ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
49. EVANO


__ADS_3

Nova hendak mencari sebuah tempat kontrakan untuk membuka usaha. Ia masih bingung harus membuka usaha apa. Dengan modal pemberian Krisna yang begitu banyak itu , ia punya kesempatan untuk membuka usaha apa saja.


Nova berjalan jalan ke sebuah mall yang selalu ramai pengunjung yang cukup besar di kota besar itu. Ia melihat sekelilingnya .Banyak sekali peluang usaha yang bisa di lakukan nya. Tinggal menentukan usaha apa.


" Mencari part time ?" tanya seorang wanita ibu ibu yang melihat Nova nampak kebingungan .


" Ha?" Nova yang masih bengong tak tahu harus menjawab apa sembari menenteng tas ranselnya.


" Namamu siapa? " tanya nya .


" Nova " jawab Nova spontan.


" Ikut aku , Nova " ajak ibu ibu itu. Nova hanya menurut saja saat ibu itu menggandeng dan mengajaknya ke sebuah restoran kuliner yang ramai pengunjung.


" Letakkan tasmu di dekat meja kasir dan kau pakai celemek itu. Kemudian tanya pesanan mereka. Dan berikan pesanan itu ke bagian dapur. Jika sudah siap hantarkan kembali pesanannya.


.


.


Oh...pelayan resto...aku sudah biasa melakukan ini di part time ku dulu...


.


.


Nova pun segera melakukannya. Dengan cekatannya , ia membantu di restoran itu. Pekerjaan seperti itu sudah sering di lakukan nya dulu malah juga ia juga magang di tempat foto kopi juga setelah bekerja di resto.


Nova bekerja dengan baik. Ia bisa melakukan semuanya . Ibu itu tersenyum senang melihat Nova yang sudah terampil. Bahkan saat mengantarkan pesanan , ia nampak ramah pada para pengunjung restoran tersebut. Dan mereka menyukai pelayanannya.


.


.


.


.


" Terima kasih Nova...aku benar benar terbantu...Kalau kau mau besok boleh bekerja part time lagi di sini .." ucap Ibu ibu itu sambil memberikan sebuah amplop yang berisi gaji part time.


" Apa ibu tau tempat kos atau kontrakan dekat sini ?" tanya Nova.


" Kau tidak punya tempat tinggal?..orang tuamu di mana?...Apa kau pergi dari rumah ?" tanya Ibu tadi.

__ADS_1


Nova bukannya menjawab , ia malah hendak menangis di tanyai seperti itu. Namun ia rasanya tidak sanggup jika harus menceritakan kisah hidupnya pada orang asing yang bahkan tidak ia ketahui namanya itu.


" Nova?" ibu itu nampak ingin tahu.


" Saya seorang janda dan saya di usir oleh keluarga saya karena diceraikan oleh suami saya. Dan saya putus sekolah.." Nova menceritakan secara singkat kisah hidup nya yang menyedihkan.


" Ya Ampun ....kasihan sekali kamu Nova..padahal kamu masih semuda ini...." Ibu itu turut bersedih mendengar kisah Nova.


" Kalau begitu kau ikut tinggal saja di tempatku...Aku juga seorang janda. Aku tinggal sendiri di rumah. Anakku sedang sekolah di luar negeri..Kau mau kan...Nanti kalau masalah pekerjaan kau bekerja saja pada ku...Aku juga tidak akan memungut biaya kos padamu .. " ucap Ibu itu.


" Apa tidak merepotkan?" tanya Nova. Wanita itu menggeleng.


Nova menghapus air matanya . Ia pun lalu ikut dengan ibu itu kerumahnya . Mereka naik mobil bersama. Sopir yang mengemudikan mobil tersebut.


" Nova Adelia...ya ampun kau baru 17 tahun .." ucap Ibu yang belakangan ia ketahui bernama Happy itu. Ia membaca kartu pelajar Nova yang di tunjukkan oleh Nova.


" Kau baru keluar dari sekolah beberapa hari ini?...Lalu pernikahanmu ... apa bisa terdaftar dengan jika kau masih di bawah umur? "


" Nikah siri...Saya di paksa menikah untuk membayar hutang orang tua saya dan saya di jadikan istri ke 4..."


" Astaga.... malang benar nasib mu...Jadi setelah dia puas memainkan mu dia menceraikan mu?...Benar benar keterlaluan pria itu..." Bu Heppy ikut kesal membayangkan nasib Nova.


" Om mas tidak bersalah...Dia juga di paksa oleh orang tuanya. Dia hanya menuruti perintah orang tuanya agar mempunyai keturunan laki laki..." Nova spontan masih membela Krisna " Dia hanya terlalu baik..."


" Tidak ada laki laki baik yang suka menyakiti wanita. Menikahi 4 wanita sekaligus.. apalagi kau masih bocah di bawah umur ..Menurutku dia bukan orang baik .. apalagi dia juga membuangmu setelah puas bermain denganmu ...laki laki payah !! " r u t u k Heppy.


Nova akhirnya terdiam. Dimata siapapun yang di lakukan Krisna tetap salah terlebih di mata wanita.


" Kau itu seharusnya membenci dia , laki laki seperti itu tidak pantas untuk di cintai...Juga orang tuamu , tega benar menjual anak gadis untuk membayar hutang...kalau kau anakku sudah ku penjarakan mereka semua . Orang tua gak beres itu... " Heppy begitu emosi . Ia begitu bersimpati pada Nova.


