ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
26. MANUSIA MUNAFIK SEJATI


__ADS_3

Helsi memukul Nova namun dengan cepat Devon mencegahnya. Ia mencekal tangan Helsi.



" Lepaskan..." kata Helsi



" Nova salah apa? "



" Dia memfitnah ku. .."



" Memfitnah apa? Dia baru saja datang kau sudah menuduhnya..." kata Devon membela Nova.



" Dia ..." Helsi tak tahu harus berkata apa, jika ia mengatakan Nova yang menyebarkan nya , itu seperti membenarkan jika dia benar yang ada di foto itu . Dan semua orang di sekolahnya akan tau ia cewek nakal.



Helsi terdiam dengan mata berkaca kaca terlebih kini ia menjadi pusat perhatian para murid murid yg ada di sekitar mereka. Mereka melihat, menonton dan menunggu apa yang akan di katakan Helsi karena sosok di foto tersebut sangat mirip dengan dirinya.



" Itu bukan aku...." ucap Helsi lemah dengan tangis membanjirnya..



*Aktingnya sungguh bagus...benar benar menjiwai*... Batin Nova.



Devon dan Nova yang tahu kebenaran foto itu cuma diam melihat sandiwara nyata Helsi itu.



" Jadi yang di foto itu tadi bukan Helsi ya? "



" Sepertinya sih iya...Lihat saja dia sampai menangis seperti itu..."


.


.


Tak jauh dari situ , Ayu melihat mereka. Ia begitu geram melihat akting nyata Helsi itu. Terlebih teman teman Helsi seperti Kana dan Missi kemudian turut berusaha menenangkan Helsi.



" Benar benar seorang pelakon...kamu layak dapat piala Oscar.... " ucap Ayu pelan.


.


.


" V o n , siapa yang menyebar foto itu? " tanya Nova. " Aku cuma membagi foto itu denganmu..." kata Nova saat ia sedang berdua dengan Devon.



Devon terdiam. Ia cuma memberikan foto itu kepada Ayu. Devon tahu , Ayu mungkin masih kesal karena Helsi merebut pacarnya Raja . Namun ia sungguh tak menyangka kalau ia akan menyebarkan foto itu untuk menjatuhkan Helsi.



" Jadi benar kamu ya yang memotret ku , Nova... " Tanya Helsi. Nova terkejut saat tahu tahu Helsi tiba tiba muncul



"Kau ingin menjatuhkan aku karena kalah dari aku kan?......kau iri padaku ha?..."



" C i h.....h a l u sekali....kenapa aku harus iri padamu..." sangkal Nova.



" Karena aku lebih cantik? ...lebih populer?...lebih banyak di sukai cowok kan.."



" Ha?...Yang benar saja..Tidak ada yang bisa membuatku iri padamu...Aku cuma memotret mu waktu itu karena tidak sengaja melihatmu ...Lagian...kenapa kau marah kalau berita itu benar...kau tinggal mengaku saja bukan? Kenapa harus bersandiwara menyangkalnya " balas Nova tak terima.



" Awas kau , bocah kurang ajar..." Helsi langsung menerjang Nova dan memukulinya. Devon segera membantu kekasihnya itu.Ia menjauhkan Helsi dari Nova. Namun begitu lepas, Nova balas memukul Helsi. Devon yang hendak memisahkan keduanya kewalahan karena keduanya saling pukul tanpa mau di pisah.



Keributan itu terhenti saat murid murid lain pada berdatangan dan kemudian membantu Devon memisahkan mereka.


.


.


Devon, Nova dan Helsi di bawa ke ruang BP. Pak Guru BP menginterogasi mereka. Karena tidak ingin Nova mendapatkan masalah Devon mengaku jika ia yang memotret Helsi dan juga yang menyebarkan foto itu.


__ADS_1


Nova di suruh kembali ke kelas sementara Devon di suruh menghubungi orang tuanya. Nova tak kembali ke kelas, ia menunggu di luar ruang Bp .



" Om Kiky..." ucap Nova saat mengenali Kiky asisten pribadi Krisna datang sebagai wali dari Devon.



" Mari silahkan masuk Tuan Kiky..."Guru BP yang mengenali Kiky adalah asisten pribadi donatur terbesar sekolah itu menyambutnya dengan baik.



" Ada masalah apa...Apa yang di lakukan Tuan Muda? " tanya Kiky



" Ah..cuma masalah kecil Tuan Kiky..." jawab guru Bp itu sambil tersenyum.



" Selesaikan.." ucap Kiky seraya memberikan sebuah amplop tebal pada Guru tersebut.



" Beres Tuan.."



Setelah itu Kiky keluar ruangan itu bersama Devon. Kiky langsung berlalu tanpa menyapa Nova, karena ia tahu Devon masih belum tahu jika Nova adalah istri muda Papanya.



" Bagaimana ? " tanya Nova.



" Sudah beres...Ayo kita ke UKS untuk mengambil kotak obat..akan ku obati lukamu..." ajak Devon seraya menggandeng Nova.



Ia pun kemudian segera mengobati luka luka Nova bekas pukulan dan cakaran Helsi.


.


.


...----------------...


.


.


