
Nova terbangun saat Evan menarik lengannya yang di pakai sebagai bantal Nova. Ia melirik jam yang menunjukkan pukul 3.30 . Ia menoleh pada Evan yang bangkit dengan tubuh polosnya dan spontan ia menutupi matanya saat melihat itu.
.
.
Ah...Malu nya... Semalam aku dan Kak Evan.. Kami sudah melakukannya... Dan Entah sudah berapa kali.. Kak Evano ini ternyata perkasa juga padahal fisiknya tak begitu besar...tapi kalau main bisa lama... Itupun dia masih sanggup mengulangnya beberapa kali ...
Dan miliknya itu... mantap sekali......Aaaaw π₯΄
.
.
" Kenapa di tutupi .." tanya Evan sambil mendekati Nova dan mengalihkan jemarinya sehingga tampaklah wajah malu malu kucing Nova yang begitu menggemaskan. Evan tersenyum dan kemudian mengecup lembut bibir Nova .
" A..a... Itu...."
" ini ? " tanya Evan sambil menunjuk miliknya.
" Itu..."
" Sinyalnya tinggi kalau dekat pemiliknya..." Wajah Nova kian memerah. Terlebih saat Evan menyentuhkan tangan Nova.
" Suka? " tanya Evan . Nova mengangguk malu malu. Evan tersenyum senang. Ia lalu menggenggamkan tangan Nova dan menggerakkannya pelan membelai lambang keperkasaan pria itu.
" Nova..." ucap Evan sembari menikmati sentuhan Nova yang memberikan sensasi tersendiri padanya. Nova tersenyum dan lanjut membelainya. Awalnya pelan namun kemudian sedikit cepat.
" Uh... " Evan sampai merem melek di buatnya. Ia begitu menikmati sentuhan tangan istrinya itu. Melihat Evan yang tampak menikmati Nova mempercepat gerakannya. " Emm.. Nova..."
Nova kemudian bangkit dan duduk di depan Evan sembari tetap memainkan tangannya. Evan yang terus mengeluarkan suaranya membuatnya ingin sedikit usil padanya. Ia pun kemudian mendekatkan wajahnya dan mulai mengikut sertakan bibir dan lidahnya memanjakan suaminya lagi. Dan itu membuat suara desah Evan kian mengeras. Ia benar benar di buat klepek klepek oleh Nova. Ia sangat menikmati cara Nova memanjakan dirinya.
" Oh...ah... " Evan menggelinjang tak tahan , antara geli dan nikmat . Ia sungguh tak kuasa menahan sensasi hebat itu.
.
.
Gila... Rasanya luar biasa...Terlalu hebat...terlalu nikmat...
.
.
Nafas Evan menderu sembari mengeluarkan suara desah merdunya.
" Aaah.." Evan mendesah kuat saat ia sampai ke puncaknya. Cairan putih sekental susu itu mengalir keluar dan menyembur ke tangan Nova. Nova kemudian mengambil tisu dan membersihkannya.
" Kamu ini ternyata sangat nakal Nova.. " ucap Evan . Nova cuma tersenyum kecil
" Hehe..." Nova tersenyum karena puas bisa mengerjai suaminya.
" π ππ πΊππΊπ ππΎπππππππ ππ.... " ucap Evan seraya melakukan hal yang sama pada Nova . Nova sampai melotot di buatnya. Evan balik memainkan miliknya dengan lidah dan bibirnya. Ia memainkannya dengan lincah dan cepat. Mengecup , menyesap dan menyusupkan lidahnya .
Kini giliran Nova yang merem melek. Ia pun sampai menggelinjang hebat merasakan sensasi kenikmatan itu. Evan memainkannya dengan begitu agresif dan juga mencengkeram kuat paha Nova agar Nova tidak bisa kabur.
" Kak Evan... " Tubuh Nova menegang. Ia merasa seperti ada sesuatu yang hendak keluar. Evan tahu Nova hendak mencapai klimaksnya. Karena nya dengan cepat ia mendorong masuk miliknya melesak memasuki inti tubuh Nova . Karena Nova sudah terangsang dan basah, Evan jadi sedikit lebih mudah memasuki sarang miliknya . Dan kemudian langsung memainkannya dengan gerakan maju mundur yang begitu cepat.
" Kak..." Nova mencengkeram kuat tubuh Evan saat ia mencapai puncaknya . Evan sesaat menghentikan gerakannya saat merasakan sensasi menggigit dengan di iringi denyut nikmat itu . Kemudian ia lanjut memompa Nova lagi.
Tubuh Nova berguncang hebat merasakan kenikmatan tiada tara itu. Ia memeluk Evan erat sembari memberikan sentuhan dan ciuman ke tubuh Evan . Ke lengannya juga dadanya . Hingga akhirnya Evan pun mencapai puncaknya lagi. Ia menumpahkan semuanya di dalam sembari saling berpagutan mesra menikmati puncak pergumulan mereka.
" Aku mencintai mu Nova..." ucap Evan sambil membelai lembut wajah istrinya yang menatapnya sayu itu.