" Sudah , mulai sekarang kau jadi anak asuhku saja. Aku akan mengangkat kau jadi anak asuh ku. Aku akan menyekolahkan mu, dan nanti sepulang sekolah kau bantu aku di restoran..."


Heppy sebagai seorang wanita yang juga memiliki anak, benar benar tidak rela dengan semua yang menimpa Nova. Naluri keibuannya berontak.


" Anakku cuma satu dan dia kuliah di luar negeri.. kau tenang saja Nova... aku akan menganggap mu sebagai seperti anakku sendiri...Sungguh...aku sangat kasihan padamu...Semuda ini kau sudah mengalami nasib seberat ini..." Happy memeluk Nova yang mulai menitikkan air matanya. Nova begitu terharu , ternyata masih ada juga orang yang baik padanya meski mereka baru pertama kali bertemu .


" Besok kau pergi ke sekolah lama Nova dan urus berkas pindah sekolahnya ya... " ucap Heppy pada sopirnya. " Bilang saja Nova pindah ikut ke rumah Bibi nya ..Tapi jangan memberi alamat rumah ku... Berikan alamat resto saja biar tidak ada yang bisa menemukan Nova lagi . Terutama orang tuanya..."


" Baik Bu " jawab Sopirnya.


.


.

__ADS_1


.


Nova sampai ke rumah tempat Bu Heppy. Sebuah rumah besar bergaya Eropa. Tampak jelas , jika Bu Heppy ini memang seorang janda kaya . Di rumahnya ada sekitar 5 orang pembantu.


" Kau tahu , Nova aku mempunyai banyak anak asuh. Setiap hari Jum at aku mengumpulkan para janda dan anak yatim dan memberikan santunan kepada mereka. Dan kita kemudian mengaji dan berdoa bersama. Jadi setiap hari Jumat restoran ku tutup. Para pegawai ku ikut membantu memasak untuk mereka. Mungkin karena doa mereka itu restoran ku jadi maju dan ramai pembeli... Doa mereka membantu melancarkan rezeki ku..." ucap Heppy dengan wajah penuh senyum.


Nova tersenyum. Wanita yang akan menjadi orang tua barunya itu memang sangat baik.


" Kau panggil saja aku Mamah Heppy ya...atau Mamah saja..."


" Baik Bu....ah...Mamah...." Nova belajar membiasakan diri dengan Ibu barunya itu.


" Kau bisa komputer? " tanya Heppy .Nova mengangguk.


" Kau bantu bantu aku mengecek di komputer ya...Kami punya perkumpulan Ibu ibu yang mengirimkan Donasi untuk para janda dan anak yatim itu... Datanya terhubung dengan rekening mobile banking...jadi semua rekapan ada di sana.."


" Iya..."


.


.


Sejak hari itu , Nova tinggal di rumah itu dan membantu Heppy. Di restoran dan juga dengan perkumpulan donasi anak yatim itu. Nova pun juga di sekolahkan oleh Heppy ke sebuah sekolah keagamaan yang dekat dengan rumah mereka.


Awalnya Nova cuma memakai hijab saat bersekolah dan sepulang sekolah melepas hijabnya. Namun lama kelamaan karena sudah terbiasa dengan Bu Happy yang juga berhijab , ia pun ikut berhijab. Ia kini bisa ceria kembali dan menjalani hidup seperti anak seusianya hingga ia akhirnya lulus SMA.


2 tahun berlalu begitu cepat di lalui Nova dengan Happy yang begitu baik padanya. Ia benar benar di perlakukan seperti anak kandungnya sendiri.


Nova begitu nyaman dan tenang di sana. Ia kini juga jadi pintar mengaji pula. Ia bisa membaca kitab suci dengan lancar. Membantu di restoran , juga kegiatan sosial ibu angkatnya itu.


" Ayo Nova ..buruan...anakku pulang hari ini ..Ayo kita ke bandara..." Happy sudah tidak sabar menyambut kedatangan anak nya . Ia menggandeng tangan Nova untuk bertemu dengan anaknya.


Selama ini Nova hanya tahu jika ibu asuhnya itu mempunyai seorang putra yang kuliah di jurusan kedokteran di luar negeri. Namun ia sama sekali tidak pernah bicara dengannya.


Langkah Nova terhenti saat Bu Heppy melambaikan tangan pada seorang pemuda yang bertubuh tinggi jangkung dengan perawakan sedang. Seorang pemuda tampan mirip artis dan berkulit putih dengan hidung mancung dan tahi lalat di hidungnya. Dia seperti sebuah mahakarya hidup. Nova tak bisa membohongi dirinya jika pria yang sedang berpelukan dengan ibu asuhnya itu memang sangatlah tampan. Ia juga tak kalah tampan dengan Devon , idola di sekolah mantan kekasihnya dulu.


" Nova kenalkan...ini putra ku ..Namanya Evano ...."


Pemuda tampan dengan pandangan teduh dan wajah kalem itu perlahan menoleh pada Nova. Alis tebal , hidung mancung dan bibir tipisnya sempurna. Dia benar benar tampan. Terlalu tampan.


Nova pun memandangnya. Pemuda kakak angkatnya itu nampak begitu ramah meski menatapnya dengan asing karena tak pernah bertemu dan bicara dengannya.


__ADS_1


__ADS_2