ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
58. PERNIKAHAN KE 2


__ADS_3

Nova tampak begitu gugup saat akan melaksanakan ijab kobul meski itu pernikahan kedua nya. Apalagi Pernikahan tersebut terjadi mendadak dan tanpa terencana sama sekali. Bahkan tanpa cinta sama seperti pernikahannya yang terdahulu. Dulu karena hutang uang , kini karena hutang budi.



Nova dan Evan duduk di hadapan penghulu dibawah satu tudung dengan mengenakan setelan baju pernikahan yang warnanya senada. Evan mengenakan jas pengantin berwarna putih dan Nova setelan kebaya berwarna senada. Evan pun mulai mengucapkan ikrar penikahannya. Dalam satu tarikan nafas semua lancar terucap. Dan satu kata terdengar membahana di rumah itu .



" Sah !!"



Evan menyematkan cincin di jari manis Nova. Dan Nova pun menyematkan cincin ke jari Evan. Kemudian setelah itu Nova menjabat tangan Evan dan mencium tangannya. Evan membaca doa dan menghembuskan udara ke kepala Nova dan kemudian mencium kening Nova.



Heppy begitu terharu melihat itu. Ia sangat bahagia putranya kini telah memiliki pendamping yang akan menemani derap langkahnya menjalani kehidupan rumah tangga. Ia berdoa agar rumah tangga anaknya kelak menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.



Para tamu undangan , sanak famili , keluarga Nova dan bahkan Krisna dan Devon yang di temani Ayu kekasih barunya pun turut hadir di sana menjadi saksi pernikahan Evan dan Nova.


.


.


Selamat C i l... Kau mendapat kan orang yang baik... Semoga kau bisa berbahagia kelak...


.


.


Krisna mengucapkan itu dalam hatinya . Ia turut berbahagia untuk kebahagiaan Nova.


" Krisna? " orang tua Nova mengenali Krisna yang juga ada di sana.



" Pak...Bu..." Krisna menyalami mereka, juga Devon dan Ayu. Nira menoleh dengan heran pada sosok Krisna yang tak pernah di lihatnya. Karena dulu saat menikah dengan Nova ia masih kuliah di luar kota.



" Siapa pria tampan itu...?" tanya Nira berbisik pada ibunya.



" Ya itu mantan suami Nova...yang punya istri 4 itu.." jawab Ibunya berbisik pula. Krisna mengobrol dengan Ayah Nova.


.


.


Astaga....jadi ini suami Nova dulu...orang yang seharusnya di jodohkan denganku dan ku tolak itu...


Dia ternyata bukan kakek tua...Dia tampan, tinggi , macho, awet muda lagi...


OMG....kenapa dulu aku bodoh sekali menolak pria kaya setampan ini... Jangankan jadi istri ke 4 , jadi selingkuhannya saja aku mau...bodoh nya aku dulu ...


.

__ADS_1


.


Nira diam diam menyesali keputusannya dulu. Andai waktu bisa di putar kembali , ia pasti mau menjadi istri dari pria dewasa tampan seperti Krisna itu.



" H..hallo...Tuan Krisna...aku Nira...Kakak Nova..." Nira langsung maju ingin berkenalan dengan Krisna. Ia berharap Krisna tertarik padanya yang kecantikannya di atas Nova.


.


.


Oo....jadi ini orangnya yang seharusnya menikah dengan aku dulu...Bukan Nova...


Orang yang mau seenaknya saja....Menghabiskan uang , sampai pinjam ke rentenir untuk bayar kuliahnya , tapi dia malah melempar tanggung jawabnya pada Nova...


.


.


" Ya..." jawab Krisna singkat dan langsung berpaling dari Nira . Nira begitu kesal dengan sikap dingin Krisna itu.


.


.


Nova kalau sama aku jelas lebih cantik aku lah... Tubuhnya saja rata begitu..gak berisi ..cowok mana tertarik...


Tapi heran... Krisna ini ko bisa begitu suka padanya... Apa servis ranjangnya memuaskan... sampai sampai dia dulu begitu royal rela mengeluarkan banyak uang untuk kami...


Ya tentu saja sih ...Nova kan waktu itu perawan...dia gadis belia lagi...pasti lain banget rasanya...


.


.


.


.


