Istri Simpanan Dosen

Istri Simpanan Dosen
31.


__ADS_3

Mendapat persetujuan orang tuanya, tak lantas membuat Alina tenang. Karena, itu justru merupakan awal dirinya untuk berjuang dalam pernikahanya nanti. Mendapat persetujuan orang tuanya, merupakan satu masalah yang telah selesai, dari sekian masalah Alina yang belum selesai.


Perjalananya masih panjang, dan Alina tahu, jalan itu tak selalu lurus dan banyak lubang, yanh dapat menjatuhkanya. Butuh kekuatan mental dan kesabaran untuk melewatinya. Dan itu semua tak semudah mengatakanya untuk melewatinya. Tapi, inilah hidup, penuh cobaan. Kalau hanya satu masalah, itu bukan cobaan, tapi cobain.


"Alina, pegang janji saya. Saya, berjanji dengan segenap jiwa raga, akan mencintai dan melindungi kamu, sebesar saya mencintai diri saya sendiri." Nicho menatap Alina, setelah sebelumnya Nicho menghentikan mobilnya di pinggie jalan.


"Bapak janji?" tanya Alina meyakinkan.


Nicho menganggukan kepalanya. "Iya."


Alina langsung reflek memeluk Nicho, dan menumpahkan tangisanya di pelukan hangat Dosenya itu.


Tapi, ditengah keromantisan itu, Alina tiba-tiba melepaskan tubunya dari pelukan Nicho.


"Pak, saya ingin," ucap Alina ambigu.


*******


"Ingin apa?" tanya Nicho yang fikiranya langsung mengarah pada hal-hal berbau mesum.


"Itu." Alina menunjuk seusatu ke arah belakang Nicho.

__ADS_1


Nicho yang fikiranya sejak Alina mengatakan ingin sudah kotor, hal itu membuatnya gagal paham. Nicho justru menangkap, bahwa yang Alina inginkan adalah dirinya.


"Tunggu kita halal," balas Nicho, dengan sikapnya yang tak seperti biasanya. Nicho terlihat salting.


"Kenapa nunggu halal? Kelamaan, saya pinginya sekarang," rengek Alina dengan memohon, karena sudah tak tahan dengan sesuatu yang diinginkanya itu.


Nicho semakin salah tingkah mendengar rengekan Alina. Nicho berpikir, apa mungkin calon istrinya itu mengidam melakukan hubungan suami istri. Tapi, untuk itu tak mungkin Nicho menurutinya, mengingat dirinya dan Alina tak terikat hubungan yang halal, alias menikah.


Walaupun sudah pernah melakukanya dengan Alina, tapi itu karena tidak disengaja. Dan Nicho masih tahu dosa, untuk mengulangi malam itu.


"Dosa Alina." Nicho dengan tegas mengatakanya.


"Kok dosa sih, Pak? Kan Saya cuma mau rujak." Alina menatap bingung sekaligus kesal, karena keinginanya tak kunjung dituruti.


Sungguh, rasanya Nicho ingin menjambak rambutnya sendiri karena saking gemashnya dengan otaknya yang sudah berpikir yang tidak-tidak.


"R-rujak?" beo Nicho malu sendiri.


"Iya rujak, emang apa? Kok bingung gitu sih?" Alina menatap Nicho bingung.


"Belikan ya Pak?" Alina memohon dengan sangat, dan memasang wajahnya yang paling imut.

__ADS_1


Sudah tak tahan, akhirnya Nicho membuka pintu mobilnya, dan menghampiri sang penjual rujak.


Cukup lama Alina menunggu Nicho yang tampak antri di depan gerobak penjual. Rasanya, Alina sudah tak tahan menunggu Nicho.


Sedangkan Nicho sendiri, tengah menahan kesal karena sang penjual tak mau disogok. Nicho sudah tak tahan, berdiri terlalu lama dan menghirup polusi dari kendaraan yang berlalu lalang di jalan. Sebenarnya, Nicho khawatir dengan kesehatan Alina dan janinya, karena rujak yang tak higienis. Maka dari itu, Nicho meminta sang penjual untuk membuatkanya satu tapi dengan porsi sedikit, tapi dengan harga yang sama.


"Astaga, Pak Nicho lama banget sih. Udah ngiler ini," gerutu Alina sambil mengawasi Dosenya yang tengah menderita kepanasan sambil menunggu pesananya jadi.


Merasa sudah tak tahan untuk menunggu, Alina memutuskan untuk menyusul Nicho. Dengan hati-hati, Alina melangkah keluar dari mobil.


Melihat kanan kiri, untuk memastikan adanya kendaraan atau tidak, karena penjual rujak berada di seberang jalan yang lebar itu.


Merasa sudah yakin, Alina menyeberang jalan dengan hati-hati. Tapi, sayangnya sebuah motor melaju kencang dan tampak bingung dengan posisi Alina yang sudah berada di tengah jalan. Apa lagi, dengan rem motor yang agak blong, membuat pemotor itu panik.


Nicho yang tak sengajak melihat ke arah mobilnya, seketika dibuat panik, karena melihat Alina yang menyeberang jalan dengan sebuah motor yang mengarah ke Alina.


"Alina!" teriak Nicho sambil berlari, berusaha menyelamatkan Alina.


Brak


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2