ISTRI MUDA KE 4

ISTRI MUDA KE 4
46. PERPISAHAN


__ADS_3

Nova mengikuti pemakaman Shinta sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ia melihat Devon dan Krisna yang menangis saat jenasah Shinta di kebumikan. Mereka begitu sedih kehilangan sosok wanita yang mereka kenal dekat sebagai ibu dan istri itu.


Sesudah pemakaman selesai mereka semua kembali ke rumah besar Orang tua Krisna. Dewi dan Donna cepat berpamitan karena mereka sudah merasa sebagai orang luar setelah di ceraikan Krisna. Sementara Nova masih berada di sana menemani Chintya yang juga masih menangis.


Orang tua dari pihak Shinta akhirnya membawa pergi Chintya dan Devon?. Karena tidak ingin ribut saat masa berkabung, Rani dan Robby membiarkan mereka membawa Devon dan Chintya.


Nova pun berpamitan pulang ke rumahnya , Ia masih tidak ingin bertemu ataupun bicara dengan Krisna. Ia masih marah dengan sikap dan kekasaran Krisna tempo hari. Juga pemaksaannya.


Krisna mengurung diri di kamarnya..Ia sangat bersedih kehilangan istri tercintanya itu. Ia merasa belum cukup bisa membahagiakannya namun Shinta telah pergi untuk selamanya.


.


.


.


Sejak hari itu Krisna tak pernah lagi mendatangi Nova. Iapun juga sudah resmi bercerai dengan Dewi dan Donna. Krisna lebih fokus pada pekerjaan dan mengurus anak perempuannya yang masih kecil. Ia juga lebih banyak menghabiskan waktu bersama Devon dan Chintya.


Nova bersekolah seperti biasa .Ia tetap akrab bersama Devon dan Ayu. Ia banyak menyemangati Devon agar Devon tidak terlarut dalam kesedihannya.


" Nanti part time ? " tanya Ayu.


" Nggak, hari ini aku mau langsung pulang...." jawab Nova.


" Mau Nonton film aja? ..kita bertiga..ya Devon ?" ajak Ayu pada keduanya .


" Nggak...Aku harus pulang cepat. Aku mau menemani adikku " jawab Devon.


" Ya sudah..." Ataupun kemudian pulang duluan. Hingga tinggal Devon dan Nova berdua. Nova menunggu jemputan sopirnya sedang Devon tinggal menyalakan motornya.


" Devon selamatannya Mbak Shinta kapan? " tanya Nova.


" Besok 40 harinya...Kau mau datang..'


" Iya .. Besok aku akan r e w a n g ke sana "


" Makasih N o v..." ucap Devon..


" Yang sabar Devon .. " ucap Nova pula sambil menepuk bahu Devon. Devon cuma tersenyum padanya.


" Kau juga, ibu tiri ku.." canda Devon menyindir Nova.


" Apa sih nyebut nyebut ibu tiri... memangnya aku punya anak yang lebih tua dariku dan sebesar ini..." Nova pun turut bercanda.


Devon tertawa. Dan baru kali ini Devon bisa tertawa sejak Ibunya meninggal.


" Kau senyum lah terus seperti itu Devon...Kamu idol sekolah kita Lo ..pujaan para gadis..."


" Kalau aku tertawa terus bisa di kira gila N o v..." Nova pun tertawa bersama Devon.


' Tin '


Nova dan Devon sama sama menoleh ke mobil yang membunyikan klakson itu. Dan mereka sama sama mengenali itu mobil siapa .


.


.


Om mas?....Tumben dia yang menjemput ku...Sendiri tanpa sopir lagi...

__ADS_1


.


.


Krisna membuka kaca mobil dan melihat keduanya.


" C i l...masuk.." kata Krisna yang mengemudikan sendiri mobilnya.


Nova nampak enggan .Ia melirik Devon . Ia sungguh merasa tidak enak padanya. Devon nampak acuh dan kemudian menghidupkan motornya.


" Aku duluan Nova.." Devon yang tidak ingin mengganggu keduanya segera pergi. Ia juga tak ingin melihat kebersamaan mereka lagi. Hanya membuat hatinya panas terbakar cemburu saja.


Nova segera masuk dan membuka pintu tengah.


" Depan C i l... aku bukan sopir mu.." ucap Krisna yang memaksa Nova duduk di samping nya yang sedang mengemudi.


Mau tak mau , Nova pindah ke depan dan duduk di samping Krisna. Ia diam sambil membuka gadget nya. Mengabaikan keberadaan Krisna .


" Aku mau bicara denganmu " kata Krisna kemudian. Nova cuma diam.


.


.


Sesampainya di rumah , Nova duduk di ruang tamu. Tetap diam dan mengacuhkan. Sedang Krisna duduk cukup jauh darinya.


" Silahkan bicara " Nova akhirnya memecah kesunyian keduanya yang nampak larut dalam pikirannya masing masing.


" Bicara di sini atau di kamar ? " tanya Krisna.


' DEG '


" Di sini saja " sahut Nova cepat. Ia sungguh ngeri, ia tidak mau jika hal seperti itu terulang kembali.


Krisna terdiam. Ia tahu ia salah ucap, ia sebenarnya ingin bicara di kamar agar pembicaraan mereka tidak di dengar siapapun. Namun Nova menganggapnya lain , Bicara di kamar pasti juga ingin melakukan hal yang lebih.


.


.


Kenapa Om mas malah diam saja ..Ia seperti berat mengatakannya...Padahal tinggal Minta maaf ..Tinggal mengucapkan saja...Dan aku akan memaafkannya ...jika dia benar benar meminta maaf dan menyesal...


