
Nova tertidur setelah lelah menangis . Ia terbangun saat merasakan sebuah tangan memeluk nya dari belakang.
" Maafkan aku Nova..." Suara Evan terdengar pelan seperti penuh penyesalan. " Dinda bohong padaku... Dia cuma jatuh terpeleset dan terkilir..Dia hanya ingin mengganggu bulan madu kita...Di sana saja dia bersama dengan suaminya Dylan...."
Nova yang masih kesal pada Evan memilih diam. Ia sungguh tidak rela suaminya meninggalkannya demi wanita lain apalagi istri orang. Sudah mengabaikannya kemudian meninggalkannya pula di bandara.
" Sayang...apa kau masih marah...Maafkan aku...aku tidak akan mengulanginya..Sungguh...lain kali aku tidak akan termakan kata katanya lagi...." Ucap Evan sambil memeluk tubuh Nova erat dan mencium kepalanya. " Mama sudah memarahi ku...apa kau juga akan marah padaku?"
" Kak..."
" Ya..."
" Kakak sudah menikah... Jangan pernah lupa status kakak....Kakak bukan bujang lagi....Kakak pria beristri.... Jangan pedulikan wanita lain..." ucap Nova datar.
" Iya...aku tidak akan mengulanginya lagi Nova...Aku janji....Aku akan mengabaikan dia ...aku tak akan menganggapnya lagi..." kata Evan cepat.
" Maafkan aku ya Sayang...."
" ... " Nova menghela nafas panjang. Ia memang marah pada Evan , tapi Evan sudah meminta maaf dan tidak akan mengulanginya. Ia juga bukan wanita berhati sempit yang akan marah lama pada suaminya.
" Sayang..kalau kau terus marah...aku tersiksa...Ini tadi aku tidak langsung pulang begitu tahu Dinda membohongiku juga karena Cynthia.. "
" Cynthia? " Nova langsung berbalik menghadap Evan begitu nama anak tirinya di sebut karena itu pasti ada hubungannya dengan Krisna.
" Kapan hari dia sudah sembuh dan keluar rumah sakit. Tapi setelah tahu aku menikah denganmu dan sedang berbulan madu , dia mogok makan. Tipesnya kambuh lagi di tambah asam lambung . Dia drop kondisinya turun..Dia di rawat inap lagi . Dan tadi aku menemaninya di sana... Cynthia mau makan saat ku suapi...Pria itu...Mantan suami mu yang memohon padaku untuk menemani Cynthia sampai dia tidur . Dan dia juga minta aku yang jadi Dokter untuk Cynthia sampai Cynthia sembuh..." terang Evan.
" Jadi aku sampai malam di rumah sakit bukan menemani Dinda...tapi Cynthia...Kau bisa tanyakan itu pada pria itu jika kau tak percaya..."
Nova mulai menurunkan emosinya. Ia yakin Suaminya tidak akan berbohong pada nya . Apalagi sampai membawa nama Krisna.
Nova tak menjawab , ia lalu memeluk suaminya itu dengan erat. Ia menyandarkan kepalanya di lengan Evan dan memeluknya . Evan tersenyum lega , ia tahu itu artinya Nova memaafkannya.
" Sayang..Maaf.." ucap Evan lagi seraya mengecup kening Nova dengan lembut dan cukup lama. " Kenapa tidur di kamar ini...kamu seharusnya tidur di kamarku...Sejak menikah beberapa hari lalu kita belum pernah bermesraan di sana.. Kita pindah kamar yuk.. " ajak Evan. " Kata Mama dekorasinya juga belum dirubah..."
.
.
Aku dan Kak Evan harus punya pengikat yang kuat...agar wanita itu tidak mengganggu lagi...
__ADS_1
Kami harus menguatkan cinta kami...Kalau aku marahan dengan Kak Evan , Wanita itu pasti senang ...aku tidak akan membuatnya tertawa di atas pertengkaran kami...
.
.
" Kak Evan..."
" Hem..."
" Apa benar anak kita nanti cowok? " tanya Nova.
" Kalau kamu mengkonsumsi makan ikan dan daging daging...secara teori iya...tapi untuk lebih detailnya aku harus tahu masa suburmu tanggal berapa...Jadi kemungkinan jadi presentasenya lebih besar...Selain itu kalau ingin punya anak cowok aku harus bisa memuaskan kamu dulu..Kalau kamu sudah mencapai \*\*\*\*\*\*\*..kadar asamnya akan berubah menjadi basa... Jadi saat \*\*\*\*\*\* masuk dia akan lebih kuat bertahan mencapai sel telur...Jika masanya sempurna...Kromosom x dan y akan.....bla bla bla..." Evan menjelaskan semua secara teori dengan panjang lebar kali tinggi. Terlalu rumit dan tak begitu di pahami Nova.
