
" Ikannya gak ada henti Kak...lewat terus..lalu lalang seperti ramai lalu lintas pas tahun baru..." ucap Nova mengagumi keindahan laut dari jendela kaca kamarnya.. " Ikannya banyak macam dan jenisnya pula..."
" Yah... Memang fantastik cocok sama harga sewanya... " kata Evan sambil tiduran di atas ranjang.
" Apa mahal banget kak tarifnya ? " tanya Nova.
" Berapa biaya menginap per malamnya?"
" Ya lumayan mahal sih.." jawab Evan tak mau menyebut nominalnya.
" Berapa Kak? " tanya Nova kepo.
" ..." Evan cuma tersenyum. " Sebandinglah dengan bayarannya... Melihat kamu sebahagia ini , uang segitu juga tidak sebanding.."
" Ih...Kakak malah bikin aku semakin penasaran..."
" Hehe.... Yang penting istri ku bahagia... Uang bisa di cari lagi..."
Nova kemudian mendekati Evan yang menatapnya sembari tersenyum . Nova lalu ikut berbaring bersama Evan . Ia memeluk Evan sambil menatap wajahnya.
" Kenapa melihat ku seperti itu ? Aku itu paling tidak tahan dekat kamu.."
" Hah ?! "
" Setiap dekat kamu , senjataku selalu bangun... Maunya tancap terus..." jawab Evan sambil tertawa.
" Kak Evan ini ternyata tingkat mesumnya parah sekali.." ucap Nova malu malu.
" Namanya juga pengantin baru , Sayang... Masih kemaruk..hehe.."
" Apa kakak tidak capek ? " tanya Nova.
" Capek sih tapi capek nya tidak sebanding dengan senangnya.. " Jawab Evan sambil tersenyum . " Sepertinya kalau kamu mau terus , satu bulan penuh bakal lanjut ini non stop.....apalagi kalau kamu tidak dapat tamu bulanan..."
" loh ? "
" Kan aku selalu mengeluarkan nya di dalam... Mungkin cepat jadi nanti... " Nova ternganga .
Ah ..benar...kenapa tidak terpikirkan sama sekali ya... Aku bisa saja hamil...
" Kamu mau kita cepat punya anak atau nanti ? " tanya Evan.
" Aku... "
" Hem ? "
" Aku sebenarnya masih ingin berdua saja dengan Kak Evano... Kalau Kakak bagaimana ? "
" Aku ingin cepat punya bayi.. Mamah pasti senang sekali jika bisa mendapat cucu...Aku anak tunggal sedari kecil ...karena Papa meninggal saat aku masih kecil...Jadi belum sempat punya adik.. Dan Mama tidak mau menikah lagi... Cita cita ku dulu kalau aku punya keluarga , aku ingin punya keluarga besar...Rasanya pasti menyenangkan banyak anak kecil yang riuh di rumah..." Evan sudah berandai andai membayangkan keramaian dengan banyak anak mereka.
" Apa kita tidak terlalu muda untuk punya anak Kak? Aku 20 dan kakak 25...Apa kita sudah siap untuk punya bayi ? " tanya Nova.
Evan sedikit kecewa . Namun ia tidak ingin memaksa Nova.
" Kakak tidak marah kan ?" tanya Nova. Evan menggeleng .
" Yang penting aku tetap di beri jatah...Kalau tidak bisa tersiksa Nov ..." ucap Evan sambil tertawa.
" Kak Evan ini..." Nova langsung mencubit Evan yang tertawa tawa itu.
__ADS_1
" Nov ayo kita bercinta lagi... Tapi kali ini kamu yang di atas .."
" Kakak mesum nya parah banget...." timpal Nova.
" Hehe... "
Meski begitu , Nova tak menolak ajakan suaminya itu. Ia menuruti suaminya dan melakukan percintaan mereka dengan gaya women on top.
Evan begitu menikmati saat Nova menarikan tubuhnya di atas miliknya dengan gerakan meliuk seperti ular.
Ah... Luar biasa...Istri ku ini memang sangat luar biasa .... Dia sangat pintar memuaskan aku di ranjang...Goyangannya dahsyat...
Tapi sayang .. dia sepertinya belum terlalu mencintai aku... Dia tidak ingin memiliki bayi dari hasil percintaan kami...
Padahal aku ingin cepat punya bayi agar anak kami bisa mengikat kami...
Aku takut , dia masih mencintai mantan suaminya itu...
Aku takut kehilangan wanita yang sudah tinggal di hati ku ini...
' Nova... Cintai aku... Lebih dalam ... Jauh lebih dari pria itu...' Batin Evan sambil memeluk tubuh Nova erat di dadanya sembari menghujamkan senjatanya kian cepat dan keras ke inti tubuh Nova.
