ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
56. KELUARGA JAHAT


__ADS_3

" Mama yang benar saja..." protes Evan saat mereka kembali ke ruangan Evan.



" Mama tidak mau tahu ..pokoknya kamu harus menikah sama Nova " kata Heppy



" Mama ngomong tidak pikir pikir dulu sih . Ngomong seperti itu di depan mereka ... Tidak tanya dulu bagaimana pendapatku dan Nova...Nova juga belum tentu mau....Aduh Mama .. Bikin pusing saja " kata Evan.



" Kalau urusan Nova ....serahkan saja pada Mama..." Heppy begitu yakin Nova tidak akan berani menolak jika ia yang memintanya. Nova yang berhutang budi pada Heppy , pasti akan setuju jika ia menyuruhnya menikah dengan Evan .


Dan saat di rumah Heppy langsung mendudukkan Evan dan Nova bersama.



" Kau mau kan Nova menikah dengan Evan?" tanya Heppy. Nova terdiam dan menunduk. Ia ingin menolak tapi tak berani. Ia memiliki banyak hutang Budi pada Heppy yang sudah mau menerima dan merawatnya , menjadi ibu asuhnya itu.



Dengan Evan pun ia tidak benci , ia menghormati dan menyayangi nya, meski ia menganggap Evan adalah kakaknya.



Evan yang tahu bagaimana posisi Nova yang pasti merasa tersudut itu pun segera angkat bicara.


" Mama jangan memaksa Nova... Nova kau jangan sungkan , kalau tidak mau bilang saja. Mama tadi juga cuma asal ngomong saja di depan orang orang itu..."


" Nova jawab Mamah " kata Heppy mengabaikan ucapan Evan.



Nova tak menjawab . Ia akhirnya cuma mengangguk. Heppy tersenyum melihat itu. Sedang Evan ternganga.



" Tuh kan...Nova setuju ..Mulai besok restorannya akan aku tutup dulu untuk mempersiapkan pernikahan kalian...Duh ...senangnya...Mama bahagia sekali...Akhirnya bisa juga menikahkan Evan ..." ucap Heppy tersenyum bahagia.



" Serius???" tanya Evan tak Percaya. Nova cuma diam sambil melihat ibu asuhnya yang nampak begitu bahagia itu .


Sepertinya aku memang tidak berjodoh dengan Om mas...


Baru saja bertemu sudah harus berpisah lagi...


Kali ini aku harus menikah dengan Kak Evan...Pernikahan pertama ku karena dijadikan pembayar hutang...pernikahan kedua ku karena juga karena hutang budi...Semua serba hutang ..


Sudahlah....Mungkin ini memang jalan ku...


Semoga kali ini aku bisa bahagia ..


" Nova ...kamu serius? Ini bukan hal bagus Lho...kamu menikah dengan keterpaksaan begini...Aku tahu kamu masih mencintai pria beristri 4 itu...Dan aku juga belum bisa melupakan Dinda .. Apa kamu yakin kita bisa melalui semua ini ? Pikirkan sekali lagi N o v..." tanya Evan saat ia berdua dengan Nova.



" Apa boleh buat Kak...Mama Heppy sudah bilang ke orang lain...kalau kita tidak melakukannya..Mama akan kena malu..." jawab Nova.



" ...." Evan pun terdiam. Sepertinya mereka tidak mempunyai pilihan lain selain menikah. " Ya sudah..apa boleh buat..Menikah ya menikah " ucap Evan kemudian.


Beberapa hari kemudian, Heppy , Nova dan Evan sibuk mengurus persiapan pernikahan. Evan pun mengambil cuti sehingga ia bisa turut membantu . Ia turut menyiapkan berkas berkas nya. Mendaftarkan pernikahan mereka secara legal.



" Kau masih punya orang tua , Nova ? " tanya Evan.



" Ada di desa..."



" Kau masih ingat tempat tinggalnya?" tanya Evan lagi. Nova mengangguk. " Kalau begitu besok kita ke sana ..Kita ke tempat rumah orang tua mu... Jika orang tuamu masih ada , kita tidak bisa memakai wali hakim. Ayahmu harus menjadi wali mu.."



" Tapi..." Nova hendak menyangkal. Karena mengingat dulu orang tuanya sudah mengusirnya.

__ADS_1



" Pakai wali hakim saja ..bilang orang tuanya tidak ada.." sahut Heppy yang tau siapa orang tua Nova dari cerita Nova dulu. Mereka begitu jahat pada Nova .



