ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
52. LIFE MUST GO ON


__ADS_3

" Hahaha...." EVANO tertawa saat mereka sudah berada di dalam mobil berdua dan melaju meninggalkan dealer mobil itu.



Nova cuma tersenyum melihat kakaknya yang nampak senang itu.



" Terima kasih Nova... Kamu sudah membantu ku .. meski akting mu seperti amatiran tapi sepertinya Dinda percaya.." kata Evan sambil mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.



" Mbak Dinda itu siapanya Kakak? " tanya Nova.



"~~ A......" Evan nampak ragu bercerita.



" Anggap saja aku tidak bertanya Kak.." ucap Nova saat melihat Evan nampak ragu bercerita tentang Dinda.



" Dinda itu anaknya teman baik Mama...Dia teman SMA ku juga..Makanya tadi Mama nyuruh aku beli mobil di sana, biar dapat diskon " kata Evan kemudian.



" Ooo... "



" Tante Lina itu sahabat Mama ..Dan Dinda itu mantan kekasih ku ...Sebenarnya bukan sekedar mantan tapi kami sudah hampir menikah kala itu. Keluarga ku sudah melamar Dinda dan keluarga Dinda menerimanya. Namun karena aku lulus SMA dapat beasiswa dan sekolah di luar negeri , Dinda berpindah ke lain hati. Ia malah menikah dengan sahabat ku sendiri... Dia anak orang yang sangat kaya.. pemilik dealer mobil itu...Dia juga punya beberapa anak cabang .."


Oh...jadi pasangan yang di lihat Kak Evan di mall tempo hari itu Mbak Dinda dan suaminya ya ..pantas Kak Evan sampai tertegun seperti itu...Dia belum bisa move on...


Tapi tadi kelihatan banget Mbak Dinda nya juga sepertinya masih ada rasa sama Kak Evan...Apa jangan jangan dia terpaksa menikah dengan sahabat Kak Evan tapi dia masih suka sama Kakak?..


Tante Lina nya tadi saja nampak sombong banget ..


" Mereka menikah setahun kemarin ...Dia gak sabar menunggu aku lulus kuliah .. Dia bilang aku terlalu lama dan keluarga sahabat ku melamar dia juga ..Orang tuanya memaksa dia menikah dengan Dylan sahabat ku ... Yah namanya orang kaya... Jauh lah sama aku .. " tutur Evan



" Tapi tadi dia sepertinya masih punya perasaan sama kakak .."



EVANO tersenyum simpul. " Buat apa perasaan kalau dia istri orang...Aku tidak mau jadi perusak rumah tangga orang..."



" Benar sekali ... " Nova membenarkan. Ia jadi teringat kembali pada pernikahannya dulu dengan Krisna. Ia hadir jadi istri muda . Jika di istilahkan ia juga sebenarnya bisa di bilang perusak rumah tangga orang meskipun ia juga terpaksa . Di lihat dari sisi manapun, ia memang seorang PELAKOR.


Bu Heppy mendapat telpon dari Lina sahabatnya saat di restoran.



" Oh begitu ..iya iya..makasih ya Lin..." ucap Heppy kemudian sembari menutup telpon nya.



Saat itu ia melihat Nova dan Evan baru tiba . Keduanya bersalaman dengannya dan mencium tangannya seperti biasa.



" Van Van...kamu ini benar benar deh .." ucap Heppy tak habis pikir dengan putranya.



" Aku kenapa Ma ? " tanya Evan tak mengerti.



" Mama lho nyuruh kamu beli mobil di tempat Lina biar dapat diskon malah kamu menolaknya..."



" Habis Ma...Tante Lina seperti menghina ku .. dia meremehkan aku... Dia pikir gaji ku kecil dan aku juga belum bayaran.. sombong banget " kata Evan



" Kan Mama sudah bilang kamu di rendahkan orang itu bukan kamu yang terhina tapi mulut dia sendiri yang kotor...jadi biarkan saja.." Heppy menasehati putranya.



" Ya...tapi kesel Ma..."



" Sabar...gitu gitu kan dia dulu calon mertua kamu ..hihi.." ucap Heppy sambil mengusap punggung Evan .Ia juga tertawa kecil menggoda putranya.



" Sekarang malah Mama yang membuli aku. .."

__ADS_1



" Hihi .. sudah makan dulu sana sama Nova . Lina tadi sudah mentransfer diskonnya ke rekening Mama juga kok...makasih ya..."