" Ah...Ah... Aaah !! " Suara Nova kian keras merasakan nikmat yang begitu mengguncang tubuhnya itu. Rasanya terlalu indah dan sulit di ucapkan dengan kata kata. Nova benar benar terbuai dalam gelombang asmara Evan .
Maaf ...Nova.. Aku terpaksa melakukan ini... Aku ingin mengurungmu dalam istana cintaku...Aku ingin kau ada di pelukanku selalu....
Kau sudah membuatku terbiasa dengan semua ini...
Dan aku ingin kau senantiasa ada di sisi ku ..
" Sayang...Aaaaahh..." Bersamaan dengan lenguhan panjang Evan , Evan memeluk Nova dengan kuat. Ia mencapai puncaknya dan mengeluarkan semua cairan itu ke dalam tubuh Nova. Ia sengaja memeluk Nova erat agar Nova tak bisa kabur dan menerima semua benih benih itu darinya.
Nova hanya bisa pasrah dengan semua kehendak Evan itu. Ia membalas pagutan Evan sembari menikmati semua rasa manis itu.
" Kak..." Nova memanggil Suaminya yang sedang terpejam berbaring di sampingnya di bawah satu selimut dengan keadaan sama sama polos.
" Hem? " Evan menjawab dengan setengah ngantuk.
" Aku lapar.. "
Evan membuka matanya. Ia ingat mereka memang belum makan. Seharian mereka baru makan sekali saat mendapat Room servise pagi tadi . Dan kemudian mereka lanjut bercinta lagi sampai mereka kelelahan dan tertidur. Dan kini sudah siang.
" Mau makan sambil jalan jalan ? " tanya Evan . Nova mengangguk.
Tak lama kemudian , Nova dan Evano telah selesai bersiap siap . Nova memakai baju couple dengan Evan . Evan dan Nova mengenakan sweater berwarns crem dan bawahan hitam . Evan memakai celana hitam dan Nova rok hitam dengan model A lengkap dengan hijabnya.
" Kak foto dulu...kita selpi.." ajak Nova.
Nova dan Evan mengambil beberapa gambar mesra mereka. Evan memegang kamera hp Nova dan kemudian berpose mesra dengannya.
" Sayang .. Kiss.." Evan menyuruh Nova pose mencium pipinya. Dan Nova pun segera melakukannya.
" Ini akan ku jadikan walpaper hp ku nanti.." ucap Evan sambil tersenyum . Nova tersenyum senang.
" Aku juga Kak..." kata Nova. Evan pun ganti yang mencium pipi Nova .Nova nampak tersenyum bahagia.
" Ini juga akan ku jadikan wallpaper dan layar kunci..." kata Nova tak mau kalah.
" Yang lebih mesra...." kata Evan sambil mencium bibir Nova sembari sebelah tangan memegang kamera. Nova membalas ciuman Evan dan berpagutan dengannya. Mereka saling balas berbalas untuk menunjukkan rasa cintanya.
" Sudah cukup..stop dulu...Kalau di teruskan bisa bisa kita malah tidak jadi makan..." Evan mengakhiri ciumannya . Ia memasukkan hp nya ke sakunya dan segera menjauh dari Nova . Ia tak ingin acara jalan jalan dan makan mereka batal karena aktifitas bercinta mereka yang tanpa henti.
" Kak...Tunggu aku..." ucap Nova sambil merekuh lengan Evan dan berjalan bersamanya.
" Tidak bisa lepas barang sedetik pun? " tanya Evan. Nova mengangguk.
" Sudah nempel seperti lem Kak.." jawab Nova
Evan tersenyum senang.
Mereka lalu keluar kamar dan menyusuri lorong kaca yang terbentang luas di depannya. Sembari jalan bergandengan , mereka mengobrol dengan mesra. Mereka benar benar tampak seperti pasangan yang sedang di mabuk cinta. Senyum manis tergilas di bibir mereka.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai juga ke restoran bawah laut tersebut. Mereka begitu terkagum kagum dengan keindahan nyata yang terpampang di sana . Sebuah lorong kaca dengan banyak kursi meja yang saling berhadapan tertata dengan cantik.
" Kak...ada yang menyelam juga..." ucao Nova melihat ada penyelam yang berenang di dalam laut yang terlihat dari lorong jendela kaca tersebut.
" Mau diving ? " tanya Evan . Nova mengangguk.
" Besok pagi ya... Malam ini masih mau menyelam di atas kasur. Melihat ikan ikan dan pemandangan laut memang indah...tapi kamu lebih indah...kamu surga ku..."
Nova tersenyum dengan wajah malu malu mendengar pujian suaminya yang begitu manis itu.
