ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
9. DEVON


__ADS_3

" A..Ah..bukan..." sahut Nova seraya buru buru pergi .



" Hei ,tunggu.." Devon dengan cepat mencekal tangannya.



" A..a..apa..?" tanya Nova gugup dengan debaran kencang yang menyesakkan kala sosok tampan itu menahan tangannya dan menatapnya.



" Kau pasti murid baru ... wajahmu belum Pernah ku lihat. Kalau bukan anak basket setidaknya nanti kamu ikut gabung di ekstra kurikuler ya...Aku kakak kelas mu..aku kapten tim basket , Devon. Ikut gabung ya.. tim cewek kami kurang pemain.."



Nova cuma terdiam sambil menatapnya. Ia tak sanggup berkata apa apa karena ia begitu terpukau pada sosok sempurna di depan matanya itu. Rasanya seperti es yang mencair , hati nya telah meleleh dihadapan pemuda tampan itu



" Tapi aku pendek juga rata...seperti papan peng\_gilasan..."



" Hah?"



" Ah tidak..maksudku tubuhku pendek ...tidak setinggi kamu..." Nova membetulkan kata katanya.


.


Ah sial...kenapa aku bilang papan peng_gilasan juga..ini gara gara Om mas meledekku ..aku jadi spontan mengucapkannya...


.


Devon tersenyum menahan rasa geli nya.



" Tidak apa apa..kau tidak terlalu pendek ko untuk ukuran cewek. Dan lagi yang penting kamu punya kemampuan " ucap Devon tegas.



" A...akan ku pikirkan dulu.." Nova menepiskan tangan Devon dan buru buru pergi sambil berlari meninggalkannya.



" Dia pintar menembak ...dan juga lari nya cepat... ah..sial aku malah lupa tidak menanyakan namanya.." gerutunya.


.


.


.


Oh my God...deg degan sekali...Ini jauh lebih mendebarkan dari pada saat pertama kali bertemu Om mas... Devon sangat tampan , pantas saja Helsi tergila gila padanya....


*Tidak..ini tidak boleh terjadi...aku sudah menikah..walaupun cuma nikah paksa...aku tidak boleh jatuh cinta padanya...Lagian dia cowok yang di sukai temanku*..


.


.


Nova menepis rasa simpati yang mulai di rasakan nya itu. Ia membuang jauh jauh ke\_terpesonaan nya pada sosok Devon.


.


.


Nova kembali lagi ke lapangan basket bersama Missi , Kana dan Helsi setelah berganti pakaian dan makan. Mereka duduk di tribun di tim sekolahnya.



Pertandingan segera di mulai Tim basket SMA mereka lawan tim basket sekolah lain.



" Pakai ini.." Mereka berempat menerima pom pom rumbai berwarna warna dari Helsi.



" Serius kita pakai ini?" tanya Nova



" Yup ..teriak 'Semasa' keras sambil diangkat ke atas ya.." jawab Helsi.


.


Oh my God...ini malu_maluin...


.


" Dah ..cuek aja.." kata Missi.



" Yok...SEMASA...SEMASA..SEMASA!!!" Helsi ,Missi, dan Kana beserta teman teman sekolah mereka yang lain berteriak sambil menggerakkan Pom pom nya. Nova pun akhirnya ikut ikutan pula.



" Yeeeeee..." Ia turut bersorak saat tim basket sekolahnya berhasil mencetak poin.



" Devon kerennnn!!!" puji mereka saat Kapten tim keren dan tampan itu berkali kali mencetak poin.



Suara teriakan Nova dan teman temannya begitu menarik perhatian para pemain yang duduk di bench saat sedang istirahat menunggu untuk di suruh main oleh Pelatih mereka.



" S h a p ! " Devon yang sudah bermain lama akhirnya duduk dan di gantikan temannya. Ia sudah mencetak begitu banyak skor.



" Devon...Lia tu...cewek tercantik kelas kita mensuport kamu lho..." kata teman Devon sambil menunjukkan Helsi sang primadona cantik sekolah mereka tahun ini.



Namun tatapan Devon bukan tertuju pada Helsi , melainkan Nova yang tadi di lihatnya sebelum bertanding.

__ADS_1


.


Kamu penggemarku juga ya...hehe...


.


Ia tersenyum senang melihat Nova yang ikut ikutan meneriakkan nama Devon saat Helsi menyebutnya bersama Missi dan Kana.



" Yes...kita menang..." Mereka berempat bersorak gembira saat tim sekolah mereka memenangkan pertandingan.



" Devon keren..." Banyak gadis gadis begitu menggemari Devon.



" Devon..ayo kita foto bareng..." Teman teman cewek pada berebutan untuk berfoto bareng dengan Devon.



Devon tak ingin di cap sombong ia pun bersedia berfoto dengan mereka. Termasuk pula dengan Helsi.



Ia pun juga meminta foto bersamanya. Devon dan beberapa teman basket nya menghampiri Nova .



" Ini yang ku ceritakan tadi..." Kata Devon sambil berdiri di depan Nova bersama kapten tim cewek.



" Ha?" Nova dan teman temannya bengong saat sang bintang idola itu menunjuk Nova.



" Yakin?"



" Iya..." jawab Devon singkat.



" Siapa namamu ?"



" Aku kak?" tanya Nova heran.



" Ya..."



" N o..v a..." jawab Nova tak mengerti.



" Oke Nova...Aku Ayu...aku kapten tim basket cewek. Mulai besok kau datang ke lapangan jam 3 sore ya.. Tiap hari Senin sampai jum at..."




" Jam 3 jangan sampai terlambat.."