" Kenapa di terima Mamaaaa..." Evan geregetan pada Mamanya itu.



" Rejeki ko di tolak....iya nggak Nova..." Nova cuma mengangguk dan tersenyum. Evan hanya menghela nafas panjang.



Nova kemudian mengambil makanan di dapur resto , kali ini Evan juga ikut. Ia ingin memilih sendiri makanannya.



Evan mengambil udang dan cumi cumi asam manis yang sudah dimasakkan pegawai restoran nya. Sedang Nova memilih lele bakar asam manis. Kemudian mereka pun makan berdua di meja belakang kasir.



Nova makan sedikit lebih pelan , ia mencoba menikmati makanannya dengan lebih santai. Evan yang berulang kali mengingatkan agar makan dengan tenang dan Nova pun mematuhinya.



Heppy memperhatikan keduanya dari meja kasir. Ia memang yang menjaga kasir dan mengawasi pekerjanya. Dan saat ia pulang ia di gantikan oleh Nova . Juga terkadang Evan.



" Tunangan?... " tanya Heppy saat ia mendapat telpon dari Lina sahabatnya tadi.



" Iya...wanita yang bersama nya.. EVANO bilang dia tunangannya..." terang Lina



" Oo..Nova ya..." Heppy mengangguk angguk


Evan bilang seperti itu paling juga untuk membalas Dinda...Sudah di lamar malah nikah dengan pria lain...sahabat Evan sendiri pula...huu_uuuft...


Nova tidak buruk...Dia gadis yang baik...Sepertinya ia cocok dengan Evan...


Tapi apa Evan mau dengan janda...


Evan dan Nova makan dengan santai dan sekali kali ngobrol. Mereka juga bercanda pula. Jika di lihat sekilas mereka memang serasi. Namun status janda yang di sandang Nova , membuat Heppy harus berpikir berulang kali . Janda pasti bukan perawan . Sedang putra nya masih perjaka rasanya berat jika putra tunggalnya harus menikah dengan bekas orang.



Nova dan Evan ngobrol santai saja tanpa tahu apa yang di pikirkan oleh Heppy. Mereka melakukan itu hanya untuk membungkam Dinda dan Ibunya. Evan tak ingin jika ia ketahuan masih belum bisa move on dari Mantan pacarnya itu.


Evan mulai magang di sebuah Rumah sakit besar. Ia mendapat rekomendasi dari dosen sekolahnya dulu. Seorang doktor hebat yang koneksinya luas. Evan Spesialisasinya adalah Dokter Spesialis Anak.



Evan yang ramah dan sopan cepat berbaur dengan lingkungannya. Ia di kenal supel pada rekan seprofesi dan bahkan juga akrab dengan para perawat. Ia menjadi Dokter baru yang di sukai di rumah sakit itu. Para pasien pun juga banyak yang cocok dengan pengobatannya.



Ia bekerja sesuai s i f t... bergantian dengan dokter lain. kadang s i f t pagi kadang pula malam. Ia juga mempunyai jadwal kunjung pada pasien nya yang rawat inap di rumah sakit tersebut. Setiap Hari Minggu ia mendapat jatah libur. Dan hari libur itu selalu digunakannya untuk famili time . Berkumpul dengan Mama dan adiknya.



" Sekali sekali kita liburan dong Ma... Masak cuma kerja Mulu... "kata Evan pada Mamanya yang selalu sibuk di restorannya dengan Nova.



" Boleh..." ucap Mamanya.



" Kak Evan pingin ke mana..." tanya Nova .



" Liburan ke pantai gimana Ma...Nanti kita nginep di hotel...Aku ingin banget liburan ke Bali..." kata Evan.



" Minggu depan saja ya ..Sabtu kita berangkat..Senin kan tanggal merah jadi kita bisa menginap 2 hari..."



" Oke Ma..." Evan pun mengangguk setuju.



" Jangan lupa Jumat kamu sempetin bantu perkumpulan anak yatim...cek kesehatan .."



" Iya Mama... Nanti setiap Jum at aku sempetin hadir kalau tidak ada giliran S i f t kerja..."


__ADS_1


Heppy tersenyum. Ia senang putranya itu mau meluangkan waktu untuk membantu para janda dan anak yatim yang biasa mereka santuni setiap hari Jumat itu.


Dan seperti yang di janjikan , Evan benar benar meluangkan waktunya membantu Mamanya dan Nova dalam acara bakti sosial ,santunan dan doa bersama itu. Evan memeriksa kondisi kesehatan para anak anak yatim tersebut dan juga memberi obat pada mereka yang mengalami gangguan kesehatan.



