ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
45. KEPERGIAN SHINTA


__ADS_3

Nova tersadar dan ia cuma menangis saja. Bibi asisten rumah tangga yang disuruh menjaga dan menemani Nova berusaha menghiburnya.


" Sudah Non...Jangan menangis lagi... Tidak apa apa...Itu suatu hal yang wajar... Non Nova kan memang istri Tuan Krisna jadi itu memang sudah kewajiban Non untuk melayani suami Non Nova ... Memang mungkin sakit dan tidak nyaman karena Non pertama kali melakukan itu ..Tapi nanti tidak begitu lagi kok... " ucap Bibi berusaha menenangkan Nona nya .


.


.


Bibi bisa bilang seperti itu....Karena Bibi tidak tahu perjanjian kami... Om mas janji 3 tahun lagi...Aku juga tidak melanggar janji tapi kenapa dia memaksaku ..menuduh aku selingkuh pula dengan Devon....Dan lagi dia melakukannya dengan kasar...Aku mau melakukannya jika kami sama sama saling mencintai dan aku sudah menjadi istri satu satunya .. Tapi ini seperti perkosaan ...Aku tidak menginginkannya...dan dia memaksa...Dan dia bahkan langsung melakukannya tapi foreplay .... aku benci Om mas....


.


.


.


Bibi menghubungi Kiky karena Nova masih terus menangis.


" Sebenarnya yang terjadi semalam apa?..Apa Tuan Devon menginap di sana ?" tanya Kiky pada Bibi yang pasti tahu karena ia berada di rumah itu bersama Nova 24 jam.


" Non Nova cuma merayakan pesta kecil ulang tahunnya bersama temannya. Tuan Devon datang membawa kue ulang tahun dan mereka nonton film . Saya menyiapkan beberapa makanan untuk mereka .."


" Tuan Devon menginap di sana? " tanya Kiky lagi.


" Iya tapi mereka tidak berdua . Ada satu lagi teman mereka . Perempuan namanya Ayu .. Mereka nonton film bertiga . Non Nova menyuruh mereka menginap karena besok hari Minggu libur sekolah . Jadi semalaman mereka nonton film bertiga. Setelah mengantuk Non Nova tidur dengan Non Ayu di kamarnya. Dan tuan Devon saya siapkan kamar lain. " jelas Bibi.


" Astaga ...jadi Tuan Krisna salah paham... Dia kira Non Nova cuma berdua dengan Tuan Devon ..."


" Non Ayu pulangnya lebih dulu karena di jemput Kakaknya...Kalau Tuan Devon , saya suruh sarapan dulu baru pulang. Makanya Tuan Devon pulang belakangan..."


Kiky menghela nafas panjang. Ia kini mengerti sepenuhnya, Tuannya Krisna ternyata sudah terprovokasi foto pemberian Donna yang menunjukkan Devon dan Nova baru keluar dari hotel. Sehingga ia cemburu buta terlebih mengira Devon menginap di rumah istrinya. Ia mengira Nova selingkuh dan kemudian gelap mata memaksanya.


" Ya Ampun... Tuan Krisna.....Kalau seperti ini Non Nova bakal membencinya..." ucap Kiky pelan.


.


.


.


.


Krisna yang menerima laporan Kiky secara gamblang hanya bisa diam membisu seribu bahasa. Terlebih dengan semua yang sudah di lakukan nya pada Nova. Ia menyadari kesalahannya namun ia tidak tahu harus bagaimana agar Nova memaafkannya.


.


.


Sangat parah ....aku menuduhnya selingkuh...dan kemudian memaksanya... Suami macam apa aku ini ..tidak bertanya dulu dan minta penjelasan ...langsung marah , cemburu , dan menuduhnya selingkuh pula ... Aku ini benar benar bodoh terlalu mengikuti amarahku .. percaya begitu saja pada kata kata Donna....Bahkan aku seperti binatang ..memaksanya seperti itu juga....


.


.


.

__ADS_1


Krisna menyesali perbuatannya. Apalagi menurut cerita Kiky dan Bibi , Nova sampai trauma. Ia merasa sangat bersalah .


.