" Begitulah..."
Nova malah pusing mendengarnya. Terlalu ribet dan sulit di terima oleh otak anak lulusan SMA dengan jurusan IPS pula.
Evan tersenyum . " Bagaimana kalau langsung praktek saja jika teori terlalu rumit..." usul Evan.
Nova mencubit suaminya yang mengajak nya bercinta lagi itu. " Genit "
" Apa iya? "
" Kita praktekin yuk.." Nova tersenyum . Ia membiarkan Evan bangkit dan mengangkat tubuhnya menuju ke kamar Evan . Nova justru melingkarkan tangannya ke leher Suaminya itu.
" Anak kita benar bukan perempuan kan Kak? "
" Memang kenapa kalau perempuan...aku lebih suka jika kelak kita punya anak perempuan yang cantik dan imut seperti kau Nova...Pasti lucu sekali.." kata Evan.
" Aku takut kalau anak itu akan mengalami nasib seperti aku...Menjadi pembayar hutang.."
" TIDAK AKAN!!..Anakku tidak akan mengalami nasib seperti itu..Aku akan menjadi Ayah yang baik untuknya...Aku akan menjaganya dengan baik...Itu tidak akan pernah terjadi pada anak anakku !!..." sahut Evano cepat.
Nova begitu tersentuh mendengar ucapan suaminya itu. Ia begitu terharu . Ia yakin Evan pasti akan menjadi suami dan Ayah yang baik untuknya dan anak anak mereka kelak.
__ADS_1
" Kak...Aku berubah pikiran...Aku ingin kita cepat punya anak...Mau cowok atau cewek itu sama saja...Aku percaya padamu..."
Evan tersenyum bahagia. Ia senang Nova sudah mempercayainya kini. " Jadi keluarkan di dalam ?" tanya Evan. Nova mengangguk.
.
.
Terima kasih Nova....aku akan berusaha ..Aku akan menjadi Suami yang baik untukmu...juga Ayah yang baik untuk anak anak kita kelak...
Aku tidak akan menghiraukan Dinda lagi...
Aku sudah punya istri secantik dan sebaik ini...Aku tidak butuh yang lain ...
.
.
Evan membaringkan Nova di tempat tidur pernikahannya kemarin yang tidak mereka gunakan dengan baik kala itu. Kamarnya menjadi saksi bisu malam pertama konyol mereka yang berakhir dengan kesepakatan pernikahan di atas kertas. Dan kini mereka kembali ke kamar itu untuk melakukan hal yang seharusnya terjadi . Bukti nyata cinta mereka.
" Sayang...aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi....Kau satu satunya istriku.. Satu satunya wanita ku...Tempat ku berbagi cinta dan kasih sayang... Kau Cinta terakhir ku... Nova...Aku Cinta padamu..." ucap Evan saat ia hendak memulai aktifitas percintaan mereka.
" Aku juga mencintaimu Kak Evano...Sangat..." jawab Nova.
Evano berdoa terlebih dahulu. Dan kemudian ia mencium Nova sebagai pembuka sebelum mereka mulai berhubungan intim lagi.
.
.
Kita tidak akan pernah berpisah Nova ...Aku akan mencurahkan semua cinta di hatiku hanya untukmu
Apapun kesulitannya , kita akan menghadapinya bersama sama..
Aku akan menjadi penopang mu dan Kau menjadi sumber kekuatanku...
Kita akan hidup bersama ...berbahagia ..untuk selamanya...
.
.
" Kak.." ucap Nova saat Evan memeluknya dengan begitu erat sembari menghujamkan serangan dari bawah tubuhnya ke inti tubuh Nova.
" Kak Evano... Suami ku sayang...."
" Hem..."
" Aku ingin selamanya begini denganmu .. " ucap Nova.
" Tentu saja Sayang.... Terimalah segenap rasa cinta ku ini ... Istriku....I love You...Forever...
__ADS_1
and ....Ever ..." ucap Evan sembari menumpahkan cairan miliknya ke dalam inti tubuh Nova sembari mendorong semakin dalam semampunya.
" Emmmh.... Kak Evan... " Nova memeluk erat suaminya itu sembari berpagutan mesra dengannya. Hidupnya terasa begitu indah dan penuh warna saat ia bersama Evan. Rasa bahagia menyelimuti kalbunya. Ia benar benar berbahagia kini. Evano adalah pelabuhan terakhirnya...