
Dhiwa sudah mengabari Mirna kalau malam ini dia akan menginap di rumah Mira, Dhiwa berusaha untuk bersikap adil kepada kedua istrinya.
Dhiwa memarkirkan motornya di halaman rumah Mira, setelah mengucapkan salam dia pun masuk ke dalam.
Tercium aroma masakan yg sangat lezat, membuat perut Dhiwa keroncongan, dia berjalan menuju dapur, nampak Mira yg sedang sibuk menyusun piring dan gelas untuk dia dan suaminya.
Dhiwa memeluk Mira dari belakang membuat Mira terkejut, "Astaghfirullah! Mas Dhiwa ngagetin Mira deh, kok ngga ngucap salam?" serunya.
"Mas sudah ngucapin tadi tapi kamu ngga dengar" ucapnya sambil mencium pipi Mira.
"Masak apa Dek? Baunya sangat enak tercium sampai depan pintu" tanya Dhiwa.
"Ini Mira masak kesukaan nya mas, cuci tangan dulu mas abis itu kita makan ya" titah Mira, Dhiwa mengangguk lalu dia berjalan menuju wastafel dan mencuci tangan nya.
Setelah selesai mencuci tangan, Dhiwa pun menghampiri meja makan, Mira dengan telaten mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya, tak lupa dia pun membuatkan kopi hitam kesukaan Dhiwa.
Dhiwa sangat bersyukur mempunyai istri seperti Mira yg sangat pandai melayaninya, dia tak hentinya memandang sang istri yg sedang sibuk menyiapkan ini dan itu.
"Sudah sayang, kamu juga makan jangan cuma mengambilkan untuk mas aja" ucap Dhiwa.
"Iya nanti Mira ikut makan mas, yg penting kan mas dulu karena mas suami Mira dan jika mas senang maka syurga nya untuk Mira"
Dhiwa tersentuh dengan ucapan Mira, dia pun memeluk tubuh istrinya dan mengecup keningnya.
__ADS_1
"Makasih ya sayang, mas bersyukur memiliki kamu" puji Dhiwa.
"Sama-sama mas, ayo kita makan nti keburu dingin" ajak Mira.
Mereka pun makan dengan tenang dan khidmat, sesekali Dhiwa menceritakan hal yg lucu yg bisa membuat Mira tertawa, sungguh keluarga yg harmonis.
Mira beruntung, meskipun mereka hanya menikah diri tapi Dhiwa sangat bertanggung jawab dan sangat memperhatikan nya, Dhiwa tak pernah pilih kasih terhadap Mira maupun Mirna, Dhiwa selalu bersikap adil kepada keduanya.
'Semoga kita selalu bahagia seperti ini ya mas' bisik Mira dalam hati, dia sangat mencintai Dhiwa dan tak pernah menyesal menikah dengan nya.
.
.
Alpian baru keluar dari kantornya, hari ini adalah hari yg melelahkan baginya. Rencananya dia akan langsung pulang dan berendam air hangat untuk merenggangkan otot-otot nya yg kaku.
"Mas Al, kamu mau kemana? " tanya Chika.
"Mau pulang, ada apa? " jawab Alpian ketus.
"Aku boleh nebeng ngga? Kebetulan mobilku lagi di bengkel" bujuk Chika.
"Maaf Chika, tapi aku lagi malas" tolak Alpian.
__ADS_1
"Mas Al kenapa sih? Dari dulu selalu menghindari aku? Memangnya aku salah apa? " tanya Chika.
Alpian membanting pintu mobilnya membuat Chika terjingkat, dia membalikkan badannya dan menatap ke arah Chika dengan tajam.
"Kamu bertanya apa kesalahan mu? Dimana otakmu hah! Apa perlu aku ingatkan kembali padamu kejadian 3 tahun lalu, disaat kamu berselingkuh dengan Ahmad sahabatku, benar-benar menjijikkan" bentak Alpian.
Chika mencoba memegang tangan Alpian tapi segera di tepis oleh Alpian.
"Mas, aku tau saat itu aku salah. Aku khilaf karena Ahmad yg menggoda ku. Beri aku kesempatan lagi ya mas, aku akan berusaha menjadi yg terbaik untuk kamu" bujuk Chika dengan muka memelas.
Dulu Alpian dan Chika pernah dekat dan sempat berpacaran, awalnya Alpian hanya ingin mencoba membuka hati karena Mira pergi dan tak membalas cinta nya Alpian, tapi disaat Alpian mulai menerima Chika dia mengetahui kebenaran bahwa Chika berselingkuh dengan Ahmad, sahabat Alpian.
Alpian sangat murka dan langsung memutuskan hubungan dengan Chika dan juga persahabatannya dengan Ahmad.
"Heh kamu pikir aku percaya dengan omong kosong mu? Aku tak pernah memungut sampah yg sudah ku buang. Camkan itu! " Alpian membuka pintu mobil dan segera menyalakan mesin, Chika panik lalu dia memukul mukul pintu mobil Alpian.
"Mas Al tolong dengarkan aku dulu, plis mas tolong kasih aku kesempatan. Mas Al! " Chika teriak saat Alpian melajukan mobilnya tanpa menghiraukan nya. Dia menghentakkan sepatunya ke jalan.
"Kita lihat saja mas, aku akan membuat mu mengemis cinta padaku" ancam nya lalu dia pun pergi untuk memesan taksi online.
Alpian mengusap wajahnya dengan kasar, dia merasa muak dengan Chika yg selalu saja muncul dan mengganggu nya.
"Benar benar menyebalkan! " gerutu Alpian.
__ADS_1
Alpian teringat pada Mira lalu dia mengambil ponsel dan menekan layar ponselnya, nampak foto dia dan Mira muncul di wallpaper ponselnya, Alpian tersenyum melihat foto Mira,dia pun mencium foto tersebut.
"Cuma kamu Mir yg selalu bisa membuat ku tersenyum, kamu segalanya bagiku sekarang dan selamanya" gumamnya lalu dia meletakkan kembali ponselnya.