
" Ini uang saku Non Nova bulan ini.." kata Kiky seraya memberikan sebuah amplop tebal pada Nova.
.
Hah....ini lebih tebal dari biasanya...
.
Nova kemudian membuka amplop itu setelah Kiky pergi. Biasanya Kiky memberikan amplop tersebut setiap awal bulan. Jadi setelah 5 hari di akhir bulan Krisna di rumah Nova , tanggal 1 nya ia memberikan jatah bulanan pada Nova. Nova menggunakan sebagian untuk membeli kebutuhan sehari hari nya. Sedang untuk belanja sebulan Kiky memberikannya pada Kepala pelayan di rumah Nova
" 10 juta...Banyak sekali...Biasanya cuma 5 juta..." gumam Nova.
.
Uang sebanyak ini bisa ku dapat dengan mudah tanpa melakukan apapun...
Diberi uang saku, sekolah ,les di bayarkan, makan di jatah, Tak perlu kerja keras sudah ada pembantu dan sopir...Semua ini hidup enak yang tak pernah kurasakan sebelumnya...
Ayah dan Ibu bagaimana kabarnya sekarang ya....apa masih bekerja keras seperti dulu?
.
Nova tiba tiba merindukan kedua orang tuanya. Meski dulu mereka tega menjadikan dirinya sebagai pembayar hutang , namun jika membayangkan hidup susah yang mereka rasakan , ia tidak tega.
" Hantarkan aku ke desa X ..." ucap Nova pada sopir pribadinya.
.
.
Nova sampai ke desa tempat tinggalnya. Ia begitu terkejut saat melihat sebuah perubahan besar pada rumah sederhananya yang dulu cuma rumah papan kini berubah menjadi rumah dinding kokoh yang begitu indah dengan pagar besi mewah.
" Ini bukan rumah ku dulu.." kata Nova
" tapi itu benar alamatnya di sini Non..." jawab Sopirnya.
Nova turun dari mobil dan melangkah mendekati rumah besar berpagar tinggi itu.
" Nova ?"
Nova menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya karena suara itu tidak asing di telinganya.
" Kak Nira?" Nira mengenali kakak perempuannya yang dulu kuliah di luar kota. Sepertinya ia sedang mudik hari ini. Cuti dari kuliahnya.
" Tumben kak.."
" Huh...enak ya hidupmu sekarang..jadi istri muda bos..." ucap kakaknya meledek.
" Rumah kita mana Kak?" Nova berusaha tak tersinggung dengan ucapan ketus kakaknya.
" Di depanmu itu apa?"
__ADS_1
" Ini rumah kita?" tanya Nova tak percaya.
" Terima kasih pada suami tuamu itu dia memberikan semua ini pada kita. Rumah bagus, warung bagus , dia juga membelikan sawah dan sapi untuk Ayah. Dan kadang juga asistennya datang memberi uang untuk Ayah dan Ibu..."
Nova ternganga. Ternyata diam diam Krisna membantu penghidupan keluarganya. Dan seperti nya jika harus membayar semuanya pasti nilainya ratusan juta. Ia tidak akan sanggup membayar semuanya. Nova terdiam dengan mata berkaca kaca. Bagaimana caranya ia mengembalikan semua itu jika ia ingin bebas dari Krisna...
" Seperti nya pria itu puas dengan pelayanan mu ya.. " Nova diam " Huh...cuma modal kue serabi bisa membuat pria tua tergila gila.... Dia sampai rela mengeluarkan banyak uang untuk Ayah dan Ibu..Tentu saja sih...Pria tua mana yang tidak suka dengan bocah kecil perawan...hahaha... Sudah...nikmati saja hidupmu Nova...Aku juga kecipratan kok..Dia membayar semua uang kuliahku...Bahkan semester ini juga sudah...benar benar pria tua tajir suamimu itu..."
" Aku pulang.." ucap Nova seraya buru buru masuk ke mobil. Ia benar benar kesal dengan kakaknya itu. Andai saja waktu itu kakaknya yang menikah , tentu hidupnya tak akan terasa berat seperti ini.
" Bocah ini main pergi begitu saja..." kata Nira kesal.
.
.
...----------------...
.
.
Di dalam mobil, Nova hanya bisa terisak. Ia merasa benar benar sedih. Kakaknya bisa hidup bebas dan bisa seenaknya serta menikmati kekayaan dari suaminya. Orang tuanya pun juga.
Namun bukan itu yang ia tangisi, melainkan bagaimana cara ia bisa mengembalikan semua itu untuk bebas dari pria banyak istri itu. Hutangnya semakin menumpuk banyak .
.
Sepertinya jika cuma part time, seumur hidup pun aku tidak akan pernah bisa melunasinya. ..Aku harus jadi TKW di korea 10 tahun baru bisa ....Itupun jika tidak menambah lagi yang di berikan nya pada keluargaku...