Krisna mendatangi rumah sakit untuk menemui Nova , ingin meminta maaf sekaligus melihat keadaannya. Namun saat Nova melihatnya , Nova malah berteriak padanya.


" Pergi !!.. Pergi kau... Aku tidak mau melihatmu lagi Om mas...Aku benci padamu !! " teriak Nova histeris karena begitu melihat Krisna , ia mengingat kembali perlakuan kasar Krisna saat memaksakan kehendaknya dan merenggut kesuciannya.


" C i l....aku minta maaf ...aku bisa jelaskan.." kata Krisna seraya berusaha mendekati Nova. Namun Nova yang begitu marah dan muak dengan Krisna melempar barang barang apa saja yang ada di dekatnya pada Krisna. seperti bantal dan botol air mineral. Nova benar benar tidak ingin dekat apalagi di sentuh lagi oleh Krisna .


" Tuan Krisna , sebaiknya anda keluar dulu ..Beri waktu Non Nova untuk menenangkan diri dulu..." kata Kiky. Mau tak mau Krisna keluar dari ruangan itu.


Karena Nova terus histeris , Dokter pun datang dan memberinya suntikan penenang sehingga ia akhirnya tertidur.


Baru saat itu , Krisna bisa masuk dan melihat keadaannya. Krisna membelai rambut Nova dan menghapus bekas air matanya.


" Maafkan aku C i l.... " ucap Krisna sambil memeluk Nova yang kini tengah tertidur meski terkadang tanpa sadar Nova sesenggukan dan menangis . Ia benar benar trauma karena dirinya.


.


.


Krisna menunggui Nova di rumah sakit . Sepanjang hari saat Nova tertidur Krisna tetap berada di sisinya. Kiky mendatangi nya.


" Tuan, waktunya ke tempat Nyonya Shinta. Barusan Dia menghubungi saya dan bilang Tuan tidak mengangkat panggilannya " ucap Kiky .


" Tak bisakah aku tetap di sini ...Aku ingin menemani Nova..."


" Non Nova butuh waktu sendiri untuk menenangkan dirinya Tuan. Dokter juga bilang , lukanya sudah di jahit , pendarahannya juga sudah berhenti. Non Nova hanya butuh waktu untuk menghilangkan traumanya. Sedang Nyonya Dewi, ia sudah sakit parah... Tuan harus menemani dia... Dokter bilang , waktunya tidak lama lagi .. Jadi tolong anda bersikap bijak. Mendampingi Nyonya Shinta di saat saat terakhir hidupnya .."


Krisna mengecup lembut kening Nova . Pelan dan cukup lama. " Maafkan aku ya C i l...." bisiknya kemudian. Ia lalu menaikkan selimut untuk menutupi tubuh Nova agar tak kedinginan dalam dinginnya AC .


" Bibi...tolong jaga Nova ya ..kalau butuh apa apa segera hubungi aku..." kata Krisna pada Bibi sebelum pergi. Bibi mengangguk.


Bibi kemudian mengantarkan Kiky dan Krisna keluar.


Saat itu Nova yang sebenarnya sudah terbangun dari tadi dan berpura pura tidur , mendengar semua percakapan mereka. Ia pun menangis lagi. Ia sedih mendengar kabar jika Shinta ternyata sudah sakit parah dan berada di ujung kematian.


Rasa sakit dan traumanya bahkan jauh jika dibandingkan dengan yang di alami Shinta. Sudah jadi istri pertama, di madu beberapa kali, tentu ia menahan semua sakit hati dan cemburu melihat suaminya berbagi kasih dan perhatian dengan banyak wanita lain. terlebih ia sakit parah. Tak terbayang bagaimana yang di rasakan nya. Sangat egois jika ia menuntut untuk jadi satu satunya istri dan merebut Krisna . Andai ia di posisi Shinta , ia pasti juga tidak akan sanggup.


.


.


.


.


Beberapa Minggu kemudian...


Nova sudah kembali ke sekolah dan berkumpul Ayu dan Devon lagi. Sekolah masuk seperti biasa, dan Nova sudah menginjak kelas 2. Ia sedikit menurunkan rasa egoisnya dan berusaha melupakan rasa traumanya. Untung , Krisna tidak pernah datang lagi , karena sibuk di kantor dan menemani Shinta. Sehingga ia bisa tenang .


