
Nova terbangun di tengah malam karena mendengar suara klakson mobil di rumahnya. Sebenarnya ia memang tak nyenyak tidur , susah tidur dan begitu tertidur, ia terbangun kemudian. Satpam penjaga rumah terdengar membuka pintu pagar . Ia yakin itu pasti Krisna.
Nova berpura pura tidur saat mendengar suara langkah seseorang memasuki kamarnya. Ia merasakan langkah orang itu terhenti di depannya. Bahkan sesaat ia merasakan hembusan angin di wajahnya. Ia mengecup kening Nova dengan lembut sambil membelai rambutnya.
.
Om mas mencium ku... Jadi dia juga tidak bisa tidur ...dia merindukan ku?
.
" Aku harus bagaimana C i l ?" ucapnya pelan
.
Kenapa bertanya padaku...aku sudah memberitahu mu kan Om mas...Ceraikan istri istrimu...Kemudian kau bisa bersamaku...batin Nova.
.
" Aku tak bisa tidur kalau tidak memelukmu..." ucapnya lagi pelan.
Samar dalam pencahayaan yang redup itu Krisna kemudian mengecup lembut bibir Nova. Nova yang pura pura tidur tidak mau ketahuan, sehingga ia cuma membiarkannya begitu saja. Kemudian setelah itu Krisna naik ke ranjang tersebut dan tidur di sisi Nova . Ia membawa Nova ke pelukannya dan memeluknya erat.
Nova hanya diam dan membiarkannya. Setidaknya malam itu saja ia akan memberi kelonggaran pada Krisna. Ia biarkan Krisna yang pasti juga susah tidur itu . Ia nekat datang tengah malam hanya untuk menemuinya.
Pelukan hangat Krisna yang begitu nyaman membuat Nova yang resah gelisah dan tak bisa tidur itupun akhirnya bisa tidur pulas. Sama halnya dengan Krisna.
.
.
.
...----------------...
.
.
Namun begitu bangun tidur , Nova terkejut karena Krisna tidak ada lagi di sana.
.
Dia sudah pergi atau tadi malam itu cuma mimpi ?
.
Nova buru buru bangun dan melihat ke kamar mandi. Samar ia mendengar suara gemericik air seperti ada orang yang sedang mandi di sana.
Perlahan ia membuka kamar mandi untuk memastikan apakah itu benar Krisna. Dan ternyata dugaannya benar, Krisna sedang mandi di bawah guyuran air dari kran shower. Ia nampak polos sambil menikmati air segar yang mengguyur tubuhnya.
Mata Nova melotot saat melihat bodi seksi kotak kotak aduhai Krisna yang nampak jelas dari ujung kepala hingga ujung kaki.
.
Wow...Om mas seksi sekali.. Dadanya bidang, tubuhnya tinggi, Atletis dan padat...Dan ...emmmmm...
.
Nova memalingkan pandangannya saat sepintas ia melihat benda menggantung yang sebagian tertutup busa sabun itu. Saat melihat itu, ia jadi mengingat kembali saat ia tanpa sengaja mengintip Krisna sedang bermesraan dengan ketiga istrinya bergantian di depan matanya.
.
Huh...menyebalkan...pria beristri banyak itu pasti sudah terlalu sering memakainya pada istri istrinya itu.. Itu bekas menyentuh banyak wanita...menjijikkan...
.
Nova kemudian bangkit dan melangkah menuju ke lemari pakaian untuk mengambilkan baju ganti Krisna , juga sekalian seragam sekolahnya.
" Jangan yang putih C i l...aku mau pakai kemeja polos hitam..."
Nova begitu terkejut saat tau tau Krisna sudah ada di belakangnya.
" Sejak kapan Om mas di situ ?" tanya Nova.
" Barusan.." jawab Krisna santai. " Yang ini lho C i l.." kata Krisna lagi sambil mengambil sendiri pakaiannya yang masih di hanger di depan Nova.
__ADS_1
Nova membelalakkan matanya saat tubuh atas polos yang seksi itu bersentuhan dengan punggungnya.Bahkan saat Nova menoleh sempat bersentuhan sedikit dengan wajah Nova yang tingginya cuma sedada Krisna.
.
Om mas bau nya harum sekali...wangi sabun yang menyegarkan.
.
" Om mas kemarin datang jam berapa?" tanya Nova sambil berjalan mengekor di belakang Krisna yang melangkah sambil membawa baju gantinya.
" 1 " jawab Krisna singkat.
" Darimana?"
" Hotel "
" H..hotel?" tanya Nova kaget. Untuk seorang Nova hotel merupakan tempat untuk para pasangan mesum .
" Jangan pikir dengan otak dangkal C i l... Untuk kami para pebisnis hotel bisa jadi tempat meeting atau makan bareng rekan bisnis ...hotel gak melulu tempat orang mesum " terang Krisna.
" Oo...kupikir Om mas ke tempat Mbak Shinta.."
" Gak lah...Belum jatahnya dia.." jawab Krisna..Nova tersenyum .
