersamamu...Bisa memiliki mu seperti ini...


Aku yang justru merasa begitu bahagia ...mendapatkan istri dirimu....


Terima kasih Nova...Terima kasih Mama... Dan Terima kasih Tuhan..Engkau memberikan wanita baik ini menjadi pendampingku....


Semoga Cinta kami abadi selamanya....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2