.
.
"Lho...Non Nova?" tanya Kiky heran mendapati Nova mendatangi kantor Krisna Perusahaan dan pabrik penghasil minyak goreng itu .
" Om mas mana? " tanya Nova
" Tuan Krisna sedang ada meeting...Non Nova mau menunggu atau pulang?... Kalau rapat biasanya bisa berjam jam..." kata Kiky.
" Sampaikan padanya, jangan membantu keluarga ku lagi...Aku tidak mau punya hutang budi padanya..." kata Nova.
" Maaf Non Nova...sebenarnya bukan Tuan Krisna tapi keluarga Non Nova yang sering datang kemari untuk meminta uang pada Tuan Krisna. Ayah dan Ibu Non Nova...."
Nova shock. Ia benar benar tak menyangka akan kelakukan keluarganya. Terlebih kedua orang tuanya. Sudah menjual putri mereka dengan tega untuk membayar hutang, masih juga meminta uang dari suaminya.
" Jangan berikan lagi...Jangan beri sepeser pun lagi...Aku tidak akan sanggup membayarnya !! " ucap Nova keras. Ia sungguh malu dengan kelakuan orang tuanya.
" Beritahu itu padanya !!!" ucap Nova seraya pergi. Ia melangkah meninggalkan kantor itu sambil menangis. Sesekali ia mengusap air matanya yang terus mengalir membasahi pipi nya itu.
__ADS_1
.
.
.
Kiky melaporkan hal itu pada Krisna.
" Lakukan semua yang di minta Nova.." Kata Krisna. Ia tidak ingin membuat Nova lebih bersalah lagi karena merasa malu dengan kelakuan orang tuanya. Juga ia merasa kesulitan untuk membayar hutang pada Krisna karena terlalu banyak. Meski bukan ia yang meminjam , Nova tetap merasa bertanggung jawan untuk mengembalikannya.
.
.
.
Sejak hari itu , Nova berhenti les dan basket .Juga tidak pernah lagi dolan dolan dan berboros\_boros menghamburkan uangnya. Ia cuma bekerja part time di beberapa tempat. Di toko kue ,toko fotokopi dan juga restoran. Ia mengambil kerja tambahan dengan gaji perjam. Ia sengaja mengambil beberapa macam sekaligus agar tidak jenuh meski ia harus pergi bolak baik dengan naik sepeda nya.
Nova memilih naik sepeda, karena ia juga tidak mau bergantung pada Devon. Nova memutuskan untuk menjauhi Devon dan Krisna. Dua duanya.
Devon adalah penyebab awal ia di musuhi oleh Helsi. Dan ia juga anak tiri Krisna. Sedang Krisna, ia tidak mungkin mau bersama nya karena Krisna tetap memilih hidup bersama para istrinya dengan cara menggilir nya.
.
Siapa bilang menjadi istri muda itu enak...Setiap hari juga makan hati...setiap hari juga kesepian..setiap hari juga resah harus menunggu gilirannya di kunjungi datang ... Lahir tercukupi batin kurang...Dimana enaknya?...
Kalau ada orang bilang asal di beri uang dia akan senang...itu b u l l s h i t !!!
.
Ia tidak mau menjadi bagian lagi dari kedua pria itu. Ia ingin hidup bebas kelak. Karenanya ia juga memilih bekerja untuk mengumpulkan uang untuk membayar hutang orang tuanya agar bisa mendapatkan kebebasannya kembali.
.
.
.
.
...----------------...
.
.
.
Setiap pulang sekolah ia melakukan part time nya. Cuma di hari Minggu saja ia istirahat total di rumah.
Krisna yang mendapat laporan dari anak buahnya tentang keseharian Nova begitu keras prihatin padanya. Apalagi saat mengunjunginya, Nova sering sudah tertidur pulas. Bahkan tubuhnya juga jadi lebih kurus lagi.
.
Sebegitu inginnya kau bebas dariku ya C i l... Sampai seperti ini...
Tapi maaf ya C i l...aku belum bisa melepas mu...aku belum siap kehilangan mu...
Sehari tak melihatmu saja aku sudah sangat merindukanmu...
Tidur dengan ketiga istriku pun yang terbayang cuma kamu...
Kamu yang selalu bermain di pikiran ku...Selalu membuatku rindu.. Setiap dekat seperti ini pun aku cuma ingin memelukmu...ingin memilikimu....
C i l....kau benar benar pemilik hati ku...
.
Krisna menatap Nova yang tertidur pulas sepulang kerja. Ia membelai lembut wajah dan rambut panjangnya. Gadis muda dan ceria dengan senyum mempesona itu kini telah menjadi sebuah obsesi hatinya.. Sebuah Obsesi yang tidak akan pernah tercapai.
__ADS_1