" Tidak bisa Ma..Tidak sah pernikahannya nanti.." kata Evan yang paham betul syarat sah nikah wanita harus ada wali dari keluarga Nova. Entah ayah atau saudara laki laki kandung Nova.



" Kalau begitu besok pagi kita ke sana bertiga. Aku akan menyiapkan hantaran lamaran juga.. Orang tua Nova mata duitan ...Kau siapkan saja cukup uang untuk mereka. Mereka pasti meminta banyak uang karena kau akan menikah dengan putrinya " kata Heppy.



" Begitu Nova? " tanya Evan. Nova cuma mengangguk.


Keesokan paginya , Mereka bertiga sudah bersiap siap . Sopirnya dan 2 orang pembantu ikut bersama mereka. Mereka menuju ke rumah orang tua Nova di desa . Cukup jauh tempat tinggalnya dari rumah mereka. Untuk sampai ke sana di butuhkan waktu sampai 4-5 jam. Dan akhirnya sampailah ia di rumah lama Nova di desa .



Sesaat Evan dan Heppy melihat rumah Nova yang cukup besar dan megah . Jika di lihat mereka terbilang mapan , untuk ukuran rumah di desa rumah mereka terbilang bagus.



Nova seolah mengerti apa yang ada di benak Heppy dan Evan sehingga ia kemudian bicara, " Om mas yang memperbaiki rumah kami.. orang tuaku meminta banyak hal dari mantan suamiku dulu .Om mas mencukupi semuanya. Membelikan sawah , ternak dan memperbaiki rumah kami. Mereka bahkan meminta uang juga ...Setelah aku di ceraikan mereka mengusirku dan menyuruh aku untuk mengemis agar bisa kembali padanya ..." terang Nova.



" Sungguh terlalu..." ucap Heppy turut kesal .



" Mama dan Kak Evan kelak jangan memberi apapun jika mereka meminta nya.." kata Nova.



Heppy mengangguk. Kemudian mereka semua segera turun dari mobil. Nova melangkah duluan membuka pintu pagar rumah nya.



" Nova .." Ibunya nampak terkejut melihat Nova yang tiba tiba muncul " Kau dari mana saja selama ini bodoh...Di suruh rujuk malah...." Ia hendak marah namun saat melihat Heppy dan rombongan nya dengan membawa banyak barang seperti seserahan , ia ternganga. Apalagi saat melihat Evan yang begitu tampan , muda dan tampak seperti orang kaya , ia begitu takjub.



" Siapa itu Nova ?" tanya Ibunya pelan.



" Suruh masuk dulu Bu..." jawab Nova. Ibu Nova kemudian memanggil Ayah dan Kakaknya . Mereka kemudian menyambut Heppy dan Evan dengan baik. Mereka begitu senang melihat seserahan yang begitu banyak yang dibawakan oleh Evan.



" Jadi....selama ini Nova tinggal di tempatku dia menjadi anak asuh ku. Dan sekarang aku kemari karena ingin meminang Nova untuk putraku...Apa kalian mengijinkan Nova menikah dengan putraku Evan...Dia bekerja sebagai seorang dokter, dan dia putra tunggal ku..."



" Tentu saja..." jawab kedua orang tua Nova cepat.



" Buatkan minum untuk tamu kita Nova ah maksudku Nira..." perintah Ibunya.



" Aku?" tanya Nira kakak Nova.



" Iya KAMU!! cepat .." Kata Ibunya lagi. Nira dengan kesal bangkit dari duduknya dan menuju ke dapur. Nova pun kemudian segera mengikutinya. Ia tau kakaknya yang cantik dan begitu di manja itu tidak ikhlas melakukannya sehingga ia yang hendak membuatkan Minum untuk mereka.



" Kamu itu...beruntung banget ya kalau urusan laki laki ..Dulu dapat pria kaya meski tua, trus ini ..dokter lagi...kau pakai mantra pengasihan apa sih Nova... heran aku..." kata Kakaknya yang masih juga jomblo dan belum menikah.



" Makanya jangan pemalas..." timpal Nova.


" Kerjaan cuma nyalon saja buang buang banyak uang tapi gak mau kerja...Memangnya kakak artis? habis kuliah kakak sekarang kerja apa.."


Dari dulu kakaknya itu memang boros sekali membeli barang barang brand, pakaian mahal dan juga sering perawatan dan semuanya itu selalu minta dari orang tuanya. Sehingga orang tuanya banyak hutang , selain juga untuk membiayai kuliahnya.

