
" Kak Evan...i..ini kan..."
Nova dan Evan sampai di tempat bulan madu mereka. Ternyata Bali lagi. Mama Heppy memilihkan tempat bulan madu di sebuah villa romantis dengan private pool.
Ruangannya cukup luas dengan tempat tidur berada bersebelahan dengan kolam renang. Di dekatnya juga ada tempat bath up. Dan di atas kolam renang terdapat tulisan I love you dari keranjang penuh bunga berwarna merah dan pink dari kelopak bunga mawar. Tempat itu memang sangat indah dan cocok untuk pasangan pengantin baru.
.
.
Ya Ampun 3 hari aku akan bersama Nova di tempat romantis seperti ini...aku mau melakukan apa?...Apa aku bisa kuat menahan hasratku jika terus berduaan dengan wanita cantik yang 24 jam akan terus bersama ku...
.
.
Evan mulai sangsi dengan kesanggupan dirinya menahan godaan besar yang bakal ada di depan matanya. Ia sebagai laki laki normal biasa, berada dalam satu ruang tertutup dengan lawan jenis yang juga sudah halal baginya, tentu saja hasrat nya nanti pasti akan timbul nanti. Ia harus bagaimana ?
Sama halnya dengan Nova , Nova dag dig dug tak karuan membayangkan ia akan sekamar dengan Evan yang begitu tampan dan memukau itu. Apalagi di tempat romantis dan tertutup itu. Andai mereka menikah karena saling mencintai , mereka tentu sangat bahagia bisa melepas gelora asmara di tempat seperti itu.
Mama mereka benar benar pintar mencarikan tempat romantis untuk pasangan pengantin baru.
Nova dan Evan tampak mematung dengan wajah bersemu merah. Mereka sudah sepakat untuk menikah di atas kertas dan akan memulai dari pacaran dulu. Tapi suasana di tempat itu membuat mereka jadi berpikir yang tidak tidak.
" Nova..."
" Ya ?!" sahut Nova cepat.
" Kita berenang yuk.."
" Ya ! " jawab Nova seperti tentara menjawab pada komandannya saking tegangnya.
Evan tersenyum . Ia geli melihat Nova yang nampak tegang itu.
" Nova...kau ini benar benar lucu...Santai saja Nova...aku tidak akan memakanmu.." ucap Evan sambil tertawa .
" H..habis...Kak Evan tenang sekali..." jawab Nova.
"Aku kan memang seperti ini..." Evan memang pembawaannya tenang dan kalem. Ia pria yang bijak dan pengertian. Pemikirannya pun juga dewasa.
" Tapi Aku juga suka bercanda lho...aku bukan orang yang selalu serius..."
" Iya sih..." Nova mengingat bagaimana mereka dulu bercanda dan saling mengolok juga menyebut jerapah dan hidung babi pula.
" Jangan jangan kau jadi terlalu tegang karena bersama pria setampan aku ya..." canda Evan.
" Ih...kakak GR ya.. " timpal Nova sambil mendorong Evan hingga Evan terbaring di atas tempat tidur sambil tertawa.
" Sekarang kau malah yang mau menyerang ku... Ampun Nova...aku masih perjaka..."
" Kak Evan .." Nova yang duduk tak jauh dari Evan yang terbaring kemudian mencubit tangan Evan.
__ADS_1
" Aduh...Sakit Nov..."
" Biar kapok..." ucap Nova sambil mencubiti lagi.
" Nakalnya kamu Nova...sini..." ucap Evan seraya mencekal tangan Nova yang terus mencubitinya dan kemudian menarik Nova hingga Nova jatuh ke dadanya dan kemudian Evan pun memeluknya.
' DEG '
Sebuah rasa bedesir membuat Nova merasakan degub kencang yang menyerang dadanya dan termangu sesaat. Kepalanya yang berada di dada Evan menatap Evan yang begitu dekat dengannya.
" Dulu apa yang kamu lakukan saat baru menikah dengan pria itu ? " tanya Evan.
" Menangis " jawab Nova singkat.
" Ha? "
" Aku menikah karena di paksa...Tentu saja aku tidak rela...aku cuma menangis semalam waktu itu...Mulai dari saat ijab sampai dibawa ke hotel itu. Om mas sampai kesal dan meninggalkanku sendiri sambil marah marah..."
" Lalu? " tanya Evan penasaran.
" Aku lalu..." Evan menyimak karena saking penasarannya.
" Apa?" Evan ingin tahu.
" Astaga..." Evan mengira setelah itu mereka bermesraan ternyata Nova malah main game.
" Hahaha..." Nova tertawa mengingat kembali peristiwa waktu itu. " Namanya juga bocah..aku itu suka banget main game, bikin video tik tok ..juga nonton k pop dan drakor .... Setelah main game itu aku coba berunding baik baik dengan Om mas...dan dia setuju. Aku akan menjafi istri sebenarnya dia 3 tahun lagi. Selama itu aku di beri kebebasan menikmati masa muda...Jadi aku bersenang senang menikmati semuanya..."
Evan sampai menggeleng gelengkan kepalanya. Nova tertawa riang dalam keceriaannya.
" Kak Evan sungguhan masih perjaka?" tanya Nova kemudian.
