Istri Siri Sang Tentara

Istri Siri Sang Tentara
BAB 6


__ADS_3

Pagi hari menyapa, saat ini Dhiwa dan Mira sedang sarapan bersama, keduanya semakin intim setelah semalam Dhiwa menyatakan perasaan nya kepada Mira.


Setelah selesai sarapan, mereka pun langsung menuju Markas untuk bertemu dengan Atasan Dhiwa yg bernama Pak Rahmat. Dhiwa memarkirkan mobil nya di parkiran, lalu mereka berdua turun dari dalam mobil.


"Assalamu'alaikum komandan" sapa Dhiwa kepada Pak Rahmat sambil mengulurkan tangan.


"Wa'alaikumussalam, lama tak berjumpa Dhiwa, kamu makin ganteng saja" balas Pak Rahmat sambil membalas uluran tangan Dhiwa.


"Ini siapa Dhiwa? " tanya Pak Rahmat penasaran menatap Mira.


"Oh ini perkenalkan Pak, namanya Ibu Mira. Dia pemilik toko tempat saya membeli pot" jawab Dhiwa memperkenalkan Mira. Mira hanya menganggukkan kepala dengan sopan lalu mengulurkan tangan nya.


"Saya Mira Pak " ucap Mira memperkenalkan diri nya, Pak Rahmat membalas uluran tangan Mira.


"Saya komandan Rahmat, Terima kasih banyak karena Ibu sudah bersedia datang jauh jauh kesini untuk mengantarkan pot pesanan kami " ujar Pak Rahmat sambil tersenyum.


"Saya juga sangat berterima kasih karena Bapak sudah memesan banyak di toko saya " ucap Mira sambil membalas senyuman Pak Rahmat.

__ADS_1


Setelah selesai bertransaksi serah Terima barang akhirnya Dhiwa dan Mira memutuskan untuk berjalan jalan sebentar mengelilingi Kota Depok dan Jakarta, sepanjang jalan Mira terpukau melihat Ibu Kota yg besar dan banyak terdapat kuliner yg beragam.


Dhiwa memberhentikan mobilnya di salah satu restoran terenak di Jakarta, mereka kemudian turun dan memesan makanan dan minuman.


"Mas kapan kita pulang ke Banjar? " tanya Mira.


"Insya Allah besok pagi, kenapa? " tanya Dhiwa kembali.


"Engga apa apa, rasanya waktu begitu cepat berlalu " jawab Mira sambil menundukkan kepalanya. Dhiwa mengerti maksud Mira lalu dia menggenggam tangan Mira, Mira mengangkat kepalanya dan menatap Dhiwa.


"Apa yg kamu khawatirkan? " tanya Dhiwa dengan tatapan khas nya yg membuat Mira mabuk kepayang.


Tak lama makanan mereka pun sampai, mereka lalu menyantap makanan tersebut sampai habis, lalu setelah makan Dhiwa mengajak Mira berkeliling melihat Ragunan, Tugu Monas, Kota tua dan juga tempat lainnya. hingga tak terasa waktu sudah jam 7 malam dan mereka pun kembali ke penginapan.


Mira sedang berada di dalam kamar, dia baru saja selesai mandi dan sholat isya. Tiba-tiba terdengar suara bel di depan kamarnya.


Ting tong!

__ADS_1


Mira pun segera bangkit dan menghampiri pintu, dia mengintip dari lubang di pintu dan ternyata Dhiwa berdiri disana. Mira tersenyum lalu membukakan pintu untuk Dhiwa.


"Assalamu'alaikum,boleh Aku masuk? " sapa Dhiwa.


"Wa'alaikumussalam Mas, silahkan" jawab Mira lalu Dhiwa pun masuk ke dalam kamar Mira. Dhiwa membawa 2 bungkus makanan dan 2 minuman untuk mereka makan bersama.


"Apa ini Mas? " tanya Mira sambil menghampiri Dhiwa.


"Aku tadi ke bawah selesai sholat jamaah lalu mampir beli KFC,Aku ingin kita makan bersama di kamarmu gak apa kan? " jawab Dhiwa lalu di balas anggukan Mira.


"Aku lepas mukena ku dulu ya Mas " lalu Mira membuka mukena nya, Dhiwa tertegun melihat Mira yg tanpa menggunakan jilbab, rambutnya yg hitam dan panjang terurai lurus hingga se punggung nya membuat Dhiwa menatapnya tanpa berkedip. Mira mengikat rambutnya dan nampak lehernya membuat Dhiwa menelan ludahnya dengan kasar, entah kenapa nafsunya bangkit saat melihat lekukan leher milik Mira.


Mira berjalan mendekati Dhiwa lalu duduk di hadapan Dhiwa, Mira menatap Dhiwa yg terbengong sambil menatap nya tanpa kedip.


"Mas, Mas? Mas lihat apa sampe bengong gitu? " tanya Mira sambil melambaikan tangan di depan wajah Dhiwa. Dhiwa tersadar lalu tersenyum.


"Ahh tidak, Aku abis liat bidadari tanpa jilbab yg tampak sangat cantik " jawab Dhiwa sambil menatap intens Mira. Mira yg di tatap Dhiwa jadi gelagapan karena dia lupa memakai jilbab.

__ADS_1


"Ya ampun Mas maaf aku lupa, aku ambil jilbab dulu ya " seru Mira, dia hendak bangun tetapi tangannya di tahan oleh Dhiwa.


"Gak apa, kamu cantik seperti ini. Lagipula cuma ada aku yg lihat " bujuk Dhiwa, akhirnya Mira kembali duduk dan memakan makanannya kembali. Mereka makan dengan khidmat sambil bersenda gurau.


__ADS_2