ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
54. G A M O N ??


__ADS_3

Nova , Evan dan Heppy kembali lagi ke Jakarta. Mereka naik pesawat kembali . Kali ini Evan dan Nova duduk berdua tanpa di suruh oleh Hesti. Mereka ngobrol dengan asik membicarakan petualangan bahari yang mereka lakukan dan juga saling menunjukkan hasil potret masing masing. Mereka nampak akrab .



Sesekali Evan mengusap kepala Nova , dan memuji hasil foto nya yang begitu bagus. Evan merasa cocok dengan obrolan mereka yang nyambung karena hobi mereka sama.



" Say Cheese..." Ucap Evan mengajak Nova selfi berdua. Nova langsung berpose dan memainkan wajahnya. Ber\_aegyo ria. Evan tersenyum melihat tingkah lucu adik manisnya itu.



Heppy tersenyum melihat keakraban keduanya. Mereka begitu dekat dan saling mengasihi.



Bahkan saat tertidur di pesawat , Evan membiarkan Nova bersandar di bahunya. Evan pun kemudian memasang penutup telinga dan ikut tiduran pula.


.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


Mereka kembali ke rumah Bu Heppy. Karena masih ngantuk, Nova pun tidur kembali di kamarnya sambil memeluk bonekanya.



Evan mengetuk kamar Nova , namun tak mendengar sahutan dari Nova padahal ia ingin mengajak Nova turun untuk makan siang.



Evan perlahan membuka pintu kamar Nova untuk melihat kedalam.



" Ya Ampun Nova...kamu seperti anak kecil..Tidur sambil memeluk boneka pula.." ucap Evan saat melihat Nova yang tertidur dengan bonekanya. Nova membeli boneka panda raksasa seperti yang dulu di berikan oleh Krisna. Sebuah boneka panda 🐼 yang begitu mirip dengan aslinya karena ukurannya yang begitu besar dan gendut. Sama persis seperti aslinya.



Evan menyelimuti tubuh Nova dengan selimut. Dan kemudian hendak pergi namun langkahnya terhenti saat ia mendengar suara Nova mengigau.



" Om mas.."


.


.


Hah ? Om mas?? Apa itu nama seseorang ? ..Aneh sekali.. Om itu kan paman... kalau mas ya kakak laki laki..maksudnya apa...."


.


.


Evan kembali duduk ke sisi ranjang dan melihat Nova kembali .



" Tidur jangan nge\_lindur N o v ..." ucap Evan pelan sambil mengusap pelan rambut Nova. Kala itu Nova tidur tanpa memakai hijabnya.


.


.


Nova cantik sekali kalau hijabnya di lepas... Memang kalau berhijab juga cantik , tapi saat dia seperti ini hanya orang terdekatnya saja yang tahu bagaimana wajah Cantiknya...


Benar benar beruntung pria yang nanti bisa mendapatkan mu Nova...


.


.


Nova yang di belai lembut oleh Evan pun tidur dengan lelap kembali. Tidak mengigau lagi. Ia tidur nyenyak seperti bayi tanpa dosa.


.


.


.


.


...----------------...


.

__ADS_1


.


.


.


Suatu hari di sebuah siang , lewat beberapa Minggu dari hari terakhir perjumpaan Nova dan Krisna , Nova yang sedang menjaga Restoran , disuruh Heppy mengantar makanan untuk Evan ke rumah sakit .



" Evan di suruh menggantikan temannya jadi dia kerja dua s i f t... Dia minta di antar makanan , habis makanan di rumah sakit tidak enak..Dia minta masakan Mama..Kau bisa mengantar nya kan Nova.."



" Bisa Ma..."



" Makasih N o v... Mama masakin buat Evan dulu ya.." kata Heppy bersemangat. Nova mengangguk.


.


Setelah siap , Nova membawakan makanan tersebut ke rumah sakit dengan naik sepeda motornya.



Sambil memberi kabar lewat Wa , Evan dan Nova saling chat untuk memudahkan bertemu. Sebab Nova baru pertama kali itu datang ke rumah sakit Besar itu.



Nova mencari ruang kerja Evan sembari bertanya pada beberapa perawat jaga. Sedikit susah , karena rumah sakit itu terlampau besar dan begitu luas. Namun akhirnya ia menemukan juga tempat kerja Evan. Sayangnya ruangannya kosong.



" Dokter EVANO sedang mengunjungi pasien rawat inap " kata seorang suster yang melihat Nova.



" Ya sudah...aku letakkan di sini saja ya..." kata Nova sambil meletakkan rantang bersusun dan minuman untuk Evan . Kemudian iapun segera berniat untuk kembali ke resto.



" C i l ??." Terdengar suara tidak asing memanggilnya dengan panggilan akrab dengan suara bariton khasnya. Dan Nova tahu betul itu suara siapa.



Nova segera menoleh ke sumber suara .Dan dugaannya tidak salah sama sekali. Itu adalah Suara Krisna.



Nova melihat Krisna yang melihatnya dengan pandangan takjub . Krisna sempat ragu , karena sosok yang mirip Nova itu kini berhijab. Sedang yang belum lama ini di lihatnya di pantai tidak memakai jilbab. Namun kini ia benar benar yakin jika itu benar benar Nova.




Krisna ingin sekali memeluk Nova saat itu juga , namun saat ia ingat hal buruk yang di lakukan pada Nova terakhir kali , ia mengurungkan niatnya.



