Istri Simpanan Dosen

Istri Simpanan Dosen
21.


__ADS_3

Seolah lupa dengan siapa pria itu, Alina menyuapi Dosenya sendiri. Dan lebih parahnya lagi, Nicho tak menolak suapan dari mahasiswanya itu.


"Enak 'kan?" tanya Alina antusias.


"Enak," jawab Nicho apa adanya.


"Tuh 'kan, enak." Alina dengan bangga mengatakanya.


"Enak, karena kamu yang suapi," lanjut Nicho dengan serius.


Blush


Wajah Alina langsung merona mendengarnya, dan seketika tubuhnya pun langsung kaku karena itu.


*****


Keduanya sibuk menghabiskan pesanan mereka yang melebihi jumlah orang yang memesanya.


Apa lagi, sejak adegan spontan tadi, seolah sadar dengan apa yang mereka lakukan dan mereka katakan, keduanya langsung dilanda kecanggungan karena malu dengan tingkahnya sendiri.


'Astaga Alina. Lo ngapain sih, pakai acara suapin Pak Nicho. Aishh, maafin Alina Tuhan, sudah lancang seperti itu,' batin Alina merutuki tingkahnya yang diluar kendalinya sendiri.


Memilih fokus dengan makananya, adalah jalan ninja Nicho untuk meredam rasa malunya yang sudah diubun-ubun. Walaupun, dirinya dengan pandai menyimpannya, agar tidak Alina ketahui, jika bukan hanya Alina saja yang salting, tapi juga dirinya.


"Ehmm, Pak," panggil Alina ragu-ragu, karena takut melihat wajah Dosenya yang sudah kembali berekspresi datar.

__ADS_1


"Hm," dehem Nicho membalas panggilan Alina.


"Minumanya, boleh nambah?" tanya Alina yang seperti tak tahu diri, karena sudah memesan begitu banyak makanan, masih belum puas juga.


"Pesan," jawab Nicho memperbolehkan.


*****


Beberapa saat setelah memesan, akhirnya pesanan Alina datang. Segelas jus mangga tersaji di meja Alina dan Nicho.


"Makasih ya, Pak," ucap Alina setelah meminum jus mangga pesananya yang kini tinggal setengah gelas.


"Hmm. Kita pulang sekarang." Nicho langsung mengajak Alina pulang, setelah pesananya benar-benar sudah dihabiskan tanpa sisa.


"Okeh." Alina yang langsung bangkit dari duduknya.


"Dia Nicho 'kan? Suami Neta," tanyanya sambil mengamati seorang laki-laki dan perempuan yang terlihat akan meninggalkan sebuah restoran seafood, yang tak lain ialah Alina dan Nicho.


"Kita nggak salah lihat 'kan?" tanya seorang perempuan berbaju seksi berwarna merah, pada temanya, untuk meyakinkan bahwa penglihatanya tak salah.


"Nggak. Kita nggak salah lihat, dia Nicho suami Neta," balasnya setelah mengamati lebih detail.


"Tapi wanita di sampingnya bukan Neta. Apa Nicho selingkuh," tebaknya.


Temanya itu, masih mengamati keberadaan Alina dan Nicho yang kini sudah melangkah keluar restoran.

__ADS_1


"Nggak tahu. Foto dulu aja, kita tanya Neta nanti," ucapnya pada temanya yang bernama Aleta.


Aleta, nama wanita berbaju seksi berwarna merah itu, yang kini tengah mengamati suami sahabatnya yang dilihatnya di sebuah restoran tanpa disengaja.


Masalahnya, wanita itu tak diketahui Aleta dan temanya. Dan dilihat dari interaksi dan penampilannya, wanita itu bukan rekan kerja suami sahabatnya.


Hal itulah yang membuat Keduanya curiga, kalau suami sahabatnya yang bernama Neta, selingkuh.


"Yakin, kita tanya sama Neta?" tanyanya pada Ajeng.


"Iya Let" jawab Ajeng mantap, karena hanya itu caranya untuk mengatasi rasa penasaranya.


"Kalau bukan gimana? Yang ada kita diamuk Neta," ucapnya lagi.


"Gimana kalau benar Nicho selingkuh? Mending kita tanya Aleta." Ajeng kekeh, karena rasa penasaranya sangat besar.


Walaupun ragu kalau Nicho selingkuh, mengingat betapa cintanya Nicho sama sahabatnya, tapi semuanya tidak ada yang tidak mungkin di dunia, iitu yang Ajeng pikirkan.


"Sudah kamu kirim?" tanya Ajeng pada Aleta, sahabatnya.


"Sudah Jeng," balas Aleta setelah mengirim foto itu pada sahabatnya, Neta.


Keduanya menunggu balasan Neta, sembari melanjutkan kegiatanya tertunda karena melihat suami sahabatnha bersama wanita lain.


"Ajeng! Neta telpon." Aleta dengan heboh menunjukan handphonenya yang berdering karena ada panggilan dari Neta.

__ADS_1


"Angkat-angkat!" seru Ajeng tak kalah heboh.


Bersambung ...


__ADS_2