
' C i l ....kau melanggar perjanjian kita. ' Krisna mengirimkan pesan pada Nova .
' Melanggar apa ? ' tanya Nova sambil mengunyah makanannya karena saat itu Nova sedang makan malam .
' Peraturan no 2 tidak boleh pacaran di depan umum '
.
Pacaran di depan umum?...Masak tadi saat ciuman dengan Devon...Darimana dia tahu?... Apa Om mas mengawasi ku?...Dia menyuruh orang me_mata-mata i aku?
.
.
' Kau tahu sangsinya kan? '
Nova mengingat ingat kembali saat itu...kala mereka membuat perjanjian itu. Tiba tiba saja mukanya langsung merah saat mengingat dengan jelas perjanjian mereka.
.
.
.
I n memory (#chapter 2)
Tapi aku punya syarat..."
" Apa?"
" Pertama kau harus patuh padaku.."
" Siap.."
" Kedua...kau tidak boleh berkencan di depan umum..Terutama di depan orang tuaku...Dan yang ke tiga.. Kalau kau melanggar..saat itu juga kau harus menjadi istriku yang sebenarnya..Aku menuntut hak penuh sebagai suami mu.."
Nova menghela nafas panjang. Sepertinya ia tidak punya pilihan lain.
" Oke..."
" Kau punya kebebasan selama 3 tahun...Setelah itu kau akan menjadi milikku seutuhnya.."
Nova kemudian menyetujuinya
" Deal..."
.
.
.
Ya ampun ..aku lupa...ada perjanjian seperti itu ya... Oh my God ... Jadi .. aku akan menjadi milik Om mas?...Oh NO 😱
Tunggu...tidak bisa begitu dong...
.
Nova langsung memencet nomor menghubungi Krisna dan tak lama kemudian Krisna mengangkatnya.
" Kapan kau siap C i l?...Tapi tentunya tidak hari ini....ini bukan giliran mu..aku masih di tempat Dewi Minggu ini..." ucap Krisna yang kala itu ia sedang dalam keadaan setengah mabuk. Ia baru saja menghabiskan beberapa gelas anggur untuk mengalihkan rasa cemburu yang menyelimuti hatinya.
" Aku mau protes... peraturan no 2 itu tidak boleh pacaran di depan orang.... tanda kutip 'di depan orang tua Om mas'... jadi aku tidak melanggarnya...jadi itu tidak berlaku...INVALID !!" protes Nova.
" ..." Krisna tersenyum sinis. Krisna mereguk kembali minumannya.
.
Sebegitu tidak inginnya ya menjadi milikku...
.
.
" Dan lagi....aku ..." Nova mendadak ragu saat akan mengatakan ia telah memiliki uang untuk membayar penuh kebebasannya. Rasanya begitu sayang jika harus berpisah dengan Om mas secepat ini.
" Dan lagi ini tidak adil untukku...Om mas boleh bermesraan dengan Mbak Shinta, Mbak Dewi dan Mbak Donna...tapi kenapa aku tidak? 3 banding 1...Om mas, kau terlalu egois...Kau mau menang banyak " protes Nova.
" Sedari awal kau kan tahu aku punya 3 istri..."
" Tapi ini menyesakkan... aku tidak boleh cemburu dengan istri istri mu tapi Om mas boleh cemburu dengan pacarku... Ini sangat tidak adil..."
__ADS_1
" Cemburu?...Apa ...kau cemburu kalau aku bersama istri istriku ?"
" Tentu saja ..Aku manusia biasa...aku punya perasaan juga...Hatiku bukan batu.. "
Krisna mendadak tersenyum mendengar kejujuran Nova. Ia senang ternyata Nova juga merasakan cemburu seperti yang kini di rasakan nya .
.
Nova punya perasaan padaku....☺️
.
.
Tiba tiba Krisna merasa bahagia....Ia yg tadinya begitu marah dan kesal kini mulai sedikit demi sedikit menurunkan tensinya . Ia mulai bisa tersenyum.
" Tapi aku juga tetap pada keputusanku Om mas...Aku tidak mau jadi istri mu kalau bukan aku satu satunya..."
" Tidak bisa begitu C i l... kau datang paling belakang tidak boleh mau menang sendiri " kata Krisna.
" Ini bukan masalah siapa yang datang duluan atau belakang Om mas... ini masalah hati..Bukankah mencintai itu satu pria satu wanita... Apa Om mas selamanya ingin mencintai banyak wanita? "Krisna terdiam .
" Apa Om mas mengibaratkan kami ini seperti sayur yang biasa Om mas makan setiap hari, ingin selalu banyak macam agar berbeda beda rasanya.....Tidak bisakah Om mas berpikir begini , begitu banyaknya lauk namun tetap tak akan lengkap tanpa nasi...dan Nasi itu ibaratnya adalah satu istri. Apa Om mas takut tidak akan terpuaskan oleh satu istri saja? Satu istri yang sama setiap hari.."