Namun meski begitu , saat tiba tiba ada orang yang menyentuh dan memeluknya baik itu Devon maupun Ayu , ia masih saja terkejut dan langsung reflek mendorong dan menjauhkan diri .


" Kamu kenapa Nova ?" tanya Ayu yang kaget karena tiba tiba di dorong saat merangkul Nova.

__ADS_1


" T...tidak apa apa .. maaf..aku hanya kaget .' jawab Nova. Ia sama sekali tidak menceritakan pada siapapun apa yang menimpanya


" Kamu aneh...seperti orang trauma..." ucap Ayu sambil tertawa. Nova tersenyum getir.


.


.


Aku memang trauma...dan masih belum bisa lupa ..tapi aku tidak mungkin bilang padamu Mbak...karena kamu pasti akan menertawai ku...


Trauma...trauma karena di perkosa ...Tapi diperkosa suami sendiri .. Sangat aneh kan...


Bukankah wajar suami istri melakukan hal itu...Orang menikah juga pasti karena ingin berbuat itu kan ...


Aneh... Kamu pasti bilang begitu kalau aku cerita....


Sudahlah ... aku tutup mulut saja ...


Aku harus belajar menerima dan mengikhlaskan semua ini .. Toh bagaimanapun Om mas adalah suamiku .. Dia memang punya hak melakukan itu


Dia sudah memberi aku nafkah lahir... Sudah sewajarnya aku juga memberi nafkah batin..


.


.


Nova berusaha berdamai dengan hatinya . Krisna juga tidak sepenuhnya salah. Sudah kewajibannya untuk melayani suaminya. Toh Ia juga sudah minta maaf .


' Ting '


Nova menerima sebuah pesan dari Kiky. Dan kemudian ia segera membukanya.


' Non Nova , Ibu Dewi kritis. Tapi beliau ingin bertemu dengan Anda. Tolong cepat ke rumah sakit, saya sudah menghubungi pihak sekolah. Sebentar lagi sopir akan sampai di sana menjemput Anda..'


" Maaf ya Mbak Ayu...aku harus pergi..." Kata Nova seraya buru buru berlari menuju gerbang sekolah menunggu sopir yang menjemputnya. Ia meninggalkan Ayu yang masih bengong .


Tak lama kemudian , sopir tiba dan la segera menuju ke rumah sakit tempat Shinta dirawat.


Nova memasuki kamar rawat Shinta ,dimana semua orang yang hadir di sana langsung menolah padanya. Kedua mertuanya, Krisna, Devon, Cynthia, Dewi dan Shinta serta Kiky juga ada di sana. Mereka nampak bermuka sedih. Dan banyak pula yang menangis.


Nova menghampiri Shinta dengan mata berkaca kaca . Shinta yang melihatnya melambaikan tangannya lemah . Nova menangis sambil memegang tangannya.


Shinta nampak ingin mengucapkan sesuatu padanya. Kemudian Nova mendekatkan telinganya pada Shinta.


"Nova ..maaf...bersikap buruk padamu .." Nova mengangguk. " Titip anak anakku ...Nova.... Tolong jaga mereka.... jaga Mas Krisna... tolong ...bahagiakan dia..." ucap Shinta tersengal dengan nafas patah patah. " Dia men...cintai ...mu.."


Setelah mengucapkan Itu Shinta merasakan sesak dan kesulitan bernafas. Dokter segera berusaha memberikan pertolongan padanya. Namun Shinta sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Segala alat bantu, mulai dari alat pacu jantung, menekan dada semua sudah sia sia. Shinta telah pergi untuk selamanya.


Dan tak urung tangis merekapun pecah saat Dokter sudah tak bisa lagi menolongnya.


" Shinta...." Krisna menangis pedih sambil memanggil manggil namanya.


" Mama..."Devon pun juga menangis pilu meratapi kepergian Mamanya.. Cynthia adiknya pun juga menangis di pelukan neneknya.


Dewi , Donna dan Nova pun juga menangis sedih melepas kepergian Shinta itu ..

__ADS_1


__ADS_2