Sementara itu, Helsi yang masih di ruang BP tak berkutik saat melihat dengan nyata suap menyuap dari keluarga Devon yang ternyata ia berasal dari keluarga kaya donatur sekolah tersebut. Ia benar benar salah mencari musuh karena Nova di lindungi oleh pacar kaya nya itu.


.


.


Dia benar benar panik kini. Ia tersudut terlebih Devon mengaku yang memotret Helsi, jelas sudah ia tak bisa menyangkal lagi jika gadis di foto yang sedang masuk hotel itu adalah dirinya.



" Pak...Tolong...jangan keluarkan aku dari sekolah...." pinta Helsi dengan mata berkaca kaca.



" Devon punya uang dari keluarganya untuk menutup kasus ini ...lalu apa yang bisa kau tawarkan?"



' DEG '



Helsi benar benar tersudut. Ia tak bisa berkata apa apa bahkan untuk membela dirinya.



" Apa harus ku panggil juga orang tuamu agar aku bisa mengembalikan mu padanya , pencemar nama baik sekolah ?"



" Jangan Pak...Aku pasti di hajar Ayah ku jika ketahuan melakukan itu..." kata Helsi sambil terisak.



" Kalau begitu....Aku punya penawaran untukmu..." ucap Guru itu dengan senyum picik nya saat melihat wajah cantik dan tubuh molek Helsi. " Kalau kau bisa menyenangkan aku, aku akan membantumu..."


.


*Sialan....dasar pak tua mesum.. Jijik sekali melihat manusia menjijikkan seperti ini... Dia seperti serigala kelaparan melihat mangsa*...



*Benar benar memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan....Manusia rendah*!!!



Dalam hati ia memaki maki Pria tua genit itu. Namun Helsi tak punya pilihan lain jika ia ingin tetap bersekolah di sana.


__ADS_1


" Tapi kau harus benar benar membereskan masalahku..." kata Helsi seraya menaikkan kakinya ke meja di depan Pria tua mesum itu.



" Tentu saja...Ku jamin pasti beres "


.


.


.


Helsi keluar dari ruang BP itu sambil merapikan kembali pakaiannya.



" Sialan kau Nova...Gara gara kau aku harus melayani pria tua menjijikkan itu...Aku akan mengingat ini...Kau akan merasakan hal yang sama...Awas kau....Lihat saja aku pasti membalas mu... Berkali kali lipat dari ini..." ucap Helsi geram. Ia pasti akan membalaskan dendamnya.


.


...----------------...


.


.


Masalah foto itu berakhir dengan pernyataan dari guru BP tersebut yang mengatakan jika foto itu cuma hoax , foto editan hasil rekayasa untuk mencemarkan citra sekolah tersebut.



Mau tak mau murid murid percaya meski sebagian ada yang meragukan pernyataan guru tersebut . Mereka hanya membicarakan Helsi tanpa sepengetahuan Helsi.



" Kasihan sekali kamu Helsi...jadi korban orang yang benci padamu..." ucap Kana sambil melirik Nova.



Nova yakin Helsi pasti memberitahu Missi dan Kana jika ia adalah pelaku yang mengedit foto Helsi untuk memfitnahnya.


.


*Suka suka kamu saja Helsi...Bersandiwara lah sepuas mu...akting play V I C TI M mu sempurna*...😞


.


.


Helsi menangis dengan air mata pilu. Banyak teman temannya yang bersimpati padanya. Terutama para cowok cowok di kelasnya. Karena Helsi cantik , lembut , kalem dan lugu dalam pandangan mereka.



" Yang sabar ya Helsi..." Mereka memberi semangat pada Helsi.



Nova mengambil head set bluetooth nya dan segera memakainya . Ia lebih baik mendengarkan musik karena muak melihat sandiwara Helsi dengan wajah lugu tanpa dosa nya. Sungguh benar benar ingin membuatnya muntah.



Sia sia saja jika Nova ingin bicara menyuarakan kebenaran pada mereka, semua tidak akan percaya pada ucapannya.



Bahkan sampai kini Missi dan Kana yang dulu berteman baik dengannya saja kini memusuhi dia dan membela Helsi.


.


*Musuh orang munafik itu susah...Dia pasti akan membalik semuanya dengan topeng sandiwara palsunya...Dan dengan mudahnya semua orang akan membenci tanpa tahu yang sebenarnya...😑



Semoga umurmu panjang Helsi ...



\*( agar punya kesempatan untuk bertobat* )


.


.


...----------------...


.


.


Devon menemui Ayu sepulang latihan basket.



" Kenapa melakukan itu , Ayu..." tanya Devon.



" Aku benci sekali padanya Devon...Dia merebut Raja ...Dia bahkan membuat Raja melakukan itu...Padahal Raja masih SMA...tapi dia jadi kecanduan \*\*\* bebas...Gara gara gadis rendah itu dia merusak moral Raja..." kata Ayu dengan air matanya.



" Jangan cuma melihat dari satu sisi Yu...Raja juga salah...Kalau dia pemuda baik baik dia tidak akan melakukan itu... Raja juga salah di sini..." terang Devon.

__ADS_1



Ayu hanya bisa terisak saja mendengar ucapan Devon.....karena itu memang BENAR.


__ADS_2