" Sedang apa di sini C i l ? Kamu sakit ? " tanya Krisna. Nova menggeleng. Nova malah ber\_hambur mendekati Krisna dan langsung memeluknya.



Krisna termangu . Padahal ia sudah menahan diri nya untuk tidak menyentuh Nova namun malah Nova yang memeluknya. Sehingga iapun tak kuasa lagi membendung perasaannya. Ia memeluk Nova pula.


.


.


Ternyata benar....aku masih sangat merindukannya...Meski sudah lama tidak bertemu pun , aku tidak bisa melupakannya..Aku tetap mempunyai perasaan pada Om mas...


.


.


Untuk beberapa saat lamanya keduanya berpelukan untuk saling melepas rindu. Pertemuan mereka yang terjadi tanpa di rencana itu membuat Nova menyadari perasaannya. Sungguh ia tidak bisa membohongi hati nurani nya.



Saat itu Evan yang baru selesai mengunjungi pasien bersama beberapa perawat melihat hal tersebut. Ada rasa aneh yang mengganjal di hati Evan. Dan ia merasa tidak senang melihat keduanya yang tampak mesra itu. Apalagi dengan orang asing.



Evan menyuruh para suster itu pergi terlebih dahulu. Dan kemudian , Evan menghampiri keduanya.



" Nova.." panggil Evan.



Nova tersentak sadar , ia yang tadi spontan memeluk Krisna kini buru buru melepaskannya.



" Kak Evan..." Nova menghapus air matanya yang sempat keluar . Ia kemudian mendatangi Evan.

__ADS_1



Evan berdiri di sisi Nova dan menatap Krisna yang ada di depannya.


.


.


Siapa pria ini?...Ayahnya kah?...kalau di lihat lihat ia memang seusia Ayah Nova...Tapi bukankah Ayah Nova orang desa , orang ini malah tampak seperti pria kota yang kaya...


.


.


Evan mengamati Krisna dari ujung kepala hingga ujung kaki. Demikian pula halnya dengan Krisna. Krisna mengenali sosok pemuda itu adalah pria yang beberapa waktu lalu di lihatnya di pantai dengan Nova. Pria yang nampak begitu mesra dengan Nova .



" Dokter Evano? " tanya Krisna yang mengenali Evan dengan membaca bros nama dada yang tertempel di baju dokter yang di kenakannya.



" Ya ? " jawab Evan



" Saya Papa dari Cynthia ...pasien yang dokter rawat..Pasien VVIP 1...." Ucap Krisna



" Oo...Pasien cantik yang tidak mau lepas dari saya itu..." ucap Evan sambil tersenyum kecil mengingat Cynthia , bocah berusia 12 tahun pasiennya yang selalu lengket pada Evan saat memeriksanya.



" Benar ." jawab Krisna sambil tersenyum. " Itu putri ku. Saya mengenali name tag dokter ..saya jarang menunggui Cynthia karena terlalu sibuk di kantor... " Krisna menjelaskan siapa dirinya dan sebab kenapa ia jarang menunggui Cynthia yang kini sedang di rawat di rumah sakit itu.



Krisna membaca tulisan nama dokter yang tertera di tempat tidur anaknya yang bertuliskan nama pasien dan dokter yang merawat nya dan itu sama dengan nama dada di baju Evan.



Evan tersenyum sambil mengulurkan tangan pada Krisna. Krisna menyambut uluran tangannya sambil tersenyum.



Evan baru kali itu melihat Papa Cynthia karena yang biasanya menunggu Cynthia adalah seorang pemuda (Devon) dan juga seorang nenek . ( Ibu Shinta )



" Anda mengenal Nova ? " tanya Evan pada Krisna. Krisna mengangguk.



" Anda juga ? " tanya Krisna pula . Evan mengangguk dan tersenyum .



" Nova ini tunangan saya..." jawab Evan sambil merangkul Nova.



Nova tampak terkejut dengan sikap dan ucapan Evan itu terlebih di depan Krisna.



Sedang Krisna tetap tenang dan tersenyum . Ia sudah menduga Evan pasti orang yang sedang dekat dengan Nova , dugaannya malah Evan adalah suami Baru Nova karena mereka tampak begitu Mesra. Tapi ternyata masih tunangan . Masih dalam proses menuju ke pernikahan.



" Selamat ya C i l... Aku turut senang...Semoga kalian langgeng selalu .." ucap Krisna.



Nova melihat Krisna yang nampak mengucap dengan tulus , tak tersirat sedikitpun kecemburuan sama sekali di wajahnya.


.


.


Om mas tenang sekali...Dia tidak nampak cemburu sama sekali ...Ya tentu saja ..Dia tidak pernah mencintai aku ..Dia cuma mau dapat perawan ku saja ... Buktinya aku di ceraikan juga setelah dia mendapatkan itu...paling juga dia sudah menikah lagi....


Bodohnya aku yang masih mempunyai perasaan pada pria ini .. Nova kesal sendiri dalam hati .


.


.


" Terima kasih " ucap Evan kemudian sambil tersenyum.


.


.


Ah..sudahlah...aku sudah bebas dari pria ini...Aku tidak boleh terlihat lemah atau masih mengharapkannya....Om mas nanti ke GR a n...dikira aku g a m o n... belum bisa move on dari dia...


.

__ADS_1


.


Nova ikut tersenyum sambil merengkuh pinggang Evan pula. Keduanya saling berpandangan dan tersenyum . Krisna hanya tersenyum melihat kemesraan mereka..


__ADS_2