" Cepat mandi C i l...mau ke sekolah bareng aku gak.."
" Iya...ah..tidak... Devon sebentar lagi menjemput ku.." Krisna terdiam . Ia lalu pergi ke ruang samping untuk berganti pakaian. Dan setelah selesai ia kemudian keluar lagi dan berdiri di depan kaca rias Nova untuk merapikan rambut dan penampilannya.
" Jadi Devon itu anaknya Om mas dan mbak Shinta ya ? " tanya Nova.
" Anak tiri...Dia bawaan Shinta saat aku menikahinya. Aku menikah dengan Shinta yang statusnya janda beranak 1 yang di tinggal mati suaminya "
" Pantes saja Om mas tidak mau ketemu Devon kemarin...Om mas sudah tahu aku pacaran dengan dia?" tanya Nova. " Kenapa tidak bilang padaku..."
" Apa bedanya kau bilang atau tidak...Kau tetap pacaran dengannya kan.."
" Om mas tidak melarang?"
" Kau pacaran dengan siapapun itu hak mu
C i l.. Asal kau tahu batasannya...Kau ingat dengan janjimu sendiri kan..." kata Krisna.
Mendengar ucapan Krisna itu Nova kesal. Ia spontan mengetatkan dasi nya hingga Krisna tercekik.
" Hek...C i l..apa apaan sih.."
Nova ngeloyor pergi.
.
Jadi aku boleh pacaran dengan siapapun...dia bahkan tidak cemburu sama sekali ..juga tidak melarang ku...menyebalkan..
Sejak kapan Om mas jadi se_cuek ini padaku..
Sebal rasanya tidak di perhatikan Om mas...
.
Nova masuk ke kamar mandi dan segera mandi. Setelah itu ia segera bersiap siap berangkat ke sekolah. Devon sudah menunggunya di depan pagar.
__ADS_1
' Ada mobil lain di rumah Nova...dan plat nya itu... Bukankah itu mobil Papa? ' Devon tercengang saat mengenali mobil Papanya terparkir di halaman rumah Nova. X 123 X...Ia yakin itu plat mobil Ayah tirinya.
Nova berlarian menuju ke keluar pagar dengan senyum cerah tersungging di bibirnya.
" Devon Ay yang...." Hal itu seketika mengalihkan perhatian Devon ke mobil Papanya yang ada di rumah Nova.
Devon tersenyum membalas senyuman manis kekasihnya itu. Nova memeluk mesra tubuh Devon yang sedang sedang duduk di atas motornya itu. Nova sengaja melakukan itu agar Krisna kesal.
.
Memangnya cuma kamu saja yang bisa mesra sama orang lain Om mas...Kamu sama ketiga istrimu...aku sama Devon...impas kan...
Pacaran itu hak ku...Okeh!!! batin Nova kesal.
"C i h pakai peluk pelukan segala " batin Krisna menggerutu melihat keduanya dari balik jendela kaca .
" Pegangan Yang....." kata Devon.
" Oke...." Nova merengkuh mesra pinggang Devon yang kemudian segera melaju menuju ke sekolah.
.
..
...----------------...
.
Sesampainya di sekolah. Sebuah berita menghebohkan terjadi. Foto Helsi dengan seorang pemuda yang di sensor mukanya yang memasuki hotel terpampang di majalah dinding sekolahnya.
" Cewek cabutan...ada di sekolah kita ..."
" Dia berduaan masuk ke hotel...gila.."
" Dari tas dan perawakannya dia mirip dengan ...Helsi! "
" Iya ...betul...itu Helsi "
" Ssttt...jangan keras keras ...itu ada orangnya.." ucap mereka yang saat itu melihat Helsi juga berdiri melihat foto tersebut dengan wajah pucat.
Nova dan Devon yang juga ada tak jauh dari situ juga terkejut. Terlebih Nova. Ia yang memotret nya kala itu. Namun ia merasa tidak pernah menyebarkan foto itu pada siapa pun..ia hanya mengirimkan foto itu pada Om mas dan Devon.
.
Apa Devon yang menyebarkan foto ini?..... Ini meskipun di samarkan...tetap saja jelas itu gambar Helsi...Ya ampun... Itu sama saja menjatuhkan dia...Dia bisa saja di keluarkan dari sekolah...
.
Helsi dengan cepat mengambil foto itu dan meremas remasnya dengan wajah geram.
.
Siapa yang menyebarkannya??
.
Helsi menatap ke sekelilingnya dan menemukan Nova dan Devon. Dengan penuh amarah , ia menghampiri keduanya.
" Kalian kah orangnya??" tanya Nova keras pada keduanya.
Nova ternganga .Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia memang yang memotret Helsi, namun ia tidak menyebarkannya.
Bahkan saat mengetahui yang di lakukan Helsi dan Raja di Ruang UKS , ia memilih menutup mulut demi kebaikan Helsi. Namun kini ia menjadi tertuduh penyebar aib teman satu kelasnya itu.
__ADS_1
" Awas kau Nova..." ucap Helsi berang seraya melayangkan pukulannya ke muka Nova.