
" Ma, Pa kenalin ini Nova...Pacarku " Kata Devon memperkenalkan Nova.
Nova tersenyum getir sambil melepaskan tangan Devon yang merangkulnya. Ia merasa tidak enak karenanya. Terlebih Krisna nampak tak senang melihatnya.
.
*YA AMPUN ....Bagaimana ini...Devon ternyata anak Mbak Shinta dan Om mas...itu berarti dia anak tiri ku😱😱😱😱*
.
NOVA shock saat mengetahui itu.
.
Aku harus bagaimana sekarang...
.
" Halo Nova senang bertemu denganmu.." ucap Shinta ramah sambil tersenyum. " Kalian nampak serasi.." ucap Shinta.
" Hehe.."
" Mau makan bersama kami? "
" Ya" ... " Tidak"
Nova memberikan jawaban yang berbeda dengan Devon.
" Mau tidak?" tanya Shinta.
*Tunggu...Bukankah ini masih minggu terakhir bulan ini..Bukankah seharusnya Om mas masih di tempatku?... Masih ada 1 hari lagi... Ini masih kamis... Besok lusa baru dia bebas boleh ke tempat siapa saja... Kenapa di jam kerja dia malah mengantar Mbak Shinta...padahal minggu ini Om mas seharusnya masih di tempatku*...
*Ini curang namanya.. Mbak Shinta mengambil jatah hari ku*....
*Memang sih..aku bilang Om mas tidak boleh menyentuhku lagi karena aku separuh bebas...Tapi dia benar benar serakah...Mengambil hari milikku...Mentang mentang Om mas mencintai dia*...
Nova mendengus kesal.
" Jadi bagaimana Nak Nova.." Shinta seolah menyindir dan meledeknya.
.
*C i h...NAK ??..... Sejak kapan aku jadi anakmu* ??
.
Nova kian kesal. Dan iapun mulai ingin membalas perlakuan Istri tua suaminya itu.
" Tentu Tante..."
" T..tante??" Shinta sampai melotot tajam.
" Mau dong di traktir makan ...Jarang jarang bisa makan bareng sama calon mertua " Nova pun meledeknya ganti.
Devon tersenyum senang. Sedang Krisna menahan rasa geli .
" Calon Ibu mertua...Apa aku boleh memesan makanan sesuka hati ku..."
" H o h o... Tentu calon menantu ku...Pesan sesuka hatimu ...Aku yang akan membayar semuanya nanti..."
__ADS_1
" Kalau begitu...aku tidak akan sungkan lagi..." ucap Nova dengan senyum liciknya.
Ia memilih begitu banyak menu makanan di restoran elit yang di pilihnya tadi. Dan tentunya ia juga memilih menu yang sangat sangat mahal
Saat pesanan di hantarkan , Shinta dan Devon begitu tercengang. Karena menunya begitu banyak dan semuanya yang paling mahal.
Udang ,Cumi, lobster, ikan bakar semuanya. Ia pilih yang terbaik dan yang berukuran besar.
" A...apa kau mampu menghabiskannya calon menantu ku ..."
" Tentu saja calon mertua ku..."
" Ternyata selera makan mu besar juga ya...Tidak ku kira di balik tubuh rata mu, makan mu banyak juga..Haha..." Shinta masih juga meledeknya. " Tapi sudah makan banyak pun tetap tidak tumbuh tumbuh juga ya..."
.
*C i h...memandang fisik...beraninya terus terusan meledekku*..
.
" H i h..." Nova geram. " Tapi lebih enak punya tubuh kecil Daripada montok seperti sapi perah ...Bukan begitu calon ibu mertuaku..."
Krisna benar benar mulas mendengarnya. Ia menahan rasa geli nya lagi.
.
*Huh... Bocah bau kencur ini mengajak perang rupanya*...
.
Shinta kian kesal Nova terus membalasnya.
" Mas Krisna...ayo kita makan ... ku suapi ya.." Shinta berniat pamer kemesraan pada Nova.
" A'...sayang..." Shinta mengambilkan makanan dan menyuapi Krisna. Nova melirik kesal saat keduanya tampak mesra.
" C i h... Ini romantisme NAK. Nostalgia masa berpacaran..." Balas Shinta.
"Huh... Kau juga ku suapi ya Ay..." Nova tak mau kalah. Ia mengambil makanan asal dan langsung menyuapi Devon.
