ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
28. MAMA MERTUA


__ADS_3

" Ambilkan kue itu..." ucap seorang wanita paruh baya sambil menunjuk ke sebuah kue tar yang terpajang di etalase.



" Ini?" tanya Nova yang saat itu melayaninya.



" Iya...lho Nova?" ucap wanita itu saat mengenali Nova. Nova menatap wanita tersebut.


.


' *Dia ini kan....astaga...ini Mamanya Om mas...Ibu mertuaku...kalau tidak salah namanya Mama Rani*..'


.


" M...Mama mertua..." Nova buru buru keluar dan menyalami nya. Dan kemudian mencium tangannya.



" Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Rani wanita tua yang selalu tampil modis dan berkelas itu. Sepertinya ia rajin berolah raga sehingga tubuhnya tetap nampak segar meski sudah banyak pula permak yang di lakukan pada wajahnya. Namun untuk seorang nyonya bos , itu sebuah perkara kecil.



" Part time Mama mertua..."



" Part time? Apa Krisna tidak memberimu jatah bulanan sampai kau harus kerja seperti ini ?! " tanya Rani dengan wajah kesal dan suara keras sehingga mengundang perhatian orang orang yang di sekitarnya.



" Mama mama mama..." Nova segera mengajak Mama mertuanya itu pergi keluar.


.


.


" Bayar hutang? " tanya Rani saat mendengar penjelasan Nova alasan ia bekerja part time. " Nova..Nova...Kenapa pemikiran mu se\_dangkal itu....Memang kami mengambil mu menjadi menantu kami dengan paksa seperti itu...Tapi kami benar benar ingin menjadikanmu menantu kami. Tidak sekedar untuk memberikan cucu pada kami. Kami memang menginginkan cucu laki laki penerus . Tapi kami menikahkan Krisna dengan Dewi dan Donna juga dengan niat baik . Meski Krisna harus berpoligami , kami selalu mengingatkan Krisna untuk adil kepada kalian..."



" Maaf Ma...Aku yang tak bisa..Kalau aku harus menjadi pendamping Om mas , aku tidak mau kasih sayang nya di bagi dengan wanita lain. Mama mertua juga wanita, bagaimana rasanya jika Papa mertua juga membagi cintanya dengan banyak wanita lain..apa Mama mertua rela?"



Rani diam. Ucapan Nova memang benar. Membayangkan jika suami nya berpoligami , ia tidak akan rela.



" Jadi karena itu kau ingin bebas?" tanya Rani. Nova mengangguk.



" Sebenarnya kau tidak perlu melakukan itu Nova... Papa Krisna sebenarnya sudah menyuruh Krisna untuk menceraikan ketiga istrinya itu. Mereka bertiga itu terlalu boros menghabiskan banyak uang Krisna. Membeli barang barang mahal yang tak penting , berfoya\_foya...dia tidak menyukainya. " kata Rani.



"Bodohnya... Krisna menolak karena Shinta sakit. Sedang Dewi , Krisna masih ingin mengobati dia agar bisa punya anak. Sedang Donna dia selingkuh tapi Krisna ingin merubahnya agar bisa menjadi istri yang baik. Anak bodohku itu terlalu baik. Dia merasa mereka bertiga itu tanggung jawabnya " tutur Rani.



Nova cuma diam. Ia memang membenarkan jika Krisna terlalu baik .Tapi itu bukan suatu alasan yang membenarkan untuk berpoligami. Ia tetap tak bisa menerima jika Krisna membagi cintanya.



" Aku juga tak menyalahkan mu jika kau ingin bebas... Tapi ku harap kau mempertimbangkannya Nova. Dia akan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab padamu meski tidak cuma padamu "



Nova tak menjawab. Ia cuma menunduk. Ia tetap teguh pada pendiriannya. Ia tidak mau goyah dengan bujukan mertuanya itu.


.


.


Devon mendatangi tempat kerja Nova pula. Namun kali ini bukan di toko kue tapi yang di restoran. Nova menjadi pelayan serabutan di sana.Mencatat pesanan pengunjung, mengantar dan mencuci piring pula.



" Devon...kenapa ke sini ?" tanya Nova pelan saat Devon pura pura jadi pengunjung dan memesan makanan.


__ADS_1


" Aku akan menunggu mu sampai kau pulang kerja...aku mau bicara.."



" Bicara apa lagi...bukankah aku sudah bilang sementara ini kita break dulu.... Aku harus fokus mencari uang untuk membayar hutangku " kata Nova.



" Kau butuh uang berapa...aku akan memberinya...berapa pun itu...Tapi jangan begini Yang...." kata Devon.



" Gak..." jawab Nova singkat.



" Nova ! " Panggil pekerja lain karena melihat Nova tidak kerja malah ngobrol dengan pengunjung.



" Ya..." sahut Nova.



" Pokoknya ku tunggu di sini sampai kau selesai kerja nanti " kata Devon keras kepala. Nova mengabaikannya dan segera kembali kerja.


.


.