Kenapa mem_bagongkan sekali sikapnya...


.


.


" Nova ..kedatangan ku kemari..." Krisna nampak ragu.


.


.


Om mas??...Bertele_tele sekali sih ... aku minta maaf, aku salah, aku menyesal...aku tidak akan mengulanginya...


ah.. tidak ..Bukan begitu ..dia mungkin akan mengulanginya lagi...tapi setidaknya tidak memaksa....


.

__ADS_1


.


" Aku ingin bercerai dengan mu..." ucap Krisna kemudian.


Bagai mendengar petir di siang bolong dalam cuaca panas tak ber_hujan. Nova sampai ternganga lebar mendengarnya. Hal itu bahkan sama sekali tak pernah terlintas di benaknya. Ia pikir Krisna mendatanginya untuk berbaikan dan berdamai. Ia pikir Krisna menyesali perbuatannya dan hendak meminta maaf. Karena bagaimanapun satu satunya istri Krisna yang tersisa cuma tinggal dirinya.


Apa yang di ucapkan Krisna itu sangat membuatnya Shock.


.


Jadi....setelah mendapatkan ku , dia menyingkirkan ku...dia menceraikan aku?...


Jadi Om mas memang cuma menginginkan tubuhku...setelah dia dapat perawan ku dia membuang ku??


.


.


" Karena pernikahan kita belum terdaftar secara hukum jadi aku tak perlu memproses ini secara hukum. Hubungan pernikahan kita berakhir di sini dengan aku mengucap talak padamu , Nova. Aku tetap akan menanggung semua biaya hidup mu dan juga sekolah mu sampai kau lulus dan bekerja nanti. Rumah ini tetap rumah mu...Tapi hubungan kita berakhir. Kita bukan suami istri lagi. Kau bebas sekarang..."


Nova tak bisa berkata apa apa. Ia cuma menatap Krisna dengan mata sembab dan air mata mulai berjatuhan.


" Rumah ini dan seluruh aset yang ada di sini, mobil dll semua milikmu...Nikmati semua kebebasan baru mu...Kau boleh berpacaran dengan Devon atau siapa pun... Aku sudah lepas tangan . Kalau kau butuh apa apa, hubungi Kiky saja...." ucap Krisna lagi.


" Om mas...."


" Mulai hari ini kita jadi orang asing " ucap Krisna dengan senyum getar. Usai berkata itu , Krisna menghampiri Nova yang kini terdiam sambil menitikkan air matanya .


" Aku minta maaf selama ini belum bisa menjadi suami yang baik untuk mu...Aku tidak bisa membahagiakan mu... Selanjutnya kau jaga dirimu sendiri baik baik ya ..Jangan sampai jatuh ke pelukan pria seperti aku ini...Cari pria singel yang bertanggung jawab penuh dan bisa setia hanya padamu...Dan semoga kau bahagia selalu Nova..." Krisna mengusap kepala Nova pelan dengan lembut.


" S a y o n a r a , Nova ...mantan istri kecil ku.." Krisna tersenyum dan mengucapkan perpisahan dengan nya . Dan kemudian Iapun pergi meninggalkan Nova. Selangkah demi selangkah pergi meninggalkan Nova yang kini menangis terisak dengan keputusannya.


.


.


.


" Tuan Krisna yakin dengan keputusan Tuan? " tanya Kiky asistennya saat berada di rumah orang tuanya dan mengatakan tentang keputusan itu pada kedua orang tuanya di depan Kiky.


" Ya..'' jawab Krisna.


" Apa boleh buat...jika itu keputusan mu .." kata Rani .


" Sudahlah..." Robby nampak kecewa dengan keputusan Krisna. Ia pun lalu meninggalkan Krisna dan Kiky .Rani pun segera menyusulnya. Mereka kecewa karena Sikap Krisna itu. Mereka sangat menyayangkan Krisna juga menceraikan Nova , padahal Istrinya tinggal Nova.Seharusnya Krisna meneruskan rumah tangganya dengan Nova saja sepeninggal Shinta. Tapi ternyata Krisna memiliki pertimbangan sendiri.


" Aku tidak boleh egois dan serakah lagi Kiky. Aku sudah menyakiti hati banyak wanita. Dan aku juga sudah terlalu banyak menjadi boneka mainan orang tua ku. Di setir ke sana kemari , menuruti perintah mereka. Aku ingin hidup dengan jalan pilihanku sendiri. Aku ingin mengurus dan menjaga Chintya dan Devon. Mereka anak anak ku... Aku tidak boleh berbahagia di atas tangisan mereka. Biarlah aku hidup sendiri , aku ini tidak pantas bahagia " ucap Krisna.


" Kalau Non Nova hamil?"


" Itu tidak mungkin. Sebejat_bejatnya aku ..aku masih punya pikiran. aku tidak mungkin menghamili bocah yang masih sekolah itu... Aku tidak ingin dia lebih terpuruk..." jawab Krisna cepat.


Memang waktu itu , ia memaksa Nova . Namun ia tidak menumpahkan cairan nya ke dalam tubuh Nova mengingat Nova masih SMA. Ia memang emosi Kala itu, tapi logika nya masih ada. Ia tidak ingin Nova sampai hamil karena ia bakal menjadi cemoohan teman teman sekolahnya. .


.


.


Nova menangis terisak di dalam kamarnya sambil memeluk boneka panda raksasa nya. Ia memang ingin bebas dan lepas dari Krisna, namun kala saat itu tiba , ia justru kini menangis pedih karenanya.

__ADS_1


__ADS_2