Sesudah berkata itu, Ayu pergi bersama Devon dan beberapa teman basket mereka. Devon sesaat menunjuk Nova dan mengedipkan sebelah matanya.



" Ih..apa maksud nya...? " tanya Nova tak mengerti.



" Kau sudah kenal Devon ?" Tanya Missi dan Kana. Nova menggeleng. Helsi diam sambil menatapnya tajam. Ia nampak tak senang , Nova sudah akrab dengan Devon.


.


.


.


Keesokan harinya , saat sedang antri mengambil makanan di kantin Devon menyentil nya.



" Jangan lupa nanti jam 3...Ayu itu disiplin .. Ia tidak suka keterlambatan.." kata Devon . Ia melangkah pergi seraya memberikan sebuah susu botol padanya.



" Biar kau cepat tumbuh.. " canda Devon



" Ha?!"



Nova bengong . Entah sejak kapan Devon jadi sok akrab dengannya seolah mengenalnya.



Banyak mata menatapnya penuh ketidaksukaan saat Devon sok akrab dengannya. Termasuk pula Helsi yang duduk sambil makan dan melihat mereka.


.


Haduh..parah...kalau seperti ini aku bisa di benci seluruh cewek cewek di sekolah...Mereka rata rata penggemar Devon..


.


Nova segera mengantri kembali. Ia memasukkan botol susu tersebut ke dalam saku bajunya.


.


.


Jam 3 lebih 15 menit , Nova tiba di sana. Ayu sudah berkacak pinggang dan menatapnya sinis.

__ADS_1



" Kenapa...aku salah apa mbak? " tanya Nova pada kakak kelasnya Si ketua tim basket putri.



" Pakai baju ini.." Ayu memberikan setelan baju basket pada Nova. Setelah berganti baju , Nova kembali ke lapangan.



" Lari keliling lapangan ini selama 30 menit !!" Kata Ayu sambil melihat jam tangannya menunjukkan pukul 3.30



" Salahku apa Kak..." ucap Nova sambil berlari menuruti perintah Kakak kelasnya itu. Ia berlari dengan cepat.



" Benar juga kata kamu Devon...larinya cepat..."



Devon cuma tersenyum. Ia melihat Nova yang tampak lucu berlari dengan kencang sambil mengomel ngomel.


.


Nova tepar di rumput lapangan sepak bola yang menghijau bak karpet luas indah itu. Rasa capek, keringat bercucuran dan nafas masih memburu karena lelahnya membuat ia mengabaikan Devon tang tiba tiba hadir dengan membawakan sebotol air mineral padanya.



" Salahku apa coba..Aku di suruh lari setengah jam.." Gerutu Nova dengan nafas lelahnya.



" Hahaha...kan aku sudah bilang ..Jangan sampai terlambat...kau sih malah telat 30 menit.."



" Terus apa hubungannya?" tanya Nova tak mengerti. " Kan masih mending telat daripada tidak datang.."



" Gak bisa begitu dong...kan mulai hari ini kamu jadi anggota..jadi kamu harus disiplin..."



" Hah?....Anggota? Anggota apa?" Tanya Nova cepat sambil duduk.



" Senyum..." ucap Devon yang mengarahkan kamera selfi ke mereka. Spontan Nova yang memang hobi ber\_selfi ria langsung tersenyum.



' Cekrek\_cekrek\_cekrek" Beberapa kali Devon mengambil gambar mereka berdua..



" No hp kamu..?"



" 08123456789...." Spontan Nova menyebutkan nomor hpnya . Entah mengapa ia menuruti semua kata kata Devon



" Oke..nanti ku kirim..Thanks Nova..anggota baru.."



" Tunggu.tunggu.." Nova menarik tangan Devon agar Devon tidak jadi pergi.



" Apa?"



" Maksudnya apa semua ini..?" Nova masih belum juga mengerti.



Devon tersenyum." Kau anggota baru tim basket cewek kita, jadi kau dihukum lari 30 menit karena datang terlambat. Lalu untuk foto tadi, aku memberikannya padamu...Kau kan salah satu fans ku juga..."



" Ha?.......A\_puaaaaaa????!! " Nova ternganga lebar dengan wajah bodohnya.


.


.


" WHa\_hahaha...." Krisna tertawa terbahak bahak mendengar cerita Nova itu. Ia begitu geli mendengarnya.



Ia yang minggu ini giliran berada di tempat Nova begitu terhibur saat pulang kerja capek capek mendapat suguhan menggelikan itu.



" C i l...ci l...kau ini benar benar konyol..."ucap Krisna.



Nova memanyunkan bibirnya di ledek oleh Krisna itu.. " Hu\_uufft... Aku capek Om mas..Mau tidur saja.." Nova membaringkan tubuhnya di ranjang. Ia sudah mandi dan memakai piyama nya.



Krisna yang juga sama .Ia yang sudah memakai piyama pun akhirnya ikut tiduran juga.



" Sini ku kelon\_in C i l...Kasihan banget kamu lari nonstop 30 menit..." Nova menurut saja saat Krisna membawanya ke pelukannya .Ia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Krisna yang tiap sebulan sekali mendatangi nya. Tidur bersama satu ranjang dan memeluknya meskipun tidak melakukan hubungan intim. Biasanya ada guling menjadi sekat di antara mereka . Namun karena saking lelahnya , Nova langsung tiduran saja.



" Makanya kalau apa apa itu tanya dulu..Jangan langsung praktek..."



Nova cuma diam sambil memejamkan matanya ia sudah terlalu lelah. Ia pun akhirnya tertidur dengan cepat ber\_bantalkan tangan Krisna.


__ADS_1


Krisna mematikan lampu dan kemudian memejamkan mata sambil memeluk Nova.


__ADS_2