" Nova , kau sudah boleh pulang.. Kasihan pacarmu menunggu dari tadi " kata Bosnya. Nova tersenyum malu malu dan segera pergi menemui Devon yang menunggunya di depan restoran.



Kebetulan di sana ada sebuah gang , Sehingga Devon bisa memarkirkan motornya. Saat Nova mendatangi Devon , Devon mengajaknya ke gang samping restoran itu.



" Sekarang katakan kau butuh berapa...aku akan mentransfernya.."



" Enggak V o n...aku nggak mau..." kata Nova menolaknya. Ia tidak mau jika dirinya masih terikat pada Devon atau Krisna.




" Enggak.."



" N o v... Jangan begini...aku seperti ini karena peduli padamu...Aku menyayangimu. AKU SAYANG PADAMU "



Nova terpaku sambil menatap Devon yang nampak tulus padanya. Andai saja Krisna yang mengucapkan itu , ia tentu akan lebih bahagia.



Dengan mata berkaca penuh rasa haru, ia membiarkan Devon perlahan kian mendekat padanya.


.


.


Tak jauh dari situ mobil Krisna melaju pelan dengan asistennya. Kiky yang mengemudikannya.



" Dimana tempat kerja nya?" tanya Krisna.



" Yang mana ya..." Kiky dan Krisna menoleh sambil mencari cari tempat kerja Nova.



Krisna baru saja di marahi habis habisan oleh Ibunya karena membiarkan Nova sampai bekerja . Apalagi bukan di satu tempat tapi beberapa tempat pula. Bayaran kecil namun capeknya bukan main. Terlebih pulang pergi naik sepeda.



" Pokoknya kau harus menjemput nya !! Titik !" ucap Ibunya marah.

__ADS_1


.


" Ah..itu dia restorannya... " kata Kiky.



" Parkir kan saja di dekat situ.." ucap Krisna menunjuk ke tempat kosong berjarak beberapa meter dari restoran.



Krisna kemudian turun dari mobilnya dan melangkah menuju ke restoran itu. Namun ia di kejutkan oleh sebuah pemandangan panas yang sontak membuatnya sangat marah. Ia melihat Devon dan Nova sedang bercumbu mesra. Mereka sedang berciuman . Bahkan Nova memeluk tubuh Devon.



Krisna benar benar tak bisa memungkiri hati nya. Ia sangat kesal melihat itu. Dadanya terasa sesak menahan emosi jiwa nya. Ia begitu cemburu melihat itu langsung dengan mata kepalanya sendiri. Istri muda nya dan anak tirinya berciuman dengan begitu mesra. Saling menautkan bibir mereka , balas berbalas dan tak kunjung lepas.



Krisna benar benar tidak rela , wanita yang seharusnya hanya di sentuh olehnya itu di sentuh pria lain. Ia benar benar terbakar api cemburu. Ia mengepalkan kuat kuat tangannya. Rasanya ingin sekali ia menghajar Devon saat itu juga, namun ia berusaha mengendalikan emosinya.



Ia kemudian memilih berpaling dan melangkah pergi meninggalkan mereka.



" Lho..Tuan Krisna...Non Nova mana..."



" Pulang !! " Jawab Krisna dengan wajah kesal .



Kiky yang tak mengerti , kemudian segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dan saat melewati Gang barulah ia mengerti sebab mendung kelam ber\_petir di wajah Bosnya. Ia melihat Devon dan Nova yang sedang berciuman itu.



Krisna terdiam dengan raut kesal memalingkan pandangan dari Nova dan Devon.


.


.


Sementara itu, Nova yang tak menyadari keberadaan Krisna akhirnya melepas juga ciuman dari Devon itu. Ia tidak munafik jika ia memang merasa senang dengan perhatian dan kasih sayang Devon itu.



Karena sejak ia melarang Krisna menyentuhnya, Krisna benar benar tidak pernah menyentuhnya. Jangankan ciuman bibir , pelukan bahkan ciuman di kening pun tidak pernah lagi. Krisna benar benar menjaga jarak dengannya.



Saat datang , Krisna hanya minta dimasakkan makanan. Sesudah itu mereka tidur di ranjang yang sama namun Guling dan boneka panda raksasa berada di antara mereka. Sungguh , ia sangat merindukan belain dan kasih sayang dari pria.



" Mana hp mu..." tanya Devon. Nova kemudian memberikannya. Devon membuka hp Nova untuk mengetahui nomor rekening dari mobile banking Nova.



" 100?"



" 50 " Jawab Nova singkat.



' Ting ' Sebuah pesan masuk. ' Transfer berhasil ' Devon kemudian mengembalikan Hp Nova.



" Cepat bayarkan hutangmu...Dan kurangi kerja part time mu..." kata Devon. Nova mengangguk.



Nova menurut saja saat Devon menghidupkan motornya dan menyuruh Nova naik. Devon mulai melajukan motornya . Nova berpegangan erat pada Devon. Namun entah mengapa air matanya tiba tiba mengalir deras.


.


*Setelah ini...aku akan bebas...Lepas dari Om mas.... Tapi kenapa aku malah bersedih...😭😭😭*


.

__ADS_1


.


__ADS_2