" Kak Evan ini..."Nova begitu tersanjung dengan kata kata manis suaminya itu. Namun ia senang. Suaminya nampak begitu mencintainya. Nova menggenggam erat tangan Evan sambil menatapnya penuh cinta.
Makanan pesanan mereka di hantarkan oleh pelayan hotel dan kemudian merekapun makan bersama. Evan memesankan lobter dan udang , seafood kesukaan istrinya itu.
" Keturutan ngidam lobsternya ? " tanya Evan.
Nova mengangguk sambil tersenyum.
" Anak kita pasti cowok kalau jadi...Kamu suka makan daging daripada sayur.." kata Evan
Anak kami ?...Apa benar jika punya bayi anak kami laki laki ?...Seperti apa wajahnya?...Apa dia akan setampan Papanya Kak Evano ini...
Nova melamun membayangkan seperti apa bayi mereka kelak...
" Buka mulut mu Nova.." kata Evan.
" Hah ? " tanya Nova bengong. Ia melihat Evan memberinya daging lobster yang sudah di kupasnya ke depan mulut Nova. Nova tersadar dari lamunannya dan segera makan dari suapan tangan suaminya itu...
Sepertinya.... Memiliki anak dari pria di depanku ini bukan hal buruk... Dia sangat romantis dan lembut...
Dia pasti akan menjadi seorang Ayah yang penyayang...tidak seperti Ayahku..
Dia tidak akan menjual anaknya untuk jadi pembayar hutang kan ...
Sebenarnya Nova belum ingin punya anak karena tidak ingin anaknya bernasib sama seperti dirinya. Menikah muda, banyak anak , ekonomi buruk...bahkan sampai menjual anaknya untuk jadi istri ke 4 pria kaya.
" Nova ...kenapa ? " tanya Nova yang tiba tiba menangis saat mengingat nasibnya dulu. Nova tak menjawab , ia justru kian terisak.
" Nova... " Evan mendekati Nova dengan wajah bingung. Ia tidak tahu kenapa tiba tiba istrinya itu menangis.
Evan kemudian memeluk Nova untuk menenangkan istrinya. Nova menangis tersedu sedu dalam pelukan Evan.
Nova menangis saat aku membicarakan tentang anak...
Sepertinya aku harus menunda untuk punya momongan ...Nova sepertinya belum siap untuk punya anak...
Aku harus bersabar dulu ...Istriku memang masih muda...
Aku harus menunggu dia siap dulu jika ingin punya keturunan...
Evan dan Nova yang berencana ingin Diving harus membatalkan niat mereka karena mendapat kabar buruk . Dinda kecelakaan dan di rawat di rumah sakit tempat Evan bekerja.
" Evan...aku di rawat di rumah sakit mu...Kecelakaan " pesan yang di kirim Dinda itu sontak membuat Evan terkejut. Tanpa tahu lebih detailnya , Evan langsung mengajak Nova check out.
" 20 juta.." Evan langsung membayar tagihan itu dengan kartunya.
" Hah ??!!" Nova terkejut dengan tagihan besar yang harus di bayar suaminya itu. Padahal mereka cuma menginap 1 malam di sana.
" Kak...." Evan tampak tak peduli. Ia buru buru menarik kopernya menuju ke bandara. Nova mengikuti Evan di belakang. Setengah berlari ia menyusul Evan yang berjalan dengan langkah lebar dan cepat dengan tubuh tingginya itu.
Bahkan di dalam pesawat , Evan tak banyak bicara , ia nampak gelisah. Ia mendiamkan Nova. Ia cuma ingin cepat sampai ke rumah sakit dan melihat keadaan Dinda.
Begitu sampai di bandara , Nova menghubungi Heppy untuk mengirim sopir menjemput mereka ke bandara. Setelah Heppy menjawab akan segera kesana , Evan pergi meninggalkan Nova menuju ke rumah sakit dengan naik taksi.
Nova nampak terdiam dengan wajah menunduk dan air mata tertahan.
" Nova..." Heppy tersenyum senang saat melihat menantunya. Namun senyum itu kandas saat Nova menangis sambil memeluknya.
" Nova ...kamu kenapa ? Evan di mana ? " tanya Heppy bingung. Menantunya menangis dan anaknya tak ada bersamanya.
Sepanjang jalan Nova cuma menangis meski Heppy sudah berusaha menenangkannya. Berkali kali ia mencoba menghubungi ponsel Evan namun Evan tak mengangkatnya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah , Nova mengurung dirinya di kamar dan menangis di sana. Baru beberapa hari lalu , ia bahagia terlalu bahagia malah karena sikap manis Evano. Namun kini ia harus menangis pedih karena Suaminya itu meninggalkannya demi wanita lain . Keberadaannya bahkan sama sekali tak di anggap karena terlalu mencemaskan mantan kekasihnya.