Nova membantu Evan sebisanya. Karena ia tidak punya pengalaman di bidang kedokteran dan farmasi sama sekali.



Heppy tersenyum melihat putra putrinya yang nampak begitu kompak itu.


Sabtu mereka berangkat dengan naik pesawat menuju ke Bali. Evan sudah reservasi dan boking hotel untuk mereka. Ia memesan kursi pesawat VIP untuk mereka bertiga. 2 berjajar dan 1 terpisah . Evan pikir , Nova duduk dengan Mamanya dan ia duduk sendiri.



" Kalian yang di situ ...Mama yang di sana " ucap Heppy yang ingin duduk sendiri.


" Hah ? " Nova bengong. Namun Evan kemudian tanpa banyak kata langsung duduk di sisi kanan. Nova akhirnya duduk di sebelah kirinya.



Heppy tersenyum. Ia memang sengaja seperti itu untuk melihat kedekatan mereka. Ia ingin tahu apakah Putranya berminat pada Nova atau tidak.



Nova dan Evan saling terdiam. Mereka duduk tenang sambil menonton televisi di layar depan bangku mereka. Evan yang mengantuk akhirnya tertidur.



Nova merasa g a b u t sekali. Ia ingin bermain hp tapi itu tidak di ijinkan. Makan camilan juga sudah namun masih tetap bosan . Akhirnya ia pun mencoba memejamkan matanya dan tertidur. Baru saja ia mulai merasa ngantuk , ia dikagetkan oleh Evan yang tertidur tanpa sadar menyandarkan kepalanya ke Nova.



Nova segera memindahkan Evan ke sebelah lain dan ia tidur kembali. Ia pun akhirnya bisa tertidur dan terlelap dalam alam mimpi indahnya.



' Hangat sekali... rasanya sudah lama sekali aku tidak merasakan kehangatan seperti ini... '



Dalam mimpinya ia merasakan sebuah kehangatan yang begitu di rindukannya.



' Rasanya seperti berada di pelukan Om mas...Hah ? Om mas'?! '



Nova langsung terbangun saat itu juga. Ia terkejut sekali saat sadar Evan ternyata menggenggam tangannya. Padahal Evan juga sedang tertidur. Namun dalam keadaan tak sadar ia menggenggam tangan Nova.



Nova berusaha melepaskan nya dengan pelan agar Evan tak terbangun namun Evan justru menggenggamnya erat. Seperti tidak mau lepas.


Ah...Bagaimana ini...apa aku harus membangunkan Kak Evan?


Nova ragu . Saat itu Evan malah tanpa sadar menopang kan kepalanya lagi dan bersandar di kepala Nova lagi. Nova semakin tidak bisa bergerak. Nova kian kacau saat ia menoleh pada Evan yang begitu dekat dengannya dengan wajah innocent dan super tampan nya.



" Maaf Kak.." ucap Nova pelan sambil menyentuh hidung mancung Evan dan menutupnya. Ia ingin Evan cepat bangun dan melepasnya.



Evan yang tak bisa bernafas akhirnya bangun karena merasa sesak. Nova melepas tangannya dari hidung Evan setelah Evan sepenuhnya bangun dari tidurnya.



" Nova ?...Kau ini usil banget...Kakak tidur malah kau kerjain.." ucap Evan cepat.



" Maaf..." ucap Nova pelan . sambil tangan kirinya menunjuk ke tangan Evan yang menggenggam tangannya kuat.



" Hah?! " Evan begitu terkejut . Dan kemudian dengan cepat segera melepaskan tangan Nova.



" M..maaf .." ucap Evan kemudian menyadari kesalahannya. " Aku mimpi menggandeng tangan Dinda..." lanjutnya .



" I...iya..." Nova segera duduk sedikit menjauh dan memalingkan wajahnya dari Evan. Begitu juga dengan Evan. Ia nampak gugup sendiri dengan yang di lakukan nya saat tidur.



Nova terdiam sambil memegang kedua pipinya . Ia juga sedang berusaha menenangkan dirinya yang kini berdebar kencang karena Evan. Evan sesaat meliriknya pula.



Heppy yang dari tadi memperhatikan mereka tersenyum . ' Sepertinya ada harapan... putraku akan segera move on dari mantan kekasihnya itu...'

__ADS_1


__ADS_2