Istri Siri Sang Tentara

Istri Siri Sang Tentara
BAB 2.


__ADS_3

Sepanjang jalan Aku terus tersenyum mengingat pujian dari Mas Dhiwa, entah kenapa hatiku rasanya bergetar apalagi saat melihat tatapan matanya yg teduh dan juga tutur katanya yg lembut tapi terdengar tegas, Aku menepuk nepuk pipiku mencoba menyadarkan otakku yg mulai gesrek " Ya ampun masa iya sih cuma di bilang cantik doang Aku langsung jatuh cinta, Mira Mira... " celoteh ku sambil menepuk pipiku lalu Aku kembali tersenyum seperti orang gila.


Sesampainya di toko, Sintia langsung menghampiriku dan menatapku sambil tersenyum senyum. Aku terheran melihat nya yg sedang menatapku dengan tatapan menyelidik.


"Cie cie Teteh, bentar lagi punya gebetan Tentara nih " ledek nya sambil menyenggol bahuku.


"Dih apa sih Sintia? Siapa yg punya gebetan Tentara?" tanyaku sambil tersenyum heran.


"Tuh kata Pak Wawan, Teteh di taksir ya sama Pak Tentara. Hayo ngaku! " jawabnya sambil menujuk wajahku yg sudah memerah menahan malu, " Engga ihh, Pak Wawan mulutnya ember ahh" elakku lalu berjalan menuju dapur mengambil air minum.


"Iya tadi kata Pak Wawan teh yg namanya Pak Dhiwa itu masih muda dan ganteng, terus katanya dia muji Teteh cantik, iya kan? Cie.... Aduhhh " teriaknya saat Aku mencubit lengannya, Sintia meringis karena cubitan ku sedangkan aku hanya terkekeh saja.


"Makanya jangan lemes punya mulut tuh, ya biarpun orangnya ganteng tapi kali aja udah beristri " terka ku sambil meminum air dari dalam gelas.

__ADS_1


"Kalau ternyata masih jomblo gimana? Teteh mau kan? " tanyanya kembali sambil mengangkat angkat alisnya.


"Ihh kamu apa sih Sin, baru juga kenal masa langsung suka. Jangan ketinggian ahh ngarepnya nanti kalo gak kesampaian jadi gila " jawabku sambil menggelengkan kepalaku merasa heran dengan ucapan Sintia, ya meskipun dalam hatiku ada terbesit sedikit rasa tapi Aku mencoba untuk menepis nya karena Aku takut kecewa karena ekspektasi yg terlalu tinggi.


.


.


Sore hari...


"Ayah.. " serunya lalu memeluk kaki Dhiwa.


"Halo anak Ayah, lagi apa di rumah? " tanyanya sambil menggendong Tika, anak keduanya.

__ADS_1


"Aku sama Mas Alvaro lagi main game, Yah" jawabnya dengan suara yg manja, " main game apa sama Mas Alvaro? " tanya Dhiwa kembali, tiba tiba muncul Mirna dari dalam rumah.


"Tika turun sayang, Ayah baru pulang masih capek " titah Mirna sambil menghampiri Dhiwa, lalu dia mencium tangan suaminya dan mengambil Tika dari gendongan suaminya.


"Mas mandi dulu aja, Bunda lagi masak buat makan malam" ucap Mirna di balas anggukan dari Dhiwa, Dhiwa mengecup pucuk kepala Mirna lalu masuk ke dalam kamar sedangkan Tika main kembali bersama Kakaknya Alvaro.


Setelah mandi dan berganti baju, Dhiwa pun berjalan menghampiri Mirna yg sedang sibuk menyiapkan makan malam, Dhiwa memeluk tubuh Mirna dari belakang membuat Mirna terkejut.


"Ayah ngagetin aja " serunya, Dhiwa menyandarkan dagunya di bahu Mirna, Mirna mengusap pipi Dhiwa lalu melepaskan pelukan suaminya.


"Bun, udahan belum? " tanya Dhiwa berbisik, Mirna tersenyum tersipu lalu mengangguk, Dhiwa membulatkan matanya lalu mencium kening Mirna " nanti malam bisa dong? " tanyanya kemudian Mirna mencubit perut Dhiwa, " Ayah ini, malu kalau di denger anak anak " jawab Mirna tersipu malu, Dhiwa terkekeh lalu memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang. Terdengar suara Adzan Magrib, Dhiwa pun berpamitan kepada Mirna untuk sholat berjamaah di masjid dekat rumahnya. Dhiwa memang sosok yg penyayang dan juga taat beribadah. Pernikahan Dhiwa dengan Mirna sudah menginjak 9 tahun akan tetapi kehidupan mereka selalu harmonis.


Malam hari nya, Mirna baru saja keluar dari kamar Alvaro dan juga Tika, tiba tiba saja pinggangnya di peluk oleh Dhiwa dan Dhiwa langsung menarik tubuh istrinya kedalam kamar. Mirna yg terkejut lalu memukul lengan suaminya. Dhiwa tidak menghiraukan pukulan Mirna, Dhiwa lalu mencium bibir Mirna dan mereka pun melakukan olahraga malam sampai 2 ronde baru setelah itu mereka tertidur pulas bersama.

__ADS_1


Sementara di tempat lain, Mira tak bisa tidur karena masih mengingat kejadian di Markas tadi, entah kenapa dia terus terbayang wajah tampan Dhiwa. Mira tersenyum senyum sendiri 'apa Aku sudah jatuh cinta dengan Mas Dhiwa? ' tanyanya dalam hati.


__ADS_2