" Mungkin Om mas pikir sesudah memberi kecukupan materi pada kami itu adil ? Apa Om mas tahu bagaimana rasanya kesepian? Saat merindukan suami tapi suami tak ada...suami bersama wanita lain... Apa itu pernah sedikit saja terlintas di pikiran Om mas?"
Krisna terdiam. Ia benar benar terdiam. Seorang bocah gadis desa lugu berani dengan lantang menyuarakan isi hatinya. Dan itu sudah mewakili isi hati para istrinya yang hidup dalam poligami. Cuma mereka mungkin tidak pernah berani mengatakannya. Hanya Nova yang berani...
" Hari ini bicaramu terlalu banyak C i l...Aku ngantuk seperti kau nina bobok....aku tutup dulu ya " Krisna buru buru menutup telponnya.
.
.
Krisna terdiam merenungi ucapan Nova barusan.
.
.
Ku kira aku sudah cukup adil... Tapi ternyata itu cuma menurut pendapatku saja ...
Aku cuma manusia biasa...bukan Nabi ... jadi mana mungkin bisa adil yang seadil adilnya.....
Adil dalam ucapan bisa tapi adil dalam prakteknya itu yang sulit...
.
Krisna benar benar terdiam. Dalam posisi Nova , pendapat nya itu tidak salah.
.
.
Ternyata ucapan itu memang benar...pria di perbolehkan menikah sampai 4 x jika mampu dan bisa adil..tapi jika tidak ..di anjurkan hanya memiliki 1 istri...
Apa aku memang harus punya istri satu saja ?🤔
.
.
.
.
" Mas Krisna ayo tidur.." ajak Dewi.
" Iya sebentar C i l.... " Jawab Krisna tanpa sadar memanggil Dewi dengan Panggilan akrab Nova.
' C i l...panggilan baru ku kah ?🥰🥰🥰 Mas Krisna memang romantis...' Dewi merasa berbunga bunga.
.
__ADS_1
.
...----------------...
.
Di suatu pagi yang ceria...tepatnya di hari Minggu, Nova mendapat telpon dari Mama mertuanya.
" Sekarang Ma?" tanya Nova pada Mama mertuanya yang baru saja menelponnya itu dan memintanya datang ke rumah Besar ( Tempat tinggal mertuanya ).
" Mulai sekarang setiap Minggu tugasmu adalah merawat tanaman bunga di rumah kaca ku..Dan aku akan membayar mu dengan hitungan per jam"
" Jadi Mama mertua mau kasih aku kerja part time nih?" tanya Nova menyelidik.
" Kurang lebih begitu...dan ini gajinya besar "
" Oke Mama.." jawab Nova sambil tersenyum senang.
.
.
...----------------...
.
.
" Kris.. Nanti kau kesini...Aku mau kau memijit ku.." Kata Rani menghubungi Krisna.
" Panggil tukang Pijit Ma .. Hari ini hari Minggu ..aku ingin bersantai.. "
" Ah..sayang sekali..padahal menantu ku ada di sini... "
" Menantu yang mana?" tanya Krisna cepat.
" Menantu yang dari desa itu. Istrimu yang paling muda . "
" Aku akan ke sana " Jawab Krisna cepat. Ia di langsung berubah bersemangat karena Mamanya bakal mempertemukan dia dengan istri mudanya itu . Krisna sangat senang bisa bertemu Nova. meski bukan jadwalnya berkunjung ke sana . Rani lalu menutup telponnya.
" Hehe...sudah ku duga..." ucap Rani sambil tertawa.
.
.
Saat itu di tempat lain , di sebuah hotel. Ia sedang terbaring di dalam selimut bersama seorang Om om dalam keadaan polos.
" Bersamamu menyenangkan sekali Helsi.." ucap Om om itu . " Coba saja dulu aku yang mendapatkan perawan mu... Tentu aku akan memberimu bonus yang sangat besar..."
" Perawan ya...Kalau aku bisa mencarikan temanku yang masih perawan Om mau?" tanya Helsi
" Tentu saja...Aku akan memberi bonus padamu...Memang kau ada teman yang masih perawan?"
" Hehe... Ada Om...Cuma bodinya sedikit rata.. Tidak seseksi aku..."
" Hahaha...Tidak apa apa Helsi ....Bawa dia padaku..."
" Fu Fu Fu.. tentu saja Om " jawab Helsi sambil tersenyum licik.
.
.
Nova...aku akan mengumpankan mu pada Om Om mesum tua dan genit seperti ini...agar kau tahu bagaimana rasanya menjadi seperti aku...
.
__ADS_1
.