ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
57. TAK MUNGKIN BERSAMA


__ADS_3

Nova pergi ke rumah sakit tempat Evan bekerja , namun tidak untuk bertemu Evan melainkan bertemu Cynthia . Ia meminta pada Cynthia nomor ponsel Krisna.



Cynthia dengan enggan memberikannya. Ia masih kesal pada Nova yang akan menikah dengan Dokter yang di taksir nya.



" Nova..." Nova menoleh ke sosok yang memanggilnya. Suaranya sudah tidak asing lagi di telinga Nova karena itu adalah suara mantan kekasihnya.



Dan saat itu Devon pas menjenguk adiknya. Ia sudah mendengar cerita dari Cynthia jika mereka bertemu Nova . Dan baru kali itu , Devon bertemu


langsung dengan Nova.


Nova dan Devon kemudian pergi ke kantin rumah sakit tersebut. Mereka memesan minuman sambil ngobrol di sana.



" Sekarang kau berhijab .." ucap Devon.



" Iya..." jawab Nova .



" Kau dulu begitu tega pada ku Nova...Kau pergi tanpa pamit sama sekali pada ku...langsung menghilang...Aku sampai mencari mu ke desa asal mu bertanya pada keluarga mu ..Keluargamu malah tidak tahu kau di mana .."



" Maaf Devon... "



" Selama setahun aku mencari mu ke sana ke mari...bahkan Papa ku yang ku kira menyembunyikan mu juga tidak tahu kau ke mana...Aku bersyukur kau sekarang sudah hidup dengan baik... Aku turut bahagia untukmu.. Kau akan menikah dengan dokternya Cynthia kan..." ucap Devon.



Nova diam . namun ia bisa menangkap maksud dari Devon jika Devon sudah rela melepaskannya.



" Kau ingat Ayu ?" tanya Devon.



" Tentu saja ..Mbak Ayu kapten tim basket itu kan...dia teman baikku..." kata Nova sambil tersenyum .



" Aku jadian dengannya...Sudah setahun ini..Kami kuliah satu kampus " Nova ternganga. Ternyata Devon pun sudah move on dari nya dan melanjutkan hidupnya. " Maaf...aku tidak bisa menjaga janjiku pada mu . Aku dulu pernah sangat menyukai mu Nova...Kau cinta pertama ku...Tapi kita mungkin tidak berjodoh . Dengan tulus aku aku mengucapkan ini. Semoga kau berbahagia dengan Dokter Evan. Semoga kehidupan mu kelak lebih baik dari kehidupan pernikahan mu yang dulu..."



Nova tersenyum . Ia turut berbahagia Devon telah memilih kebahagiaannya sendiri.



" Kau juga Devon..."



" Terima kasih tidak memilih Papa . Aku dulu sempat berpikir, kalau kau hidup dengan Papa , aku akan sakit hati seumur hidup melihat kalian. Aku tidak akan sanggup menjalani nya. Tapi kini sepertinya tidak lagi. Aku berharap kau dan Papa bisa bahagia .... dengan pasangan kalian masing masing..." ucap Devon tulus.



"O.. Om mas punya pasangan ? " tanya Nova ragu. Ia begitu penasaran dengan hidup Krisna setelah mereka bercerai .



" Belum .. Papa selama ini cuma fokus pada ku dan Cynthia. Papa ingin membahagiakan kami. Kakek dan nenek juga tidak memaksa Papa menikah lagi .. " jelas Devon.



Nova tertunduk . Ia pikir Krisna sudah menikah lagi . Ternyata dia tidak menikah lagi. Dia memilih hidup menyendiri dan fokus pada anak anak dan pekerjaannya. Entah karena ia belum bisa move on sepeninggal Shinta istri yang paling di cintai nya itu atau ia sudah tidak ingin menikah lagi. Nova tidak tahu.


.


.

__ADS_1


.


...----------------...


.


.


.


' Om mas... bisakah kita bertemu.." Sebuah pesan dari nomor asing masuk ke hp Krisna. Krisna tahu nomor yang tidak terdaftar di kotaknya itu adalah nomor Nova. Sebab satu satunya orang yang memanggilnya Om mas itu cuma Nova .



' Ya... dimana ? ' tanya Krisna kemudian .



' Cafe X ' Nova menunjuk ke sebuah cafe yang berada tak jauh dari rumah sakit tempat Devon. Nova pikir , mencari tempat dekat dari rumah sakit itu agar Krisna mudah jika sekalian menjenguk Cynthia .



' Ok ' jawab Krisna.


.


.


.


...----------------...


.


.


.


.


Sepulang kerja Krisna segera menuju ke tempat yang di janjikan nya untuk bertemu dengan Nova. Dan di sana Nova sudah menunggu. Ia duduk di tempat duduk di pojok ruang itu. Sebuah tempat yang cukup nyaman di kafe itu karena dekat dengan taman Cafe. Sehingga sambil ngopi pun , mereka bisa menikmati pemandangan taman buatan di tempat tersebut.