__ADS_1



" C i h ....sok banget ...mentang mentang di sukai pria kaya .. dasar wanita murahan..Kau pasti menggoda mereka dengan tubuh mu kan...B I T C H "


maki kakaknya.


" Kalau ngomong di atur ya .. aku sekarang bukan anak kecil lagi yang tak bisa melawan mu.." ucap Nova sambil mendorong kakaknya yang berkata seenak udelnya itu.



" Sudah berani melawan ya.." kakaknya kesal dengan sikap Nova yang mulai berani padanya .



" Dulu aku tidak berani ...tapi karena kalian semua dulu hidup dari belas kasihan mantan suami ku.. Rasanya aku tak perlu sungkan lagi..." Nova yang selama ini menahan diri dan berusaha bersabar dengan sikap keluarganya mulai tidak menganggap keluarga itu keluarganya lagi sejak mereka mengusirnya. Kini ia punya kesempatan untuk membalas sakit hatinya. Toh ia tidak mengemis tinggal di rumah itu lagi, ia tidak perlu menahan diri lagi.



Keduanya saling bertatapan tajam dan menunjukkan sikap bermusuhan .



" Kali ini ku pastikan kalian tidak akan mendapat uang lagi dari calon suami ku.. Kalau kakak butuh uang kerja .. Ayah punya sawah , Ibu punya warung ..bantu mereka !! Kalau tidak cari kerja , lulusan kuliah seharusnya bisa dapat kerja layak kalau mau usaha ..." ucap Nova sambil membawa minuman untuk para tamu nya ke depan.



" C i h ...bocah ini...beraninya ngatur ngatur aku... Sok banget !! " umpatnya kesal.


Sesudah lamaran mereka di terima , Nova langsung pergi bersama Evan dan Mamanya. Ia tak mau tinggal lebih lama lagi di rumah itu. Apalagi melihat keluarganya yang dulu begitu tega menjadikan nya pembayar hutang . Bahkan setelah di ceraikan , mereka malah mengusirnya. Ia sudah tidak mau menganggap keluarga itu sebagai keluarganya lagi.



" Keluargamu memang mata duitan ya Nova...Tadi saja minta uang banyak...padahal mereka tidak mengadakan resepsi.. Aku sudah bilang resepsi pernikahan cuma di tempat kita.." ucap Heppy.



" Maaf Ma.. " ucap Nova dengan bibir bergetar.



" Padahal sudah mengusir anaknya sendiri .. Mereka juga tidak mencari mu sama sekali.. Kau benar benar tak di anggap ya.."



" Mama..." Evan mengingatkan .



" Maaf N o v ...aku tidak bermaksud menyakitimu...aku hanya kesal saja pada mereka yang sudah bersikap begitu buruk padamu.."



Nova tampak menahan tangisnya . Entah mengapa ia masih saja bersedih jika teringat pada perbedaan perlakuan Nova dan Kakaknya. Orang tuanya begitu menyayangi dan memanjakan kakak nya. Sedang ia jadi anak yang selalu jadi yang kalah dan di sia siakan. Keberadaannya bahkan tidak berarti sama sekali.



" Kau ini anak mereka bukan sih .. " ucap Heppy heran . Nova cuma menunduk.



Evan yang duduk di sebelahnya di bangku tengah menyentuh kepalanya . Evan seolah mengerti bagaimana kepedihan hati Nova.



" Yang Sabar ya Nova.." hibur Evan . Nova pun akhirnya tak dapat menahan tangisnya lagi. Ia pun menumpahkan air matanya.



Evan kemudian memeluknya. Ia biarkan Nova menangis di dadanya. Ia tahu Nova sangat membutuhkan sandaran saat ini.



" Tenang saja Nova...kau anak Mamah ..Kau hidup saja dengan kami ..Kami akan menyayangimu... Semoga kelak rumah tangga mu dengan Evan bisa bahagia..." Ucap Heppy.



Nova hanya menangis mendengar Kata kata ibu asuhnya yang sangat menyayanginya itu. Sungguh beruntung dulu ia bertemu dengan Heppy yang mau menerimanya. Padahal ia hanya orang asing bagi mereka.



Namun satu yang masih mengganjal di hatinya adalah pernikahannya dengan Evan...apakah ia sanggup melalui nya kelak. Meski Evan baik , tapi Evan mencintai wanita lain. Sama seperti dirinya yang belum bisa melupakan Krisna. Bagaimana nasib nya nanti dengan pernikahan seperti itu...

__ADS_1


__ADS_2