" Aku juga Kak Evano..." ucap Nova . Evan lemas dalam pelukan Nova dengan nafas menderu . Ia masih tetap berada di atas tubuh Nova dengan kedua siku menahan tubuhnya agar tak telalu berat menimpa Nova. Ia masih enggan melepas penyatuan mereka.
" Begini sebentar ya sayang... setelah itu kita mandi dan sholat.." kata Evan. Nova mengangguk .
.
.
Sayang?....Kak Evan memanggilku ' sayang '?
.
.
Nova memegang pipinya yang terasa panas . Rasanya tak percaya suaminya itu memanggilnya dengan sebutan 'Sayang'.
.
.
.
.
Setelah mandi dan sholat bersama , Evan dan Nova tiduran kembali. Mereka terlalu lelah karena dari semalam sudah berkali kali melakukannya sampai kurang tidur. Mereka istirahat sejenak untuk mengumpulkan tenaga mereka lagi.
Evan dan Nova saling berpelukan erat dalam tidurnya.
.
.
__ADS_1
.
......................
.
.
.
Evan terbangun saat pelayan mengantar makanan untuk sarapan pagi mereka. Ia lalu membangunkan Nova yang masih tertidur.
" Ayo sarapan dulu Nova..." Evan mengajak Nova sarapan . " Di sini atau di dekat kolam? " tanya Evan .
" Dekat kolam saja Kak... " jawab Nova yang baru bangun dan duduk. Evan lalu membawa makanan nya ke dekat kolam renang private mereka . " Lebih asik makan sambil berenang Nova.." Evan lalu meletakkan makanan itu ke meja terapung yang mengambang di tengah kolam.
" Ya.." jawab Nova seraya hendak bangun namun ia mengurungkannya karena tubuhnya terasa nyeri . Ada sedikit perih pula terutama di inti tubuhnya.
" Kenapa ? Tanya Evan yang sudah melepas kaosnya dan memakai celana pendek untuk berenang.
Nova tak mau menjawab. Ia malu mengatakan jika selangkangannya terasa sakit dan nyeri.
" Sakit ? " tanya Evan. Nova mengangguk pelan .
" Coba ku lihat.."
" Nggak ! " jawab Nova cepat.
" Kenapa ?...Suami mu ini seorang dokter lo...Memang bukan bidang spesifik ku tapi aku sedikit tahu ..."
" Nggak usah Kak..aku istirahat saja..nanti juga sembuh sendiri..." kata Nova.
" Kenapa kamu masih malu sih Nov...aku lho sudah lihat semuanya... Coba ku periksa..."
Nova akhirnya menurut. Ia membiarkan Evan melihat dan memeriksa inti tubuhnya.
Evan melihat ada luka robek dan sedikit terbuka juga bekas jahitan.
.
.
Oo... Ini bekas jahitan dulu setelah dia di paksa pria itu...Ternyata dia menyuruh dokter menjahit lukanya dan menutupnya kembali.. Ini sih tehnik hymenoplasty... Pantas saja rasanya seperti perawan , susah sekali menjebolnya kemarin..ternyata suaminya dulu melakukan operasi pengembalian selaput daranya..
Yah...orang berduit ... Apa saja juga bisa..
Tapi aku sedikit berterima kasih padanya sih...rasanya memang seperti bercinta dengan perawan ...
.
.
" Tidak apa apa kok...cuma luka robek kecil.. Nanti kalau keluar aku akan membelikan obat untukmu di apotik.."
" Keluar ? Bangun saja susah kak.." protes Nova.
" Iya...nanti aku gendong kalau mau keluar.." ucap Evan sambil tersenyum . Nova cuma menghela nafas panjang . " Tapi ada obat alami nya juga kok.."
" Apa ? " tanya Nova penasaran.
" Obatnya cuma satu.. Harus lebih sering di pakai..." jawab Evan sambil tersenyum nakal.
" Ih...Kak Evan ini...Dokter mesum ! " timpal Nova . Evan terkekeh.
" Kan itu benar. Kamu harus membiasakan diri dengan ukuran suami mu. Bagaimana kalau sekarang?..."
" Tega ya Kak...aku belum makan.. Lapar begini..." kata Nova.
" Ya sudah nanti sesudah makan saja..Yuk makan dulu..." ucap Evan seraya mengangkat tubuh Nova , ia menggendongnya menuju ke kolam. Sepintas Evan melirik ke sprei di bawah Nova yang ada sedikit bercak darah tertinggal di sana.
Evan tahu , itu karena bekas luka Nova, bukan darah perawan yang pecah di malam pertamanya. Namun Evan sama sekali tak mempermasalahkan itu. Ia menerima Nova apa adanya. Itu saja sudah membuatnya sangat bahagia. Bisa bersama Nova , memiliki nya itu sebuah anugerah yang indah.
" Kak aku pingin lobster yang pedas asam manis.... " kata Nova sambil berpegang pada tubuh dan leher Evan yang menggendongnya.
" Belum hamil sudah ngidam ? " canda Evan.
" Hehe..." Nova cuma tersenyum..
" Cium dulu dong sayang..."
" Sayang ?" Nova merasa aneh Nova memanggilnya dengan panggilan mesra itu..