Kali ini dapatnya Dokter muda dan tampan lagi... Dia benar benar beruntung...


.


.


Nira benar benar iri melihat keberuntungan adiknya itu. Kenapa ia memiliki begitu banyak keberuntungan , beda dengan dirinya. Ia memang pernah punya kekasih seorang pengusaha kaya , ia memilih yang tampan dan banyak duit namun ternyata ia cuma di jadikan wanita simpanannya saja. Yang setelah puas di pakai akhirmya di tinggalkan . Yang ternyata pria itu lebih memilih istri dan anaknya. Ia di campakkan begitu saja setelah di coreng nama baiknya karena di sebut pelakor.



Malam harinya saat resepsi pernikahan , Nova mengenakan gaun pengantin berwarna crem yang begitu indah. Dengan 4 lapis bertumpuk dan tetap memakai hijab , Nova benar benar mempesona.



" Evan...kau sangat beruntung ...istri mu sangat cantik...dia menawan.." ucap teman teman Dokter yang turut menghadiri pernikahan mereka dan memberi ucapan untuk mereka.


" Semoga kalian berbahagia..." ucap teman temannya.


__ADS_1


" Selamat ya Evan , Nova.." ucap Dylan sahabat Evan pula yang menikahi Dinda kekasihnya dulu. Evan cuma tersenyum sambil bersalaman dengannya. Nova pun juga .



Saat Dinda mengucapkan selamat, ia juga cuma memberi ucapan pada Evan namun tidak pada Nova. Ia tidak mau memberi ucapan pada Nova karena sebenarnya hatinya tidak rela mantan kekasih yang masih sangat di cintainya itu di miliki wanita lain.



Sedang Krisna , Devon , Ayu memberi ucapan selamat pada mereka. Nova tampak meneteskan air mata saat Krisna menyalami nya.



" Selamat ya C i l.." ucap Krisna. Krisna menyentuh kepala Nova dan mengusapnya sebentar. Kemudian segera beralih pada Evan .



Krisna bersalaman dan memeluk Evan. " Tolong bahagiakan dia dokter Evan..." ucap Krisna lirih pada Evan sebelum berlalu.



Evan sesaat diam. Ia bisa merasakan jika Nova dan Krisna sebenarnya saling mencintai meski mereka sudah berpisah. Sepertinya jodoh mereka hanya singkat. Setahun menikah , kemudian bercerai.



Evan merangkul Nova dan menepuk bahunya pelan . Ia juga membelai lembut kepala Nova untuk memberinya kekuatan. Nova sesaat menatap Evan yang kemudian tersenyum padanya. Nova pun kemudian menghapus air matanya.



Devon dan Ayu yang pergi sesudah mengucapkan selamat pada Nova dan Evan pun sempat melihat itu. Evan nampak begitu baik pada Nova.



" Dokter Evan sangat perhatian ya...Dia sepertinya sangat mencintai Nova...Sepertinya mereka saling mencintai ya..." Devon cuma mengangguk meski itu tak di benarkan hati nya.


.


.


Kau salah Ayu...yang di cintai Nova itu Papa ku...Nova kelihatan sekali kalau dia belum bisa melupakan Papa...


Maaf Nova.. Bukan aku bermaksud menghalangi kau dan Papa...tapi jika kau tetap bersama Papa...aku yang tidak bisa terima...


Mama ku sudah meninggal, dia di madu dengan 3 wanita...Sangat tidak adil jika kau menjadi istri satu satunya Papa...


Terlebih jika tidak ada Ayu...aku mungkin bisa gila karena tidak rela melihatmu bahagia dengan Papa...


Ada Ayu pun...rasanya hatiku masih sakit melihatmu menikah dengan Dokter Evan...


Nova... kau cinta pertama yang begitu membekas di hatiku...


.


.


Saat yang paling mendebarkan tiba. Saat mereka memasuki kamar pengantin . Jantung Nova berdetak kencang seperti genderang perang . Ia benar benar gugup sekali. Evan dan Nova duduk di sisi yang berjauhan dan saling berbalik arah.



Kamar pengantin mereka adalah kamar tidur Evan . Kamar tersebut sudah di tata dan di hias sedemikian rupa dengan penuh bunga yang bertaburan di atas ranjang. Terlihat begitu mewah dan elegan. .

__ADS_1



__ADS_2