
Dhiwa ingin bertemu dengan Mira dan mengajaknya makan siang bersama, dia mencoba menelpon Mira tapi telponnya tidak aktif.
'Apa aku samperin aja ya? 'Pikir nya.
Dhiwa pun langsung mengendarai motor nya ke toko Mira, sesampainya disana tak terlihat mobil Mira.
Sintia yg sedang merapihkan pot terkejut saat melihat kedatangan Dhiwa dan langsung menghampiri nya.
Dhiwa tersenyum saat melihat Sintia.
"Assalamu'alaikum neng, teh Mira nya ada? " tanya Dhiwa.
"Wa'alaikumussalam, duh maaf Pak teh Mira nya lagi di rumah Ibu, sedang ada acara keluarga" jawab Sintia.
"Ohh begitu, yasudah kalau begitu saya izin pamit. Assalamu'alaikum" ucap Dhiwa lalu pergi dari tempat itu.
"Wa'alaikumussalam" Sintia memperhatikan Dhiwa dari jauh, dalam hatinya merasa kagum, tapi kemudian dia pun menggelengkan kepala nya.
"Tahan Sintia, dia itu kekasih teh Mira" rutuknya, lalu dia kembali merapikan pot yg baru datang.
.
.
Sementara di tempat lain, Mira sedang berbelanja di salah satu supermarket, dia membeli kebutuhan bulanan untuk nya dan juga beberapa buah buahan.
Saat dia sedang sibuk memilih buah dan sayuran, tiba-tiba ada sesosok anak kecil yg menabrak nya.
"Astagfirullah" serunya. Anak kecil itu jatuh duduk di samping Mira.
"Hey cantik, hati hati ya kalau berlari" ucapnya sambil berjongkok di depan anak perempuan itu.
"Maaf tante, Tika ngga sengaja" ucapnya memelas.
"Tidak apa apa, apakah sakit? " tanya Mira.
"Tidak tante" jawab Tika.
"Astagfirullah Tika Bunda cari daritadi ngga taunya ada disini? " ucap Mirna yg datang tiba-tiba.
"Ini putri Mbak? " tanya Mira.
"Iya Mbak, maaf jika anak saya kurang sopan" jawab Mirna lalu memegang tangan Tika.
__ADS_1
"Cepat minta maaf sama tante nya sayang" pintar Mirna.
"Maafin Tika ya tante" ucap Tika lugu.
"Iya cantik, tante maafin kok" jawab Mira sambil tersenyum, tak lama Alvaro pun datang menghampiri mereka, Mira cukup tercengang saat melihat wajah Alvaro.
'Wajahnya sangat mirip dengan Mas Dhiwa' batin Mira.
"Ini anak mbak juga? " tanya Mira penasaran.
"Iya mbak, ini anak pertama saya. Kalau gitu kami permisi dulu ya. Assalamu'alaikum" jawab Mirna lalu pergi meninggalkan Mira yg sedang termenung sendiri.
'Kok wajahnya bisa mirip sama Mas Dhiwa ya? Apa cuma kebetulan mirip? 'Mira bertanya-tanya dalam hatinya.
Akhirnya Mira pun enggan memikirkan nya dan kembali berbelanja.setelah selesai Mira mampir ke sebuah tempat makan yg ada di dalam gedung supermarket itu karena perutnya mulai terasa lapar.
"Aku lupa ponselku ada di mobil" gumamnya, akhirnya dia memutuskan untuk mengambil ponsel di mobil, karena terburu-buru dia pun menabrak seseorang.
"Maaf Mas saya ngga sengaja" ucapnya tanpa melihat orang tersebut.
"Loh Mira? Kamu Mira kan? " tanya seseorang.
Mira menoleh lalu tertegun, "Mas Alpian" gumamnya.
"Alhamdulillah baik Mas, Mas sendiri gimana kabarnya? "
"Alhamdulillah baik kok, kamu tambah cantik aja" ucap Alpian membuat Mira tersipu malu.
"Ahh Mas ini, oh iya Mas lagi apa disini? " tanya nya.
"Abis ketemu klien, aku sekarang buka perusahaan disekitar sini, cabang sih pusatnya sih di Jakarta" jawab Alpian menjelaskan.
"Wah hebat, sukses ya Mas buat usahanya" seru Mira kagum.
"Aamiin, kamu sendiri kerja dimana sekarang? " tanya Alpian.
"Aku buka usaha kecil kecilan Mas, kapan kapan mampir ya" Mira menyerahkan sebuah kartu nama miliknya.
"Wah mantap, kapan kapan aku mampir, BTW mumpung ketemu gimana klo kita makan siang bareng" ajak Alpian.
Mira awalnya ragu tapi akhirnya dia menerima ajakan dari Alpian.
Akhirnya mereka makan di resto bernuansa itali, dan mereka memesan tempat untuk 2 orang.seorang pelayan menuntun mereka ke sebuah meja dan memberikan menu.
__ADS_1
Mereka berdua memilih makanan dan minuman, lalu pelayan tadi mencatat dan membawanya.
"Mohon di tunggu ya mas mbak" ucapnya.
Mira dan Alpian hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Mas sudah merit? " tanya Mira.
"Belum" jawab Alpian singkat.
"Kenapa? " tanya Mira kembali.
"Masih nungguin kamu" ledek nya.
.
.
Dulu Mira dan Alpian teman satu kampus, Alpian pernah menyatakan perasaan kepada Mira, namun karena saat itu Mira belum mau berpacaran akhirnya dia menolak Alpian. Tapi Alpian tak menyerah, dia menyamar menjadi sosok sahabat untuk Mira agar dia bisa selalu berdekatan dengan Mira. Hingga akhir nya mereka lulus dan berpisah karena tujuan hidup mereka masing-masing.
"Mas masih aja kayak dulu, tukang gombal" gerutu Mira.
"Loh kok gombal, aku gak gombal Mir, perasaan ku masih sama seperti dulu" jawab Alpian sambil menatap mata Mira.
Mira merasa canggung lalu dia memalingkan wajahnya ke samping sambil tersenyum kecut.
"Kenapa Mira? Kamu sudah punya pacar ya? " tanya nya.
"Iya Mas, maafin aku ya" jawab Mira merasa tak enak.
"Its oke, santai aja Mira. Sebelum janur melengkung masih bisa aku lurusin" canda Alpian.
"Dih Mas apaain sih, ngaco ahh" ucap Mira sambil terkekeh.
"Nah gitu dong senyum, kan cantik" ejek Alpian.
"Nyebelin banget ihh" ucap Mira sambil memukul tangan Alpian.
"Aduh! Enak" candanya.
"Dimana mana di pukul sakit, ini malah enak. Mas Mas" ucap Mira sambil geleng-geleng kepala.
Alpian tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Mira, tak lama makanan mereka pun datang dan mereka makan bersama sambil bertukar cerita.
__ADS_1