" Iya dong...Kamu kan memang istri tercinta ku , Sayang..."
Nova begitu bahagia mendengar ucapan manis Evan itu.
.
..
Ternyata Kak Evan bisa juga romantis.....rasanya meleleh.... So sweet nya suami ku ini...
.
.
__ADS_1
Nova kemudian memberikan sebuah ciuman manis pada Evan. Dan Evan pun membalas ciuman itu dengan ciuman mesra dan penuh cinta.
.
.
.
.
.
Tak terasa 3 hari berlalu begitu cepat. Nova melaluinya hari hari indah itu dengan berbagi kasih bersama Evan. Tiada hari terlewat tanpa bercinta. Keduanya saling menguatkan cinta dengan berbagi peluh dan bahagia. Mereka laksana tinggal di surga. Dunia seperti milik mereka berdua.
" 3 hari cepat sekali...padahal saat mau berangkat aku bingung bagaimana harus melalui 24 jam bersamamu... Sekarang 3 hari terasa singkat sekali...Masih kurang..." keluh Evan yang baru saja Check out dan masih duduk duduk di lobi bersama Nova.
Nova duduk di dekat Evan sambil memeluk mesra lengan Evan begitu erat. Ia bagai terkena lem saja lengket terus tak mau lepas dari Evan. Evan pun sama. Ia yang sedang di mabuk mantan janda itu juga merasa belum cukup berbulan madu 3 hari saja . Ia masih ingin bermesraan lagi lebih lama lagi dengan Nova.
" Aku akam minta ijin cuti beberapa hari lagi...Kita lanjut berbulan madu kedua.." ucap Evan kemudian .
" Apa boleh ? " tanya Nova dengan wajah berseri.
" Gampang...Bisa di atur itu.. " jawab Evan. Nova tersenyum sumringah.
" Karena kita suka diving...kita lanjut bulan madu di bawah laut..." kata Evan .
" Yes..." Nova pun mendukung usulan suaminya itu.
.
.
.
.
Setelah memberi kabar pada pihak rumah sakit dan juga Heppy , Nova dan Evan pun kemudian menuju ke tempat bulan madu ke 2 mereka. Hotel bawah laut.
" Woow...amazing..." ucap Nova takjub saat mereka sudah sampai di hotel yang benar benar berada di bawah laut.
Sebuah kamar yang cukup luas dengan ranjang ukuran king size yang begitu empuk dan nyaman , lengkap dengan sepasang kursi dan jendela kaca yang di depannya terlihat air laut sungguhan dengan berbagai jenis ikan. Benar benar pemandangan langka yang menakjubkan..
" Kak...rasanya aku seperti sponge bob...yang tinggal di dalam lautan..." ucap Nova takjub dengan keindahan yang ada di depan matanya itu. Ia menyentuh kaca jendela kamarnya itu.
" Kalau kamu sponge bob aku siapa? "
" Kakak Patrick.." jawab Nova sambil tertawa.
" Waduh...gak cocok banget.."
" Trus siapa?..Sandy? Atau tuan Krab.." tanya Nova.
" Aku mau jadi siapapun asal jadi pasanganmu..." jawab Evan sambil merengkuh tubuh Nova dan memeluknya mesra.
" Kalau begitu Kak Evan jadi diri sendiri saja.. Jadi suami ku.. "
" Dengan senang hati istri ku sayang..." Nova melingkarkan tangannya ke leher Evan dan kemudian mendaratkan bibirnya dengan mesra ke bibir Evan. Dan Evan pun membalasnya. Mereka saling menunjukkan rasa cinta mereka dalam sikap dan perbuatannya. Dunia benar benar terasa milik mereka berdua.
.
.
.
Sementara itu Heppy yang menerima kabar dari Evan begitu gembira Evan mengambil cuti lagi. Ia yakin kini anak dan menantu nya itu kini sedang bermesraan menikmati bulan madu nya.
" Sebentar lagi aku pasti menimang cucu..." ucapnya senang.
.
.
Sementara itu Cynthia yang masih dirawat di rumah sakit kondisinya menurun lagi. Ia mogok makan karena Dokter Evan yang cuti di gantikan dokter lain karena sedang cuti menikah dan bulan madu membuatnya begitu sedih.
" Ini semua gara gara Papa... Kenapa Papa bercerai dengan Kak Nova...Kak Nova jadi mengambil Dokter Evan " Cynthia ngambek dan mogok makan. Sehingga sakitnya kambuh lagi. Ia terkena tipes sehingga harus bed rest.
Krisna cuma diam dan menunggui putrinya. Badannya kembali demam tinggi.
" Bukan salah Papa... Kan memang Dokter Evan tunangan Nova.. Dan lagi kamu masih kecil , kenapa ngefans banget pada Dokter Evan.." Devon membela Papanya.
.
.
Bocah 12 tahun saja tau patah hati sampai sakit seperti ini...
Tapi kamu tidak tahu Cyn...Batin Papa lebih remuk darimu..
Wanita yang ku cintai menjadi milik orang lain...
Papa lebih sakit dari mu Cynthia...
.
__ADS_1
.
Batin Krisna menjerit pilu.