Istri Simpanan Dosen

Istri Simpanan Dosen
39.


__ADS_3

Disisi lain, seorang gadis tengah berjalan-jalan menyusuri rak mini market yang buka selama 24 jam, dan berada tak jauh dari rumahnya.


Seperti biasa, perutnya suka sekali makan saat waktu sudah malam-malam begini. Dan kalau tidak makan, bisa sampai pagi nggak bisa tidur.


Tasya, gadis dengan kebiasaan tidak bisa tidur sebelum makan malam diatas jam 09.00 WIB malam, merasa cukup repot dibuatnya.


Seperti sekarang ini, yang dilakukan Tasya. Membeli mie instan, sekalian minuman kesukaaanya agar perutnya tak lagi berbunyi, dan juga nantinya bisa tidur dengan tenang.


Tapi, saat tanganya mengambil minuman di lemari pendingin, Tasya tak menyadari ada juga tangan kekar yang ikut mengambil minuman yang hendak diambilnya. Reflek, Tasya menjauhkan tanganya dan menatap si pemilik tangan yang kekar dan, seksi itu.


"Lo?"


******


"Lo ngapain ke sini hah?" tanya Tasya dengan konyol.


Sudah jelas, ini itu di mini market, dan tanganya pun hendak mengambil minuman, ya pasti mau beli lah. Itulah yang ada dalam pikiran seorang laki-laki tampan itu.

__ADS_1


"Lo nggak lihat, ini di mana?" tanyanya dengan mengejek, lalu mengambil minuman yang hendak diambilnya tadi.


"Eh eh eh, itu punya gue ya," ketus Tasya hendak merebut minuman itu dari tangan laki-laki yang berada di hadapanya sekarang.


"Siapa cepat, dia dapat," balasnya cuek, dan meninggalkan Tasya yang terbengong mendengar jawaban laki-laki itu.


Tasya jelas tak terima. Andai saja minuman itu masih ada di lemari pendingin, sudah jelas Tasya memilih mengikhlaskanya, dari pada ribut kayak gini. Sayangnya, minuman kesukaanya itu tinggal satu, dan itu sudah berada di tangan laki-laki itu sekarang.


"Heh, itu punya gue. Lo pilih yang lain saja." Tasya menyamai langkah laki-laki itu, dan berusaha menjangkau minuman itu dari tangan laki-laki tampan itu.


"Tasya, yang lain ada. Ngapain harus ini sih," ketus laki-laki itu, yang kini berhenti dari langkahnya menuju kasir.


"Arsya. Lo tahu 'kan, gue suka sama minuman ini. Please, lo ngalah aja. Masa laki nggak mau ngalah sama cewek," mohon Tasya memasang wajah memelas.


Laki-laki itu, Arsya. Sepupu laki-laki Tasya, daru pihak sang ayah. Sepupu paling ngeselin menurut Tasya, karena selalu keras kepala dan tak mau mengalah padanya. Sayangnya, Arsya adalah sepupu yang paling dekat denganya, karena memang seumuran. Walaupun, Arsya itu agak cuek, tapi tetap perhatian denganya.


"Nggak mau," jawab Arsya penuh penekanan dan melanjutkan langkahnya menuju kasir.

__ADS_1


Tasya menghela napasnya lelah, dan memilih mengalah. Kalau diterusin, yang ada kelamaan di mini market, padahal perutnya sudah sangat lapar.


Tasya memutuskan segera membayar mie yang dibelinya tadi, tanpa minuman tentunya, karena minuman itu telah dirampas oleh sepupunya yang nyebelin itu.


*******


Tasya keluar dari mini market, dan segera pulang. Tak membawa kendaraan apapun, karena Tasya memilih jalan kaki saat keluar tadi. Maklum saja, jarak mini market sama rumahnya dekat. Bahkan, bisa dilihat dari luar gerbang rumahnya.


Tasya berjalan dengan santai, menikmati segarnya angin malam dan indahnya bintang-bintang yang bertaburan di langit.


Tasya merapatkan jaketnya yang agak terbuka, dan memasukan tanganya yang tak menenteng kantung plastik pada saku jaket, karena hawa dingin yang terasa di kulitnya.


Saking fokusnya menikmati keindahan malam ini, Tasya sampai tak sadar ada yang mengikutinya sampai di depan gerbang rumahnya.


Tasya langsung masuk, setelah gerbang dibuka oleh satpam di rumahnya. Dan saat itu juga, mobil itu langsung meninggalkan rumah Tasya.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2