" Iya dong... Aku kan anak Mama Heppy...Jadi meskipun hidup di luar negeri , aku tetap menjaga diri.. Aku tidak mengikuti pergaulan bebas.."
" Tapi maaf ya Kak...aku..." Nova ragu melanjutkan ceritanya.
" Jangan di pikirkan...Kau kan memang janda..." Evan tak ingin Nova berkecil hati.
" Aku cuma pernah sekali melakukannya...Itupun juga karena di paksa... Om mas menuduhku selingkuh dengan Devon dan mengira aku sudah pernah tidur dengan Devon..Dia melanggar janjinya dan kemudian memaksaku. Aku sampai trauma dan harus di rawat di rumah sakit..Aku kecewa dengan Om mas dan semua yang di lakukannya...rasanya waktu itu aku seperti di perkosa meski yang melakukan itu adalah suami sendiri.... Padahal aku sudah bilang padanya...aku hanya bisa melakukan itu dengan orang yang ku cintai jika perasaan kami sama...Aku hanya ingin dia menunggu menjadikanku istri satu satunya agar kami bisa bersama...Tapi ternyata setelah mengambil perawan ku dia malah menceraikan aku.."
Evan terdiam mendengar semua yang terjadi pada Nova dan di ceritakannya tanpa ada yang di tutupi itu.
" Ya Allah Nova...ternyata semua yang terjadi padamu begitu menyedihkan... Sekarang malah di tambah menikah paksa dengan ku...Maaf .." Evan justru yang meminta maaf . Evan melepaskan Nova dari pelukannya , ia tidak ingin lebih membebaninya lagi.
__ADS_1
" Maaf Kak Evan...aku bukan wanita yang baik untuk mu...Tapi aku tidak membenci Kak Evan... Aku hanya merasa tidak pantas untuk menjadi istri Kakak...Karena meski sudah di perlakukan dengan buruk ...aku masih mencintai Om mas..."
" Aku juga tidak membenci mu Nova...Mama memaksa menikahkan kita juga demi kebaikan ku... Agar Dinda tidak mendekati ku lagi...Agar aku tidak menjadi perusak rumah tangga sahabatku...Sama seperti kau Nova aku juga masih mencintai Dinda...Mungkin jika aku tidak menikah denganmu..aku juga tidak bisa menolak Dinda..Aku mungkin akan menjadi orang ke tiga di perikahan sahabatku...Aku lebih buruk dari mu...Cinta ku buta.." Evan pun juga jujur menceritakan isi hatinya.
Keduanya saling terdiam untuk beberapa saat lamanya. Tenggelam dalam pikiran masing masing.
" Nova... Tak bisakah kita menjadi pengobat satu sama lain... ?" tanya Evan kemudian.
Nova kemudian menoleh pada Evan.
" Apa...apa Kakak tidak keberatan dengan aku yang seperti ini ? " tanya Nova. Evan pun mengangguk.
" Kita di takdirkan bertemu...kita juga di takdirkan menikah...Dengan semua kekurangan kita..Mari kita saling melengkapi ...Saling mengisi ..saling menerima.. Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk mu...."
Nova begitu terharu mendengar ucapan Evan. Air matanya pun mulai mengalir di pipinya. Ia pun mulai terisak.
.
.
Tuhan....apa benar Kak Evan adalah jodoh terbaik yang kau kirim untukku...
Orang buruk akan mendapat karma buruk ..dan orang baik akan mendapat jodoh baik pula...
Tapi aku bukan orang baik...Apa pantas aku mendapat orang sebaik Kak Evano ?
.
.
" Jangan menangis...aku tidak akan memaksamu Nova..." ucap Evan sambil mendekati Nova dan menghapus air matanya. Nova malah kian terisak dan itu membuat Evan bingung..
" Nova...? " Nova yang terus menangis membuat Evan tidak tahu harus berbuat apa padanya. Evan pun kemudian membawa Nova ke pelukannya. Ia biarkan Nova puas mengeluarkan tangisannya dalam dadanya untuk menumpahkan semua rasa di hatinya . Ia cuma mengusap kepala Nova sesekali .
.
.
.
.
Nova yang menangis akhirnya tertidur di sisi Evan . Ia tidur berbantalkan lengan Evan . Evan yang berbaring di sisinya pun tertidur sambil memeluknya.
......................
.
.
.
" Nova sini..." ajak Evan yang sedang memantikkan korek api seperti hendak menyalakan sesuatu.
" Matikan lampunya..."
Nova mendekati Evan setelah melakukan yang di suruh Evan . Ia penasaran dengan yang sedang di lakukan Evan. Setelah berhasil terlihatlah Evan yang ternyata sedang menyalakan kembang api.
Pemuda super tampan itu nampak begitu indah dengan cahaya temaram yang terpendar dari nyala kembang api itu.
.
.
Ya Tuhan...Kak Evan ini selain baik , dia juga tampan sekali... Dia seperti Maha Karya Agung yang begitu indah dan tiada dua...
Aku benar benar wanita beruntung ...Bisa melihatnya setiap hari...bersamanya... Apalagi jika bisa memilikinya...Sungguh luar biasa indah pemandangan yang ku lihat ini..
.
.
.
__ADS_1