" Ada apa C i l? " tanya Krisna.



" Aku...ingin bertanya pada Om mas...Om mas kan suhu nya suhu...jadi aku ingin tahu pendapat Om mas..." jawab Nova .



Krisna tersenyum . " Tentang pernikahanmu dengan Dokter Evan ? " tebak Krisna.



Nova kemudian mengangguk." Aku ingin memantapkan hatiku. Aku masih belum yakin dengan pernikahan ini...karena...Kami sama sama ragu... Om mas tahu kan... pernikahan pertama ku dengan Om mas itu karena terpaksa... dan akhirnya tidak bahagia... Kita bercerai... Aku tidak ingin mengalami hal seperti itu lagi...Tapi ...Kami .. Kak Evan ...dan aku juga... " Nova cerita dengan terbata bata karena ragu ragu . Ia tidak ingin Krisna tahu jika ia masih Mencintai mantan suaminya yang kini ada di hadapannya itu.



Krisna diam . Ia hanya menyimpan praduga nya dalam hati saja.



" C i l... Dokter Evan adalah seorang pria baik. Dia Sosok yang pria sempurna yang langka . Dia punya pekerjaan , hidupnya mapan dan dia juga sosok religius , keluarganya juga keluarga baik baik. Dia akan menjadi imam yang baik untuk mu C i l... jangan ragu lagi..Menikahlah dengannya... raih kebahagiaan mu..." ucap Krisna.



" Om mas yakin ? " tanya Nova dengan mata mulai berkaca kaca.



Krisna tersenyum dan mengangguk. Tulus ..Ia setulus hati mendukung Evan dan Nova


.


.


Berbahagialah C i l... Pria seperti aku ini tidak layak di cintai...Sudah poligami , tidak bisa adil , serakah , menyakiti banyak wanita pula .. umurku juga sudah 43 ... kalau bersama ku ...kau cuma akan mencetak anak yatim saja.. aku sudah tua..tidak bisa hidup selama kau C i l.. kau baru 20 .. perbedaan kita terlalu banyak...


Dokter Evan dia sangat cocok untuk mu .. Usia muda , tampan , kaya , pekerjaan bagus , dan aku yakin dia juga tidak akan poligami...

__ADS_1


.


.


Nova sebenarnya sedikit berharap Krisna akan menentang pernikahan mereka karena bagaimanapun , Nova masih memiliki perasaan pada Krisna. Ia memang marah pada Krisna karena menceraikannya ...namun ia masih sedikit berharap untuk bisa kembali dengannya.


.


.


Om mas benar benar tidak punya perasaan apapun pada ku ..


Aku bicara seperti ini dengannya pun dia malah mendukung aku dengan Kak Evan...


Om mas...kau sungguh jahat... kalau tidak bisa mencintai aku kenapa membuat aku memiliki perasaan pada mu...


.


.


.


" C i l...kenapa malah menangis ..." ucap Krisna saat melihat Nova mulai menangis terisak.



" C i l... Jangan menangis .. kau seharusnya tersenyum kan .. " Krisna menyentuh kepala Nova dan mengusapnya lembut.



" Om mas... " hanya satu kata itu yang bisa di ucapkan Nova dalam tangisnya.


.


.


Maaf Nova...aku tidak punya keberanian sedikit pun untuk memperjuangkan mu lagi ..


Semua yang pernah ku lakukan padamu ...terlalu buruk ..


.


.


Nova menumpahkan air matanya sambil menunduk. Krisna bahkan tak berani memeluk gadis berhijab yang kini menangis di depannya itu. Dia bukan mahramnya lagi. Terlebih dia berhijab. Semakin memberikan pagar pemisah yang begitu tinggi di antara mereka.



Krisna menahan kepedihan hatinya dengan mengusap kepala Nova yang ditutup hijab. Ia menunggui gadis yang kini sedang tersedu sedu itu sambil berusaha menenangkannya.



" C i l...percayalah pada ku..kau pasti bisa bahagia..." ucap Krisna meski ia begitu pedih mengucapkannya. Ia sebenarnya ingin memeluk gadis kecil mantan istrinya itu , namun ia bukan siapa siapanya lagi kini.



Tak jauh dari situ Evan yang kebetulan juga berada di cafe itu hendak ngopi bersama teman teman dokternya melihat Nova dan Krisna.



" Kenapa Evan ? " tanya temannya.



" Bukan apa apa .. kita duduk di sana saja.." kata Evan sambil memilih bangku yang cukup jauh dari Nova dan Krisna. Meski duduk dan ngobrol ngobrol dengan teman temannya , Evan masih melihat mereka dari kejauhan. Ia melihat Nova dan mantan suaminya itu.


.


.


*Kenapa Nova menangis di depan pria itu... Kenapa dia masih saja bertemu dengannya...


Melihat calon istri dengan pria lain ...


Ini menyesakkan...


Ini menyebalkan*...


.


.

__ADS_1


__ADS_2