" Yang...Yang..." Devon ingin protes namun Nova yang melirik kedua orangtuanya dengan kesal mengabaikannya.
" Sayang ! "
" Apa sih ?" tanya Nova sewot.
" Itu centong sayur " ucap Devon yang protes Nova menyuapinya dengan memakai sendok sayur yang ukurannya besar.
Nova melotot saat mengetahuinya. KRISNA geli setengah mati melihatnya.
" Gak pa pa kok...kan malah lebih banyak makanannya..." ucap Nova sambil tersenyum dan menjejali mulut Devon dengan sendok sayur lebar yang penuh makanan.
.
.
"Hua\_hahaha...." Krisna yang tak kuat menahan rasa geli nya akhirnya tertawa lepas juga sepeninggal Nova dan Devon. Ia tertawa keras sambil berguling guling karena saking geli nya melihat kelakuan istri tua dan istri mudanya yang tak sengaja bertemu dan saling meledek itu.😂😂😂😂
" Huh..." 😤 Sementara Shinta menahan rasa kesalnya. Ia benar benar di kerjain oleh Bocah bau kencur istri muda suaminya .
.
__ADS_1
*Tante? ... Calon mertua..sapi perah...??😡😡*
.
Shinta benar benar kesal di buatnya. Terlebih ia juga yang harus membayar semua makanan mahal yang tak di habiskan itu akhirnya.
" Bocah itu menyebalkan..." gerutunya.
" Hahaha...Dia memang bukan tandingan mu Shin.." jawab Om mas sambil tertawa. Ia tertawa ngakak sampai air matanya keluar bersama tawanya.
" Huh " Shinta mendengus kesal.
.
.
.
Krisna yang mengingat jelas jika ia masih memiliki jatah hari di tempat Nova itu mendatangi rumah Nova. Namun saat mengingat ucapan. Nova yang tak ingin di sentuhnya, ia mengurungkan niatnya memasuki rumah itu.
Jika ia tidur di tempat Nova, ia pasti akan merasa tidak enak jika di cuekin oleh Nova. Terlebih jika ia tidak boleh menyentuh Nova , ia akan merasa sangat kesepian.
Krisna akhirnya memutuskan untuk tidur di hotel saja. Ia juga tidak sedang mood ke tempat istri istrinya yang lain . Seorang diri ia merebahkan tubuhnya di kamar yang luas dan mewah itu. Namun ia tidak bisa tidur.
.
Sekalian saja sendirian...jadi tidak bingung mencari teman..
Padahal sudah beberapa hari aku bersama Nova , tapi rasanya tetap kurang...
Istri istriku yang lain juga tak bisa menghilangkan rasa di hatiku ini....
C i l....aku merindukanmu....
.
.
Sama halnya dengan Krisna , Nova juga tak bisa tidur.
.
.
*OM MAS...benar benar tidak pulang... Jadi dia benar benar ke tempat Mbak Shinta... Memang sih , Aku sudah bilang padanya untuk tidak menyentuhku...Tapi kan dia bisa tetap tidur disini walau terhalang guling dan boneka...Dia seharusnya tidur di sini...Bukan di sana...Hari ini masih giliran ku...Giliran Mbak Shinta masih minggu depan...tapi dia menyerobot hari milikku*...
*Ini aneh*...
*kenapa seharian aku uring\_uringan gara gara Om mas bilang dia paling mencintai Mbak Shinta...Aku jadi kesal pas ketemu Mbak Shinta juga...Bahkan sampai membalasnya seperti itu*...
*Padahal aku jelas jelas punya pacar yang sempurna seperti Devon...tapi...kenapa cuma Om mas yang selalu terbayang di kepala ku... Wajahnya selalu saja terbayang*...
*Apa aku menyukai Om mas*?...
*Itu tidak mungkin kan...Tidak mungkin aku menyukai pria tua yang seusia Ayah ku...Sudah begitu dia punya banyak wanita lain...Cuma makan ati menyukai orang seperti itu*..
*Tapi..... Aku rindu....Aku rindu padanya*...
.
.
Nova menitikkan air matanya. Ia masih belum tau dengan perasaannya sendiri. Ia juga tidak yakin ia benar benar menyukai Krisna atau Devon...Tapi cuma satu hal yang ia rasakan saat ini..Ia merindukan belaian kasih sayang dan pelukan dari Krisna untuk menemaninya tidur...
*Aku ingin Om mas di sini*...
__ADS_1